
Sejak tadi pagi Arumi terus merengek pada Kazi meminta laki-laki dewasa dan tampan itu untuk menemaninya rapat di perusahaan milik suaminya karena Arumi tidak terbiasa rapat diluar perusahaan miliknya apalagi itu perusahaan milik suaminya untuk memperkenalkan proyek terbaru yang akan diluncurkan dalam kerjasama itu.
"Abang ayolah temani aku!!!"rengek Arumi yang terus bergelayut ditangan kekar milik Kazi, sedangkan Kazi sangat jengah mendengar rengekan dari adiknya yang sejak tadi mengikutinya kemanapun dan merengek setiap saatnya.
"Arumi, abang percaya kamu bisa tanpa abang dampingi. Kamu perempuan hebat Arumi yang akan memimpin perusahaan ini kedepannya"ucap Kazi mencoba menenangkan hati adiknya yang tidak henti-hentinya meminta ditemani untuk rapat.
"Anak-anaknya mommy, lihat tuh om kalian sangat tidak menyayangi mommy, masa ga mau menjaga mommy, padahal mommy sedang hamil kalian"ucap Arumi menirukan suara anak kecil sambil mengusap-usap perutnya yang semakin membesar dihadapan Kazi.
Sedangkan Kazi yang mendengar penuturan dari mulut adiknya itu akhirnya menghelakan nafasnya dengan berat, karena adiknya itu membuat dirinya sangat sulit untuk menolak permintaan dari perempuan satu itu selain mamanya.
"Arumi belajarlah mulai dari sekarang, kamu harus bisa memimpin rapat seorang diri kalo kamu ga bisa mengatasi rasa percaya dirimu"ucap Kaivan yang langsung masuk ke ruang kerja Kazi karena mendengar suara rengekan dari Arumi.
"Abang Kaivan udah ga sayang sama Arumi lagi, dulu aja waktu Arumi hilang bilangnya kalo adiknya ketemu mau dimanjain, dibahagiain, diturutin segala macam. Giliran aku udah terbukti jadi adik kalian, kalian malah kaya gini sama aku. Emang bener ya ucapan laki-laki ga bisa dipegang, cuma bisa discrenshot!"ucap Arumi yang duduk disofa dalam ruangan Kazi. dengab wajah cemberut.
Kazi dan Kaivan yang melihat wajah adik perempuan satu-satunya cemberutpun melemparkan tatapan mereka bergantian karena bingung harus membaik-baikkannya seperti apa lagi, karena semenjak hamil sikap Arumi menjadi sangat sensitif.
Dengan segala upaya berbicara apapun Arumi tetap cuek dan tidak mendengarkan kedua abangnya hingga Kazi menyetujui akan menemani Arumi untuk pergi ke perusahaan Abraham membuat perempuan itu tersenyum, lalu mencium pipi abang sulungnya dan pergi kembali keruangannya dengan senyum yang sangat manis.
...*...
Sesampainya digedung pencakar langit, Arumi disambut dengan ramah oleh para karyawan-karyawan perusahaan Abraham, karena mereka tahu bahwa Arumi adalah istri sah dari bos mereka yang sangat dingin.
"Arumiiiiiii"ucap Sila yang berlari sambil merentangkan tangannya ke arah Arumi untuk memeluk tubuh wanita hamil itu.
__ADS_1
"Hy Silaaa"ucap Arumi dengan senang menerima pelukan dari teman baiknya itu sebentar.
"Hy twins apa kabar kalian disana?"ucap Sila sambil mengusap perut besar milik Arumi dengan senyum diwajahnya.
"Baik aunty, aunty apa kabar?"ucap Arumi menirukan suara anak kecil dengan imut.
"Aku baik. Kamu mau ketemu Pak Kenan ya?"tanya Sila.
"Iya, aku ada rapat dengan perusahaan Kenan untuk membahas kerjasama"ucap Arumi.
"Arumi, apa selama menjalin hubungan kamu selalu memanggil Pak Kenan dengan nama aja?"tanya Sila yang merasa aneh mendengarnya.
"Iya, kadang aku panggil sayang kalo dia tidak menyebalkan doang"ucap Arumi dengan polosnya.
"Walaupun kamu seumuran dengan Kenan, tapi biar bagaimanapun kamu istrinya, setidaknya jika ga mau panggil sayang, kamu panggil dengan sebutan mas gitu. Ini hanya saran dari aku aja sih"ucap Sila yang membuat hati Arumi mencelos.
Sedangkan Kazi yang melihat dan mendengar saran masukan dari Sila pada adiknyapun hanya mampu tersenyum tipis, karena dia tau kodratnya sebagai perempuan.
"Sila, Ayo ke ruang rapat"ucap seorang pria yang datang-datang langsung merangkul perempuan itu dengan santainya.
"Romi, jadi kalian ada rapat? yaudah balik sana"ucap Arumi yang tidak enak mengobrol dengan Sila panjang lebar.
"Iya nih anak kalo ketemu lu kaya ada lemnya, rekat banget. Kita dulu yaa Arumi"ucap Romi yang membawa Sila dengan santainya tanpa melihat ada sepasang mata yang tajam, menatap tidak suka dan siap menerkam kapanpun.
__ADS_1
Arumi melanjutkan jalannya kedalam lift bersama dengan Kazi yang membawakan tas adiknya dan hanya mampu diam sejak tadi.
"Apa Sila selalu seperti itu pada semua laki-laki?"ceplos Kazi saat sudah didalam lift yang hanya terdapat mereka berdua.
"Sila tuh anak yang baik, bukan hanya cantik doang bang. Aku aja nyaman didekat Sila, karena Sila tidak pernah membeda-bedakan orang. Tentu saja laki-laki juga akan nyaman didekatnya. Makanya bang Kazi pepet dong Sila, nanti kalo Sila diambil cowok lain duluan bisa gawat loh! Apalagi yang aku lihat Romi itu suka sama Sila tau bang"ucap Arumi dengan santainya ingin tau reaksi abangnya yang sepertinya mulai tertarik dengan Sila.
"Biarin aja jika laki-laki itu menyukai Sila apa peduliku"ketus Kazi yang stay cool dihadapan adiknya.
"Nanti diambil, Nangeeeesss!"ledek Arumi dengan tawanya.
Sesampainya diruangan milik Kenan, Arumi melihat banyak berkas yang menumpuk diatas meja, apalagi laki-laki itu masih fokus dengan laptop diatas mejanya.
"Assalamualaikum"salam Arumi yang membuat Kenan langsung berdiri dan menghampirinya.
"Wa'alaikumsalam sayang"ucap Kenan yang membuat Aurel mencium punggung tangan kanan suaminya, dan tak luput Kenan mencium dahi istrinya.
"Apa kamu lupa kalau kita akan rapat?"tanya Arumi dengan penuh selidik.
"Tidak sayang, kamu jangan pikir negatif tentang aku terus dong, yaudah kita masuk ke ruang rapat aja sekarang"ucap Kenan.
Ada rekan dari jepang yang juga ikut berpartisipasi bahkan ada beberapa jajaran yang membuat Arumi takut kalau dia tidak bisa membuat rekannya puas atas kerja kerasnya untuk meluncurkan proyek kerjasama mereka.
Duduk dimeja rapat yang disaksikan oleh banyaknya orang-orang penting dari kalangan atas yang luar biasa, membuat Arumi tegang dan gelisah. Kenan yang tau bahwa Arumi sedang geliasah hanya bisa menggenggam tangan istrinya dengan lembut memberikan kenyamanan dan ketenangan hingga akhirnya Arumi menjadi lebih tenang.
__ADS_1
Setelah menjadi lebih tenang, Arumi maju mempresentasikan tentang rencana bisnis yang akan dijalin pada 5 perusahaan besar dari dalam maupun luar negeri dengan santainya sambil mengeluarkan ide-ide brilian yang membuat Kenan bahkan Kazi kagum atas kecerdasan yang dimiliki wanita yang sedang mengandung diusia kandungannya yang ke 7 bulan.
"Kamu luar biasa sayang, aku kagum padamu dan semakin mencintaimu"bisik Kenan pada Arumi yang duduk disebelahnya setelah presentasi.