Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Terbangun Kesiangan


__ADS_3

"Oh iya Kenan, Papa lupa memberitahumu sesuatu. Papa memberikan restu tapi kamu juga harus meminta restu pada kakekmu itu"ucap Bima pada putranya, yang membuat raut wajah Kenan berubah dan Arumi tidak mengerti apa yg harus dilakukannya saat ini.


"Ada apa Ken?"tanya Arumi yang menyentuh tangan kanan Kenan yang duduk disebelahnya.


"Iyaa Pa, besok pagi Kenan mau cuti untuk kerumah kakek bersama Arumi"ucap Kenan.


"Apa perlu kakak temani Arumi?"tawar Kiara yang takut terjadi hal yang tidak-tidak mengingat emosi kakeknya sangatlah tinggi.


"Tidak perlu, biarkan Aku dan Arumi saja yang menghadapi kakek"ucap Kenan.


"Kak Kiara, percayalah Kenan pasti akan menjagaku"ucap Arumi yang tersenyum walaupum sebenarnya hatinya juga ragu untuk bertemu kakeknya Kenan.


Setelah makan malam Kenan ijin untuk mengantar Arumi pulang kerumahnya karena hari sudah makin malam, dan tidak baik juga kalau wanitanya pulang sendiri. Dan sepanjang perjalanan dimobil fokus Arumi hanya menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.


"Arumi!"teriak Kenan.


"Astaghfirullah! Kenan aku tidak budek, jangan teriak-teriak seperti itu!"gerutu Arumi yang kesal dengan Kenan yang membuatnya terkejut.


"Aku dari tadi memanggil nama kamu, tapi ga ada jawaban. Apa yang sedang kamu pikirkan?"tanya Kenan melirik sekilas wanita yang duduk disebelahnya.


"Tidak ada"


"Jangan berbohong padaku"ucap Kenan yang membuat Arumi menghela nafasnya. "Cerita atau aku cium?"ancamnya.


Arumi yang kesal dengan Kenan hanya bisa mengerucutkan bibirnya karena telah jatuh cinta dan terpesona pada laki-laki yang sama dan menyebalkan sekali.


"Aku sedang berfikir, apa kakekmu akan menerimaku?"tanya Arumi ragu yang membuat Kenan menepikan mobilnya dipinggir jalan.


"Dengarkan aku, dia setuju atau tidak. Aku akan tetap menikahimu"ucap Kenan menatap kedua bola mata indah milik Arumi yang menyejukkan hatinya.


"Baiklah, aku percaya padamu Ken"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya. "Ayo antar aku pulang"lanjutnya yang membuat Kenan kembali melanjutkan perjalanan ke rumah Arumi.


Kenanpun memberhentikan mobilnya didepan gang yang menuju ke rumah Arumi, dan benar saja laki-laki itu mengantar ke rumah Arumi yang jauh dari kata rumah besar mewah dari miliknya, bahkan seperempat rumahnya saja tidak ada. Kenan hanya bisa mengusap pucuk kepala Arumi dengan sayang, membuat wanita itu menatap kearahnya dengan heran.


"Aku sudah sampai, kamu mau mampir?"tanya Arumi.


"Gausah, hari udah malam aku pulang dulu ya sayang"ucap Kenan sambil mengusap pipi mulus milik Arumi dengan lembut.


"Yaudah hati-hati dijalan"ucap Arumi yang melihat Kenan masih terus berdiri dihadapannya.


"Aku boleh minta sesuatu?"tanya Kenan.


"Apa?"

__ADS_1


"Jangan lupa memimpikan aku ya! Assalamualaikum"ucap Kenan yang langsung berjalan menjauh dari Arumi.


"Wa'alaikumsalam"ucap Arumi yang tersenyum melihat punggung Kenan yang mulai menjauh dari penglihatannya.


Arumipun masuk ke dalam rumahnya dengan wajah tersenyum karena akhirnya keluarga Kenan dapat menerima dirinya dengan sangat baik, semua itu seperti mimpi indah yang Arumi lalui.


"Assalamualaikum"ucap Arumi.


"Wa'alaikumsalam sayang"ucap Nita, ibu dari Arumi yang duduk menunggu kepulangan putrinya. "Lembur lagi?" tanyanya, Arumi berjalan ke arah ibunya dan mencium punggung tangan ibunya.


"Ngga bu, tadi Arumi.." ucap Arumi terpotong.


"Diantar pacar?"tanya sang ibu yang membuat Arumi tertunduk malu mendengar itu. "Gapapa kok, kamu menikah juga ibu setuju"ucapnya dengan senyum bahagia.


"Makasih ya bu"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya.


"Sebenarnya ibu ingin memberikan ini untukmu sejak lama, pakai ya sayang"ucap Nita dengan senyum diwajahnya tapi tatapannya seakan sedih sekali.



"Iya Arumi pakai bu, gelang ini sangat cantik sekali"ucap Arumi dengan senyumnya, "Ibu kenapa?"tanyanya yang khawatir melihat ibunya sedih.


"Ibu baik-baik saja, tapi masih tidak menyangka putri ibu sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik bahkan memiliki kekasih" ucap Nita dengan senyumnya yang membuat Arumi memeluk tubuh ibunya dengan sayang.


Setelah itu Arumi pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya sekaligus beristirahat untuk besok harinya menghadapi kelakuan Kenan yang sekarang ini seperti bunglon, cepat sekali berubah-ubah.


...✴️...


Hari ini Arumipun terbangun kesiangan, saat dia keluar dari kamarnya yang kecil. Dia melihat Kenan sedang duduk bersama kedua orangtuanya dan juga Angga, adiknya.


"Arumi kamu selalu kesiangan, bagaimana nanti kamu mengurus Kenan?!"omel ibunya yang membuat Arumi melongo mendengar ocehan ibunya.


"Kamu mau sampai kapan berdiri disitu, duduklah kemari"ucap Dio, Ayah dari Arumi yang melihat putrinya maish berdiri sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.


Akhirnya Arumipun berjalan dan duduk disamping Dio, dan juga dia bingung kedatangan Kenan yang entah sejak kapan dan berapa lama sudah ada dirumahnya melihat kelakuan konyolnya yang suka bangun kesiangan.


"Ada apa Kenan?"tanya Arumi yang mendapat cubitan dipipinya dari ibunya.


"Apa kamu lupa, bahwa kamu akan kerumah kakeknya nak Kenan untuk meminta restu"ucap Ibunya yang mengingatkan Arumi yang lupa.


"Hehe maaf aku lupa"ucap Arumi dengan senyum polosnya. "Aku akan bereskan barangku dulu"ucapnya beranjak dari duduknya.


"Tidak perlu, terlalu lama. Nanti kita beli saja perlengkapan kamu"ucap Kenan dengan entengnya.

__ADS_1


"Tapi tidak dengan cara memotong gajiku kan?"tanya Arumi.


"Tidak."


"Tidak memotong uang bonusku?"


"Tidak"


"Tidak memotong uang lemburku?"


"Tidak, kalau kau lama justru akan aku potong"ucap kenan yang sebal dengan kelakuan calon istrinya yang masih aja aneh.


"Baiklah, ayo kita jalan"ucap Arumi yang membuat Kenan dan Arumi berpamitan pada Nita dan Dio sambil mencium punggung tangan mereka.


"Hati-hati ya kak"ucap Angga pada Arumi.


"Iya, Assalamualaikum"ucap Arumi.


"Wa'alaikumsalam"balas Angga dan kedua orangtuanya.


Kenanpun segera menggenggam tangan Arumi melwati gang kecil untuk menuju ke mobilnya yang berada diujung gang ini, dan untunglah kali ini Kenan membawa supir pribadinya untuk menjaga mobil kesayangannya.


Sepanjang perjalanan dimobil Kenan melihat wanita yang duduk disebelahnya dengan tawa yang ditahannya, karena mulut Arumi sedang berkomat kamit dengan mata yang terpejam membuatnya sangat lucu sekaligus aneh.


"Hahahaha"tawa Kenan yang membuat Arumi membuka matanya dan menatap Kenan dengan sebal.


"Memang ada yang lucu?"sebal Arumi dengan menyebikkan bibirnya.


"Mulut kamu ngapain itu, kaya orang komat kamit baca mantra aja"ledek Kenan dengan tawanya.


"Ish, aku sedang berdoa tau! supaya kakekmu menerimaku!"omel Arumi yang kesal dengan laki-laki disebelahnya.


"Orang tuh berdoa, matanya melek. Lah ini merem udah gitu mulutnya bergerak ga jelas gitu!"ledek Kenan yang membuat pagi Arumi menjadi kesal.


*****


Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!

__ADS_1


TERIMA KASIH! 🤗


__ADS_2