Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Pernikahan


__ADS_3

Hingga hari H pun tiba, Kenan sudah berpakaian lengkap dengan jas putih yang membuatnya tampak gagah dan senyum diwajah tampannya.


"Begini dong senyum, jangan cemberut mulu dari kemaren!"ejek Kaira pada adiknya yang sedang bercermin di kamar hotel yang di sewa keluarga Abraham untuk mengadakan acara pernikahan.


"Assalamualaikum"ucap Kaivan yang datang dengan dengan jas hitam yang membuatnya tampak lebih keren datang ke ruangan Kenan yang ramai dengan keluarga Abraham.


"Wa'alaikumsalam"sambut keluarga Abraham dengan hangat melihat kedatangan Kaivan.


"Apa kabar bro?"tanya Kaivan yang bersalaman dengan Kenan ala laki-laki.


"Alhamdulillah baik bro, kan udah mau jadi suami seorang Arumi Eliana Gerald"ucap Kenan dengan wajah sombongnya.


"Cih! Sombong banget dia! Kemaren aja merengek terus kaga ketemu Arumi"sindir Kiara dengan sebal melihat adiknya yang masih sombong depan abang iparnya.


"Jangan sampe salah pas nanti ijab qobul"ucap Hilman, suami Kiara yang sangat dekat dengan Kenan.


"Sekali tarikan nafas juga Arumi langsung jadi milikku"ucap Kenan.


"Udahlah mas, jangan dikasih tau anak itu! Wajah songongnya itu menyebalkan!"ketus Kiara yang membuat Kaivan, Keluarga Abraham dan para staff yang menguruspun tertawa melihat keributan kakak dan adik yang tidak kelar.


"Yaudah kalo gitu gue tunggu disana"ucap Kaivan.


"Tunggu bang"ucap Kenan yang menghentikan langkah Kaivan. "Punya foto Arumi pake kebaya ga?"


"Nanti juga ketemu Arumi"ucap Kaivan yang langsung melanjutkan jalannya keluar dari ruangan Kenan.


'Untung abang ipar'batin Kenan yang sebal dengan jawaban Kaivan.


...✴️...

__ADS_1


"Assalamualaikum"ucap ucap pria paruh baya dengan tongkat yang dibawanya sebelah kanan untuk menyanggah saat berjalan.


"Wa'alaikumsalam"jawab Arumi dengan suara bergetar, namun yang lain hanya memilih diam tanpa menjawab salam dari Kakek Hans.


"Ada urusan apalagi anda kemari?!"ketus Kaivan yang langsung berdiri menutupi tubuh kecil Arumi dari kakeknya.


"Kaivan, jangan berlebihan. Kakek kesini hanya untuk melihat Arumi sekaligus meminta maaf atas perbuatan kakek yang memisahkannya dari keluarga ini, kakek tau kakek salah dan kesalahan yang kakek perbuat itu bahkan sangatlah besar"ucap Hans dengan tubuh yang bergetar dan airmata yang sudah membasahi pipinya.


"Abang, biarkan aku berbicara dengan kakek"ucap Arumi pelan, Kaivanpun menggeser tubuhnya untuk memberikan kesempatan kakeknya untuk berbicara dengan cucunya.


"Arumi maafkan kakek, kakek tau kakek jahat sekali padamu, bahkan kakek sadar udah berhutang nyawa denganmu. Kakek ingin Arumi tidak membenci kakek"ucap Hans dengan wajah yang tertunduk.


Arumipun berjalan ke arah kakek Hans dengan yakin, dan memeluk tubuh ringkih kakeknya yang selama ini sudah sangat jahat padanya namun dia memilih untuk memaafkan dan membuka lembaran baru bersama keluarganya.


"Arumi memaafkan kakek, kita mulai dari awal lagi yaa menjadi keluarga yang lebih baik lagi kedepannya"ucap Arumi dengan air mata yang membasahi pipinya namun mulutnya masih bisa untuk tersenyum.


"Dan untuk kamu Kala dan Hilya, maafkan Papa yang selalu berusaha menghancurkan rumah tangga kalian, maafkan papa"ucap Hans.


"Ngga perlu ada yang dimaafkan Pa, Kala dan Hilya yang aturan minta maaf karena tidak berbakti pada Papa, justru putri kami yang menyadarkan kami Pa"ucap Kala yang memeluk Papanya.


"Hilya juga minta maaf Pa"ucap Hilya yang memeluk mertuanya juga.


"Maafkan Kaivan yaa kek, yang selalu ketus dengan kakek"ucap Kaivan yang ikut memeluk tubuh ringkih itu.


"Udah dong jangan berpelukan kaya gini, kaya teletabis aja!"ucap Arumi yang melepaskan pelukannya dari Hans dan menghampus bulir airmata, yang membuat Kala, Hilya, dan Kaivan tertawa mendengar ucapannya.


"Yaudah kamu dandan dulu sana, make up kamu kehapus tuh"ucap Kaivan yang memberitahu Arumi.


Arumi terkejut dan segera berlari ke meja rias untuk di make upin kembali oleh MUA yang sangat professional agar terlihat lebih cantik dan mempesona saat Kenan melihatnya.

__ADS_1


...✴️...


Ballroom tempat Kenan untuk melaksanakan pernikahanpun sudah ramai didatangi tamu-tamu penting dari para pengusaha-pengusaha sukses dari dalam dan luar negeri.


Kaivanpun duduk disebelah Kenan menjadi saksi atas pernikahan Kenan dengan Arumi, sedangkan Kala sudah duduk berhadapan dengan Kenan dan juga disamping penghulu.


Penghulupun membacakan doa sebelum kala dan Kenan melaksanakan ijab qobul yang membuat wajah dan hati Kenan tidak karuan, sedangkan Kenan mencoba memeramkan matanya untuk mengingat wajah Arumi yang mampu menenangkan hatinya.


"Saya nikahkan engkau Kenan Abraham bin Bima Abraham dengan putri saya Arumi Eliana Gerald binti Kala Alvaro Gerald dengan mas kawin 100 gram emas dibayar tunai."ucap Kala dengan lantang.


"Saya terima nikahnya Arumi Eliana Gerald binti Kala Alvaro Abraham dengan mas kawin 100 gram emas dibayar tunai."ucap Kenan dengan sekali tarikan yang membuatnya tersenyum penuh dengan jawaban para saksi yang mengatakan sah.


"Yes, akhirnya aku menjadi suami"ucap Kenan yang berdiri dengan kedua tangan yang mengepal keatas dengan senangnya, membuat Kaivan menarik tangan laki-laki itu.


"Jangan seneng dulu, do'a dulu"ucap Kaivan yang tidak habis pikir dengan kegilaan yang dilakukan Kenan, akhirnya Kenanpun yang mulai sadar kembali duduk dan mengikuti doa hingga selesai.


Hingga saatnya tiba dimana Arumi diantarkan oleh ke empat wanita yaitu, Tiara, Kiara, Hilya dan Nita berdiri disisi Arumi ke Kenan.


"Ya Allah istriku cantik banget"gumam Kenan yang dapat didengar dengan Kaivan yang hanya mengulum senyum karena adik iparnya sama sekali tidak berkedip melihat adik perempuannya yang sangat cantik.


Sesampainya Arumi berdiri disamping Kenan, membuat wajah Arumi dan Kenan tersenyum saling memandang. Arumipun mencium tangan kanan Kenan yang kini menjadi suaminya dihadapan para fotografer handal untuk mengabadikan momen-momen mereka.


Setelah Arumi mencium punggung tangan Kenan, kini Kenan yang mencium dahi Arumi dengan lembut membuat jantung Arumi tidak berhenti berdegup sangat kencang karena pertama kalinya ada laki-laki yang menciumnya.


Walaupun dulu Arumi dan Kenan menjalin hubungan, tapi Kenan tidak pernah berani untuk menyentuh Arumi lebih, karena laki-laki itu hanya bisa menggenggam tangan Arumi.


"Istriku cantik sekali, nanti malam harus lebih cantik ya"bisik Kenan tepat ditelinga Arumi untuk menggoda istrinya.


"Apaan sih kamu"ucap Arumi yang menunduk malu, pipinyapun bersemu merah mendengar ucapan dari suaminya yang menyebalkan.

__ADS_1


__ADS_2