Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Martabak


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama untuk Kenan mendatangi Arumi yang sedang duduk bersebehalan dengan seorang karyawan yang termasuk teman baik istrinya itu.


"Sayang, aku khawatir kamu kenapa-kenapa"ucap Kenan yang menghela nafasnya saat melihat wanita yang sangat dicintainya dalam keadaan baik-baik saja.


"Aku gapapa Ken, hanya menemani Sila yang sedang sedih melihat ibunya diruang operasi"ucap Arumi memeluk suaminya yang sangat khawatir, terlihat dari banyaknya keringat didahi Kenan yang sudah bercucuran bahkan suaminya datang ke rumah sakit tanpa harus mengganti pakaian kantor.


"Kamu membuatku takut setengah mati"ucap Kenan yang sangat lega melihat istrinya yang sama sekali tidak terluka.


"Arumi"ucap Kazi yang juga ikut mencari keberadaan sang adik, dan mengetahui keberadaan adik perempuannya dari Kenan.


"Abang kok kemari?"tanya Arumi dengan bingung.


"Gimana abang kaga kesini? Kamu membuat semua orang khawatir, kalau kemana-mana harus beritahu orang rumah, mengerti?"pinta Kazi dengan lembut.


"Iya, maaf bang."sesal Arumi yang merasa bersalah dengan membuat semua orang khawatir pada dirinya.


"Arumi, pulanglah. Gue ga apa-apa sendiri dan makasih ya udah bantu dan nemenin gue disini"ucap Sila yang membujuk wanita yang sedang berbadan dua itu untuk pulang.


Lagi dan lagi Arumi tidak mau pulang karena dia tidak tega meninggalkan Sila seorang diri dirumah sakit dalam keadaan sedih menunggu ibunya yang masih diruang operasi.


Hingga akhirnya Kazi berjanji pada Arumi bahwa laki-laki itulah yang akan menemani Sila dirumah sakit dan akhirnya wanita yang sedang mengandung itu mau dibawa pulang dengan Kenan, meninggalkan Kazi dan Sila diruang tunggu depan operasi.


"Pak Kazi, Arumi sudah pulang. Bapak juga boleh pulang kok, saya tidak apa-apa sendiri"ucap Sila, bukannya berjalan keluar dari ruang tunggu justru Kazi duduk bersandar diruang tunggu.


"Pak, saya tidak apa-apa sendiri"ucap Sila yang takut menjadi bahan omongan dari orang lain yang mengetahui laki-laki sesukses dan setampan Kazi, seorang putra pertama dari keluarga Gerald menemaninya menunggu ibu selesai operasi.


"Kamu diamlah, dan satu hal yang perlu kamu ingat. Saya tidak suka perempuan berisik"ucap Kazi dengan dingin dan memejamkan matanya karena malas menghadapi wanita.

__ADS_1


Sila yang kesal dengan mulut Kazi yang sangat dingin padanya, hanya bisa mencebikkan bibirnya dan diam karena dia tidak berani dengan laki-laki berkuasa seperti Kazi.


'Dasar laki-laki batu es!'batin Sila mengejek Kazi yang sedang memejamkan matanya.


"Jangan menghinaku secara diam-diam"ucap Kazi yang membuat Sila tercengang karena laki-laki itu tau bahwa Sila sedang mengejek bahkan ingin sekali memaki abang dari teman baiknya itu namun ditahan.


Sila memutuskan untuk duduk dibangku yang sedikit berjauhan dengan laki-laki menyebalkan seperti Kazi yang sangat-sangat tidak bisa menghibur orang sesaat sedih.


...✳️...


Kepulangan Kenan yang membawa Arumi disambut dengan seluruh anggota keluarga Abraham dengan senang, bahkan Tiara langsung berjalan kearah Arumi dan memeluk tubuh menantunya dengan sayang.


"Kamu membuat Mama khawatir sayang"ucap Kiara.


"Maaf ya Ma, Pa, semuanya udah buat kalian khawatir"sesal Arumi.


"Sudahlah Ma, yang penting hari ini istriku dalam keadaan baik-baik saja. Biarkan dia istirahat ya Ma"ucap Kenan yang segera membawa Arumi kedalam kamarnya.


Kenan yang sangat lelah mencari Arumipun hanya mampu menuruti keinginan istrinya yang sedang hamil, menggendong Arumi ala bridal layaknya pasangan suami istri yang baru saja menikah memasuki kamar mereka.


Setelah mandi dan mengganti pakaian, Arumi tidak langsung tidur tapi dia memainkan ponselnya mengklik-klik daftar menu makanan untuk diantar kerumah kediaman Abraham untuk dirinya.


"Sayang tidur"ucap Kenan dengan lembut yang melihat istrinya masih sibuk berkutat dengan ponsel yang berada ditangan Arumi.


Tidak butuh waktu lama, para pengirim makanan itu telah sampai dirumah kediaman keluarga Abraham dengan bunyinya bel didepan pintu yang terdengar olehnya.


Arumi yang mengetahui makanannya sudah tiba didepan rumah segera beranjak dari kasur dan keluar kamar dengan cepat karena tidak sabar untuk memakan makanan yang diinginkannya itu.

__ADS_1


Saat membuka pintu rumah, ternyata benar makanannya sudah ada dan segera Arumi membayar banyaknya makanan itu dan juga memberikan sang pengirim makanan yang tip karena sudah mau mengantar diwaktu yang hampir menjelang tengah malam.


Kenan yang mengikuti keberadaan istrinyapun terkejut melihat Arumi yang membawa banyak kotak makanan masuk kedalam rumahnya dan meletakkan dimeja makan dengan senang hati ternyata itu adalah Martabak varian rasa yang dipesannya masing-masing satu rasa.


"Sayang, apa kamu yakin bisa memakan ini sampai habis?"tanya Kenan dengan ragu.


Tiara yang melihat adik iparnya memesan martabak yang sangat banyak hanya bisa terdiam dan tidak berkata apapun.


"Ken, dia sedang ngidam, biarkan saja dibanding anakmu lahir dalam keadaan ileran"ucap Tiara yang menasihati adiknya.


"Tapi Kak ini tuh sangat banyak, nanti mubazir kalau ga habis"ucap Kenan.


"Kamu diamlah, dengarkan tuh apa kata Kak Tiara, jadi suami pengertian sedikit kek. Aku tuh sedang hamil dan langsung mendapatkan 2 sekaligus"omel Arumi yang langsung mencicipi martabak cokelat yang berada dihadapkan matanya. "Sini Kak makan sama aku"lanjutnya.


Tiara yang sedang mencoba diet, karena permintaan dari adik iparnya yang sedang hamilpun akhirnya ikut memakan martabat untuk membuat hati Arumi senang.


Hingga Arumi memilih memakan masing-masing rasa martabak itu hanya 1 potongan saja yang ditemani Tiara memakan martabak diwaktu yang menjelang tengah malam.


"Bagaimana makanannya?"tanya Kenan yang melihat istrinya tidak berhenti mengunyah ditengah malam.


"Sangat enak! Aku sudah selesai, Kenan tolong kamu habisin yaa semua martabak ini. Mubazir kalo aku buang"ucap Arumi yang segera berjalan ke arah dapur untuk mencuci tangannya.


Bahkan Kenan sama sekali tidak menyentuh martabat satupun, karena dia sudah kenyang melihat Arumi makan dengan lahap walaupun hanya 1 potong persatu varian rasa martabak.


"Sayang, kok martabaknya hanya diliatin aja sih? Makan dong"kesal Arumi yang melihat suaminya sama sekali tidak menyentuh satu potong martabakpun.


Hingga akhirnya Arumi mengambil satu potong martabak dan menyuapi Kenan yang sangat tidak ingin memakan makanan manis ditengah malam.

__ADS_1


"Sayaaaaannnggg! Aku nangis nih kalo kamu ga mau makan"ucap Arumi dengan airmata yang sudah berlinang.


Sedangkan Kenan hanya pasrah dan membuka mulutnya untuk menerima suapan martabak dari tangan istrinya. Arumi yang melihat suaminya makan martabak tersenyum puas karena saat hamil, Kenan tidak pernah tidak menuruti keinginannya.


__ADS_2