
Hari ini adalah hari terakhir Gita menjadi sekretaris seorang Kenan Abraham, laki-laki yang dingin, tegas, cerdas dan berwibawa walaupun penuh lika-liku yang dihadapi karir Gita selama menjabat sebagai sekretaris Kenan yang terkenal perfeksionis.
Gita tersenyum pada Arumi yang akan menggantikannya menjadi sekretaris Kenan di perusahaan besar Abraham ini, terutama mengatur sifat dan sikap Kenan yang mungkin sudah bisa diurus secara pribadi oleh Arumi.
"Mbak Gita, jangan melupakan aku ya"ucap Arumi yang pagi-pagi duduk disebelahnya dan memeluk tubuh Gita sebentar.
"Iya, mbak titip Kenan ya! Dia susah sekali disuruh makan"adu Gita pada Arumi sambil melirik ke arah Kenan yang sedang fokus pada laptop kerjanya.
Kenan yang mendengar namanya jadi bahan bincangan 2 perempuan itu, tidak terlalu mau ambil pusing dikarenakan akan ada rapat di pagi hari dengan perusahaan nomer 1 di Asia dan Eropa, dia harus menyiapkan semua materi dengan sebaik mungkin untuk memenangkan proyek besar ini.
Arumi yang melihat Kenan fokus pada laptopnyapun, akhirnya memutuskan berjalan menghampiri laki-laki itu yang sedang gugup, gelisah, dan beberapa kali memijat pelipisnya menatap layar laptop itu.
"Ken, lebih baik kamu sarapan dulu"ucap Arumi menepuk bahu Kenan dengan pelan agar laki-laki itu tidak lupa dengan sarapan.
"No sayang! Aku harus menyiapkannya dengan sempurna untuk mendapatkan proyek besar ini"ucap Kenan yang masih tetap fokus pada layar laptop dimejanya.
Hingga akhirnya Arumi menggeser kursi untuk duduk disebelah Kenan, dan wanita itu dengan sigap menyuapi roti berisi selai coklat pada mulut Kenan, membuat laki-laki itu meliriknya sekilas dan memakan roti yang berada ditangan Arumi.
"Kamu menang sayang!"ucap Kenan yang membuat Arumi tersenyum senang, karena Kenan tidak akan pernah bisa menolak apa yang dikatakan wanita tersayangnya ini.
Arumi masih tetap setia memasuki suapan tiap helai roti dimulut Kenan untuk mengisi perut laki-laki itu agar tidak jatuh sakit hanya untuk memikirkan proyek hari ini, karena Arumi tau bahwa Kenan sangat bekerja keras sekali dalam mengerjakan proyek hari ini, bahkan laki-laki itu sendiri yang lebih banyak menuangkan pemikirannya yang sangat cemerlang.
"Sayang, apa menurutmu aku akan berhasil?"tanya Kenan yang menatap wajah Arumi dengan tatapan ragu, namun Arumi membalasnya dengan senyum.
"Kamu pasti berhasil kok, kan calon suami aku itu seorang Kenan Abraham! Laki-laki tampan, cerdas dan berwibawa, ga ada kamusnya priaku gagal"ucap Arumi dengan lantang membuat Kenan tersenyum dan memeluk tubuh wanitanya itu sebentar untuk menghilangkan rasa cemasnya menghadapi rapat hari ini.
"Terima kasih ya sayang"gumam Kenan yang masih dapat didengar oleh Arumi.
"Iyaa, yaudah kamu minum dulu nih. Aku mau kebawah dulu membeli sesuatu"ucap Arumi yang menyudahi pelukan Kenan dan berjalan keluar ruangan itu seorang diri.
__ADS_1
...✴️...
Setelah membeli keperluannya, Arumi berjalan dengan cepat karena akan diadakan rapat penting dipagi hari dan ini tidak boleh sampai terlewatkannya, karena dia sangat ingin menemani serta memberikan semangat kepada Kenan dalam mendapatkan proyek itu.
Namun sialnya saat menunggu lift, terdapat celine yang memakai baju dengan mengikuti tubuhnya dan rok pendek datang ke kantor Kenan dipagi hari.
"Ah sial sekali harus bertemu dengan wanita murahan dipagi hari ini!"ketus Celine sambil melirik ke arahnya.
"Calon suamiku pasti nungguin aku deh!"ucap Arumi dengan santainya membuat Celine mendorong tubuhnya dan menghilangkan keseimbangan tubuhnya.
Bruk.
Dipagi hari sialnya Arumi juga harus jatuh tersungkur dilantai karena perbuatan Celine yang selalu mengejar-ngejar cinta Kenan yang tidak ada habis-habisnya, untungnya ada seorang laki-laki yang mengulurkan tangannya.
Namun mata Arumi membulat karena gelangnya dan gelang laki-laki yang menolongnya itu mirip dan menyala sangat terang saat tangan mereka bertaut.
"Sama-sama nona"ucap laki-laki itu dengan senyum diwajah tampannya. "Oh iya nona bisa saya tanyakan sesuatu?"
"Maaf pak, hari ini kita harus rapat"ucap laki-laki yang berdiri bersebelahan dengan laki-laki yang menolong Arumi tadi.
"Baiklah nanti saja"ucap laki-laki itu yang segera masuk ke dalam lift dan juga Arumi, tanpa Celine yang langsung meninggalkan Arumi yang terjatuh tadi.
Sesampainya di lantai 25, dimana itu adalah ruang kantor Kenan dan ternyata dua laki-laki itu pula yang akan rapat dengan Kenan hari ini, Arumi segera berjalan ke ruang Kenan dan berlari ke ruang rapat yang sudah dipastikan sudah terdapat Kenan didalamnya.
Kenan yang memberikan intruksi agar Arumi masuk dan duduk disebelahnyapun dilakukan, tidak lupa juga Arumi tersenyum kepada client sebelum memulai rapat.
"Selamat pagi Pak Kaivan"ucap Kenan yang mengulurkan tangannya dan dijabat oleh tangan laki-laki yang tadi menolong Arumi.
__ADS_1
Kaivan atau yang bisa dikenal Kaivan Alvaro Gerald, yang sama terkenalnya dengan Kenan. Laki-laki itu sudah berusia 27 tahun, lulusan S3 di Kanada dan menjadi CEO perusahaan Gerald yang terkenal dengan bisnis properti dan perhiasan, walaupun banyak sekali bisnis-bisnis lainnya.
"Pagi juga Pak Kenan, dua wanita ini?"tanya Kaivan yang sebenarnya hanya ingin tahu nama wanita pemilik gelang yang sama dengannya.
"Ini Arumi dan ini Gita, mereka sekretaris saya"ucap Kenan memperkenalkan Arumi dan Gita yang berdiri disebelahnya.
"Ini Rendy, Sekretaris saya"tegas Kaivan memperkenalkan laki-laki yang berdiri disebelahnya. "Mari kita mulai rapatnya"ucapnya.
Dan benar saja Kenan maju untuk memperkenalkan proyek yang akan dibuat hari ini untuk membuat sebuah rumah yang di idam-idamkan, padahal bisa saja Kaivan menyuruh bawahannya membuat rumah yang lebih baik, karena biar bagaimanapun dalam urusan bisnis properti, perusahaan Gerald lah yang menjadi juara.
Setelah Kenan menjelaskan panjang kali lebar tentang rumah yang diidamkan itu, Kaivan terdiam dan bingung karena sorot matanya itu bisa terlihat sekali bahwa laki-laki itu menyukai rumah yang dirancang Kenan dibantu Arumi yang menuangkan ide juga.
"Ada apa pak Kaivan?"tanya Arumi.
"Tidak ada, hanya saja jika aku memberikan rumah ini pada adik perempuanku, apakah dia akan menyukainya?"tanya Kaivan dengan bingung, karena sejak kecil dia kehilangan adik perempuannya yang entah kemana berada.
"Pasti! Pak Kenan dan aku telah menuangkan ide untuk membuat rumah impian menurutku itu, pasti adik pak Kaivan menyukainya!"tegas Arumi dengan senyum diwajahnya.
"Baiklah, karena nona ini telah ikut membantu. Aku akan menyerahkan pembangunan rumahnya itu pada kalian"ucap Kaivan dengan senyum diwajahnya.
Kenan yang mendengar jawaban Kaivanpun akhirnya bisa tersenyum lega karena dia berhasil memuaskan keinginan anak dari keluarga Gerald dan mampu menjalin kerjasama.
*****
Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊
JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏
JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤
__ADS_1
JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!
TERIMA KASIH! 🤗