
Selama 3 hari berturut-turut, Arumi menghabiskan honeymoon bersama Kenan dengan romantis, bahkan Kenan berubah saat statusnya menjadi suami karena begitu memanjakan Arumi dimanapun.
Tetapi Arumi sungguh tidak menyangka bahwa Kenan benar-benar sangat buas diranjang, bahkan laki-laki itu terus meminta haknya sebagai suami hingga membuat Arumi harus rela menghabiskan waktunya lebih banyak dikamar dibanding melihat pemandangan, namun dalam lubuk hati terdalam dia sangat menyukai setiap sentuhan dari Kenan.
"Selamat pagi sayang"ucap Kenan dengan senyum diwajah manisnya saat melihat mata Arumi terbuka dari tidurnya.
"Pagi suamiku"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya, karena dirinya sangat senang bahwa ketika dirinya sudah membuka mata ada suaminya yang sangat tampan masih setia memeluk tubuhnya dan menyapa pagi dengan cerah.
"Bangunlah, mandi. Aku akan pesankan sarapan untuk kita"ucap Kenan dengan senyum diwajahnya, yang hanya dibalas dengan anggukan dari istrinya.
Arumipun berjalan dengan balutan selimut yang menutupi tubuhnya berjalan kearah kamar mandi dengan sangat pelan dan hati-hati karena sekujur tubuhnya sungguh masih sangat lelah, capek dan remuk akibat aktifitas malam.
Kenan yang melihat istrinya berjalan ke arah kamar mandipun segera menelfon ke bagian pelayan untuk memesan sarapan untuk dirinya dan Arumi mengisi perutnya yang keroncongan.
Bahkan Kenan sudah bangun terlebih dahulu dan mandi duluan dibanding Arumi, Kenan sengaja tidak membangunkan istrinya karena dia sangat tau bahwa Arumi sangat lelah akibat dirinya yang selalu meminta hak sebagai suami kepada Arumi, tak lupa juga sekujur tubuh Arumipun memiliki tanda kepemilikan yang dibuat oleh Kenan dan untungnya Arumi menggunakan hijab hingga bisa menutupinya.
Tidak butuh waktu lama, sarapan untuk Kenan dan Arumi tiba yang diantar oleh para pelayan laki-laki dan ditata dimeja serapih mungkin karena itu juga permintaan Kenan pada para pelayan di resort yang disewanya.
Setelah kepergian para pelayan, Arumi keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih dililit dengan handuk diatas kepalanya, membuat Kenan tersenyum melihat kecantikan istrinya yang sangat luar biasa di pagi hari.
"Kamu senyum-senyum, kesambet ya?"ucap Arumi yang melihat suaminya yang tersenyum tidak jelas.
"Iyaa aku kesambet, kesambet bidadari secantik kamu"ucap Kenan dengan senyum jailnya.
"Jijik banget"ucap Arumi menatap Kenan dengan tidak percaya, sedangkan Kenan tertawa mendengar apa yang istrinya katakan.
__ADS_1
"Kemarilah sarapan dulu"ucap Kenan yang menunjuk balkon resort yang memiliki pemdangan laut lepas yang indah dan tenang.
"Aku mau keringin rambut dulu"ucap Arumi yang duduk dikursi meja rias dan mengambil hairdryer dimeja.
Saat Arumi ingin mengeringkan rambutnya, hairdryer ditangannyapun diambil oleh Kenan dengan santainya, membuat Arumi ingin mengambilnya dari tangan sang suami namun tidak bisa.
"Duduklah, biar aku yang lakukan"ucap Kenan.
"Kamu ini baik hanya dipagi hari, biar malem hari bisa minta jatah"ceplos Arumi yang membuat Kenan tertawa mendengar itu.
Tapi Arumi tetap saja duduk dimeja rias dengan santainya, sedangkan Kenan membantu mengeringkan rambut istrinya dengan perlahan.
"Aku merindukan Angga"ucap Arumi pelan namun dapat didengar oleh Kenan.
"Hari ini kita pulang, kita pasti akan bertemu dengan adikmu"ucap Kenan yang mencoba menenangkan hati istrinya.
"Tidak sayang, aku tau perasaanmu padanya hanya sebatas kakak dan adik. Tidak perlu khawatir, aku menganggap Angga sebagai adikku juga kok"ucap Kenan.
"Lalu abang Kaivan, apa kamu cemburu padanya?"tanya Arumi yang sangat ingin tau apa yang dirasakan suaminya kini.
"Awalnya aku cemburu melihat kedekatanmu dengannya bahkan sampai memutuskanmu, aku menyesal melakukan hal bodoh itu, aku lebih mempercayai ucapan orang lain dan apa yang aku lihat sendiri. Tapi aku bersyukur dia menjadi abang ipar yang baik untuk selalu mendukungku agar bisa mendapatkan hatimu kembali, yaaaa walaupun agak menyebalkan sih"ucap Kenan yang membuat Arumi tertawa mendengar itu.
Kenan masih sangat ingat saat malam pingitan entah hari keberapa, dia tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan Arumi. Kenan memutuskan untuk ke rumah keluarga Gerald menemui Arumi, baru bertemu 5 menit, Kaivan mengganggunya bahkan memberitahu kepada kedua orangtuanya. Hingga harus membuat Kenan kerja diantar supir, pulang diantar supir dan selalu dalam pengawasan kedua orangtuanya jika berani menemui Arumi secara diam-diam.
Setelah beberapa menit mengeringkan rambut Arumi yang lumayan panjang, akhirnya Kenan mematikan Hairdryer tersebut dan meletakannya kembali diatas meja rias karena rambut istrinya kini sudah kering.
__ADS_1
"Sudah kering sayang, kamu bisa pakai hijabmu"ucap Kenan yang membuat Arumi memberikan ikat rambut padanya.
"Tolong kuncirin rambut aku"ucap Arumi yang tersenyum pada Kenan, sedangkan Kenan bingung harus menguncir rambut perempuan, karena ini adalah pertama kali untuknya.
10 menit menguncir rambut milik Arumi, namun tidak pernah berhasil karena yang dihasilkan adalah hasil kunciran rambut yang acak-acakan membuat Arumi malah seperti orang utan.
"Sayang, sepertinya kamu harus belajar menguncir rambut deh. Jika masih tidak bisa, jangan berharap untuk menyentuhku malam ini"ucap Arumi yang membuat Kenan mengerjapkan matanya tidak percaya.
Sedangkan Arumi mengambil ikat rambut miliknya pada Kenan, dan menguncir rambutnya dengan rapih lalu menggunakan hijab berwarna biru laut. Setelah itu Arumi berjalan ke balkon resort yang ternyata sudah tersedia makanan yang sangat mengunggah selera makannya.
"Sayang kemarilah, kita makan"ucap Arumi memanggil Kenan yang masih terdiam dihadapan meja rias.
Kenan yang dipanggilpun langsung menghampiri istrinya dan duduk dihadapannya dengan wajah datar karena dia memiliki tugas oleh Arumi untuk bisa menguncir rambut istrinya.
Arumipun makan hidangan diatas balkon dengan sangat lahap dengan Kenan yang masih mencuri-curi pandang pada istrinya.
"Sayang, kamu meminta apa aja aku kasih, kamu mau mall sama seisinyapun aku beliin, masa iya aku harus bisa menguncir rambutmu baru bisa menyentuhmu?"rengek Kenan yang mencoba meminta pengertian pada istrinya.
"Apa kamu keberatan?"tanya Arumi.
"Tentu saja aku keberatan, masalahnya seumur hidupku aja aku sebagai laki-laki tidak pernah menguncir rambut, kedua aku ga pernah menguncir rambut Kak Kiara yang ada aku jailin dia, ketiga minta yang lain aja"bujuk Kenan pada Arumi.
"Kalo kamu keberatan tinggal aku bilang sama abang Kaivan, paling abang akan menyuruhku tinggal dikediaman keluarga Gerald dan kamu akan dimarahi oleh abangku"ucap Arumi yang menakut-nakuti suaminya dengan nama abangnya.
"Aku pasti bisa kok, hanya menguncir rambut aja. Aku tidak akan biarkan abangmu menindasku"ucap Kenan yang tau siapa itu Kaivan, karena sifat dan sikap mereka itu hampir mirip sebelas dua belas.
__ADS_1
***
Maaf yaa untuk para pembaca, dikarenakan kemarin aku demam jadi tidak bisa melanjutkan novel ini, dan sekarang alhamdulillah aku kembali sehat, jaga kesehatan ya 😊