Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Kerumah Kakek Kenan


__ADS_3

Setelah berkeliling-keliling ditoko akhirnya Arumi berhasil memilihkan barang untuk kakeknya Kenan, walaupun ada debat kecil karena Kenan selalu membayar apa yang diinginkannya termasuk membeli hadiah kecil untuk kakeknya.


Akhirnya Arumi hanya bisa menghela nafasnya dan keluar toko dari itu duluan yang disusul oleh Kenan menuju mobilnya karena laki-laki itu tau bahwa wanitanya hanya ingin membeli hadiah itu dengan uangnya sendiri. Padahal sama saja menurut Kenan, toh Arumi bekerja untuk dirinya dan gaji yang diterima Arumi adalah gaji dari perusahaan miliknya.


"Kamu cantik jika tersenyum"ucap Kenan yang membuat Arumi melirik kearahnya dengan tatapan tajam.


"Jangan merayuku! lebih baik diam!"rajuk Arumi yang masih sebal dengan Kenan.


Hingga akhirnya Pak Tono kembali mengemudikan jalannya untuk menuju ke kediaman kakeknya Kenan untuk menghabisi hari tua sendiri yang jauh dari keluarganya dan hiruk pikuk ibukota.


Sepanjang perjalanan Arumi hanya diam, namun kepalanya disenderkan pada bahu Kenan yang tegap dan membuatnya nyaman untuk bersandar dimobil, apalagi Kenan mengusap pucuk kepalanya dengan lembut.


"Jangan sentuh kepalaku"ucap Arumi yang membuat Kenan menghentikan gerakan tangannya, namun tangan Kenan kini kembali mencubit pipi Arumi dengan pelan saking gemasnya.


"Sapi aku sedang ngambek"ledek Kenan dengan senyumnya. Namun Arumi lebih memilih diam, tidak membalas perkataan laki-laki itu, karena berdebat dengan dia adalah hal yang paling sia-sia.


Akhirnya kini Kenan dan Arumi telah sampai dikediaman rumah Kakeknya kenan yang nampak sangat indah diluar walaupun rumah itu bisa terbilang rumah besar dan mewah namun rumah ini sangatlah nyaman untuk ditinggali di hari tua.



"Ayo kita masuk!"ajak Kenan sambil menggenggam tangan Arumi memasuki rumah kakeknya yang terbilang hanya 1 tahun sekali dia bertemu.


Di dalam hati Arumi selalu berdoa agar bisa diterima dikeluarga Abraham oleh kakeknya Kenan, walaupun Arumi sedang tersenyum namun Kenan sangat hafal bahwa wanitanya kini sedang gugup untuk meminta restu pada kakeknya Kenan.

__ADS_1


Sebenarnya Kenan bukanlah terbilang anak yang penurut untuk menuruti semua keinginan kakeknya yang sudah terbilang tua, bahkan dirinya selalu menghindar untuk bertemu kakeknya yang sangat suka mengatur kehidupannya, dan Kenan tidak suka itu yang kakeknya perlu tahu adalah bahwa dia akan selalu hidup dengan pilihan dirinya sendiri, bukan campur tangan kakeknya.


"Assalamualaikum"ucap Arumi dan Kenan bersamaan saat masuk ke rumah itu, dan disambut pria paruh baya yang sedang duduk diruang tamu dengan tongkat disampingnya.


"Wa'alaikumsalam"ucap Heru, kakeknya Kenan dengan senyum diwajahnya menyambut cucu kesayangannya yang datang kerumahnya tanpa diminta. Kenan dan Arumipun mencium punggung tangan Heru bergantian dan ikut duduk tidak jauh dari Heru.


"Apa kabar kamu cucuku? Sudah lama sekali tidak berkunjung kesini?"ucap Heru dengan senangnya melihat kehadiran Kenan yang seperti mimpi untuknya.


"Baik kek, kakek apa selalu minum obat teratur?"tanya Kenan dengan wajah penuh selidik membuat sang kakek tertawa.


"Tenang saja, aku selalu meminum obat dengan teratur. Tidak mungkinkan cucuku yang super sibuk datang kesini hanya untuk menghabiskan waktunya, ceritalah ada apa?"tanya Heru yang membuat Kenan malu karena memang dia berkunjung jika ada sesuatu yang penting saja untuk dibicarakan.


"Begini Kek, perkenalkan wanita yang duduk disampingku ini namanya Arumi. Dia calon istriku"ucap Kenan dengan senyum diwajahnya pada sang kakek yang terkejut mendengarnya.


"Sebentar ya sayang"ucap Kenan dengan pelan sambil mengusap pucuk kepala Arumi agar wanitanya tidak terlalu khawatir dengan dirinya.


Mau tidak mau, suka tidak suka akhirnya Kenan mengikuti langkah kaki kakeknya ke ruang kerja tempat kakeknya biasa bekerja saat masih mudanya. Saat Kenan membuka pintu ruang kerja Kakeknya, rasanya dia sangat rindu dengan rumah yang banyak sekali kenangannya ini dan juga dia masih selalu ingat dirinya sangat jail dengan kakeknya saat bekerja.


Tapi semua berbeda, saat dirinya sudah beranjak dewasa. Kakeknya mulai bertindak sesuai keinginan sang kakek bukan keinginan dirinya dan semua itu harus dipenuhi Kenan sebagai cucu dari keluarga Abraham yang terpandang, terhormat dan terpercaya akan indetitasnya yang terkenal diberbagai macam negara.


Bahkan Kenanpun harus menjadi pewaris perusahaan keluarga Abraham itu adalah keinginan kakeknya, karena jika Kenan tidak menjadi pengusaha seperti sang kakek, Kakeknya akan menyalahkan mamanya atas ketidakbecusan mamanya dalam mengurus anak. Kenan selalu sedih jika mamanya selalu disalahkan, bahkan dihina mertuanya yang sangat tidak berperasaan karena Papanya Kenan menikah dengan mamanya tanpa restu kakeknya.


Menurut Heru, mamanya Kenan sangatlah tidak pantas masuk ke keluarga Abraham karena mamanya tergolong dari kalangan bawah dengan lulusan SMA, entahlah sudah berapa banyak hati yang tergores akibat ucapan kakeknya pada Keluarga Kenan yang selalu memaksakan kehendaknya.

__ADS_1


Dulu Kenan selalu berkeinginan menjadi dokter, namun saat melihat sang kaakek yang menghina dan memaki mamanya hingga menangispun, membuat Kenan sakit hati dan menuruti keinginan kakek agar mamanya bisa bahagia dan tidak menangis mendengar ucapan sang kakek yang selalu memojokkan dan menyudutkan mamanya dihadapan Bima, putra satu-satunya Heru dengan Kiara dan Kenan.


Bima bahkan selalu kesal melihat istrinya yang selalu kena omelan dari papanya, namun istrinya dengan sangat baik selalu menyuruhnya bersabar dan diam, karena tidak baik untuk melawan ucapan orangtua yang sudah membesarkan kita, walaupun hati Bima sangat sakit melihat istrinya diperlakukan seperti itu oleh papanya.


"Kenan"panggil Heru, yang membuat Kenan duduk dihadapan sang kakek dengan santainya, bukan seorang Kenan namanya jika dia tidak bisa mempertahankan apa yang dia inginkan.


"Jadi bagaimana menurut kakek? Aku tau kakek sudah mendapatkan info tentang wanitaku, sangat tidak mungkin sama sekali jika kakekku tidak mengetahui cucunya menjalin hubungan"ucap Kenan dengan santainya, karena dirinya tahu bahwa kakeknya mencari informasi terus tentang dirinya dan juga sudah dipastikan kakeknya tahu kedekatan hubungan Kenan dan Arumi.


"Kenan, coba pikirkan kembali wanita yang seperti apa untukmu? Kalau kamu hanya ingin bermain-main silahkan! tapi tidak dengan keseriusan!"tegas Heru pada cucu kesayangannya. "Bilang sama kakek kalau kamu hanya bercandakan memilih wanita seperti dia?"


"Apa kakek pernah melihat aku bercanda dalam urusan wanita? Apa kakek pernah melihat aku laki-laki yang suka bermain-main dengan wanita? Aku serius menjalin hubungan ini, dan yang aku mau cuma Arumi, wanita itu harus manjadi satu-satunya untukku dan milikku! dan aku tidak akan pernah menyerah untuk bersama Arumi"tegas Kenan yang membuat sang kakek memijit pelipisnya karena anak dan putranya sama-sama tidak bisa diatur serta bodoh dalam memilih wanita.


"Boleh, asal dengan syarat?"ucap Heru, yang membuat Kenan kesal.


*****


Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!

__ADS_1


TERIMA KASIH! 🤗


__ADS_2