Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Status Jomblo


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA! 😊


Setelah kepulangan dari Maldives, seluruh keluarga menunggu kedatangan Kenan dan Arumi di rumah keluarga Abraham, bahkan Hanan saat melihat Arumi masuk ke dalam rumah langsung berlari menghampiri Arumi dan memeluk tubuh wanita dengan erat.


"Aku rindu Tansky"ucap Hanan dalam gendongan Arumi yang membalas pelukan bocah kecil tampan itu.


"Aku juga rindu Hanan"ucap Arumi sambil menciumi pipi Hanan yang sangat menggemaskan bergantian.


"Kakak, aku merindukanmu"ucap Angga memeluk tubuh Arumi yang menggendong Hanan.


"Abang juga merindukanmu"ucap Kaivan yang ikut bergabung memeluk tubuh Arumi.


"Aduh baru beberapa hari ditinggal, lepasin jangan pelukan mulu, kaya teletabis aja!"omel Arumi yang sudah kehabisan nafas dipeluk oleh abang dan adiknya.


Kaivan dan Anggapun melepaskan pelukannya dari tubuh Arumi dengan berat hati, namun kedua laki-laki itu malah mendapat ledekan dari Hanan karena tidak bisa berlama-lamaan memeluk Arumi.


"Abang, kakak iparku kemana?"tanya Arumi yang membuat 3 keluarga itu saling menatap dengan bingung, hingga Hilya dan Kala menatap putra mereka meminta jawaban.


"Kamu jangan asal bicara ya, abang masih jomblo!"ketus Kaivan pada adiknya yang disambut senyum oleh Arumi.


"Status jomblo kok bangga!"ceplos Kenan yang mendapat tatapan tajam dari Kaivan, namun membuat seisi rumah tertawa mendengar hal itu.


"Assalamualaikum"ucap seorang wanita cantik dengan blouse dan rok spannya diatas dengkul serta potongan rambut sebahu membuatnya terlihat cantik, elegan dan fresh.


"Wa'alaikumsalam, eh kakak iparku baru datang"ucap Arumi yang berjalan ke arah Anita dan memeluk tubuh wanita itu sebentar. "Ayo masuk"lanjutnya.


Arumi dan Anitapun berjalan menghampiri para keluarga yang sedang berkumpul, sedangkan Anita berusaha menghindari kontak mata dengan Kaivan yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Anita, kamu potong rambut? cantik sekali"puji Hilya yang melihat kedatangan dokter pribadi keluarga Gerald dirumah kediaman Abraham.

__ADS_1


"Iyaa, karena stress kerjaan banyak banget. Jadi mau cari yang beda aja, bosen rambut panjang"ucap Anita dengan senyum diwajahnya.


"Oh iya kak, gabung makan siang bersama ya"pinta Arumi pada Anita.


"Iya, tapi aku ga lama ya soalnya ada operasi yang harus aku tangani"ucal Anita yang tidak enak tidak bisa menyambut kedatangan Arumi lebih lama lagi.


"Iyaa gapapa kok kak, kakak bersedia makan siang bersama kami aja, aku udah seneng banget"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya, menggandeng tangan Anita untuk berjalan ke meja makan rumah keluarga Abraham yang sudah tersedia banyak lauk pauk untuk disantap.


Anitapun diberikan tempat duduk disamping Kaivan yang membuatnya hanya bisa terdiam karena dia tau bahwa laki-laki yang duduk disampingnya selalu saja menghindar dari dirinya, dan laki-laki itu tidak bisa membalas cinta dari dirinya.


Namun Anita bersyukur bahwa Arumi selalu mendukung hubungannya dengan Kaivan walaupun Anita tau bahwa hubungannya tidak pernah berhasil atau bisa disebut cinta bertepuk sebelah tangan, tapi dia masih selalu berharap Kaivan bisa melihat kearah dirinya dan juga mencintainya.


"Anita, kenapa diam? Apa makanan ini tidak enak?"tanya Tiara dengan senyum yang ramah.


"Sangat enak tante, aku hanya memikirkan pekerjaan"ucap Anita dengan senyum diwajahnya.


"Memangnya Anita bekerja dimana? Sebagai apa?"tanya Tiara.


"Waaahhhh luar biasa! Kakak itu ternyata dokter cantik, kalo dokter secantik kakak, aku rela jadi pasiennya"ceplos Angga yang terpesona dengan Anita. Sedangkan Nita yang mendengar itu dari putranyapun menjewer telinga Angga tanpa ampun.


"Kamu tuh orang-orang mau sehat, kamu malah mau sakit!"omel Nita pada putranya.


"Ampun ibu, sakit! kan cuma bercanda. Lagian siapa suruh kak Anita jadi dokter cantik"ucap Angga yang mengusap telinganya yang merah bekas jeweran sang ibu.


Sedangkan Anita yang mendengar itu dari Angga mampu membuatnya tertawa lepas, bahkan seluruh keluarga sangat setuju bahwa Anita adalah perempuan yang sangat luar biasa.


"Kak Anita, kalau boleh tau kakak ingin menikah diusia berapa?"tanya Angga yang penasaran.


"Jangan menggodanya, belajarlah lebih rajin agar kamu bisa cerdas"omel Nita pada putranya.

__ADS_1


"Aku hanya bertanya padanya bu, tidak untuk menggodanya, soalnya kak Anita itu perempuan luar biasa sangat disayangkan kalo masih jomblo"ucap Angga.


"Kalo bisa tahun ini, aku akan menikah ditahun ini"ucap Anita dengan asal membuat satu meja makan tertawa mendengar hal itu.


"Kak Anita, mau aku kenalkan dengan bang Farzan ga?"tanya Angga.


"Farzan mana Ngga?"tanya Arumi yang tidak asing mendengar nama itu.


"Itu loh kak bang Farzan yang sekarang bekerja sebagai tentara jabatannyapun sekarang dia sudah menjadi kapten. Seharusnya cocok untuk kak Anita"ucap Angga dengan santainya.


"Oh iya kakak tau tuh bang Farzan, dia ga cuma tampan tapi juga baik, sangat keren dan luar biasa. Tapi tetap aja Kak Anita sudah memiliki laki-laki yang disukainya"ucap Arumi yang kembali fokus untuk mendekatkan Anita pada abangnya.


"Ngapain sih ngejar laki-laki yang ga menghargai kak Anita, kak Anita tuh cantik, baik, lembut bahkan seorang dokter. Ga pantas untuk mengejar laki-laki yang tidak menghargai cinta dari kakak, masih banyak laki-laki diluar sana yang akan menghargai cinta kakak"ucap Angga dengan senyum diwajahnya.


Brak!


Suara gebrakan dari meja milik Kaivan, laki-laki itu menaruh sendok dan garpunya dengan sangat keras sehingga mampu membuat seisi meja makan menatap kearahnya.


"Saya kenyang"ucap Kaivan yang beranjak dari duduknya meninggalkan meja makan seorang diri.


Sedangkan Angga bingung dan tidak tau dengan kondisi itu, diapun hanya menatap kearah Arumi meminta jawaban namun kakaknya hanya diam, malas untuk bersuara.


"Apa aku membuat kesalahan?"tanya Angga yang tidak mengerti dan tidak tau hubungan Anita dan Kaivan yang sangat rumit.


'Kau membuat kesalahan besar, dasar bodoh!'batin Arumi kesal pada Angga yang seenaknya saja membuka suara seperti itu.


"Tidak kok, semua yang dibilang oleh Angga benar, jadi kapan aku harus mulai berkencan dengan bang Farzan?"tanya Anita dengan senyum diwajahnya, membuat Arumi menatap wanita yang duduk disebelahnya dengan tatapan tidak percaya.


"Kakak ga bercandakan? Kakak serius ingin kencan dengan bang Farzan?"tanya Arumi yang tidak percaya.

__ADS_1


"Sangat serius, mari atur waktu pertemuanku dengannya"ucap Anita yang merasa harus membuka diri pada laki-laki yang bersedia mencintai dirinya.


Sedangkan Hilya merasa sedih karena Anita sudah sangat menyerah untuk meluluhkan hati putranya yang sangat dingin, bahkan Anita sampai rela untuk berkencan dengan laki-laki lain. Padahal Hilya sangat berharap bahwa Anita bisa menjadi istri dari Kaivan dan menantunya suatu saat nanti.


__ADS_2