Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Berguru dengan Kenan


__ADS_3

Setelah berjam-jam diluar ruang operasi, akhirnya terdengar suara tangisan bayi dalam ruangan dan tidak berselang lama, bayi perempuan dengan pipi yang gembul keluar dengan inkubator dari ruang operasi.


"Anak Papa sayang"ucap Kaivan yang tersenyum dan terharu melihat putri kecilnya tidur menggeliat di inkubator.


"Selamat ya tuan, anaknya sehat dan sangat cantik. Saya akan bawa ke ruang bayi dulu ya tuan"ucap perawat perempuan itu mendorong inkubator itu.


"Ma, aku ke ruang bayi dulu ya, mau adzanin anak aku"ucap Kaivan.


"Abang aku mau ikut"pinta Arumi pada abangnya.


"Ayo adikku"ucap Kaivan yang memperbolehkan adiknya untuk ikut melihat keponakannya sendiri.


Kaivan dan Arumi segera berjalanan beriringan mengikuti suster yang membawa bayi mungil itu ke ruang bayi, sedangkan Kenan memilih untuk tetap di depan ruang operasi.


"Kamu tidak ikut Arumi, Ken?"tanya Kala yang melihat menantu laki-lakinya yang biasanya seperti magnet dengan putrinya, kini tidak.


"Mungkin Arumi sedang ingin ngobrol dengan abangnya Pa"ucap Kala yang menganggukkan kepalanya mengerti bahwa hanya Arumi yang bisa membantu putranya agar menjadi lebih hangat dari biasanya.


Dilain sisi hati Kazi kalut dan takut dengan keadaan Sila yang hingga kini belum keluar dari ruang operasi yang sudah berjam-jam didalam, bahkan Kazi sedari tadi hanya mampu mundar mandir, duduk dan berdiri lagi. Hatinya sedang sangat gelisah dan khawatir terhadap perempuan sederhana yang cantik dan juga sedikit tomboy.


Di satu sisi Arumi menemani Kaivan untuk adzanin putri kecil abangnya yang baru lahir, dengan wajah yang mirip seperti abangnya tapi bola matanya seperti Anita, hitam gelam dan indah.


Selesai memberikan adzan, Kaivan hanya mampu tersenyum melihat putrinya yang tertidur pulas dengan sesekali menggeliat di dalam inkubator.


"Dia sangat cantik ya bang"puji Arumi melihat keponakannya yang baru lahir dengan sehat dan pipi yang gembul membuatnya gemas.


"Iya Arumi, Dia sangat cantik. Aku bersyukur dia selamat dan hadir di dunia"ucap Kaivan tersenyum kecil melihat ke arah inkubator.


"Dia hadir berkat Kak Anita mempertaruhkan nyawanya untuk anak kalian lahir didunia, jangan sakiti kak Anita, bang"ucap Arumi yang membuat abangnya menatap wajahnya.


"Aku hanya sedikit kesal mendengar percakapan dirinya sama kamu, padahal aku merasa hubungan kita saat itu baik-baik aja"pungkas Kaivan.

__ADS_1


"Terkadang perempuan mampu menyimpan rasa sedih, marah, kecewa didalam hatinya dan terlihat ga apa-apa"ucap Arumi.


"Abangmu ini bukan dukun Arumi, yang tau dia marah, sedih atau kecewa kalau dipendam sendiri. Kalau dia marah kasih tau, begitupun sedih atau apapun itu"ungkap Kaivan.


"Boleh aku tanya satu hal sama Abang?"ucap Arumi dengan ragu.


"tanya saja sayang"ucap Kaivan.


"Apa Abang mencintai kak Anita?"tanya Arumi yang mendapatkan senyuman dari abangnya.


"Abang mencintainya, apa dia meragukan itu?"tanya Kaivan yang tau bahwa istrinya sangat dekat dengan adiknya ini.


"Apa Abang pernah menyatakan perasaan Abang yang sejujurnya?"tanya Arumi balik.


"Apa itu perlu?"tanya Kaivan.


"Abang menyebalkan"ucap Arumi dengan wajah cemberut. "Setiap hari aja Kenan saat aku bangun dari tidur, dia selalu mengatakan love you atau saat mau berangkat kerja dia peluk aku sambil bilang aku sayang kamu. Kata-kata itu emang simple, tapi buat aku bahagia ngejalanin hari ke hari"ungkapnya dengan senyum.


"Abang, kalau aku tersenyum dan bahagia, Abang juga bahagiakan?"tanya Arumi lagi.


"Tentu sayang, Abang akan bahagia kalau kamu bahagia"ucap Kaivan.


"Itu berkat kata-kata Kenan, coba sehari aku tidak mendengar kata-kata sayang dari Kenan atau kata-kata pujian seperti 'istriku makin cantik aja setiap hari', aku mungkin akan cemberut dan mengira dia udah ga menyayangiku lagi. Lebih baik Abang berguru sama Kenan, cara membahagiakan istri gimana? kali aja Kak Anita jadi berubah pikiran dan hubungan pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan"ungkap Arumi dengan senyum.


Sedangkan Kenan yang biasanya selalu berada didekat istrinya pun menjadi risau karena istrinya tidak balik-balik sudah setengah jam di ruang bayi.


"Kenapa Ken?"tanya Kala yang menyadari menantu laki-lakinya sejak tadi menatap jam dan lorong rumah sakit.


"Apa Arumi masih lama ya Pa?"tanya Kenan yang gelisah jauh dari istrinya.


"Kamu ini Ken, ga bisa banget jauh dari istrimu"ungkap Kala pada menantunya. "Yaudah samperin sana dibanding kamu ga tenang jauh-jauhan dari dia"sambungnya.

__ADS_1


Kenan pun segera beranjak dari duduknya, berjalan ke lorong memperhatikan setiap pintu untuk mencari ruang bayi yang terdapat istrinya dan Abang iparnya.


"Kenan kemana Pa?"tanya Hilya yang melihat menantu laki-lakinya berjalan menjauh dari ruang tunggu.


"Mencari istrinya, diakan ga bisa banget jauh dari Arumi, seperti kita ya Ma"ucap Kala tersenyum pada istrinya.


"Mama mah bisa jauh dari Papa, Papa kali yang ga bisa jauh dari Mama"ucap Kazi tanpa dosanya.


"Dasar anak kurang ajar! sepertinya Papa salah kalimat waktu adzanin dia, Ma"ungkap Kala.


"Kazi berhentilah nak meledek Papamu, Mama capek mendengar kalian ribut, kalian kompak hanya di bisnis aja"ucap Hilya menatap putra sulungnya.


Dilain tempat, Kenan segera masuk ke ruang bayi yang ternyata benar terdapat istri dan Abang iparnya sedang berdiri didekat inkubator anak dari Kaivan, laki-laki itu segera menghampiri Arumi dan memeluk istrinya dari belakang.


"Kenan, kok kamu disini?"ucap Arumi terkejut melihat suaminya memeluk tubuhnya dengan posesif.


"Aku kangen kamu tau, lagian lama banget sih kamu ke ruang bayi aja"ungkap Kenan yang mendapatkan tatapan jengah dari Kaivan.


"Baru juga setengah jam ditinggal, kaya setahun aja"ledek Kaivan yang bosan melihat tingkah adik iparnya yang manja sekali dengan adiknya.


"Biarin, Arumi aja ga keberatan. Lagian juga manja-manjaan sama istri dapet pahala tau, iya kan sayang? Apalagi kalo membahagiakan istri, kamu bahagiakan jadi istri seorang Kenan Abraham?"cecar Kenan dengan pertanyaan untuk istrinya.


"Sedikit"jawab Arumi.


"Kok sedikit?"tanya Kenan melepaskan pelukannya dan memutar tubuh istrinya untuk menatap wajahnya yang cemberut.


"Sedikit bahagianya, sisanya bahagiaaaaa bangeeeettttt!"ungkap Arumi yang mendapatkan kecupan di dahi miliknya dengan sempurna.


"Kalau kalian mau mesra-mesraan lebih baik keluar"ucap Kaivan.


"Oh iya Ken, Abang mau berguru sama kamu tuh cara membahagiakan istri bagaimana? Kalian bisa diskusikan dulu, aku tinggal ya"ucap Arumi yang segera berjalan keluar dari ruang bayi meninggalkan suami dengan abangnya.

__ADS_1


__ADS_2