Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Tidak Akan Pernah Menang


__ADS_3

"Arumi jaga sikapmu! Dia kakakku! Dia berhak menentukan siapa yang bisa tinggal disini dan itu bukan kamu!"bentak Kenan yang membuat Arumi berlari kembali ke kamar, sedangkan Kenan baru menyadari bahwa kata-katanya sudah menyakiti istrinya, segera dia menyusul Arumi masuk ke dalam kamar.


Namun Kenan terkejut melihat Arumi mengambil tas selempang miliknya dan handphone diatas nakas miliknya.


"Sayang, maafin aku yaa sayang, aku minta maaf, aku tau aku salah"ucap Kenan menggenggam tangan Arumi untuk tidak pergi dari rumahnya, meninggalkan dirinya lagi.


"Lepasin aku, Ken!"bentak Kenan yang didorong oleh istrinya, hingga akhirnya Kenan lebih memilih melepaskan tangan istrinya dibandingkan harus melihat Arumi dalam keadaan bahaya.


Arumi segera keluar dari kamar dan pergi keluar mengendarai mobil milik suaminya seorang diri, karena Arumi sudah sangat muak harus tinggal bersama perempuan seperti Rania yang selalu mengganggu rumah tangganya saja.


Bahkan Kenan sama sekali tidak mengejar Arumi, karena dia sangat tahu bahwa istrinya sedang sangat marah besar padanya, apalagi Arumi sedang mengandung calon anak mereka yang sedang lemah.


30 menit kemudian, Arumi sampai tepat didepan rumah keluarga angkatnya sejak lahir, dia merindukan ayah dan ibu yang selalu memeluknya saat dia sedang merasakan kesedihan yang luar biasa, dan adik yang menghibur dirinya.


"Assalamualaikum bu, ibu, ayah, ayah buka pintunya"ucap Arumi yang dibukakan oleh sang ibu, membuat dirinya langsung memeluk tubuh Nira dengan derai airmata yang sudah ditahannya sejak beberapa hari ini.


"Wa'alaikumsalam nak, kamu kenapa? Yuk masuk dulu"ucap Nita yang terkejut melihat putrinya pulang dengan airmata kerumahnya, dan langsung mengajak Arumi untuk duduk disofa yang sangat empuk, karena keluarga Gerald meronavasi rumah kediaman Pak Dia dan Bu Nita sebagai tanda terima kasih sudah merawat Arumi.


Angga yang melihat kakaknya pulang kerumah dalam keadaan menangispun langsung mengunci pintu rumahnya dan duduk disebelah kakaknya yang masih memeluk sang ibu dengan erat. Hingga beberapa menit, perasaan Arumi menjadi sangat lega dan memberikan senyum pada ibunya serta Angga.

__ADS_1


"Ibu, Ayah kemana?"tanya Arumi.


"Ayah sedang tidur, dia lelah abis berjualan dipasar"ucap Nita "Kamu kenapa sayang?"tanyanya khawatir pada putrinya.


"Ibu, aku masih bisa menjadi putri ibukan?"tanya Arumi dengan tersenyum getir karena dia tidak bahagia menjadi Arumi yang terlahir sebagai keluarga Gerald yang punya banyak sekali musuh dan hidupnya selalu disorot, tapi dia bersyukur bisa membantu biaya keluarga ayah, ibu dan Angga untuk semua kebutuhan.


"Tentu saja, Arumi akan menjadi putri ibu selama-lamanya"ucap Nita yang memeluk Arumi dengan penuh kasih sayang.


Sedangkan Angga sama sekali tidak ingin menanyakan apapun, karena dia tau bahwa kakaknya tidak akan pernah menceritakan kesedihannya pada dirinya, yang akan dibagikan oleh kakaknya hanyalah kebahagiaan untuknya.


...✴️...


Anggapun menuruti semua kemauan kakaknya pada dirinya, hari itu dia mengembalikan mobil milik Kenan sekaligus keluar dari pekerjaannya, untunglah Angga hanya bertemu pada Rendy bukan pada Kenan, mungkin bisa panjang x lebar dia akan ditanyai mengenai kakaknya.


"Ken, lu ada masalah apa lagi sih sama Arumi? Sampe Angga berhenti dari pekerjaannya"ucap Rendy yang tidak habis pikir dengan masalah keluarga yang dimiliki Kenan dan Arumi yang terus menerus.


Namun Kenan tidak sama sekali menjawab apapun, bahkan Kenan lebih memilih fokus mengerjakan pekerjaannya pada laptop yang berada diatas mejanya.


Mungkin ini udah lebih dari 15 hari sejak Arumi pergi dari rumahnya dan sama sekali tidak memberinya kabar, bahkan Kenan sengaja tidak menghubungi dan membujuk istrinya untuk kembali pulang agar Arumi bisa tidak seenaknya berantem langsung pergi keluar rumahnya. Padahal dalam hati Kenan, dia sangat-sangat merindukan Arumi yang sedang mengandung calon anak mereka, sudah lama dia tidak mengantar istrinya untuk mengecek kondisi bayi mereka dirumah sakit dan Kenan melihat tanggal bahwa hari ini adalah jadwal kontrol Arumi dirumah sakit.

__ADS_1


Kenan segera pergi keluar perusahaan secara tiba-tiba hanya untuk menemani istrinya dan melihat calon bayi mereka, tanpa pikir panjang dan melupakan segala amarahnya pada Arumi, karena dia tidak akan pernah menang.


Sesampainya dirumah sakit, Kenan segera berlari keruang USG yang ternyata kosong, tidak sama sekali terlihat wajah Arumi didalam ruangan itu. Hingga akhirnya Kenan memutuskan untuk kembali kemobil dan menyandarkan tubuhnya, karena dia sama sekali tidak ingin kehilangan Arumi.


Kenanpun membuka ponsel miliknya, mencoba membuka media sosial milik istrinya yang ternyata terdapat beberapa unggahan foto-foto keluarga bahwa hari ini Arumi mengadakan acara 4 bulanan anak mereka, tanpa ada dirinya sebagai seorang suami dan calon ayah bagi anak mereka.


Kenan segera mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju kerumah kediaman keluarga Gerald untuk menemui Arumi serta calon anak mereka dengan kecepatan penuh.


Beberapa pengawal dari keluarga Gerald menghadang Kenan untuk masuk, tapi Kenan melawan mereka semua dan bersikeras untuk bertemu dengan istrinya. Hingga akhirnya Kenan masuk kerumah kediaman Gerald dalam keadaan lebam dan saat masuk langsung mendapatkan pukulan dari Kazi hingga tersungkur dibawah lantai.


"Dasar brengsek! Masih berani anda datang kemari?!!"bentak Kazi yang sangat tidak suka melihat kedatangan Kenan, karena Angga menceritakan pada Kazi bahwa Arumi pulang kerumah hampir tengah malam dan menangis. Kazi juga tau alasan bahwa adiknya menangis adalah karena keluarga Abraham memberikan tumpangan tempat tinggal untuk keluarga Rania.


"Kazi, sabar nak! Kamu tidak boleh seperti itu, dia adik iparmu"pinta Hilya pada putranya yang sudah sangat emosi.


"Ma, dia ga pantas menjadi adik iparku! Dia juga ga pantas menjadi suami Arumi!"bentak Kazi yang ingin memukul Kenan lagi namun ditahan oleh Arumi.


Kenan yang melihat Arumi datang menemuinyapun tersenyum walaupun sudut bibirnya lebam dan terdapat darah yang mengalir, namun tidak dia pedulikan. Kenan segera berusaha berdiri dan berjalan ke arah istrinya meski dalam keadaan sakit.


"Apa kamu sehat dan bayi kita?"ucap Kenan dengan senyum diwajahnya yang penuh dengan lebam, namun Arumi sama sekali tidak menjawab bahkan Arumi menjaga jarak dari dirinya.

__ADS_1


"A-Aku tidak akan mengganggumu dan memaksamu untuk pulang, ta-tadi saat aku bekerja, aku mengingat bahwa ha-hari ini kamu ada jadwal kontrol bayi kita, ta-tapi saat aku tiba dirumah sakit, kamu ga ada"ucap Kenan sambil menahan perihnya luka pada tepi bibirnya dan pingsan.


__ADS_2