Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Pemindahan Alih


__ADS_3

Arumi dan Kenan masuk ke dalam kamar untuk mengistirahatkan tubuh mereka agar bisa beraktifitas esok harinya. Namun Arumi segera ke kamar mandi untuk buang air kecil, sedangkan Kenan mengangkat telfon dari kakaknya, Kiara.


Kiara menjelaskan panjang lebar tentang keadaan Rania yang sudah sangat hancur akibat Kazi yang sangat tega menghancurkan mimpi wanita itu dalam semalam, sedangkan Kenan tidak tau apapun tentang masalah Rania dan juga keluarga Gerald yang masih berlanjut.


Kenan hanya mampu menghela nafasnya beberapa kali, karena Kenanpun sudah beberapa kali mengingatkan Rania untuk tidak menyenggol sama sekali istrinya, itu sama saja mencari mati dan menggali lubang untuk diri sendiri. Dan Kenan tau betul bahwa jika Kazi bertindak siapapun tidak akan bisa mencegahnya dan berdebat dengannya termasuk dirinya yang hanya seorang adik ipar.


"Ada apa?"tanya Arumi yang segera naik kasur dan duduk disamping Kenan.


"Apa kamu sudah tau karir Rania hancur serta keluarganya bangkrut dan perusahaannya diakuisisi oleh Perusahaan Gerald?"tanya Kenan dengan intens, sedangkan Arumi sangat tidak suka bahwa suaminya sangat peduli pada wanita lain, apalagi wanita itu mantan kekasih Kenan.


"Aku tidak tau bang Kazi ternyata akan melakukan apapun yang dia ucapkan"ucap Arumi yang sangat mengingat perkataan abangnya yang sangat marah saat itu.


"Tentu saja seorang Kazi tidak akan main-main dalam perkataannya, memangnya ada masalah apa lagi? Kenapa tidak cerita ke aku?"tanya Kenan.


"Kamu ingin tau masalah itu karena kamu khawatir sama aku atau kamu khawatir dengan keadaan mantan kekasihmu itu?"tanya Arumi dengan dingin. "Sudahlah aku mau tidur, ngantuk!"ucapnya yang langsung merebahkan tubuhnya dikasur, membelakangi Kenan.


...✴️...


Setelah selesai mandi dan juga selesai sarapan, Arumi benar-benar mengacuhkan Kenan walaupun dia tetaplah menyediakan pakaian kantor suaminya, tapi dia tidak sama sekali berbicara dengan Kenan bahkan menghindari pembicaraan.


Setelah selesai sarapan Hilya meminta waktu Arumi untuk mengobrol dengannya sebentar sebelum berangkat kerja, karena dia menyadari bahwa putrinya sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja dengan suaminya.

__ADS_1


"Arumi, ada apa dengan kamu dan Kenan, Nak? Tidak baik mengacuhkan suamimu seperti itu?"tanya Hilya dengan lembut sambil mengusap kepala putrinya yang dibalut dengan hijab.


"Gatau Ma, mood Arumi lagi ga bagus aja hari ini, mungkin karena Arumi gugup harus pergi ke perusahaan"ucap Arumi berbohong yang ditutupi dengan senyuman lembut.


"Baiklah kalau gitu, yaudah sana berangkat ke kantor. Papamu, kedua abangmu dan Kenan akan segera berangkat tuh"ucap Hilya yang membuat Arumi tersenyum dan mencium telapak tangan Mamanya, berjalan keluar rumah yang ternyata sudah ditunggu oleh Kenan.


...✴️...


Sepanjang perjalanan Arumi hanya diam saja, tidak berbicara sedikitpun pada suaminya, bahkan dia lebih memutuskan untuk melihat pemandangan diluar jendela mobil, dibanding menatap wajah Kenan.


"Sayang, kamu masih marah denganku? aturan aku yang marah sama kamu, ada masalah apapun menyangkut dirimu, kamu ga pernah berkata-kata apapun itu padaku. Aku ini udah menjadi suamimu Arumi, bukan pacar lagi. Tapi sifatmu masih tidak berubah, masih sama seperti dulu, menyelesaikan masalah tanpa menanyakan atau berbicara padaku"ucap Kenan dengan lembut pada istrinya sambil fokus mengendarai mobil dijalan. "Nanti kita pulang ke rumah keluarga Abraham, pulang kerja, aku jemput"lanjutnya.


20 menit kemudian, tiba diperusahaan Gerald, seluruh karyawan berdiri menyapa kehadiran pemilik gedung pencakar langit dengan keindahan dan kemewahan yang berada dipuncak paling atas.


Tidak butuh waktu lama, bangku itu dibawa oleh karyawan dan segera Kenan membantu istrinya untuk duduk diatas bangku dengan perlahan. Bahkan Arumi bersandar di dada bidang suaminya seperti memeluk, melihat itu seluruh karyawan dan karyawati merasa sangat iri atas keromantisan dan kehangatan yang Kenan berikan pada istrinya yang sedang hamil. Padahal berita yang ada di media adalah bahwa seorang Kenan itu direktur muda yang sangat dingin terhadap perempuan manapun.


"Apa kamu masih merasa sakit?"tanya Kenan yang mengusap-usap perut Arumi yang sudah mulai membesar.


"Sudah gapapa kok"ucap Arumi dengan senyum lembutnya yang mampu menenangkan kegelisahan dan kekhawatiran Papa, kedua abangnya serta suaminya.


Tidak butuh waktu lama, Arumi berpidato dengan sangat luwes, singkat dan juga dapat dengan mudah diterima oleh para karyawan-karyawan kantor perusahaannya.

__ADS_1


"Aku akan menggendongmu"ucap Kenan yang bersiap menggendong Arumi dengan tangannya.


"Gamau, apa-apaan sih kamu! Malu tau ini dikantor!"ketus Arumi, bukan Kenan namanya jika menerima saja keputusan istrinya. Segera Kenan menggendong ala bridal Arumi berjalan ke arah lift yang diikuti Papa mertuanya dan kedua abang iparnya yang memberitahukan dimana tempat kerja istrinya.


"Diamlah, aku kesusahan jika kamu bergerak"ucap Kenan yang membuat Arumi hanya mengalungkan kedua tangannya pada suaminya dan menyembunyikan wajahnya didada bidang milik suaminya karena malu dilihat para karyawan.


Kenan membawa Arumi dan membaringkan tubuh istrinya disofa besar dalam ruangan yang besar dengan tampilan modern itu.


"Aku sudah memanggil dokter kandungan kemari untuk mengecek keadaannya"ucap Kaivan.


"Aku ga apa-apa abang, hanya kelelahan aja berdiri diatas podium"ucap Arumi.


Ponsel Kenan berdering dengan kencang, dan segera Kenan mengangkat panggilan itu yang ternyata dari asisten pribadinya.


"Dari Kak Rendy ya?"tanya Arumi.


"Gapapa kok, aku mau nungguin hasil dari dokter tentang keadaanmu dan calon anak kita"ucap Kenan yang sangat khawatir dengan keadaan Arumi yang tadi sangat kesakitan diperutnya.


"Kenan, pergilah urus pekerjaanmu. Disini ada kami yang akan menjaga Arumi, kami akan mengabari keadaan Arumi saat dokter telah tiba. Ingat kamu juga harus menafkahi adik saya dan juga calon keponakan saya nanti"ucap Kazi dengan bijak sambil menepuk bahu Kenan.


"Baiklah, Pa, bang, saya ke kantor nanti kabari kondisinya ya"ucap Kenan yang langsung berjongkok dihadapan istrinya dan mencium dahi Arumi dengan lembut. "Kabarin aku ya"ucapnya yang membuat Arumi menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.

__ADS_1


Dengan berat hati, Kenan harus pergi keluar ruangan itu meninggalkan istrinya yang sedang merasakan sakit karena ada rapat dengan salah satu perusahaan jepang ternama yang akan membahas proyek baru yang akan dilaksanakan segera mungkin dan Kenan sudah memundurkan terus menerus karena ada acara pernikahan Kaivan dengan Anita.


Dengan kecepatan penuh, Kenan mengarahkan mobilnya menuju perusahaan Abraham miliknya dan harus sesegera mungkin mengejar waktu untuk rapat.


__ADS_2