Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Lukamu


__ADS_3

Kini Kenan tau permasalahan antara abang iparnya dengan Dokter Anita yang saling mencintai namun terlalu banyak kesalahpahaman diantara mereka satu sama lain. Bahkan Kenan melihat sendiri bagaimana Anita memperlakukan Kaivan dengan tulus, namun ego yang dimiliki abang iparnya masih sangatlah tinggi, dan melimpahkan semua kesalahan terhadap wanita yang dicintainya.


"Ku kira seorang Kaivan Alvaro Gerald itu laki-laki yang hebat, ternyata hanya seorang pecundang!"ceplos Kenan dengan santai yang membuat Kaivan menatapnya dari samping dengan tajam.


"Apa maksudmu?!"ketus Kaivan.


"Bagaimana bisa anda melemparkan semua kesalahan pada wanita yang jelas-jelas anda cintai atas kematian mantanmu! Apa itu bukan pecundang?!"ucap Kenan dengan santai malah mendapatkan pukulan tepat diwajahnya oleh Kaivan.


Hingga terjadilah saling pukul antara Kaivan dan Kenan satu sama lain, Arumi yang melihat abang dan suaminya ributpun bingung dan segera berlari ke arah dua laki-laki yang sedang saling bergulat.


"Abang! Kenan Stop!!!"teriak Arumi yang mencoba melerai keduanya namun tidak berhasil.


"Mamaaaaaa!!! Papaaaaa!!!"teriak Arumi yang bingung meleraikan abang dan suaminya yang masih beradu pukulan satu sama lain.


Hingga akhirnya kedua orangtua Arumi serta Kenan berhasil melerai kedua laki-laki yang sudah terbilang dewasa dan membawa Kenan dan Kaivan masuk ke dalam ruang keluarga untuk diobati luka diwajah mereka.


"Kenan! Kamu pasti yang memulai dulu! Ga bisakah kamu menjadi laki-laki dewasa?! Kamu ini sudah menjadi suami!"omel Bima pada putra satu-satunya.


"Papa tanya saja sama laki-laki pecundang itu!"ucap Kenan dengan santainya.


"Kaivan! Cerita sama Papa, Kenapa kalian ribut begini?!"omel Kala yang melihat putranya diluar kendali hingga menyebabkan keributan dirumah keluarga Abraham, namun Kaivan justru diam.


"Aw, sakit sayang pelan-pelan!"ringis Kenan yang kesakitan saat diobati oleh Arumi.

__ADS_1


"Dasar manja!"ketus Kaivan yang masih jengkel dengan kelakuan adik iparnya.


"Jomblo iri tuh sayang! Kaga bisa kaya kita"ucap Kenan yang tersenyum penuh kemenangan menatap wajah istrinya yang cantik sedang serius mengobatinya dengan perlahan.


Sedangkan Kaivan yang mendengar ucapan Kenan sangatlah jengkel, namun matanya melihat kearah sekelilingnya tidak melihat adanya Anita dirumah ini.


"Kamu mencari Anita ya? Dia tadi udah langsung pamit ke rumah sakit karena ada operasi"ucap Hilya yang sangat mengerti putranya.


Kaivanpun segera beranjak dari duduknya dan keluar dari rumah kediaman Abraham tanpa pamit, berkendara dengan mobil sport kesayangannya dengan kecepatan diatasi rata-rata.


Setelah menempuh puluhan kilometer, akhirnya mobil sport milik Kaivan berhenti tepat didepan Rumah Sakit Medika Gerald. Namun Kaivan tidak memutuskan untuk keluar dari mobilnya dan hanya melihat situasi rumah sakit milik keluarganya dari dalam mobil.


"Kenapa setiap pikiranku kacau, aku akan pergi ke rumah sakit ini dan tidak melakukan apapun seperti orang bodohnya!"ketus Kaitan yang tidak tahan dengan sikap bodohnya sendiri.


...✴️...


Anitapun kembali keruang kerjanya yang ternyata sudah ada Kaivan yang sedang duduk diruangannya dengan wajah memar-memar.


"Kaivan! Apa yang terjadi?!"ucap Anita yang terkejut melihat wajah Kaivan yang banyak lebam dan memar hingga tak sadar memegang wajah laki-laki itu dengan tatapan khawatir.


"Apa sudah diobati? Akan aku obati"ucap Anita yang segera mengambil beberapa peralatan obat untuk memar diwajah Kaivan.


Anitapun tanpa sadar langsung mengobati wajah Kaivan dengan hati-hati dan pelan-pelan agar tidak kesakitan, tanpa sadar Kaivan menatap wajah Anita yang sangat cantik sedang mengobati wajahnya dengan sangat dekat.

__ADS_1


"Apa sakit?"tanya Anita.


"Tidak, lagipula lukaku tidak seberapa dengan luka yang selama ini aku kasih padamu"ucap Kaivan dengan santai yang membuat Anita berhenti mengobati luka laki-laki itu.


"Aku akan meminta suster untuk mengobati lukamu"ucap Anita yang menjaga jarak dari Kaivan.


"Ga perlu, saya tidak suka disentuh oleh sembarang perempuan-perempuan, sangat berbeda dengan perempuan yang mudah disentuh oleh laki-laki lain"ucap Kaivan dengan santainya, sedangkan Anita menahan airmatanya untuk tidak jatuh karena ucapan laki-laki yang dicintainya itu sangat menyakiti hatinya seperti hati yang dirobek oleh belati.


"Iya aku adalah perempuan murahan itu yang tidur dengan laki-laki brengsek! mungkin udah puluhan laki-laki yang sudah tidur denganku!"ucap Anita dengan lantang membuat hati Kaivan sangatlah kesal mendengar penuturan dari mulut Anita.


"Jadi lebih baik anda keluar dari ruangan wanita murahan ini sekarang juga!"omel Anita yang tidak tahan dengan kata-kata yang diucapkan Kaivan menusuk hatinya.


"Anita, kupikir kamu wanita yang pintar ternyata wanita yang bodoh! Jangan pernah kamu menjebak laki-laki lain lagi untuk tidur bersamamu apalagi untuk memiliki anak bersamamu!"ucap Kaitan dengan datar.


"Walaupun aku pernah tidur denganmu sekali, tapi aku tidak akan pernah hamil anakmu, mungkin kalau aku hamil anakmu, akan aku gugurkan dengan tanganku sendiri"ucap Anita yang tersenyum.


"Kau wanita gila!"ketus Kaivan yang sangat kesal mendengar penuturan dari mulut Anita, segera pergi keluar dari ruangan kerja wanita itu, meninggalkan Anita yang terduduk lemas dan menangis dalam diam.


Ini semua akibat Anita mengikuti reuni teman-teman SMAnya di sebuah club yang membuat wanita itu mabuk dan Kaivan melihat sendiri dengan mata kepalanya wanita itu tersenyum dengan teman-teman pria SMA mereka, walaupun Kaivan tidak mengenal mereka satu persatu dan bahkan seorang pria menyentuh wajah Anita, membuat hati Kaivan sangat kesal tiada tara dan malah ikut gabung meminum-minuman di club untuk pertama kalinya.


Bahkan Kaivan menggendong Anita untuk pergi dari Club yang mulai ramai didatangi dan mata laki-laki yang terpesona dengan lekuk tubuh milik Anita yang sangat indah dimata, hingga malam itupun Kaivan harus membawa Anita ke hotel terdekat, karena dirinya sudah sangatlah mabuk dan tidak bisa berkendara dimalam hari.


Hingga akhirnya malam terpaksa merekapun terjadi begitu saja, dan Kaivanpun tau bahwa laki-laki pertama yang menyentuh Anita adalah dirinya, namun karena sikap Anita, Kaivanpun terus menyebut Anita sebagai wanita murahan.

__ADS_1


Dan sejak malam itu juga Anita sama sekali tidak meminta pertanggungjawaban dari Kaivan yang jelas-jelas membenci dirinya, maka dari itu Anita segera meminum pil kontrasepsi yang tidak menyebabkan dirinya hamil anak dari Kaivan.


Karena menurut Anita, dia mau mengandung dari laki-laki yang sangat mencintainya karena itu bisa disebut buah cinta, bukan dari keterpaksaan untuk mengikat laki-laki yang dicintainya untuk berada disisinya.


__ADS_2