Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Marahnya Kaivan


__ADS_3

Setelah melaksanakan acara lamaran seharian, tubuh Arumi merasakan sangat pegal yang tiada tara karena membantu menyusunkan dekorasi lamaran selama berlangsung, dan kedua orangtua Anita yang awalnya terkejut melihat tubuh putrinya kini sedang mengandung anak dari keluarga Gerald, sekaligus anak dari laki-laki yang dicintai putri merekapun sangat bahagia, walaupun itu sulit untuk dibenarkan.


Arumi yang mau ke kamar Kaivanpun, terkejut mendengar omelan dari tante Laras, ibu kandung dari Anita yang sedang memarahi putrinya habis-habisan hanya bisa mematung.


Kaivan yang melihat Arumi berdiri didepan kamar miliknyapun, berjalan untuk pelan untuk mengagetkan adiknya namun saat suara lantang itu terdengar ditelinga Kaivan, membuat laki-laki itu hanya bisa terdiam.


...✴️...


Sedangkan didalam kamar, Anita mengajak mamanya untuk masuk ke kamar yang disinggahinya untuk sementara, walaupun sebenarnya ini adalah kamar asli milik Arumi.


"Anita, kenapa kamu melakukan semua ini?"ucap Laras melemah dengan wajah yang tertunduk.


"Apa maksud mama?"tanya Anita yang sama sekali tidak mengerti pembicaraan sang ibu, sedangkan Laras segera menegakkan wajahnya menatap wajah putrinya dengan tajam.


"apa kamu pikir mami ini Bodoh?! kamu ini cerdas sejak masa sekolah dan menjadi kebanggaan mami satu-satunya, Mami tau kamu sangat mencintai Kaivan! Tapi bukan seperti ini jalannya, Nak! Kamu salah!"omel Laras dengan airmata yang turun membasahi pipinya.


"Maafin Anita Mi, Anita salah tapi yang mami pikirkan itu salah, Anita sama sekali tidak menjebak Kaivan untuk menikahi aku"ucap Anita dengan suara bergetar dengan airmata yang sudah jatuh dipipinya.


"Kamu mengecewakan mami, Anita! Anakku yang bernama Anita tidak mungkin melakukan hal semurahan ini hanya demi seorang pria! Kamu meminta mami untuk menyetujui kamu agar tinggal seorang diri di Indonesia untuk menjadi dokter ahli bedah, Mami setujui permintaan kamu! Walaupun mami tau kamu balik ke Indonesia hanya untuk mengejar Kaivan, Mami gagal mendidik kamu, Nak!"ucap Laras yang berteriak menyalahkan dirinya sendiri yang tidak becus mendidik anak, hingga membuat Anita yang duduk dipinggir ranjang langsung memeluk kaki sang ibu.


"Maafin Anita mi, udah buat mami kecewa. Mami ga pernah salah dalam mendidik Anita, tapi Anita yang tidak becus menjaga diri Anita sendiri, maafin Anita ya, Mi"ucap Anita yang menangis memeluk kaki sang ibu.

__ADS_1


"Anita, kapan sih kamu sadar nak?! Kaivan tidak mencintaimu, selama ini mami tau bagaimana sikap dingin Kaivan padamu, sekalipun kamu memiliki anak darinya, dia tidak akan pernah mencintaimu yang dia cintai selamanya hanya Cici bukan kamu!"bentak Laras yang membuat Anita menghapus airmatanya dengan kasar.


"Aku bisa mi, membuat Kaivan mencintaiku dan anakku, tolong Mami percaya Anita"ucap Anita yang menggenggam kedua tangan Maminya.


"Kamu selalu mengatakan hal itu kepada Mami! Tapi apa?! Kaivan tidak pernah melihatmu sedikitpun, sejak kamu hamil dan tinggal dirubah keluarga Gerald, pernah Kaivan mengatakan cinta padamu? Pernah Anita? Jawab Mami?!"bentak Laras dengan emosi yang tidak bisa dikontrol lagi, sedangkan lidah Anita keluh karena sampai saat ini kata cintapun tidak pernah terucap dari mulut Kaivan.


Laras yang melihat putrinya terdiam duduk dilantaipun mengerti jawabannya, bahwa Kaivan tidak sungguh-sungguh ingin bersama dengan putrinya melainkan hanya ingin bertanggung jawab atas bayi yang terdapat dalam kandungan Anita.


"Mami menyetujui kamu lamaran dan menikah dengan Kaivan, tapi kamu harus ingat bahwa dia hanya ingin bertanggung jawab pada bayi dalam kandunganmu, tidak benar-benar mencintaimu. Jadi mami harap setelah kamu menikah dan melahirkan anakmu, bercerailah dengan Kaivan, mulailah ikhlaskan Kaitan dan jalanin hidup sendiri di Eropa nanti bersama Mami dan Papimu"ucap Laras melemah karena sudah kehabisan kata-kata dengan putrinya.


"Baik mami"ucap Anita.


Brak!!!


"Anita, aku kecewa denganmu! Menyetujui permintaan mamimu setelah menikah kita berpisah?! Apa menurutmu pernikahan kita itu main-main?!"bentak Kaivan yang mendapatkan tatapan dingin dari Anita.


"Lalu kamu ingin mendapatkan jawaban seperti apa tuan Kaivan?!"bentak Anita, namun Kaivan mengacuhkannya karena dia tidak ingin bertengkar dengan Anita lebih lama lagi.


"Tante, pernikahan itu hal yang sakral bukan main-main. Kenapa tante meminta Anita untuk bercerai? Itu bukanlah hal yang baik! Saya dan Anita sudah dewasa, kami mengerti jalan hidup kami seperti apa yang baik untuk dijalani bersama, saya permisi"tegas Kaivan yang langsung pergi keluar kamar diikuti Arumi yang sejak tadi hanya diam, karena takut melihat wajah marah abangnya.


Kaivan memilih berjalan ke taman belakang rumahnya, sedangkan Arumi kembali ke ruang tidur untuk tamu dimana ada suaminya yang sedang bersandar diatas kasur dengan tablet ditangannya, langsung membuat Arumi naik ke atas kasur dan bergelayut manja dibahu suaminya karena masih sangat takut.

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang?"tanya Kenan yang langsung meletakkan tabletnya dimeja, dan langsung memeluk tubuh Arumi yang membuatnya khawatir.


"Tadi aku liat bang Kaivan marah, dia sangat menyeramkan seperti iblis"ucap Arumi pelan yang dapat didengar oleh Kenan.


Sedangkan Kenan sudah sangat mengetahui sifat dan sikap kedua abang iparnya itu yang terkenal sangat menyeramkan apalagi didunia bisnis, dan tidak pernah mengenal kata ampun pada setiap pesaingnya.


"Memang abang kamu, kenapa lagi?"tanya Kenan sambil mengusap-usap pucuk kepala sang istri agar menenangkan Arumi.


"Dia marahan dengan Kak Anita, tante Laras meminta Kak Anita setelah menikah dan melahirkan anak agar berpisah dengan abang, dan Kak Anita menyetujuinya"ucap Arumi dengan sangat hati-hati.


"Tentu saja dia sangat marah, jika aku menjadi abangmu mungkin aku akan marah, aku tau siapa abangmu, dia tidak mungkin mau asal tidur dengan perempuan manapun kalau tidak ada tempat dihatinya"ucap Kenan dengan santai.


"Jadi menurutmu, abang mencintai Kak Anita? seriusan? beneran?"ucap Arumi dengan senyum mengembang diwajahnya meminta jawaban pada sang suami.


"Iya sayang"ucap Kenan yang luluh dengan wajah cantik milik istrinya yang mulai membulat, sangat mengemaskan.


"Yaudah aku mau bilang ke Kak Anita dulu ya!"ucap Arumi yang baru saja bergeser dari kasurnya segera di tarik kembali kedalam pelukan suaminya, dan Kenanpun meletakkan kepala Arumi diatas kasur.


"Sayang kamu tidak usah terlalu ikut campur dalam urusan orang lain"ucap Kenan dengan wajah yang hanya tersisa beberapa centimeter, bahkan Arumi dapat merasakan deru nafasnya menyapu wajahnya. "Ada yang lebih penting kamu urus"lanjutnya berbisik tepat ditelinga Arumi.


"Kamu jangan macam-macam yaa"ucap Arumi.

__ADS_1


"Aku rindu kamu sayang dan anak kita"ucap Kenan yang tersenyum kemenangan melihat istrinya sudah memejamkan mata dan pasrah padanya untuk malam ini.


__ADS_2