
Arumi yang melihat kesungguhan Kenan yang berlutut dihadapannyapun luluh, karena laki-laki itu bisa mengesampingkan sifat angkuh, dingin dan sombongnya hanya dihadapannya hingga membuat dirinya tidak sadar bahwa dia meneteskan air mata bahagia karean terharu.
"Aku mau Kenan"ucap Arumi dengan suara yang begitu pelan namun didengar Kenan yang langsung berdiri dan memasangkan cicin di jari manisnya.
"Terima kasih Arumi"ucap Kenan yang memeluk tubuh Arumi.
"Lepaskan Kenan, aku malu"ucap Arumi yang mendorong tubuh Kenan agar menjauh dari tubuhnya, namun tidak bisa.
"5 menit aja"bisik Kenan yang membuat Arumi tersenyum dalam pelukan hangat laki-laki itu.
"Sudahlah Kenan, sekarang udah 5 menit dan kita harus kembali bekerja"ucap Arumi dengan ceria, namun tidak dengan Kenan yang sebal karena harus melepaskan pelukan dari tubuh Arumi.
Sila yang melihat Kenan begitu romantis kepada teman baiknya itu hanya bisa menutup mulutnya karena syok dengan perubahan sikap dan sifat CEO perusahaan Abraham itu yang dikenal sangat dingin, tegas dan benci dekat dengan perempuan-perempuan lain, ternyata berbanding terbalik jika dihadapkan dengan Arumi.
"Arumi, kau hutang penjelasan padaku"ucap Sila yang berdiri tidak jauh dari Arumi.
"Nanti akan aku ceritakan"ucap Arumi dengan senyum manis diwajahnya.
Akhirnya Kenan, Arumi, Gita, Sila dan Fero berjalan keluar dari ruangan itu menuju tempat kerjanya masing-masing tanpa sepatah katapun yang keluar dari mereka, sedangkan Sila banyak sekali pertanyaan yang sudah ada dikepalanya untuk ditanyakan pada Arumi karena bisa meluluhkan hati seorang pangeran es dari kutub utara itu.
Gita dan Arumipun melanjutkan pekerjaannya masing-masing, Gita sibuk dengan beberapa file yang perlu diurus, sedangkan Arumi fokus dengan komputer yang hadapannya karena mengurus banyak surat yang harus segera diberikan kepada bosnya.
"Pak, ini surat yang harus dibaca untuk kerja sama proyek kita buat besok"ucap Arumi yang memberikan Kenan tumpukan berkas itu di map, yang diterima oleh Kenan.
"Terima kasih sayang"ucap Kenan yang membuat Arumi tersipu malu dengan panggilan sayang yang keluar dari mulut laki-laki yang baru saja melamarmya tadi siang.
"Kenan jangan panggil gitu, ini dikantor"ucap Arumi.
"Lalu kenapa?"tanya Kenan sambil melihat berkas-berkas itu.
"Tidak enak didengarnya sama karyawan lain, nanti kalau ada yang menggosipkan aku bagaimana?"
"Aku pecat"ucap Kenan dengan entengnya yang membuat Arumi segera berjalan ke arah meja kerjanya karena mendengar ucapan Kenan yang tidak habis pikir.
__ADS_1
...✴️...
"Udah pulang kerja, kita kerumah aku"ucap Kenan yang sudah pasti tidak terima penolakan apapun dari mulut Arumi.
Arumipun melihat jam yang ditangannya, dan benar aja waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 sore saatnya pulang kerja, dan sangat tumben sekali Kenan si gila kerja itu mengingat jam pulang kerjanya, biasanya laki-laki itu akan selalu menghabiskan waktunya dengan membaca kertas-kertas dimejanya.
Akhirnya Arumi mengikuti langkah kaki Kenan dari belakang, untuk menjaga jarak dari laki-laki itu agar tidak berhembus gosip miring tentang dirinya dan juga Kenan, laki-laki yang diidolakan para wanita termasuk karyawati diperusahaannya.
Kenan yang menyadari Arumi berjalan dibelakangnya pun akhirnya memberhentikan langkahnya dan menengok ke arah Arumi yang berhenti beberapa kaki dibelakangnya.
"Kemarilah" ucap Kenan dengan wajah datarnya, membuat Arumi berjalan menghampiri Kenan dan dengan segera Kenan menggenggam tangan Arumi agar berjalan disampingnya.
"Kenan jangan seperti ini"bisik Arumi yang tidak enak dilihat oleh karyawan-karyawan perusahaan Abraham yang akan pulang kerja juga, dan membuatnya menjadi sorotan publik karena digenggam erat dengan Kenan.
"Aku tidak akan pernah melepaskan genggaman tangan ini lagi"ucap Kenan sambil berjalan ke luar gedung ini dengan santai.
"Kalau kamu melepaskannya lagi, bagaimana?"tanya Arumi yang ingin tahu jawaban Kenan.
Arumi yang membaca grup sekolah SMA nya dulupun tersenyum melihat akan ada reoni kembali yang diadakan teman seangkatannya itu senang, apalagi untuk mengenang kisah masa sekolahnya walaupun Arumi sendiri hanya memiliki teman sekaligus sahabat yaitu Deby dan Risa saat masa sekolahnya, dan pujaan hati yang saat ini sedang menggenggam tangannya sambil fokus membaca tablet di tangannya.
"Lepaskan dulu tanganku, aku ingin membalas pesan"ucap Arumi yang membuat Kenan mengalihkan padangan ke arahnya.
"Pesan siapa?"tanya Kenan.
"Ini dari grup SMA kita, bakal diadakan reuni loh, wah aku ingin ikut dan pengen liat apakah aku masih bisa mengenali teman seangkatan kita apa tidak"ucap Arumi dengan senyumnya.
"Ga usah, ga penting"ucap Kenan yang masih menggenggam tangan kanan Arumi.
"Sudah diputuskan aku akan datang ke acara reoni sekolah!"ucap Arumi yang membuat Kenan menatapnya dengan tatapan mematikan, namun Arumi hanya tersenyum begitu imut di hadapan Kenan.
"Untuk apa? Toh selama ini sahabatmu hanya Sania dan Fany"ucap Kenan yang tidak suka dengan Arumi yang seenaknya saja ingin ikut ke reoni sekolah, bahkan Kenan saja ga ingin ke acara itu saat dikasih tau Fero.
"Suka-suka aku, kamu ga mau ikut ke reoni itu hakmu, tapi aku mau ikut, wlee.."ucap Arumi sambil menjulurkan lidahnya ke Kenan yang akhirnya menghembuskan nafasnya.
__ADS_1
"Oh iya Ken, aku mau mengajak Hanan ke taman hiburan dihari minggu, kamu mau ikut?"tanya Arumi namun diabaikan oleh Kenan yang sudah kesal dengan Arumi.
"KENAN AKU BERTANYA PADAMU??"ucap Arumi dengan membesar suaranya, menahan tawanya.
"Arumi aku tidak budek!"
"Makanya kalo calon istri tanya, jawab dong!"ketus Arumi yang langsung melepaskan genggaman tangannya dengan Kenan dan membuang mukanya melihat ke luar jendela mobil, karena sebal dicuekin dengan Kenan.
Sedangkan Kenan yang mendengar Arumi menyebutkan dirinya sendiri calon istri Kenan membuat laki-laki itu mengulum senyum melihat tingkah Arumi yang sedang ngambek dengan dirinya.
"Pak, udah sampai"ucap Pak Dodo, supir pribadi Kenan.
Kenanpun keluar dari mobilnya yang diikuti Arumi yang langsung berjalan ke rumah mewah bak istana itu, meninggalkan Kenan dibelakang, Kenanpun berlari kecil mengejar langkah kaki Arumi yang berjalan dengan cepat.
"Assalamualaikum"ucap Arumi dan Kenan berbarengan yang disambut Tiara, dan merekapun langsung mencium tangan maminya Kenan secara bergantian.
"Wa'alaikumsalam"ucap Tiara dengan senyumnya yang getir, karena bingung ingin menjelaskan sesuatu kepada putranya.
"Ada apa ma?"ucap Kenan yang melihat wajah maminya yang aneh saat melihat kedatangannya dengan Arumi, tidak seperti biasanya.
"Ada yang perlu mama biacarakan padamu Kenan, ikut mama"ucap Tiara yang langsung berjalan duluan.
"Tunggu situ sebentar"ucap Kenan yang menunjukkan sofa ruang tamu, dan berjalan mengikuti langkah mamanya.
*****
JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏
JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤
JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!
TERIMA KASIH! 🤗
__ADS_1