Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Mama Pilih Aja Deh


__ADS_3

Sepulangnya Kazi mengantar Sila pulang ke kontrakan wanita itu yang tinggal bersama ibunya, laki-laki itu memilih untuk mandi dan mengganti pakaian dan bersiap untuk ke lantai dasar.


"Bang Kazi udah pulang?"tanya Anita yang terkejut melihat anak sulung putra dari keluarga Gerald yang terkenal super sibuk sudah tiba sebelum jam pulang kerja.


"Udah Nit, Mama mana?"tanya Kazi yang tidak melihat ibunya sejak sampai rumah.


"Tadi Mama bilangnya sih ada arisan gitu bang, paling sebentar lagi pulang. Kenapa?"tanya Anita.


"Gapapa, tanya aja. Ke ruang tv yuk, temenin abang nonton"ajak Kazi pada Anita.


"Boleh."


Kazi membantu Anita menuruni tangga satu persatu, sikap dingin Kazi tidak berlaku untuk Anita, karena sejak mengenal perempuan yang saat ini berstatus menjadi dokter sangat menyukai adiknya, Kaivan. Bahkan Anita sudah dianggap sebagai adik oleh Kazi karena sikapnya yang ramah dan baik.


Sesampainya diruang tv, Kazi memutarkan film yang sangat dia sukai yaitu Simba. Dan Anitapun tidak protes karena dibanding harus menemani Kaivan yang suka menonton film zombie dan sebagai lainnya, mending dia memilih Kazi untuk menonton bersama.


"Kaga ke rumah sakit?"tanya Kazi.


"Ngga bang, kan aku udah hamil besar. Kaga dibolehin sama Kaivan"ungkap Anita yang sebenarnya merindukan melakukan operasi diruang bedah bersama teman-teman dirumah sakit yang bekerja sama.


"Akhirnya dia mengambil keputusan yang bener juga tuh anak pad udah jadi suami. Dia masih kaya dulu?"ungkap Kazi yang tau bagaimana sikap dan sifat adiknya pada Anita selama ini.


"Kalo ke aku sih masih agak dingin, tapi kalo ke calon anaknya dia hangat, dia jadi calon papa yang baik deh pokoknya"ucap Anita dengan senyumnya.


Walaupun Anita saat ingin berbicara dengan Kaivan, tanggapan laki-laki itu hanya seadanya dan tidak memberi tahu keberadaannya atau kabarnya di chat atau telfon saat dikantor.


Namun saat Anita hamil muda, laki-laki itu dengan sigap merawatnya karena ada calon anak dari Kaivan.


"Sabar ya Nit, abang selalu doakan yang terbaik untuk kalian"ucap Kazi yang tau bahwa ada guratan kekecewaan dari wajah perempuan yang duduk disebelahnya.

__ADS_1


Beberapa jam mereka larut dalam film yang mereka tonton dengan tawa dan serius menatap film anak singa kecil yang berubah menjadi raja singa besar yang tak terkalahkan.


"Assalamualaikum"ucap seorang perempuan paruh baya yang masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikumsalam ma"ucap Kazi dan Anita kompak mencium tangan Hilya secara bergantian.


Melihat Kaivan yang juga berdiri didekat mamanyapun, membuat Anita mencium punggung tangan suaminya itu dengan lembut.


"Lah kok kamu tumben banget udah pulang jam segini? Ga nginep dikantor?"sindir Hilya pada putra sulungnya yang terbiasa kerja bagai kuda.


"Apa sih ma, aku kerja salah, aku dirumah juga salah"ucap Kazi yang tidak habis pikir dengan pemikiran mamanya.


"Kamu lagi ngapain sayang?"tanya Hilya pada menantunya yang cantik.


"Nonton Simba sama bang Kazi"ucap Anita dengan senyum. "Aku ke kamar dulu ya ma, bang. Mau naro tas kerja milik suamiku dulu"


"Iya sayang"ucap Hilya yang melihat kepergian menantunya bersama dengan Kaivan.


"Kok mama bisa bareng sama Kaivan?"tanya Kazi yang melihat kedatangan mamanya bersama adiknya bersama, karena Kaivan itu juga sama dengannya gila kerja.


"Mama yang minta jemput ke rumah teman mama, dan mama ancam kalau tidak mau jemput akan mama kutuk jadi berlian biar bisa mama jual"pungkas Hilya dengan santainya.


"Mama masih aja jahat banget sama anaknya sendiri"ucap Kazi.


"Kalian yang jahat sama mama, Papa gila kerja, Kamu dan Kaivan juga samaannya gila kerja. Mama disini untung ada menantu cantik mama yang nemenin. Kalian laki-laki menyebalkan"omel Hilya yang membuat Kazi terdiam.


"Untunglah Arumi sudah menikah dan bisa mengandalkan keluarga Abraham yang bisa menjaganya, kalian abang-abangnya membuatnya bahagia aja tidak bisa, buat mama aja kalian tidak ada waktu, harus mama ancam dulu"sungut Hilya yang kesal dengan putra-putranya yang sangat susah dimintai tolong untuk menemaninya.


"Ma dengarkan aku, tadi aku habis dari kantor polisi"ucap Kazi dengan santainya.

__ADS_1


"Kamu kenapa? Kamu tidak kena kasuskan sayang?"tanya Hilya khawatir pada putra sulungnya.


"Ngga ma, tadi itu nganterin Arumi liat Rania yang sudah tertangkap karena mencelakai orangtua angkat Arumi hingga meninggal"ucap Kazi.


"Bagus dong, kalo bisa selama-lamanya wanita itu membusuk didalam jeruji besi, karena mama muak dengan wanita itu!"ketus Hilya.


Jadi kalian tidak usah heran jika keluarga Gerald adalah keluarga yang sadis dan berdarah dingin karena Kala dan Hilya bukanlah orang sembarangan yang bisa disinggung apalagi memaafkan dengan sesuatu hal yang mungkin akan dapat diulangi kembali oleh seseorang dimasa akan mendatang.


...*...


Acara makan malampun dimulai, Hilya terlihat tertekuk wajahnya karena suaminya pulang telat walaupun sekarang sudah berkumpul dimeja makan bersama.


"Kalian udah ga sayang sama mama ya?"oceh Hilya yang tidak suka dengan pembicaraan para laki-laki dimeja makan tentang bisnis.


"Apa sih ma? Kok mama ngomong gitu?"ucap Kala yang mencoba menangkan hati istrinya yang sedang marah.


"Kalian para laki-laki hanha tau sibuk dikantor, ga ada yang temenin mama, cuma Anita doang. Kapan kamu Kazi kasih mama menantu?"pinta Hilya yang sudah bosan hidup dengan putra-putranya, dan sangat menyayangi menantunya.


"Yaudah mama maunya kapan?"tanya balik Kazi.


"Mama mau secepatnya Kazi, kamu anak pertama dan banyak perempuan yang mengantri padamu. Kapan mama punya menantu dari kamu?"


"Yaudah mama pilih aja deh, nanti kalo cocok mama lamarin aja buat aku"jawab Kazi dengan santainya yang sudah kebal dengan pertanyaan ini pada mamanya.


"Yaudah mama pilih Sila jadi calon menantu mama, ingat ya ga boleh tarik ucapan kamu"ucap Hilya yang tersenyum puas atas kemenangan dirinya.


"Coba aja, kalo dia mau terima lamaran mama untuk Kazi, kalo kaga mau, mama jangan berkecil hati"ucap Kazi yang beranjak dari duduknya meninggalkan percakapan yang menurutnya sangat membosankan.


"Tuh Pa, liat anak kamu tuh! Menyebalkannya sama kaya kamu"omel Hilya yang sebal dengan putra sulungnya.

__ADS_1


Didalam kamar yang dipenuhi dengan warna perpaduan silver dan putih, Kazi membaringkan tubuhnya menatap langit-langit dindingnya.


"Sila? Melamar Sila?"gumam Kazi dengan senyum tipisnya yang tidak terbayangkan bahwa dia akan hidup dengan perempuan yang diluar ekspetasi dari seleranya dia.


__ADS_2