Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Taman Bermain 2


__ADS_3

Arumipun selalu menggenggam tangan Hanan untuk bermain apapun yang diinginkan anak kecil yang tampan serta pintar itu, dan Arumi sangat bersyukur bisa sebahagia ini dengan adanya Hanan yang menemani hari liburnya.


"Sayang, apa kamu tidak lapar?"tanya Arumi pada Hanan.


"Aku masih mau main"ucap Hanan.


"Tapi kakak laper, belum makan"ucap Arumi.


"Baiklah, kita makan dulu. Tapi abis itu main lagi ya?"ucap Hanan yang dibalas anggukan dengan Arumi.


Arumi menggenggam tangan kecil Hanan menuju restoran taman bermain itu yang diikuti Sania dan Fany untuk mengisi perut mereka yang keroncongan karena belum makan apapun sejak pagi.


"Hanan mau makan apa?"tanya Arumi yang melihatkan menu restoran itu pada Hanan.


"Nasi goreng aja kak"ucap Hanan.


"Aku pesen ayam geprek ya mbak"ucap Arumi pada pelayan yang sedanv menulis catatan makanan mereka. "Kamu mau minum apa?"


"Milkshake coklat"ucap Hanan.


"Saya milkshake strawberry"ucap Arumi yang membuat Sania dan Fany tertawa melihat kelakuan Arumi dan Hanan.


"Baik, saya permisi dulu ya"ucap Pelayan itu, karena Sania dan Fanypun juga lebih dulu memesan nasi goreng dan es teh manis untuk mengisi perut mereka sebelum mengajak Arumi makan bersama Hanan.


"Kenapa kali tertawa?"tanya Arumi dengan heran.


"Ga jelas"ketus Hanan yang melihat Sania dan Fany secara bergantian.


"Arumi, lo sadar ga sih, kalo lu tuh kaya mamanya Hanan aja"ucap Fany sambil menahan tawanya.


"Bener! Lu udah cocok banget bergabung di keluarga Abraham"ucap Sania sambil menunjukkan dua jempol tangannya.

__ADS_1


"Apalagi anak laki-laki keluarga Abraham hanya mempan dijinakkin sama lu"ucap Fany sambil melirik ke Hanan yang sedang menatapnya dengan jengkel.


"Kalian ini bibi-bibi bawel"ucap Hanan yang malah membuat Arumi tertawa, karena seketika Sania dan Fany yang mendengar Hanan mengatakan bibi-bibi bawel pada mereka.


Tidak butuh waktu lama, makanan yang dipesan merekapun telah datang dan akhirnya Arumipun dengan senang hati memakan makanan yang telah tiba dengan suasana hati yang lebih baik.


"Arumi, lu balikan lagi sama Kenan?"tanya Fany yang membuat Arumi berhenti memakan makanannya.


"Iyaa, udah lumayan lama sih dan ceritanya juga panjang"ucap Arumi dengan mata yang sendu.


"Kenan, nyakitin lu lagi ya?"ucap Sania yang melihat perubahan mata Arumi yang terlihat murung mendengar nama laki-laki itu disebut.


"Dia makan siang sama cewek, tapi bilang sama gue makan sama Fero"ucap Arumi yang menghela nafasnya.


"Gila ya tuh laki! belom aja gue..."ucap Fany yang barbar melihat kedatangan Kenan yang berdiri dibelakang Arumi dan jaraknya pun tidak jauh.


"Kamu disini?"ucap Kenan yang membuat Arumi terkejut melihat kedatangan laki-laki ditaman bermain yang ramai, dan harus banget bertemu disini.


"Hanan, sepertinya om kamu menjemputmu untuk pulang"ucap Arumi yang mengabaikan keberadaan Kenan.


"Arumi, aku berbicara padamu"ucap Kenan yang kesal dengan Arumi yang mengabaikannya. Akhirnya Kenanpun memutuskan untuk duduk disebelah Arumi, karena laki-laki itu datng seorang diri.


Kedatangan Kenan yang duduk bersama dengan Arumi, Sania, Fany dan Hanan membuat banyak wanita menatap kagum dengan wajah tampan yang dimiliki Kenan, selalu saja menjadi sorotan bahkan pujian dengan wajah yang setampan itu, sedangkan Hanan hanya menghelakan nafasnya melihat kedatangan omnya.


Banyak pengunjung taman bermain rela untuk ke tempat makan hanya untuk melihat Kenan dan memuji ketampanan laki-laki, dan itu membuat hati Arumi sangat jengkel dengan Kenan yang sama sekali tidak mau menjauh darinya barang seharipun.


"Kenan, apa sih maumu? Dimana ada aku disitu ada kamu?!"ketus Arumi yang segera beranjak dari duduknya namun ditahan oleh tangan Kenan yang menggenggam pergelangan tangannya, membuat Arumi kembali duduk dengan kesal.


"Aku hanya ingin bicara denganmu tentang kesalahpahaman yang terjadi diantara kita."ucap Kenan yang mendengar keluhan Arumi yang tau bahwa dirinya makan siang dengan Celine namun sama sekali tidak memarahinya.


"Salahpaham apa coba? jelas-jelas itu kebohongan"sebal Arumi.

__ADS_1


"Hanan, kamu disini dulu ya bersama dua bibi-bibi ini, om pinjem calon tantemu dulu"ucap Kenan yang menarik tangan Arumi untuk mengikutinya berlari.


Bukannya menjelaskan kejadian, Kenan malah mengajak Arumi untuk mengantri masuk ke istana boneka yang sangat panjang antriannya, sebenarnya Kenan tidak suka mengantri dia lebih sebut menyebut namanya dan langsung dipersilahkan masuk tanpa menunggu lama, tapi berbeda dengan Arumi yang tidak suka untuk membuat orang lain yang sudah berdiri lama-lama untuk menaiki wahana itu harus menunggu lebih lama lagi.


Setelah setengah jam mengantri, akhirnya Arumi dan Kenan dapat menaiki wahana untuk melihat boneka-boneka yang terdapat di istana boneka itu untuk menyelesaikan masalah mereka berdua.


"Aku minta maaf Arumi, tapi ga ada maksud aku buat berbohong"ucap Kenan yang menggenggam tangan Arumi.


"Berbohong ya berbohong Kenan, mau punya maksud atau engga itu sama aja bohong. Apa bedanya coba"ucap Arumi.


"Aku hanya disuruh menemui Celine oleh kakek kok, lagi pula waktu aku bersama kamu lebih banyak dibanding waktu aku makan siang bersama Celine."ucap Kenan


"Kamu bisa bilang ke aku, kalo kakek kamu ga setuju sama hubungan kita. Ga perlu buat aku berharap tentang hubungan kita yang udah pasti ga ada ujungnya"ucap Arumi.


"Arumi, kami bertemu hanya untuk berbicara sesuatu yang penting. Ga ada apapun juga, kenapa sih dari dulu kamu ga pernah percaya sama aku?"


"Gimana mau percaya, kalo kamu aja selalu menutupi sesuatu hal apapun itu tentang aku. Sebelum kamu tanya tentang kepercayaan sama aku, kamu tanya sama diri kamu sendiri, kamu percaya ga ke aku?"ucap Arumi yang menghapus airmatanya yang mulai turun dari matanya.


"Aku hanya menemui Celine itu hanya untuk bilang, jangan pernah meminta ke kakek untuk aku menemuinya lagi, hanya itu"ucap Kenan yang menghapus airmata Arumi yang membasahi pipinya. "Maafkan aku sayang" lanjutnya sambil memeluk tubuh Arumi dari samping dan mengusap pucuk kepala wanitanya dengan lembut.


"Jangan menemuinya lagi ya"ucap Arumi yang bersandar di bahu Kenan yang lebar dan kokoh.


"Ga akan sayang"ucap Kenan sambil mengusap pipi kanan Arumi dengan lembut, dan sisanya mereka habiskan untuk melihat boneka-boneka lucu diistana boneka serta mengambil foto bersama.


*****


Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤

__ADS_1


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!


TERIMA KASIH! 🤗


__ADS_2