
Sudah terhitung 3 hari 3 malam, Arumi mengurung diri didalam kamar menghindar dari seorang Kenan yang sudah sangat menyakiti dirinya dan hanya ingin bertemu dengan Hanan yang membuat hatinya menjadi lebih damai.
Sedangkan selama 3 hari 3 malam itu Kenan terus berusaha membujuk Arumi untuk berbicara dengannya namun ditolak oleh sikap Arumi yang membuatnya sungguh frustasi, sudah cukup kesabaran Kenan ditahan hari ini, jika ingin marah lebih baik Arumi memarahinya atau memaki-maki dirinya dibanding tidak sama sekali bertemu atau berbicara sama sekali dengan dirinya.
Malam haripun tiba, Kenan memang memiliki kunci duplikat kamarnya namun dia menahan diri untuk memberikan waktu untuk Arumi sendiri dan berbicara dengan dirinya tanpa paksaan sedikitpun. Tapi untuk kali ini Kenan membuka pintu kamar miliknya dan mengunci kamarnya kembali, melihat Arumi yang sedang duduk bersandar di kasur besar milik mereka.
"Sayang, aku mohon jangan diamkan aku seperti ini, kamu boleh memarahiku, menamparku, memukulku tapi jangan acuhkan aku seperti ini"ucap Kenan yang menggenggam tangan istrinya, namun Arumi berusaha menolak untuk digenggam tangannya oleh Kenan.
"Lepaskan tanganku"ucap Arumi pelan.
"Ngga mau, sayang maafin aku atas semua kesalahan aku, aku bisa menjelaskan semuanya dari awal"ucap Kenan yang menciumi telapak tangan Arumi yang berada digenggamannya. Arumipun menatap wajah Kenan dengan tatapan kosong membuat Kenan rindu dengan wajah cantik milik istrinya dan duduk ditepi ranjang.
"Sayang dengarkan aku.."ucap Kenan terpotong.
"Lepaskan tanganku! Dan keluar dari kamar ini atau aku yang akan keluar langsung dari rumah ini"ucap Arumi dengan kesal.
"Aku ga akan melepaskan genggaman tangan kamu sampai kamu mau mendengarkan aku, aku mohon Arumi, aku sangat mencintaimu"ucap Kenan menciumi tangan Arumi hingga tak tersadar bahwa laki-laki itu menangis dihadapan istrinya. "Aku tau aku salah, tapi aku ga pernah berbohong bahwa wanita yang aku cintai dari awal sampai akhir itu cuma kamu"ucapnya.
"Cinta? dari awal sampai akhir kamu selalu bilang cinta tapi kamu malah menyakitiku Kenan!"kesal Arumi yang masih tidak percaya bahwa hubungan Kenan dan Rania dulu sudah ditahap bertunangan tapi dia dengan bodohnya percaya bahwa Kenan hanya mencintai dirinya.
"Aku mohon berikan aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya sayang, aku hanya mencintaimu"ucap Kenan.
"Aku tidak ingin mendengar apapun lagi darimu Ken! Lebih baik kita berpisah saja"ucap Arumi yang tak tahu darimana keberanian itu muncul, karena yang dia tau hatinya sudah sangat kecewa dengan Kenan.
Bagaikan tersambar petir, hati Kenan sangat sakit mendengar Arumi meminta mereka untuk berpisah padahal Arumi sedang mengandung buah hati dari mereka. Tapi Arumi selalu keras kepala dan tidak mau sama sekali mendengarkannya sedikitpun.
"Apa kamu bahagia jika berpisah denganku? Kamu sedang mengandung anak kita, buah cinta kita berdua, anak yang akan membawa kebahagiaan dikehidupan keluarga kecil kita. Untuk hari ini aku akan berpura-pura tidak mendengar apapun, dibanding mendengar permintaan konyolmu itu"ucap Kenan melembut. "Aku akan tidur diluar dan tidak akan masuk lagi tanpa kamu yang minta, sayang jaga mama kamu ya, jangan nakal didalam perut"ucapnya sambil mengusap perut Arumi dan beranjak dari duduknya, membuka pintu kamar dan menutupnya kembali.
__ADS_1
...✴️...
Sudah seminggu berlalu, waktunya Arumi kontrol kandungan yang berada diperutnya yang semakin membesar di rumah sakit Medika Gerald milik keluarganya. Serta untuk pertama kalinya Arumi keluar dari kamar miliknya dan sarapan bersama keluarga Abraham.
"Aduh sayang, mama kangen sekali dengan kamu"ucap Tiara memeluk menantunya sebentar dan tersenyum dengan sangat lembut.
"Iya ma, Arumi juga kangen dengan Mama"ucap Arumi tersenyum.
"Yaudah ayo kita sarapan"ucap Tiara yang menuntun Arumi duduk di ruang makan.
"Arumi, aku ga bermaksud untuk ikut campur urusanmu dengan Kenan, tapi sudah beberapa hari ini Kenan tidak pulang ke rumah, dia selalu menyibukkan diri di kantor sampai lupa makan dan hanya meminum vitamin"ucap Kiara yang sangat khawatir dengan adiknya.
"Iya Kak, nanti aku akan berbicara dengan Kenan"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya.
"Tansky mau kemana?"tanya Hanan dengan tatapan polosnya.
"Iya mami mengizinkan kamu, tapi jangan nakal"ucap Kiara.
"Yeeehhhhh!!! Makasih mami! Pokoknya mami Hanan paling cantik sedunia!"ucap Hanan kegirangan.
Selesai sarapan, Arumi dan Hananpun masuk ke dalam mobil diantar Pak Rendra menuju rumah sakit, hingga akhirnya Arumi memutuskan menelfon suaminya yang sudah lama tidak dia ketemui, bagaiamanapun dia berhak tau kondisi anak yang berada dalam kandungannya.
"Assalamualaikum sayang, ada perlu apa? kamu mau apa?"tanya Kenan yang sedang mengadakan rapat, namun lebih memilih mengangkat panggilan telefon dari istrinya.
"Wa'alaikumsalam, aku sedang dijalan mau ke rumah sakit, mau cek kandungan, kamu sedang sibuk ga? Bisa temani aku cek kandungan?"tanya Arumi ragu.
"Aku ga sedang sibuk, aku segera ke rumah sakit, hati-hati dimakan sayang"ucap Kenan yang bahagia tiada tara dan langsung menunda rapat kantor hari itu dan pergi mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.
__ADS_1
...✴️...
Sesampainya dirumah sakit Kenan langsung berlari ke arah ruangan dokter kandungan yang sudah terdapat Kaivan dan Anita yang baru saja juga cek kandungannya, sekarang adalah saatnya untuk Arumi kontrol bayi yang ada dalam kandungannya.
"Jangan takut ada aku, pasti anak kita sehat"ucap Kenan yang membuat Arumi langsung berbaring dikasur yang sudah tersedia.
"Bayinya sehat, dan ibunya juga jangan banyak pikiran yak karena kondisi bayi masih sangat rentan"ucap Dokter Lula.
"Iya dok"ucap Arumi tersenyum melihat ke layar kaca gambar bayinya dan Kenan yang tersenyum melihat buah cinta mereka.
"Lihat deh sayang, anak kita sehat, dia masih sangat kecil"ucap Kenan. "Oh iya dok, usia berapa baru ketauan laki-laki atau perempuan?"
"Mungkin usia 4 atau 5 bulan baru ketahuan jenis kelaminnya. Memangnya tuan muda Kenan ingin memiliki anak laki-laki atau perempuan?"tanya Dokter Lula.
"Perempuan karena aku ingin melihat kecantikan wajah dari mamanya menurun pada anakku"ucap Kenan yang mendapatkan cubitan kecil dukungan tangannya dari Arumi.
"Apa aja, yang penting dia sehat"ucap Arumi.
"Iya sayang yang penting sehat"ucap Kenan yang tersenyum lembut padanya.
setelah selesai dari dokter kandungan, Arumi memegang pergelangan tangan abangnya untuk tidak langsung pulang terlebih dulu dan ke tempat yang lumayan sepi diikuti Anita dan Kenan.
"Ada apa dek?"tanya Kaivan memegang pucuk kepala Arumi.
"Kapan abang menikahi Kak Anita? perut dia akan semakin membesar, orang-orang pasti akan membicarakannya, jangan terlalu sibuk bekerja!"omel Arumi yang membuat Kaivan menengok ke arah Anita yang sedang menundukkan kepalanya.
__ADS_1