Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Tidak menerima penolakan


__ADS_3

Setelah kondisi Anita pulih pasca melahirkan, Arumi membawa sila untuk mengunjungi rumah keluarganya, Keluarga Gerald untuk melihat keponakannya yang sangat sehat dan pipi yang bulat.


Kedatangan sila membuat seluruh mata Keluarga Gerald memandangnya dengan hangat, terutama Hilya yang sangat ingin melihat putra pertamanya menikah dengan gadis sebaik, Sila yang telah menyelamatkan nyawa menantu dan cucunya.


"Malam tuan dan nyonya Gerald"ucap sila canggung.


"Malam juga cantik, mau lihat keadaan Anita ya? Yuk saya ajak ke kamarnya"ucap Hilya dengan senang hati.


"Terima kasih"ucap Sila dengan senyumnya yang manis.


Saat memasuki kamar besar milik Kaivan, Sila terperangah dengan kamar yang super besar dan mewah itu tidaklah heran karena Perusahaan Gerald yang sangat besar.


Mereka melihat Anita yang sedang menidurkan bayinya dalam dekapannya sambil duduk dikasur yang berukuran king size.


"Sila, terima kasih ya atas bantuannya"ucap Anita dengan ramah.


"Iyaa gapapa, justru aku senang bisa membantu. Bagaimana keadaanmu saat ini?"tanya Sila.


"Baik dan semakin membaik"ucap Anita. "Mau menggendong anakku?"tanyanya.


"Boleh?"tanya Sila dengan ragu, karena itu adalah darah biru dari keluarga Gerald.


"Tentu, boleh. Namanya Kavin putra Gerald"ucap Anita yang memperkenalkan putranya pada Sila.


Silapun menggendong Kavin dengan sangat hati-hati, entah berapa kali Sila memuji wajah tampan bayi yang digendong nya, benar-benar wajah bayi itu sangat tampan dan menggemaskan, matanyapun sama mirip dengan mata dari keluarga Gerald.


Semua yang mendengar pujian yang keluar dari mulut Sila pun terkekeh dan tersenyum melihat Sila menggendong bayi, sampai Sila sendiri tidak sadar bahwa kini dia sedang diperhatikan oleh seluruh keluarga Gerald termasuk Kaivan dan Kazi yang sudah balik kerja sejak tadi.


Namun, Sila tetap hanya fokus pada Kavin dan mengajak bercanda bayi imut tersebut yang sudah diletakkan dikasur besar Anita.


"Apa sangat menggemaskan Kavin?"tanya Hilya.

__ADS_1


"Sangat menggemaskan nyonya, ingin rasanya ku bawa pulang bayi setampan ini"ucap Sila yang masih memperhatikan wajah Kavin tanpa menengok sedikitpun.


"Tentu, kamu pasti bisa membuat bayi setampan itu"ucap Hilya.


"Iya nyonya, tinggal cari suaminya dulu hehehe"ucap Sila yang mulai menengokkan wajahnya melihat ibu kandung Arumi, yang ternyata sudah terdapat Kazi dan Kaivan sedang berdiri tidak jauh, membuatnya canggung.


"Sepertinya sudah kemalaman, saya pulang saja ya"ucap Sila.


"Belum kemalaman kok, saya boleh ngobrol denganmu sebentar?"tanya Hilya.


"Boleh nyonya"ucap Sila yang mulai berjalan mengikuti langkah kaki nyonya Gerald dan anak-anaknya yang ikut berkumpul diruang keluarga.


Saat duduk diruangan bersama satu keluarga Gerald, Sila dihadapkan duduk dengan Kazi berhadapan, pria dewasa yang sangat tampan layaknya pangeran-pangeran dicerita novel yang sering dibaca Sila.


"Sila, maksud saya ngajak kamu ngobrol disini sebenarnya ingin meminta kamu untuk menjadi istri putra sulung saya, Kazi"ucap Hilya.


"Apa?!"ucap Sila terkejut.


"Iya Sila, jadilah kakak ipar untuk gue ya"ucap Arumi dengan senyum.


Seluruh keluarga Gerald terkejut mendengar jawaban dari mulut Sila, dan Kazipun segera mengejar langkah kaki wanita itu dipintu keluar rumahnya.


"Saya antar pulang"ucap Kazi.


"Tidak perlu, saya bisa naik angkot atau ojek"ucap Sila yang masih menundukkan wajahnya karena tidak mau melihat wajah tampan, Kazi.


"Daerah rumah saya tidak ada angkot ataupun ojek"ucap Kazi yang membuat Sila menerima permintaan pria tersebut untuk mengantarnya pulang.


Disepanjang perjalanan, tidak ada sepatah katapun yang keluar diantara mereka, bahkan hingga sampai didepan rumah kecil milik Sila, pria tersebut memberanikan diri membuka suara.


"Kenapa kamu menolak menjadi istri saya?"tanya Kazi yang bingung dengan pikiran wanita bertubuh mungil tersebut karena menolaknya.

__ADS_1


"Karena kita tidak cocok"ucap Sila dengan singkat.


"Jika semua mencari yang cocok, semua manusia dimuka bumi itu tidak ada yang cocok sampai 100%. Berikan saya jawaban yang masuk diakal?"ucap Kazi menatap wajah Sila.


"menyebalkan, intinya kita tidak cocok. Lagipula kenapa harus saya yang jadi istrimu? Kamu itu seorang CEO, tampan, mapan dan wanita manapun bisa kamu dapatkan"ucap Sila dengan ketus.


"Jadi kamu tidak percaya diri sudah dipilih oleh seorang CEO, tampan, mapan seperti saya?"ucap Kazi.


"Sudahlah membingungkan bagi saya pertanyaan itu"ketus sila sambil menatap lampu lampu luar jalan melalui dalam kaca mobil.


"Apa yang membingungkanmu, tanya saya, saya jawab sebisa saya"kekeh Kazi yang tidak terima dengan penolakan Sila.


Sila menolehkan wajahnya kembali melihat wajah Kazi dengan menahan kesalnya, sebab Kazi sangat tau bahwa hubungannya baru sangat selesai dan sangat melukai batin "Kita baru sangat mengenal, dan belum sama sekali menjalin pacaran"ketus sila.


"Kita bisa pacaran kok setelah menikah, bisa kapan aja dan dimana aja, mau ke Eropa, Amerika, ga masalah"ucap Kazi dengan santai.


"Saya ga mengerti dengan pola pikir Bapak Kazi yang terhormat ini deh, kok bisa-bisanya mau sama saya. saya ga cantik-cantik banget kaya model model luar negeri, saya ga kaya-kaya banget, apa untungnya saya dijadikan istri Bapak Kazi, ga ada kan?!"ketus Sila.


Kazi pun membanting stir untuk menepikan mobil dan mulai menarik helaan nafasnya, tangan Silapun digenggam oleh kedua tangan besar yang hangat milik Kazi.


"Ada untungnya bagi saya, Kamu itu berharga Sila, cukup kamu disisi saya dan saya juga yakin kamu itu wanita paling pantas untuk menjadi ibu yang melahirkan anak-anak saya"ucap Kazi, "Saya tidak menerima penolakan Sila, besok saya akan datang ke rumahmu untuk berbicara dengan ibumu, kalau saya meminta putrinya"


Sila tertegun dan terdiam hingga mobil Kazi berjalan melaju kembali dengan kecepatan normal dan sampai dirumahnya yang terbilang kecil.


Silapun keluar dari mobil milik Kazi, namun Kazi dengan cepat berlari menghalangi Sila untuk masuk ke dalam rumahnya sendiri.


"Ingat, bilang ibumu saya akan kerumahmu besok bersama orangtua saya, di jam makan siang, dandanlah yang cantik ya!"ucap Kazi mengedipkan satu matanya dengan nakal, dan tersenyum manis untuk pertama kalinya pada wanita mungil itu.


Dan baru pertama kali Sila melihat wajah tampan milik abang temannya itu yang selalu kaku, ternyata ketika tersenyum sangatlah tampan.


"Ingat kasih tau ibumu ya?"ucap Kazi sekali lagi menunggu jawaban Sila.

__ADS_1


"Iya"ucap Sila dengan pelan dan anggukan cepat, dan segera berlari membuka pintu rumahnya dan menutup pintunya dengan rapat.


"Mimpi apa aku dilamar sama CEO tampan dan kaya seperti Kazi"gerutu Sila dibelakang pintu dengan pelan.


__ADS_2