Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Malam Yang Panjang


__ADS_3

Setelah acara pernikahan Kenan dan Arumi, kedua keluarga memutuskan untuk mengadakan makan malam dihotel milik keluarga Abraham yang sangat mewah, tempat dimana Kenan dan Arumi melangsungkan pernikahan dengan sangat meriah.


Bahkan Arumi dan Kenanpun sudah berganti pakaian dengan pakaian santai untuk bertemu kedua keluarga, sedangkan Kenan sejak tadi hanya diam membuat Arumi bingung dengan suaminya itu.


"Kamu kenapa Ken?"tanya Hilman yang melihat raut wajah adik iparnya yang tidak bersahabat.


"Biasa mas, namanya juga pengantin baru"ucap Kiara dengan santainya.


"Arumi, Kenan kamu disinilah dulu buatkan cucu untuk Mama, dan ini tiket honeymoon untuk kalian ke Maldives"ucap Tiara yang memberikan 2 lembar kertas itu pada Arumi.


"Mama ga perlu seperti ini, Arumi ga mau merepotkan Mama"ucap Arumi pada mertuanya yang baik padanya.


"Sudah sepantasnya kamu mendapatkan ini"ucap Bima pada menantunya.


Bahkan Bima dan Tiara memberikan rumah untuk hadiah Kenan dan Arumi dengan pakaian yang lengkap serta perhiasan yang beraneka ragam, sedangkan Hilman dan Kiara memberikan mobil merk terbaru untuk sepasang pengantin baru ini.


Sedangkan Kala dan Hilya memberikan hadiah Mall untuk Kenan dan Arumi yang akan segera dibuka bulan ini, sedangkan Kaivan memberikan rumah yang dijanjikannya untuk Arumi dengan fasilitas yang luar biasa.


Jika kedua orangtua dari keluarga berpengaruh itu memberikan hadiah berupa materi yang sangat luar biasa, justru Arumi sangat berterima kasih atas jasa kedua orangtua angkatnya yaitu Nita dan Dio yang sudah mau merawatnya dari kecil, memberikan kasih sayang yang sama seperti Angga. Setidaknya Arumi bangga dengan kedua orangtua angkatnya yang mau membesarkan anak oranglain walaupun hidupnya tidak berkecukupan, serta Angga yang selalu ada disaat Arumi membutuhkan.


"Ayah, Ibu, terima kasih udah mau merawat Arumi dari kecil ya, padahal Arumi itu bukan anak Ayah dan Ibu tapi tidak sedikitpun Ayah dan Ibu membedakan kasih sayang kalian"ucap Arumi memeluk Ayah dan Ibu angkatnya dengan airmata yang membasahi pipinya.


"Arumi, putri Ayah. Jangan menangis lagi dihari bahagiamu"ucap Dio.


"Iya, jangan menangis lagi. Kami akan selalu menyayangimu"ucap Nita yang menghapus airmata yang berada diwajah Arumi dengan lembut.


Arumipun berjalan ke arah Angga dan mencubit pipi laki-laki yang berusia 18 tahun ini yang sedang fokus mencicipi makanan yang ada dihadapannya.

__ADS_1


"Aw! Sakit tau!"omel Angga yang menatap Arumi dengan sebal.


"Ingatlah untuk kuliah, aku akan membiayaimu"ucap Arumi.


"Iya kak, kamu selalu bawel menyuruhku kuliah!"ketus Angga yang membuat ketiga keluarga tertawa melihat Angga dan Arumi seperti Tom and Jerry.


selesainya acara makan malam membuat Kenan dan Arumi kembali ke kamar hotel membuat jantung Arumi berdegup dengan sangat kencang sepanjang dirinya dan Kenan berjalan memasuki kamar Hotel yang kini hanya tersisa mereka berdua.


Sesampainya dikamar hotel, Arumi terkejut dengan kasur yang dipenuhi dengan kelopak bunga mawar merah membuat pipinya bersemu merah karena malu.



Arumi yang sebenarnya sudah sangat lelahpun akhirnya berjalan ke arah ruang televisi dan menonton tv untuk mengalihkan pikirannya.


"Sayang, kenapa kamu disini?"tanya Kenan yang menghampiri Arumi yang sedang duduk disofa dengan matanya yang masih fokus menonton tv.


"Baiklah kita nonton bersama"ucap Kenan yang membuat Arumi bersandar dibahu lebarnya.


Hingga 20 menit berlangsung, mata Arumipun tetap terjaga dengan film yang ditontonnya.


"Sayang, apa kamu masih ragu denganku?"tanya Kenan yang membuat Arumi menoleh ke arahnya dengan kepala yang masih bersandar dibahunya.


"Apa maksudmu?"tanya Arumi yang menatap mata Kenan yang tajam dan menyejukkan mata.


"Aku tidak akan memaksamu untuk melayanimu sekarang, jika kamu masih ragu untuk menyerahkan dirimu untukku"ucap Kenan yang membuat Arumi menundukkan wajahnya, bukannya Arumi tidak ingin melayani tapi dirinya malu untuk melakukan itu.


"Bukan gitu Ken, aku siap cuma aku bingung harus memulainya"ucap Arumi yang menundukkan wajahnya dengan suara yang semakin pelan.

__ADS_1


Kenanpun meraih dagu Arumi untuk melihat ke arah matanya dan Arumi tenggelam dalam mata Kenan yang tajam dengan bola mata coklat yang indah. Kenanpun mengecup bibir mungil Arumi beberapa kali dan mencium bibir istrinya dengan rakus, membuat Arumi mengeluh karena kehabisan nafas hingga akhirnya Kenan lepaskan pangutan bibir mereka berdua.


"Apa kamu siap?"tanya Kenan yang membuat Arumi menganggukkan kepalanya, membuat Kenan menggendong tubuh Arumi ala bridal masuk ke kamarnya.


"Aku lepas hijab dulu ya"ucap Arumi yang sudah didudukkan diatas kasur, membuat Kenan menganggukkan kepalanya.


Arumi segera berlari ke arah kamar mandi untuk melepas hijabnya, bahkan dia juga meriap rambut panjangnya yang indah dan sudah disisir hingga rapih, dan akhirnya Arumi memutuskan keluar dari kamar mandi membuat Kenan yang fokus ke ponselnya kini matanya beralih kearah Arumi yang sangat cantik dimatanya.


Kenanpun menaruh ponselnya, dan Arumi sudah berada dikasur dengan degup jantung yang tak karuan sama sekali untuk menghabiskan malam yang panjang.


Kenanpun mengukung tubuh Arumi diatas tubuhnya yang kekar, tak segan-segan Kenan mulai mencium bibir Arumi yang bagai candu untuknya hingga sekarang bibir Kenan mencicipi leher jenjang mirip istrinya, sedangkan tangan Kenan membuka baju dna celana Arumi dengan sekali tarik dan membuangnya asal, hingga hanya terlihat tubuh Arumi yang sangat indah dimatanya.


"Kamu sangat indah, sayang"ucap Kenan yang membuat Arumi menutupi dua gundukan kembar itu dengan kedua tangannya karena malu, sedangkan Kenan melepaskan seluruh pakaiannya dan membuangnya secara asal.


Kenanpun mulai mencicipi setiap inci istrinya, bahkan tangan Kenan sudah sangat nakal bermain diatas dua gundukan kembar milik Arumi, membuat istrinya mengerang dengan aktifitas yang dilakukannya, bahkan Arumi sudah sangat berkeringat karena belaian suaminya.


Kenanpun memiliki ide jahil untuk istrinya, Kenan mempertemukan juniornya dengan **** * milik istrinya dan hanya digesekkan diluar, membuat Arumi sangat tersiksa dibawah itu.


"Kenan! Jangan menyiksaku!"ucap Arumi yang menggeliat dengan kenikmatan yang dilakukan Kenan.


"Baiklah, aku akan memulai sayang"ucap Kenan yang mulai memasukkan juniornya pada liang Arumi, dan Kenanpun mencium bibir Arumi untuk menghilangkan rasa sakit yang dilakukannya.


"Ah! Sakit!"ucap Arumi.


"Tahan sayang, sebentar lagi akan nikmat"ucap Kenan yang memulai aksinya memundur dan memajukan miliknya hingga mengenai kenikmatan milik Arumi membuat mereka terbang bersama ke langit ketujuh bersama.


Dan entahlah sudah berapa kali pencampaian dilakukan, namun Kenan masih saja belum puas untuk bermain dengan Arumi yang sudah sangat berkeringat dikarenakan aksinya dimalam yang panjang. Sedangkan menurut Kenan tubuh Arumi adalah candu baginya dan sangat nikmat dibawah kungkuhannya, bahkan suara Arumi yang mendesah sepanjang malam sangat indah dibandingkan melodi-melodi indah lagu.

__ADS_1


__ADS_2