
Seperginya Arumi dari rumah kediaman keluarga Gerald bersama Kenan kembali ke rumah kediaman keluarga Abraham untuk melepaskan rindu kedua orangtua keluarga Kenan yang merindukan putranya dan Arumi serta calon cucu keluarga Abraham yang berada di perut Arumi.
Bahkan sesampainya dirumah keluarga Abraham, kedua orangtua Kenan tersenyum melihat putranya yang begitu menyayangi istrinya serta buah hati mereka hingga mau turun tangan sendiri membuat susu ibu hamil untuk Arumi, bahkan membujuk Arumi yang tidak mau meminum susu membuat seluruh orang yang melihat ikut bahagia dengan perubahan sikap Kenan yang jauh berbeda dari seorang Kenan yang berwajah dingin, tegas, tidak ada sama sekali senyum sekarang menjadi laki-laki yang tersenyum, lembut serta penyayang.
Ting..Tong..
Bunyi bel rumah kediaman keluarga Abraham berbunyi menampilkan sosok wanita cantik berdiri sisipan pintu rumah dengan balutan pakaian yang membuatnya anggun serta sangat berkelas.
Hingga pelayanpun menyuruh wanita cantik itu untuk duduk di ruang tamu untuk menunggu dipanggilkan tuan muda rumah ini.
"Permisi den Kenan, ini ada teman aden yang datang kerumah, kalau tidak salah dia temannya juga non Kiara"ucap Bi asih salah satu pelayan di rumah keluarga Abraham.
"Laki-laki atau perempuan bi?"tanya Arumi dengan cepat sambil melirik ke arah suaminya dengan tatapan curiga.
"Perempuan non, bibi permisi dulu mau buatkan minum"ucap Bi Asih yang langsung pergi ke arah dapur, sedangkan semua orang langsung datang ke ruang tamu untuk melihat tamu yang datang di pagi hari ini.
"Kenan!"pekik Rania yang langsung berhambur kepelukan Kenan tanpa memperdulikan sekeliling, termasuk Arumi yang berdiri tidak jauh di belakang Kenan.
Kenan segera mungkin melepaskan Rania yang memeluk tubuhnya dan melirik ke arah Arumi yang sama sekali tidak bergeming, bahkan istrinya hanya menatap dengan tatapan wajah polos yang justru membuat Kenan merasa bersalah atas kedatangan Rania.
"Kenan, Kak Kiara, om dan tante apa kabar?"ucap Rania tersenyum menyapa keluarga Kenan tanpa mempedulikan keberadaan Arumi.
"Baik"ucap Kiara tersenyum canggung serta kedua orangtua Kenan yang luar biasa canggung.
"Om sama tante mau ke dalam dulu yaa"ucap kedua orangtua Kenan yang langsung pergi ke taman belakang.
"Oh ada Arumi, kamu masih mengejar-ngejar Kenan ya? aku pikir kamu telah menyerah untuk mendapatkan Kenan"ucap Rania dengan senyum diwajahnya.
"Rania stop!"bentak Kenan pada Rania yang membuat wanita itu tersenyum manis dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kenan, aku ini masih tunanganmu sebelum aku mengejar dunia modelku, kenapa kamu memberikan hanya demi wanita murahan ini?!"ucap Rania ketus menunjuk kearah Arumi yang berdiri didekat Kenan. Sedangkan Arumi hatinya sakit mendengar penuturan dari mulut Rania yang sama sekali dia tidak ketahui, karena yang dia ketahui Kenan terus mencari keberadaan dirinya dan masih mencintainya seperti dulu.
"Lalu kenapa kalau anda tunangannya! Sayalah istri sah dari Kenan Abraham!"bentak Arumi yang tak tertahankan dengan penghinaan yang dilontarkan dari mulut Rania.
"Dasar tidak tahu malu! Kamu perebut Kenanku!"bentak Rania pada Arumi.
Plak!
Bunyi tamparan tepat dipipi mulus milik Rania yang dihasilkan oleh Arumi yang sudah sangat emosi dengan kelakuan Rania, bahkan dia sangat benci mengetahui hubungan Rania dan suaminya masih belum berakhir, justru mereka sudah bertunangan.
"Dasar wanita sialan!"ucap Rania, saat tangan kanan milik Arumi siap melayangkan dipipi mulus milik Rania, namun ditahan oleh tangan Kenan yang menghentikan tangan Arumi.
Arumi yang dihentikan menatap kearah Kenan dengan mata yang sangat tajam dan tidak suka membuat Kenan melepaskan pergelangan tangan Arumi yang ditahannya. Arumi segera meninggalkan ruang tamu itu dengan kesal dan marah pada Kenan yang membohongi dirinya.
Arumipun duduk dibuang tv dengan tatapan kosong dan sama sekali tidak bersemangat, membuat Hanan menghampirinya dengan wajah ceria.
"Kamu mau sekolah ya?"tanya Arumi yang dibalas anggukan oleh Kenan, "Tansky anterin mau?"tanyanya.
"Mauuuuuu!!!!"ucap Hanan bersemangat karena punya waktu bersama dengan tante tersayangnya.
"Tapi non, den Hanan biasanya bibi yang antar"ucap Bi Nani.
"Gapapa bi, saya sedang luang kok"ucap Arumi pada Bi Nani, "Tansky ganti baju sama ambil tas dulu ya"ucapnya yang langsung segera pergi ke kamar dan meriah wajahnya secantik mungkin.
"Ayo Hanan"ucap Arumi yang menggenggam tangan kecil milik Hanan keluar rumah kediaman keluarga Abraham, bahkan Kenan yang melihat Arumi pergi dari rumah dengan Hananpun tidak sama sekali izin dengannya.
"Tansky sedang marahan dengan om Kenan ya?"tanya Hanan yang melihat tantenya sepanjang perjalanan dimobil hanya diam.
"Hanya marahan biasa nanti juga baikan, sekarang tansky udah baikan kok sejak Hanan peluk tansky"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya membuat Hanan memeluk Arumi kembali.
__ADS_1
"Tansky jangan sedih ya, nanti adik Hanan yang diperut tansky ikut sedih juga"ucap Hanan sambil mengusap perut datar milik Arumi dengan penuh kasih sayang membuat Arumi senang dan merasakan rasa kehangatan saat didekat Hanan.
"Hanan tau ga?"tanya Arumi sengaja menggantungkan pertanyaannya.
"Tau apa tansky?"tanya Hanan yang penasaran.
"Kalo tansky sayang banget banget banget Hanan?"tanya Arumi sambil mencubit pipi Hanan yang menggemaskan.
"Tentu tau dong! Hanankan tampan!"ucap Hanan dengan sombong yang membuat Arumi tertawa mendengar hal itu.
Sepulang dari mengantarkan Hanan ke TK, Arumi menyadari bahwa Pak Rendra tidak membawanya ke Mall namun kembali ke rumah keluarga Abraham.
"Pak, sayakan tadi minta untuk dibawa ke Mall"ucap Arumi yang melihat jalur jalanan yang kembali.
"Saya hanya menuruti tuan muda Kenan saja non, soalnya tuan muda tadi telefon saya untuk membawa anda langsung pulang, maafin saya ya non"ucap Pak Rendra, supir pribadi milik Kiara.
"Iya gapapa Pak"ucap Arumi lemah.
Sesampainya dikediaman rumah keluarga Abraham, Arumi langsung nyelonong masuk dan menghiraukan panggilan dari Kenan. Arumi masuk ke dalam kamar milik Kenan dan menguncinya dari dalam, dia sangat butuh waktu untuk menenangkan dirinya sendiri.
Bahkan hingga malampun tiba, Arumi tidak turun sama sekali dari kamar dan tetap mengunci kamar, tidak ingin bertemu dengan siapapun termasuk Kenan.
Makan malampun tidak ada yang berhasil untuk membujuk Arumi keluar untuk membuka kamarnya, Kiarapun meminta putranya Hanan untuk membujuk Arumi membukakan pintu kamar dan berhasil, namun Arumi hanya menginginkan Hanan saja yang bertemu dengannya disalam kamar.
"Tansky, kenapa tidak makan malam?"tanya Hanan.
"Ga laper tansky"ucap Arumi dengan senyum tipis diwajahnya.
"Tansky harus makan, kasian adik Hanan yang berada diperut, dia kelaperan tuh!"ucap Hanan yang berhasil membuat Arumi tersadar bahwa dirinya juga bisa menyiksa anak yang ada dalam kandungannya, hingga akhirnya diapun mau memakan bubur yang dibawakan Hanan diatas nampan dengan air putih.
__ADS_1