Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Mencintaimu kembali membawa luka


__ADS_3

Joy pun menarik tangan Arumi berjalan ke meja makan yang berada tidak jauh dari suaminya untuk mengobrol dengan Arumi yang baru saja dikenalnya. Dan didalam relung hati Arumi yang paling dalam, dia sangat bahagia melihat Kenan memperkenalkan dirinya sebagai calon istrinya dihadapan sahabat Kenan.


"Arumi, aku ingin tau bagaimana kamu bisa meluluhkan hati seorang Kenan yang seperti es batu itu? Dia itu seniorku waktu kuliah, bahkan sangat banyak yang menyukainya waktu itu, karena dia tampan, pintar dan kaya raya!"jujur Joy dengan senyum merekah di wajahnya, akhirnya seniornya yang selalu dingin itu bisa menjadi lebih hangat.


"Waktu SMA kami pernah pacaran, lalu putus saat kelulusan dan akupun mendapatkan beasiswa diluar negeri untuk menghindari Kenan aku memutuskan mengambil beasiswa itu, tapi malah bertemu dengannya lagi sebagai bosku"ucap Arumi.


"Oh ya? Kalian mungkin dipisahkan hanya untuk sementara untuk mengoreksi kesalahan kalian masing-masing, lalu dipertemukan kembali"ucap Joy.


"Iyaa terkadang takdir sebercanda itu sama hidup seseorang, aku keluar negeri untuk melupakannya dan saat kembali dia orang yang paling aku hindari, tapi takdir malah terus mempertemukanku dengannya"ucap Arumi dengan tersenyum miris dengan kehidupannya.


"Sudahlah itu masa lalu, sekarang aku hanya harus menyelesaikan masalah baru"ucap Arumi yang kembali tersenyum tulus membuat Joy ikut tersenyum.


"Apa masalah baru dalam hubunganmu saat ini sulit?"tanya Joy yang khawatir.


"Aku pasti bisa melaluinya kok bersama Kenan mbak!"


"Kamu seusia Kenan?"tanya Joy yang dibalas dengan anggukan kecil oleh Arumi.


"Aku berarti setahun lebih muda darimu, apa aku boleh memanggilmu kakak?"tanya Joy dengan ragu.


"Tentu saja boleh, aku senang memiliki teman cerita sepertimu"ucap Arumi sambil mengulurkan tangan ke Joy "Kita teman?"


"Teman"ucap Joy yang menjabat tangan Arumi sambil tertawa. "Baiklah kita harus tukeran nomor ponsel, biar kita bisa komunikasi terus"ucapnya sambil menunjukkan ponselnya pada Arumi.


Arumipun mengetik nomor handphone miliknya di benda pipih milik Joy itu dengan senang hati karena dia bisa memiliki teman baru yang sebaik Joy.


"Kalau kisah cintamu dengan Pak David bagaimana?"tanya Arumi yang cukup penasaran dengan kisah cinta Joy dan David yang menurut dirinya, mereka itu pasangan yang paling menggemaskan.


"Dia berteman dengan Kak Kenan dan banyak sekali wanita yang menyukai kak Kenan dikampus, tapi berbeda denganku. Aku menyukai David dan aku mengejar cintanya secara terang-terangan"ucap Joy yang tersenyum mengingat bagaimana dia mengejar-ngejar cinta David.

__ADS_1


"Sepertinya mereka udah selesai, nanti kita harus bertemu kembali untuk bertukar cerita"ucap Joy dengan senyum diwajahnya.


"Iyaa harus"ucap Arumi yang menggandeng tangan Joy untuk berjalan kearah suaminya karena sedang hamil.


"Kalian sudah selesai cerita?"tanya David yang melihat istrinya kembali duduk disampingnya dan Arumi yang duduk disebelah Kenan.


"Sudah dong, dan kita akan menjadi teman"ucap Joy dengan bahagia.


"Oh iya Ken dan Arumi, maaf kami harus pergi duluan soalnya jadwal Joy harus periksa kandungan dulu"pamit David pada Kenan dan Arumi.


"Iyaa hati-hati dijalan"ucap Arumi dengan ramah.


Selepas perginya David dan Joy, Arumi merasa sangat ingin pergi juga dari Kenan yang duduk disebelahnya, karena dia sedang sangat kesal dengan Kenan yang lebih memilih menemui keluarga wanita yang dijodohkannya itu, hingga membuatnya bosan 1 jam lebih diruang tamu.


"Kamu mau kemana?"tanya Kenan pada Arumi yang sudah beranjak dari bangku kafe itu.


"Kantor Pak"ucap Arumi yang membuat Kenan beranjak dari duduknya dan menggenggam tangannya berjalan keluar kafe dan naik mobil bersama.


Hingga akhirnya mereka sampai tepat diparkiran mobil, Feropun segera keluar dari mobil milik Kenan meninggalkan Kenan dan Arumi berduaan didalam mobil. Karena Fero sangat ingin Kenan bisa menjelaskan yang terjadi pada Arumi agar tidak kehilangan Arumi untuk kedua kalinya.


"Arumi, aku minta maaf"ucap Kenan pada wanita yang duduk disebelahnya, namun Arumi tetap saja diam membisu.


"Sayang, dengarkan aku kemarin mama menarik tanganku dan bilang bahwa ada keluarga Wijaya datang kerumah. Biasanya om Juna ke rumah hanya untuk bersilaturahmi pada kedua orangtuaku."ucap Kenan.


"Lalu mereka menjodohkanmu pada anaknya? membuatmu mengabaikanku selama 1 jam lebih?"ucap Arumi dengan menatap wajah Kenan, dan mulut Kenan seakan keluh saat itu. Karena tebakan atau ucapan Arumi semuanya benar.


"Kalau aku tau mencintaimu kembali akan mendapatkan kembali luka, lebih baik aku tidak mencintaimu lagi"ucap Arumi dengan airmata yang membasahi pipinya, karena dia juga sudah tidak tahan dengan Kenan yang selalu menaruh harapan padanya yang nyatanya kembali membuatnya sakit.


"Jadi menurutmu mencintaiku itu hanya akan membuatmu luka? Kamu pernah berfikir tidak dalam hidupmu untuk memperjuangkan aku? mempertahankan hubungan kita?!"kesal Kenan.

__ADS_1


"Tidakkan?! Kamu pergi entah kemana, tanpa aku tau keberadaanmu! Pernah kamu bertanya hidupku saat kamu pergi?! Pernah Arumi?! Tidakkan?! Kamu tidak tau seberapa hancur aku saat itu!"bentak Kenan pada Arumi yang membuat Arumi tidak bisa menahan airmata terus hingga dia tumpahkan saat itu.


Kenan yang melihat Arumi menangis dihadapannyapun lebih memilih keluar dari mobil untuk mencari udara segar dan meredakan emosinya yang meledak-ledak saat ini karena Arumi.


"Ini tisu untukmu"ucap Fero yang memberikan tisu pada Arumi yang masih menangis didalam mobil.


"Terima kasih Fero"ucap Arumi yang mengambil tisu dari tangan Fero untuk menghapus bulir airmata yang maaih terus mengalir tidak mau berhenti.


"Arumi, asalkan kamu tau bahwa cinta Kenan padamu tidak pernah berkurang sedikitpun, dan dia juga sangat mencintaimu dengan caranya sendiri"ucap Fero yang mengerti kisah cinta antara Kenan dan Arumi dari masa sekolah.


"Iya Fero terima kasih, kita kembali ke ruangan kerja yuk"ucap Arumi yang keluar dari mobil dan berjalan memasuki lift untuk menuju keruangan langsung milik Kenan.


Sepanjang rapat Kenan selalu tegas dan menyeramkan, bahkan tidak ada yang berani berbicara padanya, membuat para bawahannya menjadi ketakutan membuat sedikit kesalahan, karena sudah terhitung bulan ini Kenan selalu menjadi orang yang lebih tenang menyikapi segala sesuatu.


Hingga rapat telah selesai, Arumi memberanikan diri untuk berbicara dengan Kenan yang menurutnya sangat amat menyeramkan dengan perasaan Kenan yang mungkin saja masih marah kepadanya.


"Kenan"ucap Arumi yang membuat Kenan mengangkatkan wajahnya menatap wanita itu.


"Panggil aku Pak, disini aku bosnya dan juga ketuk pintu sebelum masuk!"ucap Kenan dengan dingin pada Arumi.


"Maafkan saya pak!"ucap Arumi yang tidak suka dengan sifat Kenan yang dingin padanya, itu sama saja membuat hatinya sakit kembali.


*****


Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤

__ADS_1


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!


TERIMA KASIH! 🤗


__ADS_2