Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Tansky


__ADS_3

"Assalamualaikum"ucap Kenan dan Arumi memasuki rumah besar nan mewah layaknya istana, mencium punggung tangan kedua orangtua secara bergantian, yang menyambut mereka diruang tamu.


Arumi merasa sangat gugup karena keluarga Abraham sedang duduk kumpul diruang tamu, bahkan kini ada Kiara dan suaminya serta Hanan yang duduk disebelah maminya dengan wajah senang melihat kedatangan Arumi dirumah besar ini.


Kenan yang melihat Arumi guguppun langsung menggenggam tangan itu dengan hangat, membuat Arumi tersenyum ke arah Kenan dan keluarga Kenan.


"Ada apa Kenan kamu mengumpulkan kita malam-malam seperti ini? apa tidak bisa dibicarakan setelah makan malam?"tanya Bima pada putranya.


Kenanpun melangkahkan kakinya yang diikuti Arumi disampingnya dengan menggenggam tangan laki-laki itu dengan sangat erat, karena Arumi sangatlah takut ditolak untuk masuk ke keluarga Abraham yang terkenal dengan bisnisnya yang sangat maju dan dimana-mana.


"Tidak bisa Pa, Kenan ingin berbicara langsung saja ke intinya. Aku akan memperkenalkan wanita disebelahku secara langsung kepada keluargaku. Dia adalah Arumi Eliana, mantan kekasihku sekaligus calon istri dan ibu untuk anak-anakku yang sudah aku pilih"ucap Kenan yang memperkenalkan Arumi secara formal pada keluarganya, untuk meminta restu.


"Asik! Kak Arumi akan menjadi tanteku!"ucap Hanan yang berlari ke Arumi yang sedang duduk dan memeluknya. Arumi yang dipeluk Hananpun hanya bisa membalas pelukan bocah kecil yang tampan itu tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Lalu bagaimana dengan Celine?"tanya Bima pada putranya, karena Celine adalah anak dari teman bisnisnya yang sangat dekat.


"Aku tidak mencintainya, wanita yang kucintai hari ini, hari esok bahkan selamanya cuma dia"ucap Kenan yang menunjukkan genggamannya tangannya dengan Arumi.


"Aku pernah kehilangan sekali, tapi tidak untuk kedua kali. Aku harap Papa, Mama, Bang Hilman dan Kak Kiara memberikan kami do'a serta restu kalian"ucap Kenan.


Bima benar-benar terkejut dengan perasaan putranya yang begitu besar pada wanita yang sempat menolong cucunya itu dijalan, Bima sebagai orangtua melihat cinta di mata putranya begitu besar dan tulus pada wanita dengan balutan hijab itu.


"Opa, biarkanlah kakak cantik ini menjadi tanteku! aku hanya mau Kak Arumi yang menjadi tanteku!"rengek Hanan pada Bima yang masih terus memeluk tubuh Arumi dengan manja.


"Hanan tidak boleh seperti itu dengan opa"ucap Arumi dengan pelan sambil mengusap kepala anak kecil itu dengan kasih sayang.


"Baiklah, Papa merestui kalian"ucap Bima yang membuat Kenan dan Arumi tersenyum bahagia mendengarnya langsung.


"Mama tentu saja merestui kalian"ucap Tiara dengan senyum di wajahnya, karena dia lebih ingin menantu seperti Arumi dibanding dengan Celine yang sangat jauh dari pemikiran dewasa.


"Saya dan Kiara tentu akan mendoakan kalian dan merestui kalian"ucap Hilman pada Kenan dan Arumi.

__ADS_1


"Sebelumnya Kenan dan Arumi, maafkan kelakuanku yang membuat kalian merasakan sakit"ucap Kiara yang menyesali perbuatannya.


"Gapapa kok Kak, buktinya cinta kita kuat hingga sekarang. Sejauh manapun kakiku dan kaki Kenan melangkah, kalau ternyata tujuanku adalah Kenan dan Kenan tempat tujuannya adalah aku, pasti kami bersatu kok"ucap Arumi dengan senang.


"Jadi kamu ingin pernikahan seperti apa Arumi?"tanya Tiara pada calon menantunya.


"Yang sederhana aja tante dan tidak ada media"ucap Arumi yang tidak suka menjadi sorotan publik.


"Aku tidak setuju, Aku ingin pernikahan yang mewah dan ada media biar aku tunjukkan pada seluruh dunia kalau bisa bahwa aku memiliki bidadari dunia yang sangat cantik"ucap Kenan membuat Keluarga Abraham tertawa mendengar ucapan pria sedingin Kenan menjadi seperti itu.


"Gausah gombal deh!"ucap Arumi dengan pipi yang merona karena malu dengan ucapan laki-laki itu.


"Gapapa gombal sama kamu ini"celetuk Kenan dengan senyum diwajahnya melihat wajah cantik Arumi disebelahnya dengan Hanan yang duduk dipangkuan Arumi.


"Iya sama aku aja, jangan sama wanita lain"ucap Arumi sambil mencubit pinggang calon suaminya yang duduk disebelahnya.


"Aw! Sakit!"aduh Kenan sambil melirik wajah Arumi sekilas.


"Tansky apa?"tanya Arumi yang bingung dengan panggilan itu.


"Ituloh tante, Papa manggil Mama itu Mamsky, Mama panggil Papa itu Papsky, katanya itu panggilan sayang mereka"oceh Hanan yang membuat Hilman dan Kiara berdua saling beradu pandangan karena malu dengan panggilan sayang mereka yang terkesan alay.


Bima, Tiara, Kenan dan Arumi tertawa mendengar penuturan dari mulut Hanan mengenai panggilan kedua orangtuanya yang sangat lucu sekali, bahkan Hilman dan Kiarapun menjadi diam dan menunduk karena malu akibat Hanan.


"Baiklah Hanan boleh panggil aku senyaman kamu aja yaa anak tampan"ucap Arumi mencium dahi Hanan sekilas.


"Hanan sini sama om aja"ucap Kenan yang tidak terima dengan kasih sayang Arumi pada Hanan yang membuatnya iri.


"Yaaaahhhh bilang aja kalo om iri, ga bisa dipeluk-peluk, dicium-cium kaya aku, wleee"ledek Hanan sambil menjulurkan lidahnya pada omnya, membuat Bima dan Tiara tertawa mendengar itu.


"Sudahlah Bima nanti juga kamu bisa disayang kok sama Arumi seperti itu, bahkan 24 jam, tapi sekarang biarkan dia seperti itu dengan Arumi"ucap Tiara yang menasehati putranya yang masih tidak terlihat ikhlas berbagi Arumi dengan keponakannya yang sangat manja pada calon istrinya.

__ADS_1


"Lalu apa kamu sudah bertemu dengan keluarga Arumi, Ken?"tanya Bima pada putranya.


"Belum, tapi aku akan segera menemui kedua orangtuanya terlebih dahulu, mungkin besok. Apa kamu keberatan?"tanya Kenan yang meminta persetujuan pada Arumi.


"Tidak keberatan, pulang nanti dari sini aku akan berbicara pada keluargaku"ucap Arumi dengan wajah yang masih fokus pada Hanan, membuat Kenan kesal.


"Aku sedang berbicara denganmu Arumi, aturan kamu melihatku"ketus Kenan yang membuat Arumi langsung menatap ke arah Kenan.


"Maaf"lirih Arumi.


"Sudahlah, lebih baik kita makan malam yuk"ucap Tiara yang langsung menggandeng Arumi karena tidak tega melihat Kenan yang masih begitu keras pada Arumi.


Bima, Tiara, Kenan, Arumi, Hilman, Kiara dan Hananpun berjalan ke arah meja makan yang sudah terdapat beraneka ragam makanan yang sangat mengunggah nafsu makan seseorang saat melihatnya.


"Arumi apa makanan kesukaanmu?"tanya Tiara pada Arumi.


"Aku sangat suka sayur asem, ikan asin, sambel terasi dan tambahan tahu tempe"ucap Arumi dengan polosnya. Membuat satu keluarga Abraham tertawa mendengar lontaran kata dari mulut wanita itu.


"Apa kamu tidak menyukai makanan yang diatas meja ini?"tanya Kenan yang takut Arumi tidak menyukai makanan diatas meja yang telah disediakan.


"Tenang saja aku pemakan segalanya"ucap Arumi membuat satu keluarga kembali tetawa mendengar hal itu.


*****


Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!

__ADS_1


TERIMA KASIH! 🤗


__ADS_2