Love Me Mr. Arrogant

Love Me Mr. Arrogant
Sifat Manja Rayyan


__ADS_3

Rayyan melihat istrinya yang datang dengan membawa bekal di tangan kanannya. Rayyan memberikan senyuman termanisnya. Entah kenapa, ia melihat Fatimah semakin hari semakin cantik saja, bahkan kadang membuat dirinya gak bisa jauh-jauh dari istrinya.


"Assalamualaikum," sapa Fatimah dengan suara lembutnya.


"Waalaikumsalam, sini." Rayyan menyuruh Fatimah mendekat, ini pertama kalinya Fatimah datang. Jadi Rayyan harus memberikan respon yang baik, agar ke depannya Fatimah semakin sering datang ke kantor dan menemani dirinya bekerja.


Fatimah melangkah mendekat ke arah suaminya, ia mencium punggung tangan suaminya. Seperti biasa, Rayyan akan menghadiahi dengan ciuman singkat di kening sang istri.


Rayyan bangun, lalu memeluk sang istri. Tentu, Fatimah membalas pelukan suaminya.


Setelah melepas pelukannya, barulah Rayyan fokus sama bekal yang di bawa oleh Fatimah. "Buat aku?" tanyanya basa-basi.


"Iya dong. Masakan spesial buat suami tercinta. Tapi tadi aku bawa dua, buat Mas Rio juga."


"Rio juga di kasih?"


"Iya, tapi masakan buat Mas Ray berbeda, karena aku buatnya pakek cinta."


"So sweet banget sih." ucap Rayyan sambil mencubit pelan hidung Fatimah.


"Mas masih sibuk kah. kalau sibuk, kita bisa tunda makannya?"


"Enggak, kok. Ini sudah selesai. Ayo makan. Kamu sudah makan?" tanyanya.

__ADS_1


"Belum, aku sengaja gak makan, biar kita bisa makan bareng."


"Syukurlah, ayo makan di balkon aja, udaranya lebih segar," ajaknya. Fatimah hanya mengiyakan saja.


Fatimah menaruh tasnya di meja, lalu cuci tangan.  Setelahnya baru dia pergi ke balkon bersama Rayyan.


Di balkon, ada dua kursi dan meja berbentuk kotak. Fatimah menaruh bekal makanan yang ia bawa di atas meja, lalu ia berdiri di dekat pagar yang menjulang hingga setinggi dada.


Fatimah melihat ke bawah dan betapa kagetnya dia melihat taman yang begitu luas, apalagi di tengah tengah ada air mancur dan di bawahnya ada ikan emas yang cukup besar.


Fatimah benar-benar takjub, ia bahkan yakin, bisa betah seharian di sini. Apalagi udaranya yang segar yang menerpa wajah Fatimah, membuat Fatimah rasanya ingin berlama-lama di sini.


"Kamu suka?" tanya Rayyan melihat Fatimah yang sepertinya sangat menikmati pemandangan di bawah.


"Syukurlah. Kamu bisa ke sini tiap hari, misal ingin lihat pemandangan ini."


"Emang aku boleh ke sini lagi?" tanya Fatimah.


"Iya dong. Aku malah seneng misal kamu mau ke sini, jadi bisa temani aku kerja. Aku pasti semangat misal ada kamu di samping aku."


"Baiklah, mulai besok aku akan ke sini ya, bawa makan siang dan pulangnya bareng Mas Rey."


"Oke."

__ADS_1


Kenapa, Fatimah tidak ikut suaminya sekalian dari pagi? Karena ada beberapa hal yang harus Fatimah lakukan, seperti : Olah raga agar mempunyai bentuk tubuh yang bagus dan tetap fit, segar bugar. Lalu setelahnya ia harus perawatan yang kadang membutuhkan waktu 60-90 menit.


Fatimah harus pintar mengurus tubuhnya agar sang suami bisa jatuh cinta padanya. Sungguh walaupun kadang itu merepotkan, tapi Fatimah ikhlas melakukannya demi Rayyan, suaminya.


"Ayo makan Mas." ajak Fatimah sambil membuka rantang makanannya.


Fatimah dan Rayyan duduk saling berhadap-hadapan, di tengah tengah mereka, hanya ada meja yang kini di pakai untuk menaruh rantang makanan.


"Wow, terlihat sangat lezat" tanya Rayyan.


"Tentu, karena aku masaknya pakai cinta," balas Fatimah membuat Rayyan tersenyum.


Fatimah menata makanan itu sebagus mungkin, karena tatanan juga akan berpengaruh untuk nafsu makan.


"Mau makan pakai sendok apa pakai tangan?" tanya Fatimah.


"Aku di suapin aja deh, malas makan sendiri. Boleh kan?"


"Boleh tapi pakai tangan ya. Tadi aku sudah cuci tangan. Jadi sekarang tinggal makan."


"Iya."


Akhirnya mereka pun makan berdua dengan Fatimah yang menyuapi Rayyan. Melihat mereka berdua seromantis itu, tentu dunia terasa baik-baik saja.

__ADS_1


Semoga aja, Rayyan akan selamanya seperti itu dan tidak lagi mengingat masa lalu yang menyakitkan. Karena sejatinya yang membuat Rayyan berubah menjadi jahat karena masa lalunya yang membuat dia seperti kerasukan setan, yang tak mengenal hati nurani.


__ADS_2