
Di satu sisi Kenan sangat kesal menerima laporan dari bawahannya untuk menjaga Arumi, tapi wanita itu malah pergi bersama Adimas ke bandara dengan wajah sesenang itu, Kenan yang melihat foto foto yang dikirim bawahannya membuat rahangnya mengeras karena tersulut emosi.
Seharusnya hari ini Kenan ingin lembur untuk mengerjakan semua berkas diatas mejanya, namun dia lebih memilih pergi dari perusahaannya menyusul keberadaan wanita itu melalui ponsel milik Arumi.
Bunyi bel dari pintu apartemen yang ditinggali Aurel, membuat Aurel penasaran siapa yang datang ke apartemen yang baru saja dia tempati, dengan segera perempuan blasteran itu membuka pintunya dan ternyata ada sosok pria tampan yang ketampanannya melebihi Adimas didepan pintu.
"Anda siapa ya?"tanya Aurel pada laki-laki itu.
"Tanyakan itu pada Arumi"ucap laki-laki itu dengan dingin, membuat Aurel menelan ludahnya karena takut dengan aura yang dingin milik pria tampan dan gagah dihadapannya.
"Arumiiiii"panggil Aurel yang membuat Arumi menghampirinya dengan mata yang membulat karena terkejut melihat cowok yang membuatnya kesal hari ini ada disini.
"Lebih baik kita masuk"ucap Arumi dengan wajah yang datar membuat Aurel menganggukkan kepalanya.
Aurel, Arumi dan Kenan kini sudah berada di apartemen milik Aurel, dan Aurelpun menyiapkan minuman untuk pria yang mengenal temannya itu di dapur.
"Ini minuman untukmu"ucap Aurel yang menyuguhkan minuman dimeja untuk Kenan dan duduk disamping Arumi.
"Arumi, kamu tidak ingin mengenali pria tampan ini ke aku?"tanya Aurel pada sahabat baiknya.
"Saya Kenan, calon suami Arumi"ucap Kenan memperkenalkan dirinya sendiri, membuat Arumi mengangkat kepalanya dan Aurel yang kaget mendengar laki-laki itu mengenalkan dirinya sebagai calon suami sahabatnya segera melihat ke arah Arumi meminta penjelasan.
"Iyaa dia Kenan, calon suami gue"ucap Arumi.
"Dimana Adimas? Kenapa kamu masih terus pergi dengan laki-laki lain?"ucap Kenan yang mengintimadasi dengan pertanyaan itu.
"Kenapa kamu marah dia pergi dengan calon suamiku untuk menjemputku?"ucap Aurel yang membuat Kenan menjadi diam karena sudah salahpaham pada Arumi.
"Kamu calon istri Adimas?"tanya Kenan
"Aku sih menganggap dia calon suamiku, tapi tidak tau dia menganggapku atau tidak. Perasaan laki-laki itu sulit ditebak, terkadang laki-laki itu bersifat dia sangat menyayangi kita, terkadang dia cemburu dengan hal apa yang hanya dilihat tanpa mengetahui apapun dari mulut kita, yang laki-laki hanya tau kita melakukan kesalahan padahal tanpa disadari kita ga akan melakukan kesalahan jika laki-laki itu tidak berfikiran aneh-aneh tentang kita"ucap Aurel yang mengingat Adimas saat masa kuliah.
__ADS_1
"Lebih baik kalian bicarakan masalah ini berdua dengan kepala dingin, aku akan didalam kamar"ucap Aurel yang beranjak dari duduknya berjalan kearah kamarnya meninggalkan Arumi dan Kenan diruang tamu.
"Lebih baik kamu pulang, aku sedang tidak ingin berbicara denganmu"ucap Arumi.
"Aku minta maaf Arumi, aku bersikap seperti itu karena aku sangat mencintaimu"ucap Kenan.
"Justru sikapmu itu yang akan membuatmu kehilanganku kembali"ucap Arumi.
"Dengarkan aku sayang, aku sudah menolak Celine dihadapan orangtuaku dan aku hanya menganggap dia sebagai adik"
"Aku juga menganggap Adimas sebagai kakak, bahkan hubungan kami tidak lebih dari senior dan junior. Tapi sikapmu padaku seperti menuduhku selingkuh"ucap Arumi.
"Baiklah kamu ikut aku sekarang, aku akan memperkenalkanmu pada orangtuaku sebagai calon istriku"ucap Kenan yang menggendong Arumi secara bridal, karena jika bicara baik-baik dengan wanita itu pasti dia akan menolaknya.
"Kenan, lepaskan aku! malu tau dilihat banyak orang dan aku udah memakai piyama, turunkan aku!"kesal Arumi yang bercampur malu digendong oleh Kenan keluar dari apartemen milik Aurel.
"Kamu lebih baik diam dan jadi penurut atau aku akan menyumpal mulutmu dengan mulutku!"bisik Kenan yang lebih ke ancaman membuat Arumi diam, dan menyembunyikan wajahnya didada bidang milik Kenan.
"Aku pinjam ponselmu"ucap Arumi saat perjalanan ke rumah Kenan. "Untuk memberitahu Aurel, aku tidak ingin Aurel khawatir"ucapnya.
Kenanpun memberikan ponselnya pada Arumi, dan membuat wanita itu mengetikkan sebuah pesan kepada Aurel karena tidak bisa menginap untuk menemaninya dulu karena sikap Kenan yang seenaknya.
Sudah banyak sekali chat masuk di ponsel milik Kenan, namun sama sekali tidak ada balasan dari Kenan karena chat dari Arumi disenyapkan oleh pria itu membuat Arumi tersenyum senang.
"Ada apa?"tanya Kenan yang melihat Arumi tersenyum.
"Tidak ada, ini ponselmu"ucap Arumi yang memberikan ponsel milik laki-laki itu dan diambil oleh Kenan yang masih menyetir.
"Oh iya aku memakai piyama masa datang kerumahmu, aku jelek tau"rengek Arumi yang melihat keadaannya.
"Kamu cantik kok dihadapanku"ucap Kenan.
__ADS_1
"Dasar gombal! Kenan, aku mau terlihat cantik dihadapan keluargamu. Mana mungkin kamu memperkenalkanku dengan wajah seperti ini, sedangkan Celine datang ke rumahmu sangat cantik!"ambek Arumi yang membuat Kenan memberhentikan mobilnya disebuah butik dan salon yang terkenal.
Kenanpun menggendong kembali Arumi karena wanita itu tidak memakai alas kaki saat pergi dari apartemen milik Aurel, membuat seluruh pegawai toko itu kaget dengan sikap manis Kenan pada wanita yang berada didalam gendongannya.
"Ubah dia dengan sangat cantik, tidak lama"ucap Kenan yang menurunkan Arumi di dalam toko itu.
Hanya butuh waktu 25 menit, kini Arumi sudah berubah menjadi sangat cantik dengan balutan hijab, pakaian yang bagus dan heels yang dipakainya membuatnya terkesan seperti wanita yang sangat elegan.
"Arumi"ucap Kenan yang kagum dengan kecantikan Arumi yang hanya memakai make up tipis namun sangat cantik. "Kamu cantik"
Arumi yang melihat Kenan tidak berkedip melihatnya, bahkan memuji dirinya membuat pipi Arumi merona karena malu dengan pujian itu yang dilihat oleh para karyawan toko itu.
"Yaudah ayo saat kini kita ke rumah aku, tidak ada bantahan"ucap Kenan yang menggandeng tangan Arumi dengan lembut berjalan ke arah mobilnya karena Kenan sudah membayar semua yang Arumi kenakan saat ini.
Sedangkan Kenan yang menyetir mobilnya, sesekali melirik ke arah Arumi yang duduk disebelahnya, karena dia bangga akan memperkenalkan wanita cantik dan sangat dicintainya itu sebagai calon istri pilihannya kepada keluarganya.
"Arumi"panggil Kenan yang membuat Arumi menengok ke arah laki-laki itu.
"Satu yang perlu kamu ingat, bahwa aku mencintaimu dan hanya pada dirimu"ucap Kenan yang membuat pipi Arumi merona mendengar penuturan dari mulut manis Kenan.
*****
Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊
JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏
JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤
JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!
__ADS_1
TERIMA KASIH! 🤗