
"Kapan abang menikahi Kak Anita? perut dia akan semakin membesar, orang-orang pasti akan membicarakannya, jangan terlalu sibuk bekerja!"omel Arumi yang membuat Kaivan menengok ke arah Anita yang sedang menundukkan kepalanya.
"Aku akan meminta kedua orangtua Anita untuk ke Indonesia dalam waktu dekat, aku pasti akan menikahi Anita, ga perlu khawatir ya"ucap Kaivan menenangkan hati adiknya yang sangat peduli pada Anita.
"Baiklah, aku akan pulang dulu"ucap Arumi yang mencium tangan abangnya dan pergi meninggalkan Kaivan dengan Anita berdua.
"Pak Rendra sudah aku suruh pulang duluan, kamu naik ke mobil aku ya"ucap Kenan yang diikuti oleh Arumi masuk kedalam mobil suaminya.
Sepanjang perjalanan tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut Arumi, wanita itu memilih melihat ke arah luar jendela melihat orang-orang berlalu lalang. Kenan masih merasa bahwa Arumi memang berada didekatnya namun sangat jauh dari jangkauannya, tapi lebih baik seperti ini dibandingkan tidak melihat sama sekali Arumi.
"Aku ingin makan soto"ucap Arumi yang membuat Kenan tersenyum kecil.
"Iya aku carikan"ucap Kenan yang segera mengendarai mobilnya ke arah kedai soto, tempat dimana dia dan Arumi makan bersama saat masih sekolah.
Saat Kenan memberhentikan mobilnya, tepat disebuah kedai kecil dan membukakan pintu mobilnya untuk istrinya, Arumi terkejut karena Kenan membawa ke tempat langganan mereka dulu saat masih remaja.
Arumi melihat sekeliling kedai itu ternyata semuanya masih sama, mulai dari yang jual masih Mang Agus dan Bu Indah, pohon yang besar bahkan hingga tempat duduk semuanya masih sama seperti saat Arumi mengajak Kenan pada saat mereka berpacaran. Saat itu Kenan, seorang anak keluarga Abraham sangat tidak suka makan dipinggiran jalan ataupun kedai kecil seperti ini, mau tidak mau laki-laki itu menuruti keinginan Arumi yang sangat ingin makan soto ditempat ini.
"Mang Agus, minta sotonya 2 ya kaya biasa"ucap Kenan yang memesan pada pemilik kedai kecil ini.
"Baik den, aden duduk aja ditempat biasa nanti mamang anterin"ucap mamang Agus.
"Duh Arumi baru liat lagi Bu Inah ke sini, biasanya hanya aden Kenan doang yang kemari tiap tahun, pesan 2 katanya buat pacarnya. Ayo duduk neng Arumi"ucap Bu Inah yang sangat ramah pada Arumi.
__ADS_1
"Sekarang udah bukan pacar lagi dong bu, tapi istri saya!"ucap Kenan dengan bangga membuat Arumi malu.
"Yaudah Bu, kami duduk dulu ya"ucap Arumi.
"Iya sok atuh neng"ucap Bu Inah.
Arumipun berjalan duduk dibangku yang biasanya dia tempati dengan Kenan, semuanya masih sangat sama seperti dulu namun Arumi masih ragu akankah cintanya Kenan masih milik dirinya seutuhnya atau sudah ada Rania? memikirkannya saja sudah membuat Arumi jengkel.
"Mau ganti tempat? Aku akan carikan yang lain"ucap Kenan yang melihat raut wajah istrinya yang tidak nyaman.
"Gausah, gapapa disini aja"ucap Arumi dengan lembut.
"Sejak kamu bekerja diperusahaanku, aku sudah memutuskan pertunanganku dengan Rania terlebih dulu dan memutuskan untuk mengejar kamu kembali"ucap Kenan secara tiba-tiba membuat Arumi menatap wajah suaminya, namun Kenan menghindari tatapan wajah dari Arumi.
"Aku ga mau mendengarkan apapun"ucap Arumi.
Arumi sadar bahwa dulu mereka masih sangatlah muda, sedangkan Kenan tidak punya koneksi yang cukup kuat untuk mencari keberadaannya, tapi laki-laki yang kini jadi suaminya justru masih sama seperti dulu yang mencintainya dengan sangat tulus dan begitu lembut padanya. Lagipula dulu pergi dari kehidupan Kenan adalah keputusan yang diambil dari Arumi seorang diri tanpa meminta persetujuan dari Kenan, karena Arumi terlahir miskin dan merasa tidak cocok untuk bersanding dengan seorang Kenan.
Bukannya menjawab ucapan Kenan, Arumi justru memeluk tubuh suaminya dengan erat membuat Kenan juga memeluknya dengan sangat erat, sesekali Arumi mengusap-usap kepala Kenan untuk memberikan ketenangan dalam pelukannya.
"Aku sangat merindukanmu sayang"ucap Kenan.
"Sayang, papamu sangat cengeng"ledek Arumi yang mau melepaskan pelukannya namun ditahan oleh Kenan yang masih ingin dipeluk.
__ADS_1
"Biarin aja, lagian mama kamu yang buat papa seperti ini"ucap Kenan melepaskan pelukannya dan mengusap perut Arumi yang sudah mulai membuncit.
"Duuuhh makin romantis aja ya kalian berdua"ucap Bu Inah yang mengantarkan soto untuk kedua pasangan yang sangat manis.
"Kita ga berdua bu"ucap Kenan.
"Lah tapi pesannya cuma dua?"tanya bu Inah yang kebingungan.
"Bertiga dong, sama calon bayi anak kita"ucap Kenan sambil mengelus-elus perut milik Arumi dengan lembut.
"Wah semoga lancar dan sehat-sehat yaa neng Arumi"ucap bu Inah yang turut bahagia mendengar kabar itu.
"Aamiin bu, doain kita berdua juga biar langgeng kaya bu Inah dan Mang Agus yang terus mencintai satu sama lain sampai seusia ini masih romantis"ucap Kenan dengan senyum diwajahnya.
"Bu Inah pasti doakan yang terbaik buat aden dan neng Arumi, yaudah bu Inah balik dulu ya den mau nganter pesanan lagi"ucap Bu Inah.
Arumi hanya bisa tersenyum mendengar Kenan yang sangat tulus meminta doa kepada Bu Inah agar rumah tangga mereka bisa langgeng dan romantis terus, membuat Arumi merasa bersalah karena meminta berpisah dari laki-laki yang selama ini sangat tulus padanya.
"Makan yuk sayang, katanya mau soto"ucap Kenan yang membuat Arumi memakan soto yang berada dihadapannya.
"Kamu juga makan, jangan menatapku seperti itu terus"ucap Arumi yang akhirnya membuat Kenan ikut makan soto langganan mereka.
Akhirnya Kenan makan 2 soto dengan berdua apalagi orang itu adalah Arumi, karena biasanya Kenan memesan 2 soto langsung dibawa pulang dan dihabiskan seorang diri karena merindukan saat-saat bersama Arumi.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Kenan"ucap Arumi yang langsung melanjutkan makanannya.
"Kamu curang mengatakan itu, saat aku sedang asik makan, tapi gapapa. Aku juga mencintaimu sayang"ucap Kenan yang mengusap kepala Arumi dengan penuh kasih sayang.