Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Donor darah 1


__ADS_3

Arumi melihat Kenan dengan mood yang sangat baik hari ini, mungkin dia bisa berbicara tentang acara donor darah di perusahaan Gerald karena Kaivan yang meminta dirinya untuk ikut serta. Dikarenakan Arumi sangat hafal sekali sikap Kenan yang cemburuan dan kekanak-kanakan seperti tidak ingin kehilangan dirinya apalagi terhadap laki-laki lain, kecuali Angga dan Ayahnya.


"Kenan"panggil Arumi.


"Hmm"balas Kenan dengan deheman karena dia sibuk dengan laptop dihadapan laki-laki itu.


"Aku ijin keluar sebentar ya, mau ke perusahaan Gerald untuk donor darah"ucap Arumi membuat Kenan berhenti mengerjakan pekerjaannya dan menatap wajah Arumi dengan datar.


"Tidak!"ucap Kenan dengan wajah tidak suka, apalagi melihat kedekatan Arumi dengan Kaivan kemarin setelah selesai rapat.


"Kamu tidak cemburukan?"tanya Arumi yang menggoda Kenan, karena biasanya laki-laki itu akan gengsi untuk mengatakan cemburu padanya.


"Aku cemburu"ungkap Kenan membuat Arumi tertawa karena baru kali ini pendengarannya mendengar kata cemburu dari mulut seorang Kenan Abraham.


"Tumben seorang Kenan Abraham cemburu"sindir Arumi yang tersenyum melihat wajah Kenan yang menatapnya dengan tatapan tajam.


"Tidak usah meledekku, apa kamu sesenang itu?"tanya Kenan yang dibalas anggukan kepala Arumi.


"Sangaaaaaaatttttt senang!"ucap Arumi dengan senyum manis diwajahnya.


"Tapi tumben kamu mau ikut acara seperti itu?"tanya Kenan.


"Pengen aja, lagian cuma sebentar kok. Ga akan lama, kalo gitu kamu ikut aja menemani aku, soalnya aku udah janji dengan pak Kaivan akan ikut serta"ucap Arumi.


"Baiklah aku akan ikut, jam berapa?"tanya Kenan.


"Jam 10, dan itu tidak ada sekali rapat di perusahaan"ucap Arumi.


"Baiklah"ucap Kenan pasrah dengan keinginan Arumi, karena dia tidak akan pernah sanggup jika wanitanya ngambek dan marah lagi padanya.


"Terima kasih sayang"bisik Arumi yang segera berlari kembali kemeja kerjanya.


Kenan hanya bisa tersenyum tipis mendengar panggilan sayang yang terlontar dari mulut wanitanya, yang kalau ada maunya itu akan selalu berusaha membujuknya dengan mulut manisnya itu yang susah sekali untuk Kenan bilang tidak pada keinginan Arumi.


...✴️...


Setelah bersiap-siap Kaivan turun dari kamarnya dengan tas kerjanya untuk sarapan pagi bersama kedua orangtuanya yang sudah menunggunya sejak tadi, karena sangat susah sekali untuk satu keluarga ini makan bersama.

__ADS_1


"Pagi ma, pa"ucap Kaivan dan duduk disebelah papanya untuk sarapan.


"Pagi juga sayang"ucap Hilya pada putranya.


"Kaivan, apa kamu masih terus mencari adikmu?"tanya Kala pada putranya.


Hilya yang mendengar bahwa putranya itu masih mencari adiknyapun, membuat dirinya menitikkan airmata karena terharu mendengar itu, Kala yang melihat istrinya menangispun hanya bisa menggenggam tangan istrinya memberikan kekuatan untuk tetap bersabar.


"Iya pa. Maaf ya ma, pa tapi kali ini Kaivan pasti menemukan adik ma, pa. Tolong percaya sama Kaivan!"pinta Kaivan pada kedua orangtuanya.


Karena Kala sudah menyelidiki semuanya dari orang yang dipercayanya untuk melihat gerak gerik putranya, apalagi Kaivan mengadakan penggalangan donor darah dan ikut campur tangan dalam acara yang tidak biasanya dia mau untuk ikut campur.


"Apa kamu sudah menemukan adikmu?"tanya Hilya namun raut wajah Kaivan masih ragu apa orang yang dicurigainya itu adalah wanita yang ditemuinya atau bukan.


"Ma boleh Kaivan tanya?"ucap Kaivan yang ragu dan takut membuat hati mamanya sakit kembali mengingat adiknya yang hilang saat masih bayi.


"Tanya aja sayang, pasti mama akan kasih tau kamu, mama janji"ucap Hilya yang menghapus airmatanya dengan kasar menatap putranya dengan senyum diwajahnya.


"Selain gelang yang mama kasih pada adik, apa mama sudah memberikan nama untuk adik?"tanya Kaivan.


"Siapa nama adikku ma?"tanya Kaivan.


"Boleh mama meminta kertas dan pulpen?"ucap Hilya yang langsung diberikan oleh Kaivan 2 benda itu.


Hilya menuliskan sebuah nama dan memberikannya kepada putra, Kaivan yang melihat nama yang tertera dikertas itupun segera pergi keluar dari rumahnya dengan terburu-buru, tanpa menghabiskan sarapannya dan berpamitan kepada kedua orangtuanya.


...✴️...


Sesampainya Arumi diperusahaan Gerald, disambut dengan lambaian tangan dan senyum oleh Kaivan yang berjalan menuju Arumi dan Kenan yang berada disisinya.


"Selamat datang nona Arumi"ucap Kaivan yang tersenyum pada Arumi. "Selamat datang juga Pak Kenan"ucapnya mengulurkan tangannya pada Kenan.


"Terima kasih"ucap Kenan yang menjabat uluran tangan Kaivan.


Arumi yang melihat wajah Kenan yang sangat terlihat tidak suka dengan Kaivanpun, hanya bisa menggenggam tangan Kenan untuk tidak melakukan hal bodoh diperusahaan orang lain, apalagi perusahaan sebesar Gerald.


"Sepertinya pak Kenan sedang cemburu"ucap Kaivan yang membuat Arumi tertawa mendengar itu.

__ADS_1


"Jadi kita akan melakukan pengambilan darah dimana pak?"tanya Arumi.


"Baiklah, ikuti saya. Saya juga ikut loh pengambilan donor darah, pak Kenan tidak ikut untuk program donor darah ini?"tanya Kaivan yang melihat apakah Kenan seorang laki-laki yang berani atau penakut.


Kaivanpun menunjukkan sebuah ruangan khusus yang sudah dia siapkan untuk dirinya dan juga Arumi sekaligus untuk melakukan pengecekan DNA yang akan langsung dibawa ke rumah sakit.


"Tentu saja, saya ikut juga!"tegas Kenan yang sebenarnya dia datang ke sini hanya untuk menemani Arumi, dan dia tidak pernah berani dengan jarum suntik seorang dokter apalagi harus melakukan donor darah seperti ini.


"Kamu yakin mau ikut?"tanya Arumi yang kaget, sebab wanita itu tau bahwa Kenan sangatlah penakut dalam urusan dokter, sakit aja tidak akan mau dibawa ke rumah sakit.


"Tentu saja! Aku ini Kenan Abraham!"tegas Kenan yang membuat Arumi menatap kearah Kenan dengan khawatir.


"Ini dokter yang akan mengambil darah, baiklah kalau gitu saya akan menjadi yang pertama melakukannya, lalu setelah itu bisa anda Pak Kenan atau nona Arumi dulu"ucap Kaivan yang langsung masuk ke dalam ruangan yang sudah disediakannya, sedangkan Arumi dan Kaivan menunggu diluar dengan asisten pribadi Kaivan yang menunggu diluar.


"Kaivan, sebenarnya kamu tidak perlu melakukan ini"ucap Alina, dokter pribadi keluarga Gerald sekaligus teman sekolah SMA Kaivan yang kini bekerja disalah satu rumah sakit perusahaan Gerald.


"Sudahlah kita lakukan saja rencana kita, biar terlihat lebih natural. Aku akan melakukan apapun asal bisa menemukan adikku dan kamu tentu tau itu Alina"ucap Kaivan pada Alina dengan sangat dingin.


Alinapun hanya bisa mengikuti rencana yang sudah dibuat dengan Kaivan untuk membatu laki-laki itu menemukan adik perempuannya yang sudah telah lama hilang, dan mungkin saja wanita yang dibawa Kaivan ternyata benar adik kandung darinya


"Sudah selesai"ucap Alina dengan senyum diwajahnya yang cantik.


"Saya akan memanggil dia, ingat jangan sampai tertukar dengan darah yang lain"ucap Kaivan.


"Iya Kaivan, cepat panggillah dia masuk"ucap Alina. Kaivanpun keluar dengan santainya dari ruangan itu dan melihat ada sosok cantik Arumi didepan pintu ruangan.


*****


Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!


TERIMA KASIH! 🤗

__ADS_1


__ADS_2