Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Ulah Celine


__ADS_3

Setelah rapat selesai dengan persetujuan untuk membangun rumah untuk adik perempuan Kaivan, akhirnya mereka keluar dari ruang rapat dengan senyum yang lega, terutama Kenan yang sangat ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan besar Gerald.


"Maaf, nona Arumi apakah luka?"tanya Kaivan pada Arumi yang membuat Kenan segera meraih kedua tangan wanitanya dengan khawatir.


"Kamu luka kenapa?"tanya Kenan dengan khawatir melihat keadaan Arumi seksama.


"Aku tidak apa-apa Kenan"ucap Arumi dengan mengehela nafasnya membuat Kaivan, Rendy dan Gita tersenyum melihat dua pasangan sejoli ini.


"Memangnya kamu kenapa?"tanya Kenan.


"Tadi dia didorong oleh perempuan"ucap Kaivan.


"Perempuan?"ucap Kenan melihat kearah Arumi, "Pasti ulah Celine?"ucapnya.


Arumi yang dilihat ke arah Kenan tidak mengelak, dan berarti tuduhan Kenan tepat bahwa Celine yang mencelakai wanitanya.


Entah kenapa Kaivan yang biasanya sangat jarang sekali dekat dengan orang lain, tiba-tiba merasa senang melihat Arumi dan Kenan saling menyayangi, tidak lupa juga dia terus melihat kearah gelang milik Arumi yang sangat mirip dengannya.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu"ucap Kaivan yang mengundurkan diri, berjalan kearah lift ditemani Rendy disampingnya.


Kaivan yang memutuskan ingin balik ke perusahaan Geraldpun akhirnya dia urungkan, laki-laki itu memilih untuk pergi pulang ke rumahnya untuk bertemu Papa dan Mamanya, karena Kaivan masih sangat penasaran dengan kemiripan gelang tangannya.


"Assalamualaikum"ucap Kaivan yang mencium punggung tangan papa dan mamanya yang sedang menonton tv.


"Wa'alaikumsalam"ucap Papa dan Mama Kaivan dengan senyum hangatnya.


"Tumben kamu pulang cepet, biasanya kalo mama belum telfon belum pulang!"sindir Hilya pada putranya yang baru saja datang kerumah.


"Mama jangan begitu dong!"ucap Kaivan yang memeluk tubuh mamanya yang sedang duduk disebelah papanya.


"Manja begini, pasti ada maunya nih pa!"ucap Hilya yang mengetahui kelakuan putranya yang bersikap manis jika ada udang dibalik bakwan aja.

__ADS_1


"Oh iya ma, gelang Kaivan ini pasti pasaran ya"ceplos Kaivan asal untuk mengetahui kebenarannya.


"Enak aja"ucap Hilya yang mencubit pinggang putranya.


"Aw! Sakit ma"adu Kaivan yang membuat Hilya melepaskan cubitan itu.


"Lagian kamu kalo ngomong tuh ngaco! Itu gelang mama beli waktu di China bersama papa kamu, dan gelang itu hanya ada sepasang. Satu untuk kamu dan satu untuk adik kamu, bahkan gelang itu sangat istimewa, jika tangan kalian bertautan, gelang itu akan menyala indah"ungkap sang mama.


"Iyaa gelang itu hanya ada dua pasang. Kenapa kamu menanyakan tentang gelang itu?"tanya Darel pada putra satu-satunya.


"Hanya ingin bertanya aja, kali aja ada lagi aku bisa kasih pasanganku gitu"ucap Kaivan "Udahlah ma, aku baru sampai di Indonesia jangan mengganggu tidurku ya!"ucapnya yang langsung berjalan kearah kamarnya agar kedua orangtuanya tidak bertanya hal yang aneh-aneh karena ini masih dugaan dia saja.


...✴️...


Sedangkan Arumi sejak tadi menenangkan Kenan yang sangat kesal dengan kelakuan Celine yang sangat berani melukai wanita tersayangnya, padahal dulu Celine sudah sangat dianggap adik oleh Kenan namun laki-laki itu salah, Celine bukanlah wanita yang dulu dia kenal.


"Tahan emosi kamu Kenan"ucap Arumi yang melihat raut wajah Kenan yang sangat tidak bersahabat, hanya karena mengetahui dirinya jatuh tersungkur dilantai perusahaan.


Namun Kenan sudah mulai beraksi, laki-laki itu meminta kepada Fero agar perusahaan milik keluarga Wijaya segera diakuisisi agar dia tau agar tidak pernah menyentuh orang terdekat keluarga Abraham, terutama Arumi wanita yang sangat dicintainya.


"Kenan!"panggil Heru pada sang cucu yang duduk dengan santainya dikursi besarnya, tanpa menyaut panggilan sang kakek.


"Kenapa kamu menghancurkan keluarga Celine dalam sekejap?"kesal Heru.


"Apakah sudah hancur? padahal itu baru permulaan"ucap Kenan dengan santainya.


"Kamu gila! Jelaskan pada kakek sekarang juga kenapa kamu mengakuisisi perusahaan Wijaya?!"


"Karena aku ingin"ucap Kenan dengan entengnya sambil menatap layar laptopnya.


"Apa karena wanita murahan ini? kamu sampai tega dengan Celine?!"kesal Heru dengan emosi tertinggi, karena Heru sudah menganggap Celine sebagai cucu mantunya nanti.

__ADS_1


"Stop kakek bilang seperti itu ke Arumi!"tegas Kenan yang mulai emosi mendengar panggilan sang kakek yang menyebut Arumi sebagai wanita murahan.


"Kamu lihat dia, Kenan?! Apa dia pantas masuk ke keluarga besar Abraham? Tidak?! Dia tidak akan pernah pantas masuk ke keluarga Abraham!"tegas Heru.


Arumi yang mendengar cacian dan hinaan yang keluar dari mulut kakeknya Kenanpun hanya bisa menunduk dengan airmata yang sudah membasahi pipinya, seharusnya dia tau dari awal bahwa kakeknya Kenan tidak akan pernah menerima dirinya.


Gita yang mendengar itu juga, memeluk tubuh Arumi sambil mengusap-usap lembut pucuk kepala Arumi agar dia bisa tenang menghadapi ujian dari kakeknya Kenan.


"Jika anda hanya ingin menghina calon istriku, lebih baik anda keluar!"teriak Kenan dengan emosi yang menjadi-jadi mendengar sang kakek menghina Arumi seenaknya.


"Kamu buta Kenan! Celine lah wanita terbaik untuk menjadi calon istrimu?! bukan perempuan macam itu!"tunjuk Heru pada Arumi yang sedang berada dalam pelukan Gita.


"Jika tidak ada kepentingan lagi, lebih baik anda keluar!"tegas Kenan sambil menggebrak mejanya, yang membuat sang kakek terkejut dengan amarah cucunya saat ini.


Herupun memilih untuk keluar dari ruangan kerja Kenan dalam emosi yang sangat tinggi, dan kakeknya Kenan semakin tidak sama sekali menyukai Arumi, sebab latar belakang wanita itu yang sangat menyedihkan.


Karena menurut Heru, Arumi hanya akan bisa menjadi parasit dalam kehidupan Kenan, wanita yang hanya mencintai harta cucunya saja dikarenakan Arumi itu miskin dan kehidupannyapun pas-pasan. Dia bisa bekerja di perusahaan Kenan itu hanya tertolong pada otak wanita itu.


Kenan yang melihat Arumi menangis dipelukan Gitapun hanya bisa diam, tidak bisa melakukan apapun karena melihat wanita yang sangat dicintainya menangis, membuat hatinya seperti tersayat-sayat oleh belati yang sangat perih dan menyesakkan.


Kali ini pikiran Kenan sangat kalut, sebab Kenan tidak ingin kehilangan wanita yang paling dicintainya untuk kedua kalinya menghilang dari hadapannya. Bagi Kenan, Arumi adalah sumber kehidupannya dan kebahagiaannya, dia tidak ingin wanita itu tak bisa di gapainya kembali dikarenakan ucapan sang kakek yang sangat keterlaluan pada Arumi.


Arumi yang menangis dalam pelukan Gitapun akhirnya mulai menghapus airmatanya, untuk bisa fokus kembali melakukan pekerjaannya walaupun sebenarnya hatinya masih sangat dan amat terasa sakit mendengar hinaan dan cacian dari kakek laki-laki yang dia cintainya.


*****


Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤

__ADS_1


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!


TERIMA KASIH! 🤗


__ADS_2