Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Putus


__ADS_3

Kaivan yang melihat berita gosipnya dimana-manapun segera menancapkan gasnya untuk pulang kekediaman rumah keluarga Gerald untuk memecahkan masalahnya mengenai gosip tentang dirinya dan Arumi.


Sesampainya dirumah, Kaivan langsung berjalan ke taman belakang menemui Papa dan Mamanya yang sedang asik berkebun diusia mereka yang semakin menua.


"Assalamualaikum"ucap Kaivan yang mencium punggung tangan kedua orangtuanya secara bergantian.


"Wa'alaikumsalam"ucap kedua orangtuanya yang bingung dengan wajah putranya yang terlihat panik.


"Ada apa Van? Kenapa kamu pulang kerja jam segini?"tanya Kala yang bingung melihat kedatangan putranya di jam kerja.


"Ma, Pa aku mau identitas Arumi kita beritahukan ke media, sekarang banyak gosip yang menyebar luaskan berita hubunganku dengan Arumi yang tidak-tidak"ucap Kaivan yang khawatir dengan kondisi adiknya yang baru saja mengenal keluarganya.


"Apa?! Kamu ga bercandakan Van?"tanya Hilya yang kaget mendengar dari putranya dan langsung melihat ke ponselnya dan benar saja banyak berta mengenai putranya dan putrinya dengan yang tidak-tidak.


"Kurang ajar! Beraninya wartawan itu mencari masalah dari keluarga Gerald!"kesal Kala yang melempar gunting rumput ke tanah dan langsung menelfon orang kepercayaannya untuk mencari dalang dibalik semua ini.


"Kaivan jemput adikmu kemari, karena hari ini bertepatan dengan ulang tahun perusahaan Gerald kita kasih tau ke semua wartawan sialan itu yang menyebarkan hal yang tidak-tidak pada anakku!"kesal Kala yang langsung dipeluk Hilya untuk menenangkan hati suaminya yang kesal.


"Baik Pa, aku jemput Arumi dulu Assalamualaikum"ucap Kaivan yang mencium punggung kedua tangan orangtuanya dan langsung berlari ke depan rumah untuk membawa mobilnya menuju tempat Arumi berada.


Kaivanpun tidak lupa untuk menelfon keberadaan Arumi, tapi wanita itu sama sekali tidak mengangkatnya terpaksa Kaivan melacak GPS dimana keberadaan adiknya itu berada, dan ternyata adiknya masih berada di gedung Perusahaan Abraham dan sudah pasti disitu banyak sekali wartawan yang menghalanginya.


...✴️...


Tidak butuh waktu lama, Kaivan sampai diparkiran gedung Perusahaan Abraham berada, dan langsung menaiki lift menuju lobby yang ternyata terdapat adiknya yang sedang terlihat murung wajahnya sambil menundukkan wajahnya dibangku.


"Arumi"panggil Kaivan.


"Abang, kok abang bisa disini?"tanya Arumi yang kaget melihat keberadaan abangnya yang sedang memakai masker namun dia sangat hafal kalau laki-laki itu adalah Kaivan.


"Ikut abang, kita kasih pelajaran bagi para karyawan itu"ucap Kaivan yang menarik pergelangan tangan Arumi menuju lift.


"Tapikan bang ada wartawan dimana-mana"ucap Arumi yang pasrah mengikuti jejak Kaivan.


"Ssttt.. Diamlah, ikuti saja aku"ucap Kaivan yang menarik tangan Arumi berjalan mengendap-endap menuju mobil dan Kaivan dengan sigap menyalakan mobilnya dan keluar dari gedung perusahaan Abraham.


"Bang kita mau kemana?"tanya Arumi yang melihat wajah Kaivan yang serius mengendarai mobilnya.


"Aku mau kita ke salah satu butik dan salon untuk mendandanimu, sekaligus hari ini juga kami akan memperkenalkanmu kepada seluruh dunia bahwa kamu adalah putri keluarga Gerald"jelas Kaivan.

__ADS_1


"Bang tadi aku ketemu dengan kakek dikantor"ucap Arumi.


"Ngapain laki-laki tua itu mendatangimu?!"ketus Kaivan yang sangat tidak menyukai kakeknya.


"Dia ingin menyerahkan saham perusahaannya padaku sebesar 30% tapi aku tolak"ucap Arumi.


"Kamu udah pernah ketemu kakek?"tanya Kaivan yang melirik ke arah adiknya yang menatapnya.


"Aku pernah menolongnya dari para preman yang ingin menghajarnya dan memberikanku kartu namanya untuk datang padanya. Tapi aku tidak pernah datang, dan aku terkejut saat dia datang ke perusahaanku"ucap Arumi.


"Lalu kamu bicara apa lagi sama dia?"tanya Kaivan.


"Aku memperkenalkan diriku sebagai Arumi Eliana Gerald cucunya yang dibuang"ucap Arumi dengan polosnya membuat Kaivan tertawa mendengar itu.


"Sukurin tuh kakek tua itu! Semoga dia menyesal telah membuang cucu yang sudah menolongnya!"ucap Kaivan dengan senyum diwajahnya.


Tidak butuh waktu lama Kaivan memarkirkan mobilnya tepat di salah satu butik terkenal sekaligus terdalat salon didalamnya dan hanya orang-orang kelas atas yang menjadi pengunjung butik ini.


"Selamat datang tuan Kaivan"sapa para karyawan butik tersebut pada Kaivan yang datang dengan Arumi.


"Dimana manager kalian?"tanya Kaivan pada salah satu karyawan butik itu.


Tidak butuh waktu lama Manager butik itu datang dengan segera dengan senyum diwajahnya pada Kaivan.


"Siang pak Kaivan, ada yang bisa saya bantu?"tanya Damian, manager toko itu.


"Tolong dandankan dia secantik mungkin dan pakaikan dia baju yang indah dan mahal sekaligus gunakan ke dia perhiasan model terbaru"perintah Kaivan.


"Tapi bang"ucap Arumi.


"Diamlah dan nuruti saja aku"pinta Kaivan dengan lembut.


"Nona ini?"tanya Damian yang tidak mengetahui nama perempuan yang dibawa Kaivan untuk pertama kalinya.


"Dia adalah Arumi, adikku"ucap Kaivan.


"Baiklah nona Gerald silahkan ikut saya"ucap Damian yang membawa Arumi untuk melakukan perawatan terlebih dahulu.


Sekitar 2 jam lebih, Arumi melakukan perawatan dari ujung kepala hingga ujung kaki yang dilayani oleh staff perempuan, dan Damian membawa juga Arumi untuk memilih gaun yang digunakan pada acara ulang tahun Perusahaan Gerald.

__ADS_1


"Damian! Ngapain kamu urusin wanita kampung seperti dia?! Emangnya wanita seperti dia punya uang?!"cerca Celine, wanita yang paling tidak suka dengan Arumi karena sudah merebut perhatian Kenan darinya.


"Jaga bicaramu ya nona!"ketus Kaivan yang membuat Celine tidak berani berkutik, karena jika Perusahaan Wijaya dan Perusahaan Abraham bersatupun akan tetap kalah melawan Perusahaan Gerald yang besar dan ternama.


"Aku akan bicara pada Kenan, biar dia memutuskanmu!"ketus Celine yang keluar dari toko itu dengan angkuh.


"Yaudah yuk lanjut cari gaun"ucap Damian dengan senyunnya yang kikuk.


Sudah 30menitan lebih Arumi mencari dan memakai gaun tapi itu semua terlihat sangat tidak cocok dimata Kaivan, menurut Arumi menjadi orang kaya sangatlah rumit.


"Arumi"panggil Kenan yang menarik pergelangan tangan Arumi, namun dicegah oleh Kaivan.


"Biarkan dia disini!"ucap Kaivan yang sangat tidak suka dengan Kenan yang sangat kasar pada adiknya.


"Dia kekasih saya! Lepaskan tangan anda dari kekasihku!"ketus Kenan yang tidak menyukai Kaivan yang menyentuh tangan Arumi.


"Anda yang lepaskan dia! Dia dari awal sudah ikut saya!"ucap Kaivan dengan dingin.


Kenan yang merasa jengkel dengan Kaivan yang sama sekali tidak mendengarkannyapun akhirnya menonjok wajah Kaivan hingga tersungkur ke lantai, membuat Arumi menolong abangnya dengan kelakuan Kenan seenaknya.


"KENAN APA-APAAN SIH KAMU?!"omel Arumi yang tidak terima dengan yang diperbuat Kenan pada abangnya.


"KAMU YANG APA-APAAN JALAN SAMA DIA! AKU INI KEKASIHMU ARUMI!"bentak Kenan yang membuat Arumi menangis.


"Kamu bilang kekasihku, tapi kamu lebih percaya dengan gosip murahan itu"ucap Arumi yang menangis dengan tubuh yang bergetar dilantai, mengingat Kenan saat dikantor.


"Itu gosip katamu? Lalu ini apa Arumi?! Kamu selingkuh dariku?!"tuduh Kenan dengan emosi yang membara melihat Arumi begitu perhatian pada Kaivan.


"Kalau aku selingkuh darimu, lalu kamu mau apa?!"tantang Arumi yang sudah muak dengan sikap Kenan yang semaunya aja.


"Kamu mengakui kamu selingkuh? Kamu selingkuh Arumi? BAIK, KITA PUTUS!"teriak Kenan yang langsung pergi meninggal Arumi dan Kaivan ditoko butik itu.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!

__ADS_1


TERIMA KASIH! 🤗


__ADS_2