
Sejak kedatangan Arumi kembali ke perusahaan Abraham, membuat Kenan bersemangat bekerja sekaligus bisa mengawasi istrinya dari jarak lebih dekat dan tidak harus menanyai istrinya tiap jam sedang melakukan aktifitas apapun di rumah.
Keberuntungan juga bagi para bawahan Kenan karena jika adanya Arumi, laki-laki itu tidak seenaknya emosi masalah kesalahan yang dilakukan para bawahan terutama saat rapat. Kenan harus ekstra sabar dan menahan kemarahannya karena terdapat istrinya yang sedang hamil dan tidak boleh stres atau banyak beban pikiran mengenai pekerjaannya, bahkan dia juga sudah menyuruh istrinya untuk dirumah saja, tidak perlu bekerja tapi Arumi tetap ingin bekerja karena istrinya akan cemburu apabila penggantinya itu adalah wanita yang sangat sexy dan menggoda mata.
"Sayang, dirumah aja, kamu ga boleh capek-capek sama urusan kantor"ucap Kenan melembut duduk diruangan kantornya.
"Kamu kenapa sih ingin banget aku dirumah terus? Apa kamu ingin Rania yang gantikan posisiku?!"ketus Arumi tidak suka dengan ucapan suaminya yang sudah berulang kali mengatakan kalimat itu.
"Bukan gitu sayang, kamu sedang hamil dan aku sangat sulit menahan emosiku saat para karyawanku tidak becus dalam pekerjaan. Lebih baik kamu tidak mendengar kata-kata yang menyakitkan keluar dari mulutku, aku tidak professional jika seperti ini terus"ucap Kenan.
Bukannya menjawab, Arumi mengambil tasnya dimeja kerjanya dan keluar dari ruangan CEO, meninggalkan Kenan seorang diri yang duduk dibangku besarnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar tanpa ada niatan untuk mengejar sang istri yang sedang marah padanya.
"Aish! Kenapa jadi laki-laki selalu salah sih?!"geram Kenan yang sedikit berteriak didalam ruangannya.
...✴️...
Arumi berjalan ke bagian departemen keuangan mencari rekan kantornya yang sangat baik dan paling mengerti dirinya yaitu, Sila untuk menghabiskan waktu berdua.
"Hy Arumi"sapa Sila dengan senyum diwajah imutnya yang membuat Arumi ikut tersenyum.
"Sila, ayo temani aku makan siang. Kita ke kafe yang lumayan tenang ya"ucap Arumi yang hanya dibalas anggukan oleh Sila.
Arumi dan Silapun akhirnya sampai ditempat tujuan mereka, kafe dengan nuansa klasik dengan makanan kelas atas yang terdapat dekat dengan kantor dan harganya yang sangat fantastis dikantong.
__ADS_1
Sila yang diajak ke kafe elit dengan Arumipun hanya terduduk, diam dan tersenyum getir melihat menu makanan dan minuman yang harganya bisa seminggu untuk makan dikosan Sila.
"Kamu pilih aja, aku yang bayar"ucap Arumi yang membuat Sila tersenyum senang dan memilih makanan dan minuman untuknya.
"Makasih Arumi, atau aku bilangnya nyonya bos?"ledek Sila yang membuat mereka tertawa.
"Sila, tadi saat aku melihatmu didalam ruangan. Raut wajahmu sangat sedih, kenapa?"tanya Arumi yang membuat Sila meneteskan airmata dan berusaha menghapusnya namun tetap saja airmata Sila terus menerus turun.
"Aku putus dengan kekasihku"ucap Sila dengan suara bergetar dan pelan namun dapat didengar oleh Arumi.
"Kenapa? Bukankah kalian akan menikah?"tanya Arumi yang sangat tau keadaan Sila karena mereka saling curhat satu sama lain mengenai kondisi hati mereka.
"Dia selingkuh dengan sahabat wanitanya selama ini, aku bodoh Arumi telah percaya dengan laki-laki seperti itu"ucap Sila mengelap pipinya dengan tisu untuk menghapus jejak airmatanya yang jatuh sia-sia oleh laki-laki brengsek itu.
"Mungkin dia bukan jodohmu, kamu orang baik Sila. Percaya sama aku pasti jodohmu juga orang baik, seandainya aku punya abang yang masih jomblo udah pasti aku akan jodohin ke kamu, sayangnya abang aku cuma bang Kaivan. Kisah cintanya juga sangat rumit, bikin sakit kepala"ucap Arumi yang membuat mereka berdua kembali tertawa.
...✴️...
"Assalamualaikum"ucap Arumi yang mencium punggung tangan kedua orangtuanya satu persatu, dilanjutkan dengan bang Kaivan yang dicium juga.
"Wa'alaikumsalam"balas semua orang yang terdapat dibuang keluarga sedang asik bercengkerama dan tertawa riang.
"Arumi, dia itu abang kandung kamu juga loh!"ucap Hilya yang membuat Arumi terkejut dengan laki-laki gagah yang sedang berdiri tepat dihadapannya sekarang dengan tubuh yang berisi dan tinggi badan yang sesuai serta memiliki karisma yang sangat kuat.
__ADS_1
Arumi segera mencium punggung tangan laki-laki yang sama sekali tidak dikenalnya dan segera berdiri didekat Kaivan karena yang dia ketahui abangnya hanyalah Kaivan Alvaro Gerald seorang, tidak ada yang lain.
"Arumi pemalu ya Ma"ucap laki-laki tampan itu dengan tawanya yang diikuti keluarga Gerald kecuali Arumi.
"Sini sayang"ucap Hilya yang membuat Arumi berdiri didekat mamanya dan siangnya yang baru saja dia temui. "Gausah takut, dia ini anak pertama sekaligus abang kamu. Namanya Kazi Alvaro Gerald, waktu kamu nikah dia sangat sibuk di eropa mengurus bisnis disana"jelasnya dengan lembut membuat Arumi masih terdiam.
"Maafin abang ya ga dateng diacara pertunangan dan pernikahanmu, Arumi mau apa saja nanti abang belikan tapi jangan diamkan seperti ini, maafin abang ya"ucap Kazi yang mengusap kepala Arumi dengan lembut, karena baru kali ini dia berusaha semaksimal mungkin untuk membujuk perempuan selain mamanya, rasanya sangat nyaman memliki adik perempuan.
"Abang hiks.."ucap Arumi yang langsung memeluk tubuh tegap milik Kazi, membuat laki-laki itu membalas pelukan adiknya. Untuk pertama kalinya Kazi tidak mendorong wanita yang memeluknya langsung, biasanya laki-laki itu sangat dingin dan hanya tau caranya bekerja menghasilkan uang yang banyak.
"Udah jangan menangis, nanti jelek loh!"ledek Kazi yang membuat Arumi melepaskan pelukannya dan mencubit pinggang abangnya dengan sangat kuat.
"Aw! Sakit!"lenguh Kazi yang membuat seluruh mata diruang keluarga itu tertawa melihat kelakuan jail Arumi pada abangnya.
"Mantap kan bang, Kaivan aja udah sering dijailin sama Arumi"ucap Kaivan yang tertawanya paling bersemangat.
"Arumi, kenapa kamu tidak bareng dengan suamimu kesini?"tanya Hilya yang menyadari tidak adanya menantu laki-laki yang mendampingi putrinya datang kerumahnya.
"Tadi bareng kesini, cuma ditengah jalan aku sedekahkan dia sama badut dipinggirkan jalan"ucap Arumi yang membuat Kazi, Kaivan dan Anita tertawa mendengar penuturannya.
"Hush! Kamu ga boleh bicara sembarangan kaya gitu, ga boleh durhaka sama suami"jelas Hilya mengingatkan putri satu-satunya itu.
"Tuh dengerin apa yang mama bilang"celetuk Kenan yang baru saja datang dan menghampiri Kala dan Hilya mencium kedua tangan mertuanya. Sedangkan Arumi memilih berdiri diantara Kazi dan Kaivan dengan wajah ditekuk karena sebal dengan suaminya.
__ADS_1
"Tuh Ma liat, masa suaminya datang ga disambut pakai senyuman manis sama ga cium tangan"ucap Kenan yang membuat Arumi berjalan menghampirinya dengan senyum terpaksa dan mencium tangan suaminya.
Sedangkan kedua laki-laki bersaudara itu menahan tawa mereka melihat adik perempuannya mati kutu dengan suaminya sendiri, tapi mereka lebih memilih diam dibanding harus mendapat balasan dari Arumi.