
Dan benar saja keesokan harinya keluarga Gerald berangkat ke rumah Sila untuk melamar.
Bahkan hari ini Kazi berpakaian jas dengan sangat tampan dan berkarisma, sedangkan Sila berpakaian kebaya simple dengan dandanan natural yang membuatnya terkesan imut dan cantik.
Lamaran berlangsung dengan sangat lancar, bahkan kedua keluarga asik berbincang mengenai tanggal pernikahan Kazi dan Sila.
Sila mendapatkan panggilan telfon hingga membuat dirinya harus keluar dari rumah kecil miliknya ke halaman depan mungil miliknya.
"Maaf gue lupa hari ini Niko, salam aja buat mama ya, bye" ucap Sila dengan santainya duduk di bangku panjang halamannya.
Kazi yang sejak tadi mencari keberadaan calon istrinya, ternyata wanita sedang duduk di bangku halaman sambil menelfon laki-laki lain.
"Pak Kazi?" ucap Sila tekerjut melihat Kazi yang berdiri tidak jauh darinya.
"Saya mencari calon istri saya, wanita itu malah sibuk telfonan sama laki-laki lain" ucap Kazi yang membuat Sila tersindir.
"Maaf bukan gitu maksud aku" ucap Sila yang akhirnya berdiri untuk menjelaskan pada Kazi.
"Terus apa? Bahkan panggilan ke mamanya, kamu panggil mama, sedangkan ke mamaku, kamu panggil tante" Tegas Kazi.
"Maaf aku salah, aku ga tau jodohku secepat itu datengnya, baru putus terus ketemu sama abangnya temenku beberapa kali lalu dilamar, biasanya kan ada tahap pacaran dulu. Niko itu temen lama aku dari SMP, mamaku dan mamanya Niko juga berteman" ucap Sila yang merasa bersalah pada Kazi.
"Saya cuma mau kasih tau ke kamu, bahwa saya harus segera ke bandara menuju Eropa, ada beberapa masalah di perusahaan sana" ucap Kazi yang menurunkan egonya.
"aku antar ke bandara ya" ucap Sila yang berinisiatif mengantar calon suaminya pergi keluar negeri.
Setelah berpamitan, Pak ujang salah satu supir di keluarga Gerald mengantar Kazi dan Sila menuju Bandara.
"Kamu berapa lama di Eropa?" tanya Sila pada Kazi.
"Bisa seminggu, dua minggu, bahkan sebulan tergantung urusannya, soalnya ada masalah kantor dan urusan kantor yang harus dikerjakan" ucap Kazi dengan datar.
"Tapi kalau sudah sampai di Eropa, sering-sering kasih kabar ke aku ya mas?" ucap Sila.
"Mas?" ulang Kazi yang mendengar ucapan dari Sila.
"Iya mas, kan sekarang udah jadi calon suami, masa mau dipanggil Pak Kazi atau tuan Kazi" ucap Sila. "Ingat jangan lupa kasih kabar"
"Iya" ucap Kazi singkat.
Perjalanan ke bandara cukup singkat.
__ADS_1
"Baru juga lamaran, udah LDRan aja" gerutu Sila pelan tapi cukup bisa didengar oleh Kazi.
"Tuan muda sudah sampai di Bandara" ucap Pak Ujang yang membuat Kazi dan Sila ikut keluar.
"Pak tungguin saya disini, saya mau anter ke dalam dulu calon suami saya" ceplos Sila pada Pak ujang.
"Siap non" ucap pak ujang.
Dan benar saja Sila mengantar Kazi sampai didalam bandara.
"Mas" ucap Sila pada Kazi yang baru berjalan melangkahkan kakinya beberapa langkah, membuat laki-laki itu membalikkan tubuhnya.
Sila berlari pelan dan memeluk tubuh Kazi untuk pertama kalinya, itu juga cukup membuat Kazi cukup terkejut mendapatkan pelukan dari Sila.
"Jangan lupa untuk merindukan aku dan kasih kabar ke aku ya" ucap Sila yang melepaskan pelukan tersebut.
Kazi pun merogoh isi dompetnya dan mengeluarkan black card miliknya untuk digunakan Sila.
"Pake uang ini untuk keperluanmu dan untuk beli seserahan yang kamu inginkan" ucap Kazi sambil mengelus pucuk kepala Sila dengan lembut.
"Cepat pulang ya" ucap Sila yang melihat Kazi berjalan menuju tempat pemeriksaan tiket.
Setelah minggu ke 3, Kazi jarang membalas pesan Sila, bahkan sudah beberapa kali pesan Sila tidak terbalaskan, membuat hati Sila bimbang pada laki-laki itu.
...****************...
Saat ini Sila memilih untuk duduk sendiri di kantin perusahaan Cullen untuk makan siang dan sambil menunggu notif balasan pesan dari Kazi.
Bahkan beberapa hari lalu dari majalah online luar negeri yang terpercaya, Kazi pergi bersama wanita lain ke acara amal yang terselenggarakan di luar negeri.
"Hey Sila" ucap wanita yang sangat dikenali Sila.
"Arumi, mau ketemu Pak Kenan ya?" tanya Sila menggoda teman baiknya itu.
"Udah tadi, kamu ngapain disini sendiri?" tanya Arumi.
"Makan aja Arumi" ucap Sila dengan wajahnya yang ceria.
"Ceritalah sama aku jika ada masalah?" ucap Arumi yang melihat wajah Sila tidak seceria biasanya.
Saat Sila membuka ponsel miliknya ingin memberitahukan foto Kazi dengan wanita lain, namun suara ponsel milik Aurel berbunyi, terdapat panggilan video call dari Kazi.
__ADS_1
"Dari bang Kazi nih" ucap Arumi memberitahukan pada Sila.
"Angkatlah, mungkin dia rindu sama adiknya tercinta" ucap Sila dengan senyuman indah dan imut diwajahnya.
"Assalamu'alaikum adikku Arumi" ucap Kazi dari ponsel Aurel, membuat Sila hanya diam.
"Wa'alaikumsalam bang. Abang kabarnya gimana disana?" tanya Arumi.
"Alhamdulillah baik. Kami lagi dimana? Sama supir ga? " tanya Kazi yang super khawatir sama Arumi.
"Di kantor Kenan. aku sama supir terus kok" ucap Arumi dengan senyum diwajahnya.
Tiba-tiba panggilan video call itu terdapat perempuan cantik bersama Kazi, dan mereka terlibat obrolan bahasa rusia.
"Arumi, kenalkan ini Alyona, teman kuliah abang dan teman bisnis di Eropa. Dia berdarah Indonesia - Rusia, disini abang dibantu keluarga Alyona" ucap Axel yang dengan gamblangnya memperkenalkan wanita lain pada adiknya.
Sila pun memunculkan wajahnya di ponsel Arumi, dan benar saja wanita itu yang terdapat di sisi Kazi saat acara amal berlangsung.
"Jadi sibuk sama teman bisnismu Alyona sampai tidak membalas pesan dariku?!" ketus Sila dengan kesal.
"Arumi aku kembali bekerja dulu ya" ucap Sila yang langsung pergi meninggalkan kantin kantor, untuk kembali bekerja.
"Sila marah, aku ga tanggung jawab" ucap Arumi.
...****************...
Sudah beberapa hari ini Kazi mengirim pesan, namun tidak ada balasan, menelfon namun tidak diangkat dengan Sila.
Sedangkan beberapa hari ini Sila memilih untuk fokus pada pekerjaannya dan mengabaikan chat serta panggilan telfon dari Kazi dengan menerima pengecekan keuangan disetiap toko milik anak perusahaan kantornya yang tersebar diluar kota.
"Akhirnya aku bisa jalan-jalan ke luar kota untuk menghilangkan ke galauanku selama ini" ucap Sila yang saat ini sedang duduk di tepi pantai bersama dengan rekan kantornya, Leon.
"Udah sore nih, kembali ke penginapan dulu yuk" ucap Leon mengingatkan Sila bahwa matahari sedikit lagi tenggelam.
...****************...
Setelah sampai di hotel yang disewakan perusahaan untuk karyawannya, seorang laki-laki sedang duduk diruang tunggu lobby dengan mata yang tersorot tajam melihat kedatangan Sila.
Sila yang baru saja sampai lobby hotel tidak kalah terkejut melihat kedatangan laki-laki yang sudah beberapa hari ini dia cuekkin.
Silapun dengan sengaja memutuskan kontak mata mereka berdua.
__ADS_1