Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Calon Suami


__ADS_3

Kaivan yang berdiri disebelah Arumipun tidak hanya diam, dia harus menuntaskan seluruh masalah yang ada akibat gosip murahan itu yang membuat hubungan percintaan adiknya kandas.


"Selamat malam semua, saya Kaivan Alvaro Gerald ingin mengucapkan terima kasih kepada calon suami adik saya yang sudah menjaganya selama ini yaitu Kenan Abraham dan saya ingin mengundangnya untuk berdiri disini bersama saya"ucap Kaivan dengan senyum tipis yang mampu mempesona seluruh tamu wanita yang hadir.


Sedangkan Kenan yang sejak tadi diam karena mungkin tidak akan benar-benar bersama dengan Arumi kembali seperti dulupun, disenggol oleh Kiara membuat laki-laki itu memandang kakaknya dengan jutek.


"Ada apa sih?!"ketus Kenan.


"Kamu disuruh naik ke atas panggung sama Kaivan"ucap Kiara dengan senyum diwajahnya.


"Apa? Serius?!"ucap Kenan yang terkejut dengan penuturan kakaknya yang dibalas anggukan kepala.


Akhirnya Kenan memutuskan untuk berjalan ke atas panggung dan disambut dengan pelukan hangat sebentar oleh Kaivan sebagai kakak kandung Arumi, membuat para tamu terharu dan bertepuk tangan serta sangat bahagia.


"Inilah calon suami adik saya yang tampannya masih dibawah saya, dia adalah Kenan Abraham dan saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah memberikan cinta yang begitu besar padanya, dan saya ingin agar anda berjanji tidak akan menyakiti hati adik saya lagi"ucap Kaivan diatas panggung dengan Arumi yang masih berada disebelahnya hanya diam.


"Saya Kenan Abraham akan selalu berusaha membuat Arumi bahagia selagi dia disisi saya"ucap Kenan dengan senyum diwajahnya.


...✴️...


Setelah acara selesai Kaivan meminta Kenan untuk mengantar Arumi pulang ke rumah keluarga Gerald, walaupun Arumi sudah bersikeras menolak dan merengek pada abangnya tapi Kaivan tetap meninggalkan Arumi bersama dengan Kenan.


Hingga akhirnya kini Arumi harus berada di dalam mobil milik Kenan dengan wajah yang menghadap keluar jendela mengacuhkan Kenan yang sedang menyetir, tapi beberapa kali Kenan melirik ke arah Arumi yang masih marah sama dirinya membuat laki-laki itu menghentikan mobilnya dipinggir jalan secara tiba-tiba.


"Kamu tuh bisa ga sih kalo berhenti ga usah dadakan?!"ketus Arumi.


"Arumi, aku minta maaf karena udah salahpaham denganmu"sesal Kenan.


"Aku udah maafin kamu, sekarang anter aku pulang"ketus Arumi.


"Makasih sayang"ucap Kenan.

__ADS_1


"Jangan memanggilku itu! Aku memaafkanmu bukan berarti kita kembali bersama!"ketus Arumi yang mencoba membuka pintu mobil namun tidak bisa, karena Kenan masih muengunci mobilnya.


"Baiklah aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku kembali"ucap Kenan pasrah yang menjalankan mobilnya kembali, bahkan tidak ada lagi sepatah katapun yang keluar dari mulut Arumi dan Kenan sepanjang perjalanan.


Sesampainya didepan rumah kediaman Gerald, Arumi segera keluar dari mobil yang disusul dengan Kenan, namun Kaivan yang sejak tadi menunggu kepulangan adiknya, mencegah Arumi untuk masuk ke rumahnya dengan berdiri dihadapan adiknya.


"Abang minggir, aku sedang capek!"ketus Arumi.


"Arumi, Kenan sudah mengantarmu. Apa kamu tidak ingin menawarkannya untuk masuk atau mengucapkan terima kasih?"tanya Kaivan.


"Yang meminta Kenan untuk mengantarku itu abang dan juga disini ada abang, abang aja yang mengucapkan terima kasih padanya dan juga mengajaknya ngobrol"ketus Arumi yang masih kesal dengan kata-kata Kenan yang memutuskannya didalam toko butik dihadapan para banyak mata yang melihat dan membuatnya seolah-olah menjadi wanita yang sudah dibuang.


...✴️...


Setelah melaksanakan sholat subuh, Arumi tidak lupa untuk lari pagi di halaman rumahnya yang lumayan besar ditemani dengan Kaivan dan Angga yang selalu mengikutinya.


"Udah yuk, kita sarapan"ucap Arumi yang melihat matahari yang sudah mulai bersinar dengan cahayanya yang lebih terik.


Saat Arumi, Kaivan dan Angga ingin masuk ke dalam rumah tiba-tiba saja ada mobil yang datang dan terparkir mulus didepan rumah kediaman keluarga Gerald dan Arumi sangat tahu bahwa itu adalah mobil milik Kenan.


"Boleh abang berbicara denganmu?"tanya Kaivan pada Arumi yang diberi anggukan.


"Aku langsung masuk duluan ya"ucap Angga yang sudah diberitahukan pada Kaivan untuk menyatukan Arumi dan Kenan kembali.


"Iyaa"ucap Kaivan yang melihat panggung Angga yang sudah masuk ke dalam rumah itu.


"Apa bang?"tanya Arumi malas.


"Arumi, abang ingin tanya padamu, apa kamu rela bila Kenan memiliki wanita lain disisinya?"tanya Kaivan.


"Masih pagi bang, kenapa sih harus bahas dia"ucap Arumi.

__ADS_1


"Apa susah menjawab pertanyaan abang?"tanya Kaivan yang menatap bola mata coklat Arumi yang indah seperti miliknya.


"Itu terserah dia, lagipula aku sudah putus dengan dia. Apa abang lupa cara dia memutuskan aku didepan banyak orang? Apa abang berfikir aku langsung memaafkannya? Apa abang mengerti perasaanku? Dia berteriak padaku dengan mengatakan putus, seolah-olah aku ini wanita yang udah dibuangnya"ucap Arumi dengan kesal.


"Bukan gitu maksud abang, abang itu abang Arumi dan abang selalu ingin liat adiknya bahagia. Tapi Kenan bersikap seperti itu karena dia emosi dan juga cemburu, abang cuma meminta Arumi untuk memberinya kesempatan lagi, abang cuma mau kamu ga akan menyesal saat melihat dia udah bahagia dengan wanita lain"ucap Kaivan yang langsung masuk ke dalam rumah besarnya.


Saat Arumi ingin menyusul abangnya untuk masuk ke dalam rumah, dirinya melihat sosok laki-laki berwajah tampan dengan pakaian santai sedang berjalan ke arahnya dan berhenti dihadapannya.


"Aku kemari hanya untuk Kaivan, aku benar-benar ga akan mengganggumu kok"ucap Kenan dengan senyum diwajahnya, bukannya menjawab Arumi justru masuk ke dalam rumahnya yang disusul Kenan.


"Kenan, sini duduklah disamping Arumi"pinta Kala pada Kenan dengan senyumnya yang hangat melihat kedatangan putrinya dan kekasih putrinya.


"Iya om"ucap Kenan yang duduk dikursi sebelah Arumi untuk sarapan bersama.


"Wah ada kue strawberry!"ucap Arumi yang langsung memotong dan memasukkan kue itu ke dalam mulutnya.


"Enak?"tanya Kala yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Arumi.


"Sangat enak loh Pa, Ma"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya.


"Tentu enak dong, orang dikasih sama calon menantu!"ucap Hilya dengan senyum diwajahnya melihat ke arah Kenan.


"Uhuk! Uhuk!" Arumi yang sedang makan kuepun tersedak karena mengetahui dari mamanya kalau kue yang dimakannya itu dari Kenan.


"Makannya pelan-pelan"ucap Kenan yang memberikan gelas yang berisikan air putih dan diminum oleh Arumi untuk melancarkan tenggorokannya. "Butuh air lagi?"tanyanya.


"Udah cukup kok"ucap Arumi.


"Kenan sangat perhatian ya pa pada putri kita"ucap Hilya.


"Iyaa ma"ucap Kala yang tersenyum, "Kenan, kapan kamu membawa kedua orangtuamu bertemu kami?"tanyanya, Kenan hanya diam dan menatap ke arah Arumi.

__ADS_1


"Apaan sih pa, aku sama Kenan tuh udah putus!"ucap Arumi dengan kesal.


__ADS_2