
Sejak kepergian Anita untuk kembali kerumah sakit, Arumi melihat abangnya seperti melamun menatap langit ditaman belakang rumah keluarga Abraham dengan helaan nafas berkali-kali yang dihembuskan laki-laki itu.
Arumi tidak tega melihat abangnya seperti memikirkan sesuatu yang sangat menyedihkan dikehidupannya hingga dia harus memberi jarak pada Anita, bahkan beberapa kali Arumi melihat abangnya sangat ketus pada Anita yang selalu sabar menghadapi sikap abangnya.
"Kamu mau kemana?"tanya Kenan yang melihat arah mata istri yang terdapat pada Kaivan.
"Biarkan aku yang mencoba mengobrol dengannya"ucap Kenan dengan senyum diwajahnya untuk menenangkan hati istrinya.
"Apa kamu yakin?"tanya Arumi yang meyakinkan Kenan, sebab kedua laki-laki itu sulit untuk akur.
"Aku yakin, sifat dan sikap abangmu sangat mirip denganku dan kamu sebagai istriku jangan meremehkanku, aku adik ipar yang baik tau"ucap Kenan dengan sombong berjalan ke arah Kaivan yang duduk dibangku taman.
"Abang ipar ngapain disini?"tanya Kenan yang mencoba membuka suara dan duduk disamping Kaivan dengan santainya.
"Anda ini bukannya minta ijin dulu kalau mau duduk disamping saya"ketus Kaivan.
"Ngapain saya minta ijin, orang ini rumah saya dan yang saya dudukin juga bangku saya"ucap Kenan dengan senyum kemenangan yang membuat Kaivan jengkel dengan adik iparnya.
"Jadi anda mau ngapain kesini? Ga usah basa basi deh"ketus Kaivan yang sangat ingin menjauh dari Kenan.
__ADS_1
"Saya tuh bukan orang yang suka basa basi, seharusnya anda paham itu. Saya kesini karena saya melihat istri saya sedih melihat abangnya kaya orang putus asa diputusin pacarnya"ledek Kenan yang mendapat tatapan tajam dari Kaivan.
"Wah! sepertinya keputusanku salah membantumu menikah dengan adikku"ucap Kaivan yang membuat Kenan tertawa.
"Keputusanmu sangat benar membuat saya menjadi suami dari Arumi dan adik ipar yang membantu abang iparnya"ucap Kenan yang mulai serius.
"Apa maksudmu? Tidak usah berbelit-belit"ucap Kaivan yang sudah sangat ingin menendang Kenan agar menjauh darinya.
"Begini saya itu laki-laki dan anda itu laki-laki, jadi kita bisa berbicara secara laki-laki dari hati ke hati. Mungkin anda selama ini menahan semuanya sendiri agar tidak terlihat lemah, tapi kita laki-laki juga punya hati dan perasaan. Anda bisa cerita ke saya sebagai abang ipar curhat ke adik iparnya mungkin saya bisa kasih solusi, sedangkan kalau anda cerita ke Arumi dia akan berfikir dalam sisi perempuan yang dia rasakan"ucap Kenan yang mampu membuat hati Kaivan tertegun karena adik iparnya sangat perhatian padanya dan bisa diandalkan.
"Menurutmu apa sikapku keterlaluan pada Anita?"tanya Kaivan yang mengingat bahwa Anita selama ini selalu berusaha menjadi perempuan terbaik disisinya, walaupun keberadaannya suka diacuhkan bahkan ga dianggap oleh Kaivan.
Kaivan sangat suka berbicara ketus atau tidak meladeni perkataan Anita yang sangat menyebalkan menurutnya, dan selalu mengganggu hidupnya setiap bertemu.
"Perasaanmu dengan Arumi itu berbeda dengan apa yang saya lalui bersama wanita itu, bahkan saya bingung harus membenci Anita seperti apa lagi agar dia menjauhi saya. Hubungan saya dan Anita tidak akan pernah berhasil"ucap Kaivan yang menundukkan kepalanya dengan kedua tangan yang mengusap wajahnya secara kasar.
"Hubungan belum dicoba udah bilang tidak akan pernah berhasil, ceritakan masalah anda ke saya. Jika saya tidak bisa membantu setidaknya itu membuat plong hati anda walaupun sedikit"ucap Kenan.
#Flashback
__ADS_1
"Anita maafkan aku, aku mencintai Kaivan. Kamu sahabatku dan dia laki-laki yang aku cintai, aku tidak ingin kehilangan kalian"ucap Nancy.
Nancy atau yang biasa dipanggil cici, adalah wanita yang terkenal kecantikannya namun tetap saja dia kalah dalam hal wajah dan kecerdasan dengan Anita, bahkan banyak siswa-siswa yang mengagumi Anita dibanding Nancy yang selalu dibanding-bandingkan dengan sahabatnya.
"Ci, aku selalu menganggapmu sahabatku tapi kamu rela membuat Kaivan membenciku dengan cara murahan seperti itu!"bentak Anita pada Cici yang sudah berlutut dihadapannya.
Kaivan yang melihat Anita tidak menggubris permintaan maaf dari Cicipun merasa kesal karena wanita yang dikenalnya selama ini baik hati dan selalu memaafkan orang namun kini jahat, Anita mengabaikan permintaan maaf itu.
"Cici berdirilah, kamu tidak salah apapun dan memang semua ini salah dia, walaupun kamu mencintaiku dan menjebakku untuk menerimamu menjadi kekasihku. Tapi setidaknya dia tidak sepertimu yang memilih egois memilih pria yang disukainya dibanding sahabatnya sendiri!"ketus Kaivan yang menarik tangan Cici keluar ruangan kelas, karena tidak tega melihat wanita yang lemah itu berlutut dihadapan Anita.
"Kaivan, aku tau wanita yang kamu cintai itu Anita bukan aku, aturan sikapmu tidak perlu seperti itu padaku, aku tidak ingin dia semakin membenciku, aku ingin kamu kembali bersamanya dan bersatu, aku bahagia kalau kalian bahagia, maafkan aku"ucap Cici yang menangis tersedu-sedu digerbang sekolah.
Kaivan yang tidak tega melihat wanita menangispun hanya bisa menghapus air mata Cici dengan lembut, namun mata Cici seperti terkejut hingga membuat wanita itu berlari sangat kencang menjauh dari Kaivan.
Saat Cici berlari dengan sangat cepat, perempuan itu mendorong dan menyelamatkan Anita yang hampir saja tertabrak oleh mobil yang bekendara dengan sangat cepat hingga membuat Cici berbaring berlumuran darah dijalanan.
"Cici bangun, cici bangun, aku memaafkanmu ci, ayo bangun"ucap Anita yang menggoyang-goyangkan tubuh Cici yang penuh dengan lumuran darah.
Sedangkan Kaivan berlari ke arah Anita dan Cici yang berada ditepi jalan, Anita menangis sambil memeluk tubuh sahabatnya. Cicipun tersenyum menatap Anita dan Kaivan secara bergantian.
__ADS_1
"Aku bersyukur. kamu. memaafkanku. Anita. Kaivan. tolong jaga. Anita. untukku. aku. mencintaimu. Kaivan."ucap Cici dengan terputus-putus sambil tersenyum diwajahnya.
"Anita. Kaivan. Aku akan. bahagia. jika. kalian bersama"ucap Cici dengan senyum diwajah cantiknya dan menutup matanya untuk terakhir kalinya.