Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Dia calon istri gue


__ADS_3

Arumi berjalan ke meja kerjanya CEOnya, tapi Kenan masih tidak menyadari kedatangannya karena fokus terhadap laptop yang dihadapannya mengenai pekerjaan-pekerjaan yang harus ditangani dengan segera mungkin.


"Pak Kenan, ini laporan untuk proyek yang akan dilakukan besok"ucap Arumi yang membuat Kenan mengangkat kepalanya melihat wanita dengan balutan hijab membawa tumpukan berkas yang segera diambilnya.


"Makasih sayang"ucap Kenan dengan senyumnya sekilas lalu menatap layar laptop, tapi laki-laki itu heran karena Arumi sama sekali tidak menjawabnya. "Arumi"panggilnya, membuat Arumi kembali membalikkan badan ke arahnya.


"Ada yang bisa saya bantu Pak?"tanya Arumi dengan senyum tipis diwajahnya.


"Aku benci ketika kamu berbicara formal kepadaku gini!"ungkap Kenan dengan kesal.


"Ini perusahaan Pak"ucap Arumi dengan menahan senyumnya agar terus sopan dihadapan Kenan yang sebagai bosnya. "Kalau tidak ada hal yang ingin dibicarakan, saya pamit dulu, permisi"lanjutnya.


"Aku belum menyuruhmu pergi Arumi"ucap Kenan yang tidak habis pikir dengan apa yang ada dipikiran wanitanya itu, mungkin akan banyak perempuan lain yang akan mengamuk secara terang-terangan dan meminta penjelasan dengan kejadian malam hari itu. Tapi Arumi sangatlah berbeda, perempuan itu tetap tersenyum dihadapannya dan itu yang membuat hati Kenan merasa sesak.


Kenanpun beranjak dari bangkunya, berjalan ke arah Arumi yang sedang berdiri didekat meja kerjanya, membuat Kenan langsung memeluk tubuh Arumi sangat erat tapi wanita itu sama sekali tidak mendorong tubub Kenan ataupun membalas pelukannya, yang membuat Kenan akhirnya melepaskan pelukan itu sendiri.


"Arumi, katakan kalo kamu marah sama aku? katakan apa yang ingin kamu katakan, jangan diam begini sayang"ucap Kenan yang mengusap pipi kanan Arumi dengan lembut, tapi ditepis oleh Arumi.


"Aku ingin kembali bekerja"ucap Arumi.


"Arumi.."panggil Kenan yang diabaikan oleh Arumi yang kembali ke meja kerjanya.


Saat kembali bekerja Arumi berkali-kali membuang nafasnya, dan Gita memberikannya sebuah coklat yang manis pada Arumi.


"Makasih mbak"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya.


"Udahan dong marahan sama Kenannya, kasian tau dia"nasihat Gita dengan senyum diwajahnya yang hanya dibalas anggukan pelan oleh Arumi.


Arumi dan Gita kembali membuat laporan surat-surat yang masuk untuk Kenan dan mengatur beberapa jadwal rapat Kenan dengan para atasan-atasan perusahaan lainnya untuk kerja sama yang dilakukan.


Hingga akhirnya jam istirahat tiba, Arumi segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerjanya untuk makan siang bersama dengan teman-temannya di departemen keuangan di restoran yang tidak jauh dari perusahaan.


Sedangkan Kenan yang berjalan ke arah meja Arumi tidak sama sekali melihat dimana keberadaan wanita itu padahal dia ingin makan siang bersama sekaligus menyelesaikan kesalahpahaman diantara mereka berdua.


"Arumi lagi makan siang diluar pak sama teman-temannya didepartemen keuangan"ucap Gita yang melihat Kenan datang ke meja kerjanya.

__ADS_1


"Baiklah"ucap Kenan sambil memijit pelipisnya pelan dan berjalan keluar ruangannya dengan segera untuk menemui teman baiknya.


Hingga akhirnya Kenan sampai di sebuah restoran tapi matanya menangkap perempuan dengan balutan hijab biru sedang tersenyum dengan karyawan-karyawannya dari departemen keuangan.


"Ken, itu David dengan istrinya"ucap Fero, teman diantara David dan Kenan saat masih SMA.


Dan benar saja mata Kenan menatap pasangan dua sejoli yang sedang tersenyum bahagia hanya dengan melihat menu makan siang, berbeda dengan dirinya dan Arumi yang tidak satu meja.


"David"ucap Kenan yang langsung duduk dihadapan David.


"Kenan apa kabar? kita sangat jarang sekali mengobrol dan yang kita obrolin hanya bisnis aja"ucap David.


"Baik, Lu apa kabar?"tanya Kenan dengan wajah yang datar.


"Baik, oh iya lu ga bawa pasangan apa? gue bosen liat lu dateng selalu sama Fero, kalian kaga.."ucap David yang melirik kearah Kenan dan Fero bergantian dengan penuh curiga.


"Apaan sih lu vid! gue masih normal tau!"omel Fero yang membuat David dan istrinya tertawa.


"Udahlah kita bahas bisnis dulu aja"ucap Kenan dengan datar.


"Lu ini Ken, kalo ketemu sama gue cuma urusan kerjaan mulu! Katanya mami lu udah ada calonnya, kenalinlah ke istri gue biar dia ada temen ngobrol"ucap David yang melihat ke arah istrinya.


"Permisi, maaf mengganggu sebelumnya. Bu Arumi, Pak Kenan meminta saya untuk meminta anda membantunya menjelaskan proyek bisnis sekarang"ucap Fero dengan senyumnya yang ramah.


"Tapi..." ucap Arumi yang melihat sekelilingnya.


"Sudahlah bantu aja, mencari pekerjaan lain sangatlah sulit, dan kita akan pulang duluan"ucap Reno, salah satu karyawan departemen keuangan yang baik pada Arumi.


"Yaudah aku duluan ya"ucap Arumi yang bangkit dari duduknya, mengikuti langkah kaki Fero, dan benar saja ada Kenan yang sedang mengobrol.


"Assalamualaikum"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya, dan sebenarnya juga saat ini dia sedang menghindar dari Kenan. Namun takdir mempertemukan mereka terus dimanapun itu.


"Wa'alaikumsalam"jawab Kenan, David dan istrinya yang melihat kedatangan Arumi.


"Kemarilah sayang"ucap Kenan dengan lembut meminta Arumi duduk disebelahnya.

__ADS_1


Arumipun duduk disebelah Kenan dengan senyumnya yang lembut, yang membuat David dan istrinya saling menatap karena perubahan sikap dan sifat Kenan yang berbeda saat bertemu kekasihnya.


"Jadi lu ga mau memperkenalkan calon lu ini pada gue?"sindir David dengan senyumnya yang masih ramah.


Arumipun melihat ke arah Kenan yang hanya dibalas dengan anggukan bahwa Kenan memperbolehkannya memperkenalkan diri, karena Arumi sangat hafal sekali sifat Kenan yang overprotektif padanya.


"Namaku Arumi"ucap Arumi dengan senyum yang manis diwajahnya.


"Dia calon istri gue"tambah Kenan memperkenalkan Arumi.


"Aku Joy, dan ini suamiku David. Kenan itu adalah sahabat suamiku saat kuliah"ucap Joy yang tersenyum dengan ramah.


"Bagaimana kalian bisa bertemu? dan kenapa bisa laki-laki es batu seperti dia jatuh cinta?"tanya David yang penasaran dengan kisah cinta Kenan yang menurutnya laki-laki itu sangat dingin terhadap perempuan, dan sangat tidak ingin disentuh siapapun.


"Dulu kami satu sekolah saat SMA dan ceritanya juga sangat panjang, aku bingung menjelaskannya"ucap Arumi dengan tawa, yang membuat Joy dan David tertawa mendengar ceritanya.


"Mbak kita duduk disitu yuk, aku bosan kalau mendengar omongan mereka tentang bisnis"ucap Joy yang menunjukkan meja sebelah yang tidak terlalu jauh dari suaminya.


"Baiklah, Kenan aku cerita sama Mbak Joy ya"ucap Arumi.


"Iyaa"ucap Kenan.


"Kamu hati-hati yaa jalannya, ingat kamu sedang hamil"ucap David yang overprotektif pada Joy.


"Iyaa sayang"ucap Joy yang tesenyum malu dengan sikap suaminya.


"Waahhh aku iri melihat ke uwuan ini"ucap Arumi yang membuat Joy dan David tertawa.


*****


Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤

__ADS_1


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!


TERIMA KASIH! 🤗


__ADS_2