Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Ngidam


__ADS_3

"Baiklah Anita, aku akan menuruti kemauanmu, kamu ingin pindah dari sini maka aku juga akan pindah dari sini, kita akan tinggal diapartemenmu yang lama"ucap Kaivan sambil menghembuskan nafasnya perlahan, sedangkan Anita terkejut mendengar penuturan yang keluar dari mulut Kaivan.


"Kamu apa-apaan sih! aku hanya ingin tinggal apartemen lamaku! Dan aku sama kamu belum menikah, bagaimana bisa tinggal berdua diapartemenku yang kecil itu?!"ketus Anita.


"Kamu yang menentukan Anita, kamu pergi dari sini ke apartemen lamamu dan aku juga akan ikut tinggal diapartemenmu atau kamu tinggal disini bersama keluarga Gerald?"tanya Kaivan yang membuat Anita kesulitan dalam memilih pilihan.


Anitapun dengan wajah kesal memilih masuk ke kediaman rumah milik keluarga Gerald dan masuk ke kamar milik Arumi yang diikuti Kaivan, kedua orangtua Kaivan dan Arumipun bahagia melihat putranya berhasil membujuk wanitanya untuk kembali tinggal di rumah ini.


...✴️...


Makan malampun sudah siap tersaji dengan banyak lauk pauk yang beraneka ragam yang sangat menggiurkan, bahkan merekapun sudah pada berkumpul dimeja makan.


"Arumi, dimana suamimu?"tanya Hilya yang tidak melihat menantu laki-lakinya.


"Ada apa Ma? mencariku?"tanya Kenan yang datang dengan wajah tersenyum sambil membawa plastik hitam berukuran besar.


"Yeeeehhhh Papa Kenan memang yang terbaik!"ucap Arumi dengan wajah gembira atas kedatangan suaminya yang membawakan plastik hitam berukuran besar.


Arumipun bangkit dari duduknya dan memeluk Kenan lumayan lama dan melihat isi kantong plastik yang berisikan mangga muda yang membuat Arumi mengidam.


"Aku makin sayang sekali denganmu"ucap Arumi dengan senyum yang manis.


"Aku juga sayang banget dengan istriku"ucap Kenan yang mengajak Arumi berjalan ke meja makan.


"Bi tolong kupas yang banyak yaa, bikin sambal rujak juga ya sama kasih garam sedikit dipinggiran"pinta Arumi pada salah satu pelayan rumahnya.


"Baik Non"ucap pelayan yang langsung berjalan ke arah dapur.


"Kamu habis darimana Kenan?"tanya Kala pada menantu laki-lakinya yang baru saja datang.

__ADS_1


"Ini Arumi ngidam mangga muda Pa, jadi tadi aku carikan mangga muda buat dia"ucap Kenan.


"Pasti sulit sekali Ken, soalnyakan belum musim mangga muda"ucap Hilya yang terkejut mendengar penuturan dari menantunya, sedangkan Kenan hanya tersenyum.


"Maafin aku yaa merepotkan kamu"ucap Arumi menundukkan kepalanya menyesal telah merepotkan suaminya.


"Aku senang kok direpotkan kamu, kamu minta apapun akan aku kasih, kecuali nyawa aku"ucap Kenan.


"Katanya apapun, tapi masa harus ada pengecualiannya!"ketus Arumi yang sebal dengan suaminya.


"Iyaalah, kalo nyawa aku ilang, yang jaga kamu sama anak-anak kita siapa?"ucap Kenan sambil mengusap perut istrinya yang masih datar membuat Arumi tersipu malu dan memeluk tubuhnya.


"Dasar tukang gombal!"ucap Arumi.


Kedua orangtua Arumi bahagia melihat putrinya bahagia dengan adanya Kenan yang berada disisinya, sedangkan Anita juga tersenyum bahagia walaupun hatinya juga iri atas sikap Kenan yang begitu menyayangi Arumi dengan calon anaknya. Kaivanpun melihat wajah Anita yang ikut tersenyum bahagia atas adiknya namun matanya terserat rasa iri ingin diperlakukan seperti Arumi.


"Yaudah ya kita mulai makan malamnya"ucap Kala yang memulai makan malam keluarga secara bersama.


Kaivanpun membantu Anita duduk di codet duduk, karena calon istrinya terlihat sangat tidak sehat, bahkan terus muntah-muntah hingga akhirnya Kaivanpun berlutut dihadapkan Anita dan mengelus perut datar milik Anita dengan lembut.


"Sayang, jangan nakal ya didalam, kasihan mommy kamu, jadi anak baik ya"ucap Kaivan yang fokus menatap perut datar milik Anita seolah-olah sedang berbicara anaknya yang belum lahir. Namun Anita yang melihat Kaivan berbicara dengan anak mereka begitu lembut, membuatnya tersenyum kecil.


"Aku sudah tidak apa, sebaiknya kita kembali ke meja makan"ucap Anita.


"Tidak usah, aku bantu kamu ke kamar"ucap Kaivan yang menggendong Anita ala bridal ke kamar milik Arumi, dan meletekannya dikasur dengan begitu lembut.


Tok.. tok.. tok..


bunyi ketukan pintu kamar milik Arumi dan langsung dibuka begitu saja dengan Arumi tanpa mendengar jawaban dari kamar.

__ADS_1


"Kamu ngapain disini?"tanya Kaivan.


"Aku bawa mangga muda, kita makan bersama yuk kak"ucap Arumi yang berjalan dan duduk dikasur sebelah Anita.


"Arumi, dia itu belum makan nasi masa udah dikasih mangga muda, nanti perutnya sakit kembali"oceh Kaivan yang tidak dengarkan oleh kedua ibu hamil itu, mereka malah asik makan mangga muda suapan demi suapan.


"Ibu hamil itu susah makannya, kalo makan harus yang dia mau biasanya gitu, soalnya kak Kiara waktu hamil Hanan sangat susah makan selalu saja muntah, mau dia tengah malam kek, atau siang bolong cariin makanannya, nanti takutnya kalo tidak dituruti anaknya saat lahir ileran"ucap Kenan yang memberitahu Kaivan yang sangat tidak tau apapun mengenai kehamilan.


Kenan dan Kaivanpun melihat wanita-wanita mereka yang sangat senang dan lahap memakan mangga muda yang sudah dipotong-potong dipiring, bahkan Anita sudah tidak lagi merasakan muntah-muntah dan nafsu makannya mulai membaik setelah memakan mangga muda.


"Aku tiba-tiba mau makan martabak coklat sama steak sapi"gumam Anita saat memakan mangga muda yang berada dimulutnya.


"Abang"panggil Arumi.


"Ada apa dek?"tanya Kaivan.


"Pergi carikan martabak coklat, Kak Anita mau makan martabak coklat, lalu tolong suruh bi Nani untuk masak steak sapi juga 2, buat Kak Anita dan buat aku juga"ucap Arumi.


"Aku suruh Rendy yang cari"ucap Kaivan yang mulai memainkan ponselnya.


"Abang! yang ada diperut kak Anita itu anakmu bukan Kak Rendy, berfungsilah sedikit sebagai seorang ayah!"omel Arumi yang kesal dengan abangnya yang sangat tidak peka.


"Iyaaaaaaa ini abang jalan dek"ucap Kaivan yang langsung menuruti kemauan Anita, dibanding mendengar pelan dari mulut Arumi yang sangat bikin sakit telinga.


"Hati-hati abang!"ucap Arumi yang tersenyum bahagia, sedangkan Kaivan memilih pergi keluar kamar Arumi.


Setelah Kaivan pergi, Arumi tertawa melihat abangnya yang selalu menuruti apapun yang dia inginkan dan tidak pernah menolak.


"Kak, besok-besok kalo kakak mau makan apapun langsung telefon ke abang aja ya, kalo abang ga mau, kakak bisa telefon ke aku"ucap Arumi yang membuat Anita tersenyum mendengar itu.

__ADS_1


"Kamu nih suka sekali menyiksa abang kamu"ucap Anita, "Tapi makasih ya Arumi"ucapnya memeluk calon adik iparnya.


"Iya Kak sama-sama"ucap Arumi.


__ADS_2