
Setelah sekian lamanya, kehidupan Arumi tenang dari bayang-bayang Rania, mantan kekasih Kenan yang membuat kehidupan rumah tangganya sangat jengah sekali.
Bahkan Arumi terbilang bahagia karena wanita yang mempunyai niat busuk untuk menghancurkan rumah tangganya kini sudah pergi jauh dari kediaman rumah keluarga Abraham, dan hanya ada satu-satunya menantu perempuan tersayang dikeluarga Abraham, yaitu dirinya.
Cukup lama Arumi terbangun, namun dia masih belum puas untuk menatap wajah Kenan yang tertidur dengan sangat pulas disampingnya dengan wajah polos dan tampan yang dimiliki suami tercintanya itu.
Sesekali Arumi menatap wajah suaminya dengan sangat lekat, karena wajah Kenan menjadi candu baginya. Wajah yang tampan dengan kulit yang putih, rahang yang tegas dan bibir yang tebal, membuat Arumi berpikiran liar dipagi hari.
'Arumi masih pagi, ingat kamu perempuan! Masa harus minta duluan dipagi hari ini!'batin Arumi bergejolak, hatinya berkata sangat ingin bermain tapi otaknya berkata tidak dikarenakan gengsinya. Arumi hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menepuk-nepuk kepalanya agar pikirannya kembali jernih di pagi hari.
Kenan yang terbangun melihat istrinya yang menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menepuk-nepuk kepalanya sendiripun langsung melonjak duduk diatas ranjang.
"Sayang, kamu kenapa? Apa sakit?"tanya Kenan dengan suara seraknya yang baru bangun tidur dan mendekatkan wajahnya pada istrinya, membuat pipi Arumi memerah, namun wanita itu hanya membalas dengan gelengan.
"Wajah kamu memerah, apa kamu demam?"tanya Kenan sambil menyentuh dahi istrinya dengan lembut. "Tunggu aku ambil kompres dulu ya"
Saat Kenan ingin turun dari kamar, Arumi mencegahnya dan memeluk tubuh suaminya dengan manja di dada bidang yang membuatnya sangat nyaman selama ini.
"Sayang, aku ga akan lama-lama. Aku ambil kompresan dulu, nanti kasini lagi"bujuk Kenan, bukannya dilepas justru Arumi mempererat pelukannya.
"Yaudah jadi kamu mau apa?"tanya Kenan melembut menatap bola mata istrinya yang sangat jernih dan menyejukkan hatinya.
"Mau sarapan?"tanya Kenan, namun Arumi malah kembali menempelkan kepalanya didada bidang Kenan sambil menggelengkan kepalanya, tanda bahwa dia tidak mau.
"Mau camilan?"tanya Kenan, namun balasan Arumi tetap hanya gelengan kepala.
Beberapa kali pertanyaanpun tetap jawabannya hanya gelengan membuat Kenan kesal karena tidak bisa mengerti kemauan istrinya yang sedang hamil dan sensitif itu.
__ADS_1
"Sayang, kamu mau apa? kalo kamu ga bilang aku mana tau apa yang kamu mau"ucap Kenan selembut mungkin agar tidak menyakiti hati istrinya.
"Aku mau kamu"ucap Arumi.
"Kan udah, buktinya aku ada disini"ucap Kenan dengan entengnya yang membuat Arumi melepaskan pelukannya.
"Kenan! Kamu itu presdir Abraham Group tapi kenapa sangat bodoh sih mengerti aku!"ketus Arumi yang langsung keluar kamarnya.
Sedangkan Kenan yang nyawanya masih setengah-setengahpun lebih memilih untuk masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya dan bersiap ke kantor.
Sepanjang sarapan Arumi sangat diam, tidak berbicara apapun karena Kenan tidak mengerti sama sekali maksudnya, dia hanya bisa merutuki kebodohan presdir Abraham Group itu dan ketidak pekaan terhadap dirinya yang sudah sangat jelas berbicara keinginannya.
"Arumi, kamu ada apa?"tanya Tiara pada menantu perempuannya yang sejak tadi diam saja dimeja makan.
"Anak mama tuh tidak peka, menyebalkan"ucap Arumi melirik suaminya yang sedang memakan sarapannya.
...✴️...
Selesai sarapan Kenan mengantar Arumi ke Perusahaan Gerald terlebih dahulu, lalu datang ke Perusahaan Abraham miliknya saat ini yang disambut dengan mata para karyawan perempuan yang selalu kagum dengan ketampanan yang dimiliki bosnya itu.
Setelah tiba dikursi kebesaran miliknya, dia sesekali memijit pelipisnya karena pikirannya masih ada pada istrinya yang sedang ngambek padanya, tapi ada beberapa rapat yang tidak bisa dia tinggalkan untuk saat ini.
Bahkan saat rapatpun pikirannya masih terganggu dengan Arumi yang mendiamkannya sejak tadi pagi, benar-benar perasaan yang sangat tidak diinginkannya saat ini. Yang mampu membuat hati dan pikirannya kacau balau hanya Arumi.
"Kenan, lu kenapa sih hari ini? gue liat lu kurang fokus sejak tadi rapat dimulai sampe berakhir gini"omel Rendy, asisten pribadi Kenan sekaligus sahabat baiknya Kenan semasa kuliah.
"Arumi, dia ngambek sejak pagi sama gue"ucap Kenan yang mengacak-acak rambutnya karena tidak habis pikir bahwa Arumi mampu menghilangkan konsentrasinya bekerja.
__ADS_1
"Coba cerita sama gue, awalnya gimana?"ucap Rendy.
Kenanpun menjelaskan panjang kali lebar awal mula Arumi marah dengannya, justru malah membuat Rendy tertawa terbahak-bahak karena tidak mengerti dengan kecerdasan seorang Kenan yang mampu memajukan perusahaan, justru hal ini malah tidak sama sekali mengerti.
"Stop ketawa! Kalo lu malah ketawa dan ga kasih solusi, gue potong gaji bulanan lu"ucap Kenan yang membuat Rendy memberhentikan tawanya.
"Ga seru lu mah pake bawa-bawa bonus gue!"ketus Rendy yang jengkel dengan kelakuan Kenan yang selalu meminta solusi kehidupan rumah tangganya, padahal Rendy sendiri masih jomblo.
"Yaudah lebih baik keluar dibanding ga kasih solusi ke gue!"ucap Kenan dingin.
"Jadi istri lu itu, pengen berhubungan sama lu, mungkin kalian udah lama tidak melakukan 'itu' makanya dia minta"ucap Rendy yang membuat Kenan segera mengambil kunci mobil, jasnya dan segera keluar dari ruangannya.
...✴️...
Saat ini Kenan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena baru tersadar dengan kebodohannya yang tidak mengerti sama sekali kemauan istrinya yang meminta lebih dulu.
Bahkan sesampainya digedung pencakar langit milik Perusahaan Gerald, Kenan segera masuk ke ruangan milik istrinya begitu saja, tanpa menghiraukan adanya beberapa klien diruangan istrinya.
Sedangkan Arumi yang melihat kedatangan suaminya yang menerobos masuk tangannya begitu saja, hanya mampu memicingkan matanya dengan tajam tapi tidak dihiraukan oleh Kenan.
Klien yang mengerti dengan kondisi rumah tangga kedua pemilik perusahaan besar itu memilih untuk tidak ingin ikut terseretpun memilih untuk mengundurkan diri keluar dari ruangan itu meninggalkan Kenan dan Arumi berdua.
"Sayang maafin aku yang ga peka sama sekali"ucap Kenan yang langsung mencium bibir milik istrinya dengan menggebu-gebu tanpa meminta persetujuan istrinya sama sekali.
Arumi menggebuk-gebuk dada bidang milik suaminya, karena pasokan oksigennya seperti mau habis, dan Arumi justru membawa Kenan keruang rahasia yang berupa kamar mewah dibalik ruang kerjanya yang baru dia ketahui.
Kini Kenan kembali menyerang bibir istrinya dengan begitu lahap bahkan kini mereka terlibat dalam pergulatan yang sangat panas tanpa sehelai pakaian yang tersisa pada tubuh mereka.
__ADS_1
"Aku akan hati-hati agar tidak menyakiti anak kita"ucap Kenan yang mencium dahi istrinya agar memberikan ketenangan dan memulai aksinya, dan hanya kamar itu yang menjadi saksi pergulatan panas antara Kenan dan Arumi.