Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Gosip


__ADS_3

Pagi harinya Arumi berangkat kerja seorang diri dengan biasanya menggunakan bis menuju perusahaan Abraham disetiap pagi harinya namun saat dirinya sampai diresepsionis, salah satu dari resepsionis itu memanggil namanya membuat Arumi menghampiri meja resepsionis itu.


"Ada apa mbak?"tanya Arumi dengan ramah.


"Itu mbak, ada bapak-bapak paruh baya sedang menunggu diruang tunggu katanya ingin ketemu denganmu"ucap salah satu resepsionis itu dengan pelan.


"Baiklah biarkan aku temui"ucap Arumi berjalan ke arah ruang tunggu dekat dengan meja resepsionis.


Saat membuka pintu ruang tunggu mata Arumi terkejut dengan kedatangan pria paruh baya yang masih sangat gagah sedang tersenyum padanya dan laki-laki itu adalah kakeknya, Hans Bimo Gerald. Arumi segera duduk dikursi yang berhadapan dengan pria paruh baya itu seolah-olah tidak mengetahui apapun itu.


"Hai nak, sudah lama sejak kamu menolongku namun sama sekali tidak meminta apapun dariku, terima kasih"ucap Hans dengan senyum ramah pada Arumi.


"Sama-sama kek, kakek apa kabarnya?"tanya Arumi dengan nada getir karena dia tidak kuat dengan kenyataan bahwa laki-laki paruh baya yang berada dihadapannya ini adalah kakek yang tega bahkan sampai tidak menerima kelahirannya didunia.


"Baik nak, oh iya kakek bisa memberimu saham diperusahaan kakek sebesar 30% untuk membalas kebaikanmu"ucap Hans yang memberikan selembar surat.


"Terima kasih kek, tapi Aku tidak mau itu, jadi lebih baik kakek simpan aja"ucap Arumi yang menolaknya dengan halus.


"Anggap saja ini hadiah dari seorang kakek kepada cucunya karena sudah mau menjaga kakeknya dari masalah"pinta Hans menyodorkan surat-surat itu ke arah Arumi.


"Kakek? Kakek mana yang tega membuang cucunya sendiri saat baru dilahirkan? Kakek mana yang tega memisahkan ibu dari anaknya? Kakek mana yang tega menghina dan mencaci menantunya yang sudah melahirkan cucunya dengan sehat? Kakek mana yang tega menyuruh anaknya menceraikan orang yang dicintainya?!"ketus Arumi dengan airmata yang terus mengalir menatap wajah paruh baya milik Hans.


"Apa maksudmu?"tanya Hans dengan mata yang terkejut mendengar ucapan wanita kecil yang baik hati sudah menolongnya dari para preman suruhan yang mengganggunya.


"Kalau kakek lupa, akan aku ingatkan kembali dan ku beritahu nama lengkapku baik-baik"ucap Arumi dengan tubuh yang bergemetar. "Perkenalkan namaku adalah Arumi Eliana Gerald, putri dari Kala Alvaro Gerald dan Hilya Eliana, cucu yang anda buang sekaligus tidak sama sekali anda harapkan untuk hadir dikehidupan ini"ucapnya dengan pilu yang langsung beranjak dari duduknya meninggal pria paruh baya itu duduk seorang diri.


...✴️...


"Assalamualaikum"ucap Arumi yang memberikan salam saat masuk ke ruang kerja yang ternyata sudah ada Kenan didalamnya.

__ADS_1


"Wa'alaikumslaam"balas Kenan dan Fero pada salam wanita itu.


"Ken, sepertinya Arumi habis menangis"bisik Fero yang melihat raut wajah Arumi yang sangat murung saat memulai pekerjaannya dengan dokumen-dokumen ditangannya.


Bukannya menjawab Fero, Kenan hanya melirik wajah Arumi yang sendu terlihat seperti banyak masalah dan yang pasti wanita itu sedang butuh waktu seorang diri untuk menenangkan dirinya.


Ting..


Satu chat yang dikirim dari sang Kakek Heru pada ponsel Kenan, segera dilihat dari oleh Kenan mengenai berita kekasihnya yang bersama dengan Kaivan, putra satu-satunya keluarga Gerald ditoko es krim.


Kenan sangat percaya bahwa wanita diberita itu adalah benar Arumi, tapi dia butuh penjelasan lebih lanjut dan dia hanya ingin wanitanya yang punya inisiatif untuk memberitahukannya secara rinci.


Heru yang melihat isi chatnya hanya dibaca oleh sang cucupun sangat kesal dan segera membuatnya berjalan keluar dari rumah megah dan mewahnya untuk menghampiri Kenan yang sama sekali tidak membalas pesannya ke Perusahaan Abraham, sekaligus membawa Celine biar cucunya terbuka matanya bahwa istri yang baik untuk Kenan adalah Celine bukan Arumi.


"Kenan ini semua berkas yang sudah selesai kemarin"ucap Arumi yang memberikan lembaran tiap lembaran dokumen untuk diperiksa Kenan.


Fero yang sedang sibuk membuka ponselnyapun terkejut melihat deadline berita-berita hari ini mengenai kedekatan Kaivan Alvaro Gerald dengan Arumi Eliana, bahkan ada beberapa berita yang menuliskan bahwa Arumi adalah pacar atau tunangan dari putra satu-satunya keluarga Gerald.


"Ken, lu udah liat berita hari ini?"ucap Fero yang memberikan ponselnya pada Kenan tentang kedekatan Arumi dengan seorang Kaivan.


Bukannya menjawab, Kenan justru membanting ponsel milik Fero dengan sangat keras membuat Arumi yang sedang mengerjakan laporan-laporan langsung melihat ke arah Kenan yang sedang marah.


"Kenan, kamu kenapa?"tanya Arumi yang menghampiri Kenan yang sedang emosinya sangat tinggi.


"Coba kamu lihat berita online hari ini"kesal Kenan dengan Arumi.


Arumipun membuka ponselnya dan banyak sekali gosip tentang dirinya bersama dengan Kaivan bahkan banyak sekali yang melenceng, dan ada juga beberapa foto yang menunjukkan dirinya dan Kaivan di toko es krim sedang bersama.


"Aku memang pergi dengan Pak Kaivan tapi gosip semua ini tuh salah besar Kenan, aku tidak mungkin selingkuh"ucap Arumi yang menjelaskannya pada laki-laki itu.

__ADS_1


"Kakek sudah bilang padamu Kenan, menjauhlah dari Arumi! Dia bukan wanita baik-baik dan dia hanya menginginkan hartamu! Lihat semua berita hari ini! Memalukan!"omel Heru yang kesal dengan kebodohan cucunya dalam masalah cinta.


"Kak Kenan, Celine bisa menjadi istri yang baik untukmu"ucap Celine dengan lembut yang berdiri disamping Heru.


"DIAM!"teriak Kenan dengan kesal membuat Heru dan Celine saling diam dengan amarah Kenan yang sangat menyeramkan. "Pantas atau tidaknya seseorang untukku itu hanya aku yang tau dalam menjalin hubungan! Bukan kalian!"


"Tapi kakek tetap tidak setuju dengan kamu menikahi wanita yang sudah mempermalukan keluarga kita seperti dia!"tunjuk Heru pada Arumi.


"Aku bukan wanita yang menjijikan! Karena aku memang tidak selingkuh! Dan terserah pemikiran kalian terhadapku apa?!"ketus Arumi.


"Munafik!"oceh Celine yang menatap Arumi dengan rendah.


"Aku ga perlu bersikeras menjelaskan diriku kepada orang-orang yang jelas membenciku!"ketus Arumi.


"Arumi bersikap sopanlah pada kakekku, biar bagaimanapun dia adalah kakekku!"bentak Kenan pada Arumi.


"Tapi Ken, jelas-jelas kakekmu dan Celine duluan yang menghinaku, lalu kamu hanya menyuruhku untuk bersikap sopan? Selama ini aku kurang sopan seperti apa lagi ke keluargamu?"tanya Arumi yang berjalan ke meja kerjanya mengambil tas kerjanya.


"Arumi! kamu mau kemana?!"teriak Kenan yang melihat wanita itu sangat marah padanya, dan hanya langsung keluar dari ruang kerja tanpa sepatah katapun keluar dari mulut Arumi.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!


TERIMA KASIH! 🤗

__ADS_1


__ADS_2