
Sepulang dari luar negeri, Kenan terkejut sekaligus marah dengan surat yang diterimanya dari pengadilan yang membuat Arumi mengajukan bercerai dengannya.
Bahkan kedua orangtua Kenanpun kini memarahinya habis-habisan karena memiliki putra yang bodoh dan tidak bisa berfikiran lebih terbuka lagi mengenai hubungan rumah tangganya bahkan hingga Arumi mengajukan cerai.
Kenan segera pergi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata agar segera sampai dirumah keluarga Gerald untuk menanyakan perihal rumah tangganya dengan Arumi.
"Assalamualaikum Ma, Pa"ucap Kenan yang mencium punggung tangan kedua mertuanya. "Arumi ada?"tanyanya.
"Wa'alaikumsalam, ada. Dia sedang ditaman belakang"ucap Hilya yang belum tau permasalahan rumah tangga Arumi dan Kenan.
Kenan segera berlari ke taman belakang, dia melihat istrinya yang sudah seminggu tidak dia temui sedang asik menyiram tanaman ditemani Anita yang sedang duduk dibangun taman.
"Arumi, aku harus berbicara padamu"ucap Kenan yang menarik pergelangan tangan istrinya, hingga Arumi menatap lebar wajah yang sudah dia tidak temui selama 1 minggu lamanya.
"Bukankah sudah jelas surat yang kamu terima?"ucap Arumi dengan dingin walaupun rasa rindunya sangat besar, namun kesalahan Kenan juga sama besarnya yang membuat kedua orangtuanya meninggal.
"Aku tidak akan mau bercerai denganmu! Kamu boleh marah denganku, memakiku sesuka hatimu, atau menampar aku. Tapi jangan tinggalkan aku"ucap Kenan yang langsung memeluk tubuh Arumi dengan begitu erat, dia sangat rindu pada istrinya yang selalu menyambutnya dengan hangat dan pelukan.
"Lepaskan aku! Lepaskan aku Kenan!"ucap Arumi yang memberontak minta dilepaskan dari pelukan Kenan, karena jika terlalu lama dipeluk, dia akan sangat sulit untuk melepaskan perpisahan yang terjadi diantara mereka nanti.
Namun Kenan tetap memeluk tubuh istrinya, dia sangat takut kehilangan Arumi lagi dan lagi, bahkan mimpipun tidak pernah untuk kehilangan sosok Arumi yang kini menjadi istrinya.
"Maafkan aku, aku tau aku salah, tapi seminggu ini aku ada keperluan yang mendesak pada perusahaan diluar negeri untuk segera ditangani makanya tidak sempat menghubungimu atau datang kesini, aku masih ingin mempertahankan pernikahan kita, sayang"ucap Kenan dengan airmata yang turun begitu saja.
Bahkan Kenan tak segan-segan merobek surat laknat yang diterimanya itu sepulang bisnis diluar negeri dihadapan Arumi.
"Sayang, maafkanlah Kenan. Bukan maksud mama ingin ikut campur tapi mama ingin kamu belajar memiliki hati yang luas untuk memaafkan suamimu"ucap Hilya yang sejak tadi mendengar ucapan keributan antara putrinya dan menantunya.
"Coba kamu pikirkan kembali sayang"ucap Kala yang membuat Arumi terdiam.
Setelah berkutat dengan pikirannya, kini Kenan menyantap makan malam bersama keluarga Gerald disatu meja makan, walaupun dalam kondisi Arumi masih mendiamkan dirinya.
Selesai makan malampun, Kenan tidak mau pergi dari rumah ini, dia masih ingin terus bersama Arumi disampingnya.
__ADS_1
"Kenan menginaplah, hari sudah malam. Maukan?"tanya Hilya yang melihat wajah menantu laki-lakinya tidak ingin berpisah dari putri satu-satunya itu.
"Mau ma"ucap Kenan dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
"Aku tidak setuju, ini belum larut malam, dia masih berani untuk pulang ke rumahnya"ucap Arumi.
"Kata siapa mama minta persetujuan kamu? Ini rumah mama, rumahmu itu bersama dengan Kenan"ucap Hilya yang membuat putrinya terdiam.
...✴️...
Matahari mulai menyinari pagi, Kenan terbangun dari tidurnya dan dia senang bisa tidur sambil memeluk tubuh istrinya kembali bahkan melihat istrinya sedang tidur disisinya.
Saat Arumi terbangun, dia tersadar bahwa ada laki-laki yang berada disampingnya sedang tertidur pulas, padahal jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi untuk bersiap berangkat ke kantor.
"Kenan bangun! kamu harus pergi bekerja! bangun Kenan!"ucap Arumi sambil menepuk-nepuk pipi suaminya.
Kenan yang sudah terbangun sejak tadi, hanya bisa berpura-pura bangun dan menggeliatkan tubuhnya untuk mengumpulkan nyawanya.
"Mandi sana, aku siapkan pakaian untukmu dulu"ucap Arumi yang sengaja membeli beberapa pakaian pria setelah menikah untuk Kenan gunakan sewaktu-waktu mereka menginap dirumahnya.
"Sudah sana ke kamar mandi, kamu bau tau"omel Arumi yang membuat Kenan tersenyum dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
...✴️...
Setelah mempersiapkan keperluan suaminya Arumi turun ke meja makan seorang diri, meninggalkan Kenan diatas yang sedang memakai pakaian yang sudah dia siapkan mungkin.
"Kenan mana sayang?"tanya Kala pada putrinya yang duduk dimeja makan.
"Lagi ganti pakaian, nanti juga turun"ucap Arumi.
Tidak butuh waktu lama, Kenan segera turun dari kamar Arumi dan menyusul istrinya diruang makan yang sudah ramai.
"Kenan, bagaimana kondisi perusahaanmu saat ini?"tanya Kala pada menantu laki-laki satu-satunya.
__ADS_1
"Alhamdulillah udah stabil pa"ucap Kenan.
"Tadi papa melihat saham perusahaanmu terus melonjak naik, kamu hebat Nak"ucap Kala yang bangga memiliki menantu seperti Kenan.
"Iya pa, Alhamdulillah kan nanti juga yang meneruskan anak-anak Kenan Pa"ucap Kenan sambil mengusap perut Arumi yang membesar.
"Yaudah jangan bicarakan perusahaan terus, ayo sarapan. Jangan sampai telat"ucap Hilya yang menegur suami dan menantunya yang selalu membicarakan bisnis dan perusahaan.
Setelah selesai sarapan, Kenan memaksa Arumi untuk diantarkan ke perusahaan Gerald. Namun sikap Arumi meskipun masih dingin tapi setidaknya masih mau menerima keberadaannya dan mau menjawab setiap pertanyaannya saat ini.
"Oh iya, nanti kita makan siang bersama ya. Aku akan ke perusahaanmu nanti siang"ucap Kenan yang membuat Arumi hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Yaudah hati-hati, jangan capek-capek ya, kasian anak kita nanti ikut stress juga"pinta Kenan.
"Iya, yaudah aku pergi ke kantor"ucap Arumi yang ingin keluar dari mobil Kenan namun ditahan oleh laki-laki itu.
"Aku masih suamimu Arumi, apa mencium tanganku saja kamu keberatan?"tanya Kenan yang segera membukakan pintu mobil miliknya.
Arumi yang merasa bersalahpun, segera mencium punggung tangan milik Kenan dan Kenan mengambil kesempatan untuk mencium bibir ranum milik istrinya dengan begitu rakus dan lama.
Merasa Arumi kehabisan oksigen, Kenan segera melepaskan ciumannya dan melihat wajah istrinya yang mengambil nafas akibat kesalahan dengannya.
"Kamu gila!"ketus Arumi dengan sebal malah membuat Kenan justru tersenyum penuh kemenangan.
"Tapi kamu tidak menolak"ledek Kenan yang membuat pipi Arumi bersemu merah seperti tomat.
"Menyebalkan"ketus Arumi.
"Aku merindukanmu sayang"ucap Kenan dengan tulus.
"Alasan!"
Arumi memilih segera keluar dari mobil milik suaminya itu, dibanding dia harus tidak bisa keluar dengan ***** Kenan yang seperti saat ini sekarang.
__ADS_1
(JANGAN PELIT DALAM LIKE DAN KOMEN YA!!! 🙏)