
Hingga 1 jam berlalu, akhirnya Kenan mendapatkan kesadarannya dengan penuh dan ada Arumi yang sedang duduk disampingnya. Kenan akhirnya memaksakan untuk duduk diatas kasur yang sudah dipastikan milik Arumi, dan menggenggam tangan istrinya.
"Maafin aku sayang, aku udah keterlaluan denganmu"ucap Kenan dengan senyum diwajahnya, namun Arumi segera melepaskan genggaman tangannya dan memberikannya sebuah nampan yang berisi bubur dan air putih.
"Makanlah"ucap Arumi dengan dingin.
"Aku masih sakit sayang, suapin"pinta Kenan manja pada istrinya.
"Hanya baru wajahmu yang saya buat lebam! Tanganmu belum saya patahkan! Jadi makan sendiri!"teriak Kazi yang membuat Kenan tidak sama sekali dengan abang iparnya yang super horor.
"Kazi"ucap Hilya menarik tangan putranya untuk segera keluar dari ruangan. "Arumi rawatlah suamimu dulu, mama mau ke bawah sama abangmu"ucapnya keluar dari kamar milik Arumi bersama dengan putra sulungnya.
Suasana didalam kamar menjadi sangat hening, Kenan maupun Arumi sama sekali tidak bersuara. Arumipun segera mengambil beberapa lembar foto-foto berukuran kecil dan memberikannya pada suaminya diatas ranjang sedang memakan bubur yang dibuatkannya.
"Ini lihatlah"ucap Arumi memberikan beberapa lembar foto itu.
"Ini apa?"tanya Kenan yang sama sekali tidak mengerti dengan perkembangan janin yang berada di dalam rahim Arumi.
"Bukankah kamu ingin tahu keberadaan mereka didalam kandunganku?"ucap Arumi.
"Mereka?"tanya Kenan bingung.
"Iya, ternyata dalam kandunganku terdapat 2 calon bayi kita dan mereka sehat"ucap Arumi dengan senyum yang tulus membuat Kenan sangat bahagia dan langsung memeluknya.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah akhirnya aku punya 2 sekaligus, makasih ya sayang"ucap Kenan yang memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat, membuat Arumi melepaskan pelukan dari tubuhnya.
__ADS_1
"Aku ga bisa nafas"ucap Arumi.
"Maaf-maaf, oh iya sayang yang mengobati luka aku itu pasti kamu ya?"tanya Kenan.
"Bukan, tapi Kak Anita. Karena aku tidak mengerti obat-obatan yang ada nanti bukannya mengobatimu malah menambah wajahmu semakin rusak"ucap Arumi.
"Sayang, maafin aku ya. Kalau kamu tidak suka tinggal dirumahku, kita pindah ke apartemenku lebih dulu aja, nanti sekalian kita cari-cari rumah untuk keluarga kecil kita"usul Kenan, karena dia sama sekali tidak ingin berjauhan dengan istrinya.
"Aku pikir kamu lupa udah memiliki istri"sindir Arumi pada Kenan dengan wajah jutek.
"Mana mungkin aku lupa punya istri secantik kamu, sayang"ucap Kenan yang langsung memeluk tubuh Arumi dengan erat, karena rasa rindu yang begitu berat berada dipuncaknya.
Arumi menyadari bahwa berat badan Kenan menjadi lebih kurusan, dari sebelum dia keluar dari rumah Abraham. Segera Arumi melepaskan pelukan dari suaminya dan melihat ada lingkar hitam tepat dimata Kenan, seperti kurang tidur dan kurang makan.
Pantas saja, Rendy menelfon agar Arumi lebih memperhatikan suaminya, karena hampir setiap hari Rendy selalu melaporkan keadaan Kenan pada Arumi, bahwa suaminya tidak pulang ke rumah bahkan lebih banyak mengurus pekerjaan untuk membantu Kenan melupakan masalahnya dengan Arumi.
Namun hal itu sangat aneh untuk Arumi, sebab Rania bukanlah wanita yang jago dalam bela diri kalaupun wanita itu memukul menggunakan benda atau kayu yang ditemukan dijalan itu bukanlah seperti sesuatu yang kebetulan tapi sudah direncanakan. Memang Rania itu adalah ular yang sangat berbisa sangat pandai memainkan banyak trik untuk menipu dan mendapatkan belas kasihan dari semua orang.
"Aku rasa itu bukanlah secara kebetulan tapi sudah terencana oleh Rania, aku ada ide untuk bermain beberapa trik menghadapinya dan menendang wanita itu dari rumah keluargamu"ucap Arumi tersenyum dengan penuh banyak arti. Sedangkan Kenan juga terdapat ada sesuatu yang sangat ganjal dari peristiwa Kiara yang akan dicelakai segerombolan orang-orang.
Setelah berbincang cukup lama untuk memberitahukan ide brilian yang ada suaranya Arumi pada sang suami, dia segera turun dari tangga kamarnya bersama Kenan yang menggenggam tangannya dengan lembut.
"Silahkan anda keluar dari rumah kami sekarang!"bentak Kazi yang sudah sangat kesal pada suami adiknya itu.
"Bang, biarkan dia makan bareng kita ya, aku mohon"ucap Arumi lembut sambil tersenyum membuat Kazi kembali duduk dibangku meja makannya.
__ADS_1
Makan siang dirumah kediaman Gerald terlihat sangat tidak nyaman karena Kala sebagai Papa kandung Arumi ikut kesal dengan kelakuan keluarga Abraham yang menerima Rania selaku mantan kekasih Kenan, yang telah menjatuhkan harga diri putri mereka. Begitupun dengan Kazi yang sangat tidak tahan dan ingin sekali meninju wajah milik Kenan yang masih begitu berani munculkan wajahnya dihadapan dirinya, sedangkan Kaivan sedang sangat menahan diri amarahnya sejak tadi sebab Anita memegang kaos oblong miliknya agar Kaivan tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga adiknya.
"Bang Kazi, aku boleh minta tolong ga?"tanya Arumi dengan santai.
"Apa?!"ketus Kazi pada Arumi.
"Bantu cek cctv yang ada didekat kantor milik Kenan, letak cctv itu ada 3 atau 4 toko dari kantor milik Kenan"ucap Arumi.
"Tapi aku udah cek, dan cctv itu rusak sayang"ucap Kenan yang tidak habis pikir dengan istrinya.
"Tenang aja, abang itu sangat ahli dalam IT, memperbaiki isi cctv itu bukanlah hal yang sulit"ucap Arumi.
"Kenapa abang harus perbaiki isi rekaman cctv itu?"tanya Kazi.
"Sebab itu akan aku jadikan bukti karena aku menduga Rania telah menipu keluarganya Kenan"ucap Arumi.
"Menipu? Darimana kamu yakin bahwa wanita itu telah menipu keluarganya Kenan? Dia bahkan sudah tidak memiliki apapun lagi"ucap Kaivan.
"Namanya juga wanita ular, selalu banyak trik liciknya!"ketus Kazi yang sangat tidak menyukai Rania yang telah menyakiti hati adiknya.
"Hush! Kamu ga boleh seperti itu!"tegur Hilya pada putra sulungnya yang dengan enaknya menjuluki Rania sebagai wanita ular.
"Bisa kamu jelasin, kenapa kamu curiga bahwa Rania telah menipu keluarganya Kenan?"ucap Kala yang sangat ingin tahu wanita seperti apa yang dihadapi putrinya saat ini.
"Sangat panjang Pa, yang penting bang Kazi harus bantu aku dulu, nanti akan aku kasih tau ke kalian jika buktinya sudah ada"ucap Arumi. "Dan satu lagi, hari ini aku akan kembali ke rumah keluarga Abraham"ucapnya.
__ADS_1
"Papa ga setuju! Dia wanita yang banyak trik, papa takut kamu kenapa-kenapa apalagi kamu sedang mengandung!"tegas Kala yang mengkhawatirkan keadaan putrinya dan calon cucunya yang berada didalam kandungan Arumi.
"Pa, Aku Arumi Eliana Gerald tidak akan terkalahkan oleh wanita ular itu, karena darahku ini darah keluarga Gerald bukan darah pecundang, jadi harus aku hadapi dia"ucap Arumi dengan tersenyum manis.