Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Kabar Bahagia


__ADS_3

"Kamu ga kerja?"tanya Kaivan yang pagi-pagi sudah melihat kedatangan adiknya dan duduk diruang makan bersama kedua orangtuanya dengan wajah sebal.


"Apa abang tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku?"ketus Arumi.


"Kamu tanya saja sama Mama dan Papa, aku sudah kasih tau semuanya dan aku akan menikahi Anita. Bukankah kamu suka jika Anita menjadi kakak iparmu?"ucap Kaivan.


"Iya, aku suka. Tapi.."ucap Arumi terpotong.


"Sudahlah Arumi masih pagi ya, nanti Mama ceritakan"ucap Hilya yang tidak ingin ada keributan di pagi hari diantara kakak beradik. Arumipun hanya menganggukkan kepalanya.


"Pagi"sapa Anita dengan senyum diwajahnya dan duduk disebelah Arumi.


"Pagi"jawab Arumi dengan senyum cantik diwajahnya, "Kok Kak Anita usah rapi aja? Mau kemana?"tanyanya.


"Kembali kerja di rumah sakit"ucap Anita. "Kenan kemana?"tanyanya yang tidak melihat laki-laki overprotective pada Arumi, karena dimana ada Arumi disitu pasti ada Kenan.


"Dia Keluar negeri, ada masalah perusahaan dadakan yang harus diurus, tapi aku udah ijin sama dia kok mau kesini"ucap Arumi.


Arumi juga bingung dan hatinya gelisah atas kepergian Kenan untuk pergi ke luar negeri mengurus masalah perusahaan Abraham yang berada California, maka dari itu dia memutuskan pergi ke rumah orangtuanya untuk mengalihkan pikirannya.


"Aku tidak mengijinkanmu kerja, bukankah kamu sudah mengajukan resign dari rumah sakit?"ucap Kaivan datar dengan nada tidak suka.


"Abang, Kak Anita tuh sedang hamil, abang bisa jaga hati Kak Anita ga sih? kalo Kak Anita sedih, janin yang ada diperutnya bisa menjadi lemah bahkan keguguran"ucap Arumi.


"Kamu menang tuan putri, Anita boleh kerja"ucap Kaivan yang melanjutkan makannya membuat Arumi tersenyum mendengar abangnya yang sangat mudah dibujuk olehnya.


"Oh iya, hari ini aku ada acara diluar negeri dan ini sangat penting. Tapi diperusahaan juga sedang ada proyek penting yang harus berhasil"ucap Kaivan menghembuskan nafasnya, sesekali memijit dahinya yang tidak sama sekali pusing.


"Biar proyek disini papa yang urus"ucap Kala menenangkan hati putranya, namun Kaivan menatap Arumi yang sedang makan.


"Tidak perlu Pa, biar Arumi yang mengambil perusahaan untuk sementara waktu"ucap Kaivan.

__ADS_1


"Apa?! Abang jangan bercanda deh, aku tidak berpengalaman dalam mengurus perusahaan"ucap Arumi.


"Darahmu itu mengalir darah keluarga Gerald, yang terkenal didunia bisnis, hari ini aku akan mengajakmu ke perusahaan, sudah tidak ada waktu lagi. pukul 10 pagi aku sudah harus berangkat"ucap Kaivan membuat Arumi menundukkan kepalanya karena ragu pada kemampuannya dalam memimpin perusahaan.


"Kamu pasti bisa Arumi"ucap Anita yang memegang kedua tangan Arumi memberikan keyakinan padanya dengan senyum yang hangat.


"Baiklah, aku akan membantu abang semaksimal mungkin mengurus perusahaan"ucap Arumi.


...✴️...


Setelah sarapan Kaivan segera mengantarkan Anita terlebih dahulu ke rumah sakit untuk bekerja, lalu berangkat ke perusahaan bersama Arumi untuk dikenalkan kepada para staf serta karyawan di perusahaan Gerald yang lebih besar dari perusahaan milik suaminya.


Saat kedatangan Kaivan dengan Arumi, seluruh karyawan tertunduk penuh hormat serta sesekali terpanah akan kecantikan Arumi yang mereka liat dimedia saat keluarga Gerald mengumumkan bahwa putri dari keluarga Gerald telah ditemukan, bahkan memiliki suami dari dunia bisnis yang terkenal yaitu Kenan.


"Rendy lebih baik anda disini, ajarkan Arumi untuk mengurus perusahaan"ucap Kaivan.


"Baik pak"ucap Rendy dengan patuh.


"Iya abang, hati-hati yaa disana dan jaga kesehatan juga"ucap Arumi yang melepaskan pelukannya dari Kaivan.


Setelah kepergian dari Kaivan, Arumi menelfon Kenan dan keluarga Abraham hanya untuk memberitahu bahwa dirinya mengambil alih perusahaan Gerald untuk sementara waktu.


Sehabis itu Arumi mempelajari tiap dokumen yang berada dimeja Kaivan dengan Rendy yang membantu, serta ada 1 rapat penting dimana Arumi yang mengambil alih dan mencapai kesepakatan diantara kedua perusahaan.


...✴️...


Sudah 3 hari Arumi mengambil alih perusahaan Gerald, selalu ada peningkatan dari hari ke hari itu membuat Rendy senang dan bangga pada adik sahabatnya sekaligus bosnya, bahkan sifat dan sikap Arumi lebih baik dari pada Kaivan yang sangat dominan dan sangat mendominasi dalam pekerjaan.


Tapi entah kenapa Arumi selalu muntah-muntah sudah 2 hari ini, dan tubuhnya sangat lemas sekali. Bahkan makanpun rasanya sangat tidak nafsu sama sekali, Rendypun bingung dengan perubahan Arumi yang biasanya tidak pilih dalam makanan, kini jadi sangat pemilih dan untungnya tidak terlalu merepotkan karena Arumi selalu ingin makanan dari kantin perusahaan.


"Nona apa tidak sebaiknya saya saja yang belikan dan makanan diruangan?"tanya Rendy yang melihat Arumi tersenyum senang melahap makanannya.

__ADS_1


"Kamu diamlah, jika cerewet lebih baik pergi dari sini, jangan panggil aku nona, panggil aku Arumi"ketus Arumi yang melanjutkan makan siangnya.


Hingga saat Arumi selesai makan dan beranjak dari duduknya, tiba-tiba saja kepalanya sangat pusing tiada tara membuat dirinya kehilangan kesadaran untunglah Rendy seorang asisten yang sangat bisa diandalkan, hingga mampu menopang Arumi dan segera pergi keluar perusahaan membawanya ke rumah sakit.


Rendy membawa Arumi melakukan pengecekan seluruh tubuhnya dirumah sakit, takut terjadi sesuatu pada Arumi yang bisa menyebabkan Rendy mati ditangan Kaivan dan Kenan.


"Maaf bapak siapanya nona ini ya?"tanya seorang dokter.


"Saya Asistennya, dia kenapa ya dok?"tanya Rendy khawatir yang melihat Arumi belum sadarkan diri.


"Rendy"ucap seseorang yang suaranya sangat dikenal oleh Rendy, yang ternyata adalah teman SMAnya yaitu Anita.


"Eh Anita, Ini Nit, Arumi pingsan diperusahaan dan belum sadarkan diri ampe sekarang"ucap Rendy.


"Dia kenapa Dokter Luna?"tanya Anita.


"Dia hanya hamil, dan harus butuh istirahat sekaligus minum vitamin yang rutin, pola makannya dijaga serta jangan membuat suasana hatinya buruk"ucap Dokter Luna dengan senyum diwajahnya.


"Sudah usia berapa minggu?"tanya Anita yang merasa senang pada Arumi.


"Jalan 3 minggu usia kandungannya saat ini, yaudah saya permisi dahulu yaa mau cek pasien yang lain dulu"ucap Dokter Luna dengan senyum manisnya, dan pergi keluar ruangan.


30 menit sudah berlalu, hingga akhirnya Arumi akhirnya sadarkan diri dan disambut wajah Anita yang sedang tersenyum padanya.


"Kak Anita, Kak Rendy"panggil Arumi yang segera mendudukan tubuhnya dengan perlahan. "Kenapa aku disini?"


"Kamu pingsan tadi di perusahaan, Kakak ingin kasih tau kabar bahagia ini ke kamu"ucap Anita dengan senyum diwajah cantiknya.


"Kabar bahagia apa kak?"


"Alhamdulillah saat ini kamu sedang mengandung, selamat Arumi kamu akan menjadi seorang ibu"ucap Anita yang membuat Arumi menangis karena terharu dan langsung memeluk tubuh Anita.

__ADS_1


__ADS_2