Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Taman Bermain 3


__ADS_3

"Kakak!"panggil Hanan yang berlari ke arah Arumi yang sedang berjalan bersebelahan dengan Kenan.


"Hanan"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya, sambil menggenggam tangan kecil Hanan yang lucu.


"Apa Hanan bahagia bermain dengan kak Sania dan kak Fany?"tanya Arumi yang membuat bocah laki-laki kecil itu menatap ke arah Sania dan Fany secara bergantian, lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Aku lebih suka bermain dengan kakak cantik!"ucap Hanan dengan senyum yang mengembang.


"Jika sudah bahas cantik? memang Arumi selalu juara"ucap Fany yang menyenggol tangan Sania dengan pelan.


"Benar, buktinya aja dua pria keluarga Abraham selalu bisa dijinakkan dengan mudah dengan Arumi"ucap Sania, yang membuat Arumi tertawa kecil.


Sedangkan Kenan dan Hanan hanya menatap Sania dan Fany secara bergantian dengan wajah datar mereka.


"Aneh!"celetuk Kenan dan Hanan secara berbarengan, membuat Arumi langsung melihat ke arah Kenan dan Hanan secara bergantian.


"Benar-benar manis sekali mereka, layak seperti om dan keponakan!"celetuk Arumi yang menggandeng tangan Hanan, namun salah satu tangannya Arumipun akhirnya digenggam juga oleh Kenan. "Kamu tidak mungkin cemburu hanya dengan anak kecilkan?"tanyanya.


Kenan hanya melirik sekilas ke arah Arumi tanpa menjawab, namun akhirnya Arumi hanya menghembuskan nafasnya dengan berat dan berjalan mengikuti langkah kaki Sania dan Fany.


"Kita akan naik wahana apalagi nih?"tanya Sania pada Arumi yang menggandeng 2 laki-laki sekaligus.


"Hanan mau naik apa?"tanya Arumi yang membuat bocah kecil itu berfikir dan melihat wahana disekitarnya.



"Naik itu"ucap Hanan yang menunjukkan wahana poci-poci untuk bersenang-senang.


"Yaudah baiklah, ayo kita mengantri"ucap Arumi yang mau berjalan namun ditahan oleh tangan kecil Hanan. "Ada apa?"tanyanya.


"Om Kenan, jangan terlalu pelitlah. Kamukan kaya, bisa menyewa tempat ini, ngapain harus buat aku mengantri sih?!"gerutu Hanan yang menatap omnya dengan kesal.


Sedangkan Sania dan Fany yang mendengar Hanan mengatakan Kenan itu pelit, membuat mereka tertawa. Sedangkan Kenan yang dibilang seperti itu oleh keponakannya sangat tidak terima, namun Arumi menggenggam tangannya dengan erat untuk tidak membalas ucapan Hanan.

__ADS_1


"Hanan sayang dengarkan kakak"ucap Arumi yang menjongkokkan dirinya dihadapan Hanan.


"Hanan tidak boleh seperti itu kepada om Kenan, kakak yang menyuruh om Kenan untuk tidak berbuat seenaknya hanya karena punya uang lebih. Mereka yang datang kesini juga untuk menghilangkan beban pikiran mereka, mencari kebahagiaan, bahkan mereka juga harus menunggu lama. Jangan seperti itu ya Hanan?"ucap Arumi sambil mengusap rambut Hanan yang sangat halus dan wangi.


"Iyaa kak"ucap Hanan dengan senyumnya membuat Arumi kembali berdiri dan berjalan ke arah wahana yang ingin dinaikki bocah kecil itu.


...✴️...


Setelah memainkan beberapa wahana, Arumipun juga rela menggendong Hanan bergantian dengan Kenan yang tidak tega melihat wanitanya kelelahan menggendong tubuh kecil keponakannya yang mulai berat.


"Kalian ini udah cocok loh jadi keluarga"ceplos Fany yang melihat kemanisan Arumi dan Kenan dalam mengurus Hanan secara bergantian.


"Iyaa sudah sangat cocok! Kalian nunggu apa lagi sih? Kenan kapan kamu akan melamar Arumi?"tanya Sania dengan santainya.


"Sudah"ucap Kenan.


"Udah apaan?"tanya Fany yang penasaran.


"Udah melamar Arumi"ucap Kenan yang menarik tangan Arumi untuk menunjukkan cincin yang diberikan Kenan.



"Selamat ya Arumi!"ucap Sania yang bergantian memeluk tubuh Arumi sebentar, karena bahagia mendengar cerita sahabatnya akan menikah dengan mantan tersayangnya saat masih SMA, atau lebih tepatnya mantan terindah. Karena Arumi tidak sama sekali memiliki kekasih selain Kenan Abraham.


"Arumi, kalian bertiga diamlah disitu"ucap Sania yang menarik tangan Fany untuk berjalan beberapa langkah dari Kenan, Hanan dan Arumi untuk mengabadikan foto mereka seperti keluarga harmonis yang sangat bahagia.


"Arumi kamu lebih dekatlah dengan Kenan"pinta Sania dengan suara yang lumayan keras, karena kondisi taman bermain yang lumayan ramai dan berisik.


Saniapun beraksi dengan ponsel digenggamannya dan mulai mengambil foto Kenan, Hanan dan Arumi yang seperti keluarga kecil yang bahagia, dengan Arumi yang tersenyum didekat Kenan.


Dan kini Fany mengambil Hanan dari gendongan Kenan, walaupun dalam hati kecil Hanan, dia sangat tidak mau dipisahkan dengan Arumi tapi bocah kecil itu harus rela agar Arumi bisa menjadi tantenya, bukan dengan Celine.


Sania dengan begitu cekatan mengambil beberapa foto kebahagiaan Arumi dan Kenan ditaman bermain, seperti layaknya pasangan karena Arumi sama Kenan mungkin tidak pernah kencan seperti layaknya orang biasa dikarenakan latar belakang keluarga Kenan.

__ADS_1


Padahal Sania sangat tau bahwa Arumi sangat ini memiliki pasangan layaknya pasangan biasa yang bisa mengajaknya ke taman bermain yang ramai seperti sekarang, pergi ke festival makanan, belanja ditemani pacar, pergi menonton dibioskop tapi itu semua tidak bisa dilakukannya. Karena Kenan mungkin akan mengajak Arumi ke restoran yang sudah di booking khusus Kenan dan Arumi saja, tapi Arumi tidak pernah komplain sedikitpun.


Setelah asik berfoto, Kenan, Arumi, Hanan, Sania dan Fany berjalan ke tempat makan didekat taman bermain tadi, untuk beristirahat dan membeli minum untuk membasahi tenggorokan mereka yang kering.


"Sebentar ya, gue mau ketoko itu dulu sama Hanan" ucap Arumi yang meninggalkan Kenan, Sania dan Fany di tempat makan, wanita itu sibuk menggandeng tangan Hanan untuk membeli barang untuk bocah kecil itu.


Kenan yang mau menyusyl Arumi, ditahan pergelangan tangannya oleh Fany yang membuat laki-laki itu kembali duduk.


"Biarin aja sih, ga bisa banget lu kehilangan dia sebentar"celetuk Sania.


"Emang ga bisa."ucap Kenan dengan santai.


"Tapi thanks ya udah buat Arumi bahagia"ucap Fany yang senang atas kebahagiaan yang Arumi terima pada Kenan.


"Lu tau ga Ken? Sebenarnya kencan yang diinginkan Arumi itu seperti ini?"ucap Sania.


"Maksud lu?"tanya Kenan yang bingung.


"Iyaa disenang kencan dikeramaian, karena dia bisa nunjukkin bahwa diri lu tuh punya dia seorang"jelas Fany.


"Dia lebih suka pergi ke taman bermain yang ramai, makan difestival makanan buka direstoran yang lo suka booking hanya untuk berdua doang"ucap Sania yang tau sekali cerita cinta antara Kenan dan Arumi saat masa SMA.


"Dia juga pernah bilang pengen banget nonton dibioskop sama lo, tapi yang ada nanti itu bioskop lu booking juga makanya dia urungin buat cerita ke lo"tambah Fany.


Kenan yang mengingat kencan pertama kali dengan Arumi saat masih sekolah dulu, mengingat bahwa perempuan itu suka sekali kasih masukan namun dia tetap mau mengistimewakan Arumi dengan cara yang tidak disukai dengan wanitanya selama ini.


*****


Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤

__ADS_1


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!


TERIMA KASIH! 🤗


__ADS_2