Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Bersilat Lidah


__ADS_3

"Hari ini juga aku ingin memberitahumu untuk tidak menunda pernikahan kita lagi, aku akan datang malam ini juga bertemu kedua orangtuamu"ucap Kenan dengan senyum diwajahnya.


"Apa?!"ucap Arumi yang membulatkan matanya, terkejut mendengar ucapan tiba-tiba dari Kenan yang baru saja berbaikan dengannya.


"Lebih cepat lebih baik bukan?"tanya Kenan yang hanya diberi anggukan kecil oleh Arumi.


Arumi yang telah menyetujuinya itupun langsung menelfon abangnya Kaivan Alvaro Gerald yang panggilan pertama nomor yang dihubunginya aktif tapi tidak dijawab.


Sementara Kaivan sendiri sedang mengadakan rapat dengan para petinggi perusahaannya untuk mengurus penurunan pembelian barang-barang yang membuatnya sangat emosi dengan banyaknya pengeluaran yang sangat tidak dimasuk akal.


"Maaf pak, ada telefon?"ucap Sherly, sekretaris Kaivan yang sangat cantik dengan senyum kecil diwajahnya untuk menutupi ketakutannya karena mengganggu rapat penting siang hari ini.


"Dari siapa?!"ketus Kaivan dengan dingin dan menatap tajam pada Sherly.


"Nona Arumi"ucap Sherly yang langsung membuat wajah Kaivan seketika berubah menjadi tenang.


"Rapat kali ini saya tunda"ucap Kaivan yang berjalan ke arah Sherly mengambil ponsel miliknya dan keluar dari ruang rapat, meninggalkan para petinggi perusahaan dari amukan Kaivan yang sangat menyeramkan.


Bahkan para petinggi-petinggi itupun bersujud syukur karena bisa bernafas lega atas kepergian Kaivan dari ruang rapat yang tadinya sangat mencekam, dan mereka sangat bersyukur atas kembali adiknya yang bisa membagi perhatian Kaivan dari Perusahaan.


"Assalamualaikum"ucap Arumi dari seberang telefon sana.


"Wa'alaikumslaam ada apa Arumi?"ucap Kaivan yang mencoba mengontrol deru nafasnya yang sangat kesal dengan para bawahannya.


"Hari ini Kenan akan membawa kedua orangtuanya ke rumah, apa abang sedang sibuk hari ini? apa aku mengganggu abang?"tanya Arumi dengan nada ragu dan takut.


"Kamu tidak mengganggu abang sama sekali, abang sedang senggang kok, jangan dipikirkan ya! Untukmu abang selalu akan ada waktu." ucap Kaivan yang membuat Sherly mendengar itu hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Hari ini adalah rapat penting dengan jajaran para petinggi perusahaan untuk mengecek penerimaan laba dan pengeluaran perusahaan, serta produktifitas secara menyeluruh. Namun saat mendapatkan telefon dari adiknya, Kaivan mengatakan bahwa dia sedang senggang, benar-benar laki-laki yang sangat diimpikan Sherly sebagai calon suaminya.


"Oh iya! Jam berapa Kenan datang?"tanya Kaivan yang bergegas mengambil tas kantornya untuk bergegas pulang.


"Saat makan malam bang"ucap Arumi dengan suara yang ceria membuat Kaivan tersenyum kecil karena merasakan adiknya senang.


"Pulanglah, abang jemput sekarang. Kamu harus dandan secantik mungkin untuk bertemu calon mertuamu, bukan?"ucap Kaivan.


"Baiklah aku akan bilang ke Kenan dulu ya bang, Assalamualaikum"ucap Arumi.


"Wa'alaikumsalam"ucap Kaivan yang memutuskan panggilan telefon dari adiknya.


Setelah memutuskan panggilan tersebut, wajah Kaivanpun kembali menjadi datar dan dingin seperti semula membuat Sherly mengalihkan pandangannya dari atasannya itu yang sangat menyeramkan kepada siapapun.


"Kamu dan Rendy urus pekerjaan saya hari ini dan batalkan semua janji pertemuan malam ini juga, saya sibuk"tegas Kaivan yang berjalan keluar pintu ruang kerjanya meninggalkan Sherly seorang diri.


Hanya butuh waktu 30 menit, mobil milik Kauvan terparkir didepan gedung Perusahaan Abraham dan disambut oleh Arumi dan juga ditemani Kenan yang berdiri disebelahnya.


"Asalamualaikum bang"ucap Arumi yang mencium telapak tangan Kaivan yang baru saja tiba didepan gedung.


"Wa'alaikumsalam, apa lama membuatmu menunggu lama?"tanya Kaivan.


"Sangat lama, kita sudah berdiri disini sekitar 15 menit"ucap Kenan dengan seenaknya, yang membuat Arumi menatap wajah Kenan dengan kesal dan melihat ke arah Kaivan lagi dnegan senyum diwajahnya.


"Gapapa kok bang, itu hanya sebentar."ucap Arumi dengan senyum diwajahnya menunjukkan gigi-gigi putih yang rapih dan cantik miliknya.


"Sebentar? aku telat 5 menit aja kamu ngomel"ucap Kenan yang mendapatkan cubitan tepat dipinggang laki-laki itu. "Aw! Sakit!"jeritnya yang kesakitan, dan dilepaskan Arumi.

__ADS_1


"Bisa diemkan?!"ketus Arumi yang membuat Kenan menjadi diam tak bersuara kembali.


'Sumpah apa salahku coba bisa jatuh cinta sama Kenan yang memiliki mulut seperti ember bocor seperti ini'batin Arumi yang menatap Kenan dengan tajam, membuat laki-laki itu mengdearkan pandangannya.


"Baiklah, ayo kita masuk de"ucap Kaivan yang menggandeng Arumi layaknya sang putri dari istana untuk masuk ke mobil.


Kaivan bahkan membukakan pintu untuk Arumi dan menutupnya kembali dan berjalan ke bangku mobil sebelahnya untuk mengendarai mobil dengab Arumi yang masih membuka jendela mobil untuk tersenyum pada Kenan.


"Saya titip calon istriku padamu ya calon abang ipar!"ucap Kenan dengan santainya yang membuat Kaivan menatapnya dengan tatapan begitu tajam.


"Arumi tuh liat deh abang kamu itu, dia menatapku dengan begitu tajam. Sepertinya dia tidak rela kalau kita langkahin"ucap Kenan yang membuat Arumi menatap wajah Kaivan yang tiba-tiba berubah menjadi tersenyum dihadapan adiknya.


"Apa aku terlihat tidak rela? Aku bahagia kok kalau melihat adikku bahagia"ucap Kaivan yang hatinya sangat kesal dengan Kenan yang memanggilnya dengan calon abang ipar.


"Lebih baik anda minggir dari mobil saya, kalau tidak mau terluka"ucap Kaivan dengan isyarat untuk membuat Kenan buru-buru menjauh dari mobil miliknya.


"Abang kok bicara sama Kenan formal banget? Padahalkan Arumi sebentar lagi akan menikah dengan Kenan, apa abang ga rela kalo Arumi langkahin ya?"tanya Arumi dengan wajah sedih.


"Apa Arumi tidak suka abang bicara formal seperti itu dengan Kenan?"ucap Kaivan yang membuat Arumi menggelengkan kepalanya. "Baiklah abang ga akan bicara formal seperti itu lagi kecuali di kantor"ucapnya yang tersenyum.


"Aku duluan ya, Assalamualaikum calon imam"ucap Arumi pelan dengan senyumnya yang malu-malu namun dapat didengar oleh Kenan, bahkan Kaivan sangat tidak menyangka bahwa adiknya akan berkata semenjijikan itu jika sedang bucin.


"Wa'alaikumsalam calon istri"ucap Kenan yang berjalan mundur dari mobil Kaivan dengan tangan yang melambaikan ke arah Arumi yang berada di dalam mobil.


"Abaaaannnggg!!! Aku senang sekali Kenan menyebutkan aku calon istri, CALON ISTRI BANG?! abang dengerkan?dengerkan?!"ucap Arumi yang sangat senang dengan penekan calon istri pada Kaivan.


"Iya abang denger"ucap Kaivan yang hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat reaksi adiknya yang sangat bahagia.

__ADS_1


'Aku yang pandai dalam bersilat lidah dalam dunia bisnis, bahkan bisa dikalahkan telak oleh Kenan Abraham dihati adikku sendiri, benar-benar menyebalkan!'batin Kaivan yang iri melihat adiknya begitu menyayangi Kenan dan mengendarai mobil untuk keluar dari gedung pencakar langit.


__ADS_2