
Semua keperluan untuk menyambut kedatangan keluarga Kenan yang akan datang ke rumah keluarga Gerald sudah disiapkan sebaik mungkin, bahkan Mama Hilya membeli makanan super lezat dan mewah dari salah satu restoran ternama yang termasuk salah satu bidang kuliner yang dikembangkan oleh Perusahaan Gerald yang banyak diminati.
Tidak lupa juga Kaivan menelfon butik dan salon langganan mamanya untuk memakai pakaian yang selaras, terutama Arumi bisa memilih gaun apapun yang dia suka serta melalukan spa terlebih dahulu dirumah bersama Mama dan Ibu angkatnya sebelum dihias wajah cantiknya.
Bahkan Mama Hilya juga memesan perhiasan keluaran terbaru untuk dipilih putrinya agar dia bisa merasakan layaknya seorang putri dari keluarga Gerald, dan merasakan kasih sayang keluarga kandungnya yang tidak pernah Arumi dapat sebelumnya.
Bahkan sepatu laki-laki keluaran terbaru serta heels keluaran terbarupun sudah tersedia diruang pakaian yang cukup luas untuk ditaruh barang-barang yang dibawa.
"Mama menurutku itu berlebihan, kita hanya akan melakukan pertemuan dua keluarga bukan untuk fashion show"ucap Arumi yang tidak habis pikir dengan Mamanya yang membawa seluruh isi mall ke dalam rumah mereka.
"Apa kamu tidak suka?"tanya Hilya. "Mama hanya ingin kamu merasakan kasih sayang dari Mama dan Papa, bahkan sudah sepantasnya kamu mendapatkan ini. Kamu minta belikan Mall dan seisinya jugapun akan Mama belikan"ucapnya.
"Bukan gitu Ma"ucap Arumi.
"Sudahlah dek, terima aja yang kami berikan ini semua kepada kamu"ucap Kaivan.
"Baiklah, terimah kasih semuanya. Aku bahagia"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya melihat kebaikan hati keluarga yang sama sekali tidak dia dapatkan dari keluarga kandungnya.
"Iyaa sayang. Mama akan melakukan apapun untuk membuat kamu bahagia"ucap Hilya memeluk putrinya yang sedang mencari gaun-gaun yang cocok untuk acara pertemuan dua keluarganya.
"Assalamualaikum"salam wanita yang masuk keruang pakaian keluarga Gerald dengan senyum cantik diwajahnya yang membuat seisi ruangan menatapnya dengan kagum kecuali Kaivan.
"Wa'alaikumsalam kak Anita, sini masuk bantu aku pilih gaun"ucap Arumi yang berjalan ke arah Anita dan menarik pergelangan tangan wanita yang seusia abangnya itu dengan senyum diwajahnya.
"Kak, kakak cantik yang kamu bawa itu siapa?"tanya Angga yang masih mencocokkan jasnya dan membetulkan dasinya yang masih berantakan.
"Dia kak Anita, dokter keluarga Gerald"ucap Arumi yang memperkenalkan Anita dihadapan kedua orangtua angkatnya dan Angga.
__ADS_1
Anita yang melihat Angga kesulitan dalam memakai dasipun berinisiatif berjalan ke arah laki-laki yang jauh dari usianya untuk membantu memakaikan dasinya dengan benar dan rapih, Kaivan yang menyaksikan Anita membantu Anggapun memilih untuk keluar dari ruangan kostum itu.
"Terima kasih kak"ucap Angga yang sedikit menunduk dengan senyum diwajahnya, karena biarpun Angga masih duduk dibangku SMA namun tingginyapun hampir setara dengan Kenan dan Kaivan.
"Sama-sama"ucap Anita yang berjalan ke arah Arumi yang masih bingung memilih gaun yang sudah terpampang-pampang dengan sangat cantik, mewah dan elegan.
"Sekarang giliranmu, gantilah dengan gaun ini"ucap Anita yang memberikan gaun yang berada ditangannya yang menurutnya sangat cocok dengan Arumi.
"Baiklah kak"ucap Arumi yang mencoba gaun yang dipilihkan Anita dan keluar dengan senyum diwajahnya. "Bagaimana cocok tidak?"
"Cantik sekali putriku"ucap Papa Kala dan Ayah Dio berbarengan karena terpanah melihat kecantikan Arumi.
"Bagaimana Ma, Bu?"tanya Arumi pada kedua wanita paruh baya yang sedang duduk disofa didandani dengan para MUA terkenal.
"Sangat cantik sayang"ucap Ibu Nita dengan senyum diwajahnya.
Ting..Tong..
Bunyi bel berulang kali, dan dibukakan oleh salah satu pelayan dari keluarga Gerald yang disambut hangat dengan Papa Kala, Mama Hilya dan Kaivan, tidak lupa juga dengan Ayah Dio, Ibu Mira dan Angga dengan senyum diwajah mereka menyambut kehadiran keluarga Abraham dengan hangat.
"Selamat datang tuan Abraham dikediaman rumah kami"ucap Kala yang menjabat tangan keluarga Abraham bergantian.
"Mari masuk"ucap Hilya yang berjalan ke arah ruang makan yang diikuti lainnya ke meja makan yang super besar yang sudah terdapat makanan mewah, lezat, halal dan berkualitas.
Mereka semuapun duduk diruang makan, namun mata Kenan mencari keberadaan Arumi yang tak kunjung dilihatnya sejak didepan rumahnya.
Sedangkan didalam kamar, Arumi masih tidak berani turun ke ruang makan karena degup jantung sangat kencang sekali, dia sangat gugup untuk bertemu keluarga besar Kenan walaupun ini bukanlah hal pertama kalinya.
__ADS_1
"Ayo kita temui calon suamimu"ucap Anita dengan senyum diwajahnya.
"Aku sangat gugup kak!"ucap Arumi yang menggenggam kedua tangan Anita dengan sangat erat.
"Ada aku, aku temani"ucap Anita yang berjalan keluar dari kamar dan menuruni tangga yang disambut dengan seluruh tatapan mata keluarga besar yang sedang duduk dimeja makan.
"Calon menantu kita cantik sekali ya, Pa?"puji Tiara yang menatap Arumi yang anggun berjalan dengan gaun yang sangat elegan dan manis untuk dirinya.
"Iyaa sangat cantik, putra kita beruntung mendapatkan bidadari seperti Arumi"ucap Bima dengan senyum diwajahnya.
"Tansky!!!"teriak Hanan yang berlari kearah Arumi yang disambut dengan pelukan serta ciuman dipipi laki-laki kecil itu.
Arumi sangat gemas melihat Hanan datang dengan memakai jas yang membuat wajah tampan laki-laki kecil itu terlihat jelas, bahkan Arumi tidak segan menggendong Hanan dihadapan keluarganya dan keluarga Kenan.
"Sayang, sini sama mami. Tantemu keberatan"ucap Kiara yang berdiri dari duduknya.
"Gapapa kok kak, aku ga keberatan. Aku merindukan jagoan kecil ini"ucap Arumi yang berjalan menduduki kursi yang berhadapan dengan Kenan.
Bahkan Arumi sudah melupakan gugupnya karena melihat wajah Hanan yang mampu menenangkan hatinya, dan juga Anita yang duduk disampingnya. Mata Arumi selalu menghindar dari Heru yang menurutnya Kakek dari Kenan itu sama sekali tidak menyukainya.
Makan malampun sudah selesai, dan kini mereka berpindah tempat keruang keluarga untuk membicarakan tentang hubungan Arumi dan Kenan yang akan dibawa ke jenjang yang lebih serius lagi.
Kenanpun tanpa ragu sama sekali, dia mengutarakan keinginannya untuk melangkah ke jenjang pernikahan bersama Arumi tanpa acara pertunangan, karena dia benar-benar sangat ingin menjadikan Arumi sebagai istri serta ibu dari anak-anaknya.
Bahkan sempat ada beberapa pendapat untuk mengatakan bahwa pernikahan mereka akan diadakan 3 bulan lagi, namun Kenan bertekad ingin melaksanakan pernikahan 2 minggu lagi yang membuat Keluarga Arumi kaget dengan tekad Kenan yang sangat kuat.
'Ternyata adikku tidak salah memilih laki-laki'batin Kaivan yang mengulum senyumnya karena melihat tekad yang kuat dari Kenan yang sangat begitu mencintai adiknya.
__ADS_1
Hingga akhirnya kedua belah pihak keluarga setuju akan melaksanakan pernikahan mereka dua minggu setelah pertemuan ini.