
Sudah 5 hari Arumi tinggal kembali dikediaman keluarga Abraham bersama dengan Kenan, bahkan segala macam tipuan-tipuan kecil yang dimainkan Rania yang dijebak oleh Arumi mulai terlihat dihadapan keluarga besar suaminya, tapi kartu As busuknya Rania agar masuk dirumah keluarga Abraham belum dibuka, Karena Arumi asik dalam permainan wanita ular berwajah lugu yang menyebalkan.
Hari sabtu dengan sinar matahari yang terang dan angin yang berhembusan kecil membuat Arumi tersenyum bahagia, karena dia akan bertemu dengan teman dekat masa SMAnya kembali di sebuah Mall yang cukup mewah dan besar.
Namun saat Arumi sedang adik bercerita panjang lebar dengan sahabat baiknya dimasak SMA, mata kecilnya terkejut melihat perempuan cantik yang memakai baju waiters di restoran yang terbilang cukup mewah dan mahal.
"San, Fan, tunggu sebentar ya"ucap Arumi yang segera beranjak dari bangkunya, berjalan menghampiri wanita yang rambutnya dikuncir satu dengan poin tertata rapih, meninggalkan Sania dan Fany yang hanya mampu melihat arah jalannya Arumi.
Arumi tak sanggup berkata apapun, dia hanya mampu menepuk pundak milik wanita berambut lurus yang membelakanginya. Namun saat wanita itu membalikkan badannya, dia segera tersenyum dengan hambar.
"Arumi? Sedang apa?"tanya Sila yang malu terlihat susah dihadapan wanita yang sudah dianggapnya teman, apalagi Arumi adalah istri dari bosnya.
"Kenapa kamu bekerja disini? Apa perusahaan Kenan sudah bangkrut hingga tidak memberikanmu gaji?"tanya Arumi yang terkejut melihat penampilan Sila yang sangat beda sekali dengan biasanya.
"Tidak kok Arumi, aku masih bekerja diperusahaan Abraham, hanya saja aku butuh biaya tambahan untuk hidupku"ucap Sila dengan senyum yang hangat.
"Sila! Saya menggajimu bukan untuk mengobrol! Cepat kembali bekerja atau saya pecat?!"Bentak seorang laki-laki botak bertubuh gendut yang membuat Sila ketakutan.
"Iya maaf pak, saya akan kembali bekerja"ucap Sila dengan tanda merendah.
"Karena kamu kelamaan mengobrol saya akan potong dari gajimu!"ketus laki-laki tua yang membuat Arumi kesal bukan main.
"Dia ini pekerjamu! Statusmu masih manager tapi berani-beraninya asal memotong gaji karyawan seenaknya!"ucap Arumi dengan dingin.
Fany dan Sania yang melihat Arumi ribut dengan laki-laki tuapun segera menghampiri sahabatnya, karena takut jika terjadi apa-apa yang akan membahayakan janin dalam kandungan Arumi yang sudah mulai membesar.
"Arumi, kita balik yuk!"cegah Fany yang mengajak Arumi untuk balik, namun wanita yang sedang berbadan dua itu sama sekali tidak mengidahkannya.
__ADS_1
"Sila kamu saya pecat!"ucap sang manager toko yang berada didalam Mall mewah itu dengan marah.
"Kamu tidak berhak memecatnya! Panggil Pimpinanmu sekarang juga!"ketus Arumi.
"Permisi, maaf ada apa Nona mencari saya?"tanya laki-laki yang berpakaian jas hitam rapih dengan senyum yang ramah.
"Kak Irsyad?"ucap Arumi yang terkejut melihat pemimpin restoran mewah itu adalah Irsyad, senior kampusnya sekaligus mantan kekasih Arumi saat berusaha untuk melupakan Kenan.
"Ada apa Arumi?"tanya laki-laki berwajah tampan dengan poster tubuh yang cukup ideal.
"Manager kakak, telah memecat sahabatku"ucap Arumi dengan pelan, karena dia malu harus menghadapi laki-laki sebaik Irsyad yang telah mencintainya dengan begitu tulus dahulu.
"Lalu kamu mau aku melakukan apa?"tanya Irsyad yang berjalan mendekat pada Arumi.
"Tidak perlu, karena Sila sudah dipecat. Sila ikut aku"ucap Arumi yang segera menarik pergelangan tangan Sila yang diikuti Fany dan Sania.
Walaupun mereka tidak satu kampus tapi Arumi selalu cerita tentang kehidupannya diluar negeri, termasuk berpacaran dengan laki-laki bernama Irsyad yang memiliki wajah blasteran Eropa yang seperti Dewa Yunani.
"Biasa aja kali Rum, gausah salting ketemu mantan!"ledek Sania yang sudah tidak tahan untuk mengejek Arumi.
"Itu mantan lu, Arumi?"tanya Sila yang terkejut mendengar penuturan dari mulut seorang wanita yang tidak dia kenali.
"Stop jangan bahas itu! Pertama Sila lu kenapa melakukan pekerjaan itu? Bukannya gaji bagian Finance itu cukup besar di perusahaan Abraham?"tanya Arumi yang sangat ingin tahu kehidupan apa yang dimiliki Sila saat ini sampai harus bekerja sambilan sebagai waiters. "Sil, kita sahabatkan? boleh kok cerita ke gue"
"Makasih yaa Arumi"ucap Sila memeluk tubuh Arumi sebentar, karena terganggu dengan dering ponsel milik Sila. "Arumi, gue harus ke rumah sakit dulu ya sekarang!"
"Tunggu!"cegah Arumi yang memegang pergelangan tangan Sila, "Gue ikut, sekalian mau cek kehamilan"
__ADS_1
Sila hanya mampu menganggukkan kepalanya menyetujui keinginan wanita yang sudah berbadan dua ini. Namun Fany dan Sania tidak ikut karena ada acara dengan kekasih mereka masing-masing dimalam minggu.
...✳️...
10 menit berlalu, akhirnya Arumi dan Sila sampai di rumah sakit melihat keadaan ibu kandung dari Sila dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan untuk operasi sesegera mungkin.
Jika hari ini tidak dioperasi makanya nyawa dari ibu Sila akan berhenti sampai disini saja, Sila sangat kalut, sebab dia belum sama sekali memiliki uang untuk ibunya.
"Sila tanda tangani operasinya, gue yang bayar"ucap Arumi yang membuat Sila terkejut mendengar ucapannya "Buruan, udah ga ada waktu buat selamatin ibu lo nantinya!"omelnya.
Silapun segera menandatangani surat dari sang dokter sedangkan Arumi membayar uang operasi dibagian administrasi untuk ibunya Sila. Saat Arumi melihat keadaan Sila yang tak henti-hentinya menangis hingga bergetar hebat tubuhnya takut terjadi hal yang buruk terjadi pada sang ibu.
"Sila, tenanglah. Ibu pasti selamat dan baik-baik aja"ucap Arumi menenangkan hati Sila yang sangat berkecamuk.
Operasipun membutuhkan waktu yang sangat lama hingga Arumi lupa mengabari dirinya pada suaminya, tak butuh waktu lama dering ponsel Arumi berbunyi dengan sangat keras dan tertera 'Suamiku' dilayar milik ponselnya.
"Kamu dimana?"tanya Kenan yang khawatir pada Arumi hingga malam belum kembali.
"Di rumah Sakit Medika Gerald"ucap Arumi yang langsung dimatikan sepihak oleh suaminya.
Arumi memutuskan untuk menelfon kembali tapi laki-laki itu tidak kunjung menjawab panggilan telfonnya, dan sudah pasti bahwa suaminya akan berjalan menyusulnya ke rumah sakit dan mengiranya sakit.
"Siapa Arumi?"tanya Sila yang sudah merasa baikan karena ditemani dengan Arumi yang sangat baik padanya.
"Mr. Protective"ucap Arumi yang membuat Sila tersenyum mendengar sebutan Kenan yang sangat sesuai dengan kelakuan yang sangat protektif.
"Yaudah pulang gih sana! Gue gamau nanti dipecat karena sudah mengambil bidadarinya seharian ini"ledek Sila pada Arumi yang sangat hafal dengan kelakuan bosnya yang menyeramkan itu.
__ADS_1