
Saat seluruh keluarga Abraham terbangun dipagi hari dan membuka ponselnya, semua timeline berisikan tentang Kiara yang dijebak oleh Rania dengan video-video bahwa perempuan yang kini menumpang dirumah kediaman keluarga Abraham itu membayar uang sewaan kepada perampok-perampok yang sengaja dibayar untuk membuat seolah-olah Kiara harus membalas budinya karena ditolong oleh Rania.
Kiara yang mengetahui itu sangatlah marah bahkan menggedor-gedor pintu kamar milik Rania yang masih tertutup rapat. Arumi dan Kenan yang mendengar kegaduhan dipagi haripun segera bangun dan keluar dari kamar mereka.
"Kak ada apa sih? Ini masih sangat pagi"ucap Kenan yang masih mengucek-ngucek matanya karena sangat mengantuk dan lelah mencari istrinya kemarin.
"RANIA KELUAR KAMU! RANIA!!!"teriak Kiara dengan kemarahan yang luar biasa, yang siapapun tidak mampu menenangkan hatinya.
"Kenan coba kamu lihat ponselmu dan berita hari ini"ucap Tiara pada putranya yang sepertinya belum mengetahui berita pagi ini yang membuat heboh isi kediaman keluarga Abraham.
Kenan yang melihat Arumi membuka ponsel miliknya dan membaca bahwa berita hari ini tentang kakaknya yang ditipu mati-matian oleh Rania, bahkan terdapat video dan bukti-bukti lainnya yang menyudutkan Rania.
Pintu kamar Raniapun terbuka dan perempuan itu segera bersujud dihadapan Kiara yang sudah sangat emosi karena taktik busuk yang dimainkan oleh mantan kekasih Kenan itu.
"SEGERA ANGKAT SELURUH BARANG-BARANGMU DAN KELUAR DARI KEDIAMAN RUMAH ABRAHAM INI!!!"bentak Kiara yang tak segan-segan masuk ke dalam kamar Rania, mengeluarkan baju-baju wanita itu yang ada didalam lemari.
"Kak Kiara aku mohon maafin aku! aku tau aku salah! Tapi ini semua karena Arumi!"ucap Rania dengan deraian airmata dan berdiri dihadapan Arumi dengan tatapan sangat benci pada perempuan yang kini berstatus istri sah dari Kenan.
Kenan yang melihat Rania mendekati istrinyapun segera menutupi Arumi dengan tubuh kekarnya, menghalangi agar Rania tidak mencelakai istrinya yang sekarang sedang mengandung anak mereka.
"Segera angkat kakimu dan juga keluargamu dari kediaman keluarga Abraham sekarang juga!"tegas Kenan yang tak segan dengan Rania.
"Seharusnya bukan aku yang keluar dari rumah ini! Aturan itu wanita sialan itu yang keluar dari rumah ini! Kenan kamu itu milikku! Bukan milik Arumi!"bentak Rania yang tidak terima dengan keadaannya yang sekarang ini, karena dia tidak memiliki apapun lagi dan itu semua karena Arumi yang merebutnya.
__ADS_1
"Bibiiiiii segera rapihkan barang-barang dia! saya tidak ingin satupun dari barang dia tersisa dari rumah ini!"tegas Kenan yang berteriak memanggil pekerja rumah tangga untuk membersihkan semua barang yang dimiliki Rania.
Pekerja rumah tanggapun segera memasuki kamar milik Rania untuk membantu wanita itu memasukkan barang-barangnya kedalam koper-koper yang dimiliki wanita itu dan keluarganya agar keluar dari rumah kediaman Abraham.
Sedangkan Kenan membawa Arumi keruang makan untuk sarapan pagi dan mengabaikan Rania serta keluarganya.
"Apa abang terlalu keterlaluan melakukan hal ini pada Rania?"ucap Arumi yang tak tega melihat Rania yang terusir dengan keluarganya yang tidak memiliki rumah untuk ditinggali.
"Tidak, abangmu sudah sangat baik hanya melakukan hal ini"ucap Kenan dengan lembut, karena dia tau saat ini Arumi sedang sangat sensitif hatinya akibat hormon hamil jadi tidak tegaan terhadap orang, ditambah istrinya terlalu baik pada orang.
"Kamu ga merasa sedih kalau mantanmu yang cantik akan menjadi gelandangan dijalan?"ledek Arumi yang sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari Kenan.
Bahkan Kenan lebih memilih untuk mengambil nasi dan beberapa lauk dimeja makan dibanding menanggapi ucapan istrinya, karena dia takut akan jadi masalah jika dia menanggapi ledekan dari Arumi yang saat ini sedang sensitif karena hamil.
Setelah piring terisi penuh, Kenan segera bangkit dari bangkunya membuat Arumi bingung dengan suaminya.
"Buat susu untuk bumil kesayangan aku"ucap Kenan yang tersenyum pada istrinya lalu melanjutkan jalannya ke dapur.
Benar saja, Kenan membuatkan susu yang berada didalam box lemari yang bergambar ibu hamil dengan air hangat yang pas untuk dikomsumsi buat istrinya.
"Om Kenan lagi apa?"tanya Hanan yang bingung melihat omnya memegang segelas susu, karena omnya sama sekali tidak pernah terlihat meminum susu.
"Buat susu untuk Tansky kesayanganmu"ucap Kenan dengan senyum diwajahnya.
__ADS_1
"Suami yang baik sekali om ini"ucap Hanan yang sudah lengkap dengan seragam sekolahnya.
"Sudah selesai, yuk kita temui tansky"ucap Kenan yang mendapatkan anggukan kepala oleh Hanan.
Anak laki-laki kecil itu berlari kecil kearah Arumi dengan senang dan mengusap-usap perut Arumi yang sudah membesar dengan lembut.
"Selamat pagi, adik-adik"ucap Hanan yang mencoba menyapa calon anak-anak Kenan dan Arumi yang masih ada didalam perut.
"Selamat pagi juga abang Hanan"ucap Arumi dengan suara seperti anak kecil membalas jawaban Hanan yang sangat manis dan menyayangi anaknya.
Hanan dengan sangat pintar duduk dibangku sebelah Arumi karena dia sudah sangat lama sekali tidak dekat-dekat dengan tante kesayangannya itu. Karena dia tau bahwa om dan tantenya sedang bertengkar sehingga tantenya jarang sekali terlihat olehnya.
Arumi membantu Hanan menyiapkan nasi dan lauk pauk dipiring yang terletak sinema dekat anak laki-laki tampan itu yang dia lihat memiliki tatapan kosong.
"Hanan ada apa?"tanya Arumi yang dibalas dengan gelengan kecil oleh Hanan. "Ga mau cerita ke tansky nih?"ucap Arumi dengan raut wajah sedih membuat Hanan menjadi bimbang.
"Tansky kalau adik-adik lahir akan sayang dengan Hanan teruskan?"tanya Hanan yang menundukkan wajahnya karena takut mendengar jawaban dari mulut tante kesayangannya itu.
Arumi yang mendengar pertanyaan itu tersenyum dan melirik ke arah suaminya dengan senyum kecilnya lalu mengangkat wajah bocah kecil yang tampan itu dengan lembut dan mecium kedua pipi mungil milik Hanan dengan gemas.
"Tentu saja! Tansky akan selalu sayang dengan Hanan! Hanan itu keponakan tertampan yang tansky miliki, nanti juga Hanan akan bantu tansky rawat adik-adikkan?"tanya Arumi dengan senyum diwajahnya.
"Tentu Hanan akan jaga adik-adik setelah lahir! Pokoknya Hanan akan menyayangi adik-adik dong tansky!"ucap Hanan dengan semangat membuat Arumi sangat gemas mendengar itu.
__ADS_1
"Bagus! Sekarang abang Hanan harus makan lalu belajar yang pintar disekolah, kalau pintar nanti bisa bantu ajarin ke adik-adik agar bisa pintar seperti abang Hanan!"ucap Arumi yang membuat Hanan tersenyum senang dan memeluk Arumi dengan sayang.
"Jadi tansky doang nih yang dipeluk? om kaga dipeluk?"tanya Kenan yang membuat Hanan tertawa mendengar itu.