Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Diamnya Kenan


__ADS_3

Kenan yang kesal dengan kakaknyapun langsung menarik tangan Kiara dengan kasar berjalan kearah ruangan yang tertutup untuk dirinya biasa menghabiskan waktu istirahat.


"Apa maksud omongan Arumi tadi kak?"tanya Kenan yang sudah sangat kecewa dengan kakak kandungnya sendiri. "Jawab kak!"


"Maafkan kakak, ken!"ucap Kiara dengan air mata yang membasahi pipinya, karena pertama kalinya Kenan berani berbicara keras pada dirinya sendiri.


"Aku tidak butuh itu, yang aku butuhkan penjelasanmu?!"kesal Kenan. "Bukankah kakak tau aku sangat mencintai Arumi? Aku bahkan kehilangan setengah hidupku saat Arumi tidak ada kak!"


"Maafkankan kakak, Ken. Kakak dulu cemburu melihat kamu lebih banyak waktu dengan Arumi dibanding dengan kakak. Kamu selalu mengedepankan Arumi, Arumi dan Arumi, kakak muak dengan itu"ucap Kiara dengan air mata yang turun begitu deras membasahi pipinya.


Bukannya menenangkan kakaknya, Kenan justru keluar dari ruangan khusus itu ke ruang kerjanya dengan perasaan yang sangat kesal mengetahui semua itu dari mulut kakaknya sendiri. Dia sangat bodoh, dulu dia sangat mencintai Arumi dan selalu curhat pada kakaknya mengenai isi hatinya sendiri.


Dari Gita, Arumi dan Fero selama bekerja, mereka saling diam karena takut kena amarah dari seorang Kenan yang sedang duduk tapi mengeluarkan aura mematikan disekitarnya, hingga mereka pulang kerja.


...✴️...


"Pak Kenan, boleh aku main kerumahmu untuk bermain dengan Hanan?"tanya Arumi dengan ragu, yang hanya dibalas anggukan kecil oleh Kenan.


Sepanjang perjalanan Arumi hanya melihat keluar jendela, karena takut dengan Kenan yang akan siap meledak dengan perasaannya yang seperti ini. Entahlah masalah apa yang dibicarakan Kenan dan Kiara sampai membuat emosi Kenan sulit terkendali.


Sesampainya didepan rumah keluarga Abraham, Arumi dengan ragu melangkahkan kaki berdiri disamping Kenan memasuki rumah mewah bak istana yang sangat besar dan juga indah.


"Assalamualaikum"salam Arumi saat masuk ke rumah Kenan yang disambut dengan Hanan yang berlari ke arahnya.


"Wa'alaikumsalam kakak cantik"ucap Hanan dengan senyum.


"Hy Hanan sayang, apa kabar?"tanya Arumi sambil mencium pipi kanan Hanan dengan gemas.


"Baik dong, ayo kak ikut makan malam"ucap Hanan sambil menarik Arumi berjalan ke meja makan.


"Hy Arumi cantik, baru pulang kerja?"tanya Tiara yang langsung menarik Arumi untuk duduk disamping.


"Iya tante"ucap Arumi dengan senyum.


"Oh iya pa, ini Arumi. Arumi ini papanya Kenan dan Kiara"ucap Tiara yang tersenyum lebar dengan kedatangan Arumi.

__ADS_1


"Tidak biasa-biasanya Kenan membawa seorang wanita"ucap Bima yang heran dengan putranya. Sedangkan Kenan yang dilirik papanya hanya fokus memakan lauk pauk dihadapannya.


"Mami kamu kemana Hanan?"tanya Arumi yang tidak melihat kedatangan Kiara dimeja makan, namun Kiara akhirnya datang dan duduk disamping putranya.


"Aku selesai"ucap Kenan yang langsung bangkit dari bangku, berjalan ke kamarnya.


Bima dan Tiara pun saling melempar pandangan dengan kelakuan putra mereka yang seperti itu, karena diamnya Kenan adalah hal yang paling menyeramkan dan sudah dipastikan bahwa Kenan sedang marah besar dengan kakak perempuannya, Kiara.


"Kiara, ada apa dengan adikmu?"tanya Tiara pada putrinya.


"Hanya kesalahpahaman aja kok ma"ucap Kiara sambil tersenyum dan melanjutkan makannya dengan tenang.


...✴️...


Setelah makan malam selesaipun Arumi menemani Hanan bermain ps dikamar anak kecil laki-laki yang tampan itu dengan senang walaupun Arumi selalu kalah dalam bermain game dengan Hanan, tapi dia bahagia.


"Kakak payah sekali, selalu kalah dari Hanan"ejek Hanan pada Arumi dengan senyum yang lebar diwajahnya.


"Memang Hanan ga pernah kalah?"tanya Arumi.


"Wahhh kayanya anak mami bahagia sekali bermain dengan Kak Arumi ya?"tanya Kiara yang tersenyum senang melihat putranya tersenyum lebar bermain dengan Arumi.


"Iya mami, kak Arumi payah"ucap Hanan.


"Boleh mami pinjam kak Aruminya sebentar?"tanya Kiara.


"Boleh, tapi sebentar aja ya mami"ucap Hanan.


"Oke"ucap Kiara yang membawa Arumi keluar dari kamar Hanan.


"Ada apa kak?"tanya Arumi yang bingung dengan Kiara.


"Aku tidak suka berantem dengan Kenan, bantu aku agar berbaikan dengannya ya Arumi"bujuk Kiara. "Sebelumnya aku minta maaf sudah membuatmu dan Kenan putus, tapi yang perlu kamu tau dia masih sangat amat mencintaimu Arumi"


"Iyaa kak, gapapa kok lagian juga udah masa lalu. Aku akan bantu kakak berbaikan dengan Kenan"ucap Arumi dengan senyum yang tulus membuat Kiara ikut tersenyum lega.

__ADS_1


Akhirnya Kiara menarik pergelangan tangan Arumi untuk mengikutinya hingga didepan pintu, dan Kiarapun mengetuknya dengan sangat keras dan kabur sendirian, meninggalkan Arumi didepan pintu seorang diri, tidak lama kemudian muncullah laki-laki dibalik pintu.


"Kenan?"ucap Arumi yang kaget ternyata itu kamar Kenan, dan segera Arumi normalkan kembali wajahnya dengan tersenyum walaupun sebenarnya dirinya gugup.


"Arumi? Ada apa?"tanya Kenan dengan datar melihat Arumi berdiri didepan kamarnya, namun hatinyapun bersorak bahagia.


"Boleh minta waktu untuk bicara?"tanya Arumi ragu, yang dipersilahkan Kenan untuk masuk ke kamarnya dan duduk di sofa yang tersedia di kamarnya.


"Ada apa?"tanya Kenan yang penasaran dengan Arumi yang tumben sekali ingin mengajaknya berbicara kecuali urusan pekerjaan.


"Begini Kenan, aku tidak tau masalah apa yang terjadi antara kamu dan kak Kiara. Tapi maafinlah kesalahannya."


"Jika kamu hanya ingin berbicara itu, lebih baik keluar"ucap Kenan yang membuang mukanya ke arah lain, karena Arumi selalu saja memikirkan perasaan orang lain dibanding dirinya sendiri.


"Kenan, jangan seperti ini. Kak Kiara sangat menyayangimu, dia kakakmu. Bagaimana bisa kamu memusuhinya seperti itu, jangan kekanakan Ken"


"Aku kekanakan? sekarang aku tanya yang kekanakan itu siapa? seseorang yang memutuskan secara sepihak lalu pergi keluar negeri tanpa ada penjelasan apapun?"ucap Kenan dengan menatap wajah Arumi, yang membuat Arumi menundukkan wajahnya mengingat kelakuan dia dahulu dengan Kenan.


"Lalu apa maumu Kenan?"tanya Arumi yang memberanikan dirinya.


"Aku mau kita kencan, dan aku akan memaafkan Kiara"ucap Kenan dengan mengulum senyum penuh kemenangan karena mengusulkan ide yang sangat gila, itung-itung sambil menyelam minum air. "Jika kamu keberatan lebih baik keluar dari kamarku"


"Apa aku tidak bisa memikirkannya dulu"ucap Arumi yang bimbang dan bingung, karena dirinya sangat tau bahwa Kenan bukanlah orang yang sangat sabaran.


"Kamu tau, aku tidak suka mengulur waktu, dan menunggu. Semua itu terserah padamu"ucap Kenan yang tersenyum sambil melihat wajah Arumi yang menunduk di hadapannya.


"Bagaimana bisa orang balikan seperti ini? tidak ada romantis-romantisnya sama sekali"gumam Arumi yang dapat didengar oleh Kenan.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!

__ADS_1


TERIMA KASIH! 🤗


__ADS_2