Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Perempuan yang berisik!


__ADS_3

Setelah mengetahui bahwa operasi sang ibu berhasil dilaksanakan dan segera dipindahkan tempat ke ruang VVIP yang telah dipesan oleh Arumi untuk ibunya, Sila sangat bahagia dan tetap setia menunggu sang ibu sadar dari obat biusnya.


Hingga matahari terbit, mata Kazi tetap setia memantau wanita berperawakan rambut pendek sebahu dengan wajah yang mungil duduk didekat ranjang ibunya.


Saat mata sang ibu terbuka secara perlahan menatap wajah mungil milik Sila yang menangis terharu atas kesehatan ibunya yang berangsur baik.


"Nak, jangan menangis"pinta sang ibu sambil menghapus derai airmata yang turun membasahi pipi cabi milik putrinya.


"Sila bahagia, ibu sudah siuman. Ibu sehat-sehat ya!"ucap Sila memeluk tubuh ibunya dengan erat karena takut kehilangan.


Mata sang ibu menangkap sosok pria tampan berwajah blasteran yang sangat tampan luar biasa dengan matanya yang tajam dan tersenyum ramah melihat dirinya dan putrinya berpelukan.


"Sudah, jangan menangis. Kamu ga malu apa dilihat oleh kekasihmu"ucap Ayu yang melepaskan pelukan dari putrinya.


Sedangkan Sila yang mengikuti arah mata sang ibu, lupa bahwa ada sosok laki-laki tampan yang sejak tadi menemaninya menunggu operasi sang ibu sejak malam tadi.


"Dia bu-bukan pacar Sila, bu"ucap Sila dengan lidah yang keluh.


Sedangkan Kazi berusaha bangun dari sofanya dan berjalan mendekati ibu dari teman adiknya itu yang sedang sakit dengan keadaan canggung, sebab dia selama ini hanya berurusan dengan berkas-berkas dan orang-orang kantor.


Menurut Kazi ini seperti menjenguk ibu dari kekasihnya, bahkan dia yang menjalin hubungan dengan perempuan tidak pernah mengenalkan ke keluarganya atau mengenal keluarga pihak perempuan itu karena terlalu sibuk berurusan dengan bisnis.


Kazi mencium punggung tangan perempuan paruh baya yang masih bersandar diatas ranjang rumah sakit dengan selang infus ditangannya, dan membantu ibu dari teman adiknya itu untuk duduk sambil bersandar diatas kasur.


"Saya Kazi"ucap Kazi dengan senyum diwajah tampannya yang terkesan kaku, karena bingung memperkenalkan dirinya seperti apa pada perempuan paruh baya yang masih sakit.

__ADS_1


"Ibu, ini Pak Kazi, abang dari Arumi teman kantor Sila"ucap Sila memperkenalkan Kazi dengan layak karena tidak ingin ada kesalahpahaman apapun yang terjadi.


"Sila, pesankan makanan dan minuman untuk kalian sarapan"ucap Ayu dengan senyum diwajah yang masih terlihat pucat.


"Iya bu, Sila tinggal dulu ya"ucap Sila dengan mengambil tas kecil miliknya yang tergeletak dimeja kecil dekat sofa.


Menunggu Sila keluar dari ruangan, Kazi hanya diam tidak mampu bersuara apapun karena dia bingung harus berbicara apa terhadap perempuan paruh baya yang baru saja melewati operasi, sangat tidak mungkin dia membicarakan proyek kerjasama atau kemajuan teknologi yang sedang dirintisnya.


"Nak Kazi, ibu boleh tanya sudah berapa lama kamu mengenal Sila?"ucap Ayu dengan senyumnya yang ramah.


"Belum lama dan itu kenal dari Arumi. Karena saya dan Arumi sangat berbeda, adik saya itu lebih mudah bersosialisasi pada siapapun dan mudah bergaul dengan siapapun."ucap Kazi yang tersenyum bangga menceritakan tentang adiknya yang sangat baik kepada siapapun.


"Iya ibu kenal Arumi juga sudah lumayan lama, dia gadis yang sangat baik sekali, terkadang Arumi suka menginap dirumah, jadi rumah tidak terlalu sepi dan ibu berasa memiliki 2 anak perempuan yang berisik"ucap Ayu dengan tawanya yang menceritakan kelakuan putrinya dengan Arumi.


Suara berisik terdengar dari dalam ruangan, hingga suara yang sangat dikenali Kazi itu terdengar masuk ke telinganya seperti merintis kesakitan. Kazi segera keluar dari ruangan dan melihat tidak jauh dari ruangannya VVIP melihat seorang gadis sedang ditarik dengan kasar oleh seorang pria dan ternyata gadis itu adalah Sila.


"Lepaskan dia!"tegas Kazi namun laki-laki itu menatap wajahnya dengan tatapan menantang dan remeh.


"Ternyata ada juga yang mau sama perempuan murahan kaya lu!"ucap laki-laki itu sambil memegang wajah Sila dengan kasar.


"Gue udah bilang sama lu, kita udah ga ada hubungan apapun lagi!!!"teriak Sila dengan airmata yang sakit dengan pipi yang ditekan oleh tangan laki-laki itu.


"Saya sudah bilang jangan kasar dengan perempuan!"tegas Kazi yang masih diacuhkan oleh laki-laki dihadapannya itu.


"Kalo gue mau kasar sama dia, lu mau apa?! Hah?!"tantang laki-laki yang memakai jaket hitam dengan celana jeans robek-robek dibagian dengkul.

__ADS_1


Kazi yang sudah menahan amarahnya sejak tadipun memukul wajah laki-laki yang berdiri dihadapkannya dengan kasar, hingga terjadilah perkelahian yang dilorong rumah sakit khusus VVIP.


Beberapa perawat laki-laki serta pihak keamanan rumah sakitpun akhirnya melerai perkelahian kedua laki-laki itu dan membawa laki-laki yang bersikap kasar pada Sila untuk diusir dari rumah sakit.


Silapun membawa Kazi ketempat suster terdekat untuk mengobati lebam pada wajah laki-laki tampan itu yang terkena pukulan dari mantan kekasihnya yang sangat kasar.


Setelah dibersihkan lebamnya Kazi oleh seorang suster dan ditinggalkan berdua oleh Sila, perempuan itu segera berjalan dan berdiri dihadapan Kazi dengan canggung.


"Makasih ya Pak, telah menolong saya"ucap Sila dengan senyum diwajahnya.


Kazi yang mendapatkan senyum dari seorang wanita yang imut dan cantik seperti Sila hanya mampu terdiam dan menganggukkan kepalanya, tanpa bersuara sedikitpun.


"Pak saya bilang makasih loh, jawab dong"ucap Sila yang meminta jawaban dari Kazi. Bukannya menjawab, Kazi justru bangkit dari ranjang itu dan keluar ruangan yang diikuti Sila dari belakang.


"Jawab dong! Sama-sama gitu! susah banget kayanya jawab doang"oceh Sila sambil menundukkan wajahnya karena kesal diacuhkan oleh Sila.


Bugh!


bunyi tabrakan kepala Sila dengan punggung besar milik Kazi yang kokoh membuat kepalanya sakit, karena laki-laki itu berhenti secara mendadak.


"Aduh! Bapak jalan hati-hati dong! Saya jadi nubrukkan!"omel Sila yang membuat Kazi mengusap wajahnya dengan kasar sambil menghelakan nafasnya.


'Dia yang nabrak, jalan kaga pakai mata, saya yang diomelin'batin Kazi kesal mendengar tiap ocehan yang keluar dari mulut wanita itu yang tidak ada habisnya.


"Saya tidak suka perempuan yang berisik banget"ucap Kazi yang menatap Sila dan membalikkan tubuhnya kembali berjalan keruangan ibunya Sila dirawat kembali yang diikuti wanita yang tingginya hanya sebahu dirinya.

__ADS_1


"Yeh! Emang saya suka sama bapak apa?! Bapak kaya es batu begitu! Menyebalkan!"oceh Sila yang blak-blakkan karena tidak tahan dengan sikap dan sifat Kazi yang hampir sama dengan Kaivan yang sangat menyebalkan.


__ADS_2