Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Gagal Romantis


__ADS_3

Arumi berjalan melewati gang rumahnya dengan senyum, entahlah kenapa saat berada didekat Kaivan, dia seperti menemukan tempat untuk bersandar dan bisa bertukar cerita walaupun hanya sebentar.


"Assalamualaikum"salam Arumi memasuki rumahnya yang terdapat kedua orangtuanya yang sedang duduk menonton tv bersama.


"Wa'alaikumsalam"ucap kedua orangtua Arumi. Arumipun segera mencium punggung tangan kedua orangtuanya secara bergantian dan ikut gabung dengan kedua orangtuanya.


"Kakak!"teriak Angga yang keluar dari kamarnya dengan mulut toanya.


"Aku tidak budek!"ketus Arumi yang sebal dengan kelakuan adiknya.


"Bang Kenan telfon kakak, kenapa tidak diangkat? dia jadi menelfonku terus menerus tuh?!"ucap Angga yang sebal dengan kakaknya. Kedua orangtua Arumipun langsung menatap kepada putrinya yang baru saja pulang kerja, meminta penjelasan mereka.


"Ada apa Arumi?"tanya Ayah yang khawatir dengan putri.


"Ga ada apa-apa, aku ke kamar dulu ya"ucap Arumi yang langsung pergi berjalan ke arah kamarnya, karena dia sama sekali tidak ingin kedua orangtuanya tau tentang masalah kakeknya Kenan dikantor.


Arumipun segera menghapus make upnya, dan segera membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena seharian dikantor, lalu setelah itu dia akan sholat meminta petunjuk atas semua permasalahan yang dihadapinya saat ini.


Bahkan sudah terhitung beberapa kali ponsel Arumi yang berbunyi, akhirnya dijadikan mode diam, agar dia untuk saat ini tidak ingin diganggu dengan omongan-omongan Kenan yang akhirnya akan membuatnya menjadi tambah kesal.


Bahkan saat makan malam bersama kedua orangtua Arumi tidak enak untuk menanyakan tentang hubungan putrinya dengan Kenan, karena kedua orangtua Arumi sangat yakin bahwa putrinya bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin.


...✴️...


Ke esokan paginya Arumi akhirnya memutuskan pergi ke kantor dengan sangat malas, karena dia pasti akan ditanyakan dengan Kenan yang sangat detail seperti wartawan sebab setelah pulang kerja, dirinya sama sekali tidak mengangkat telfon dari bos sekaligus kekasihnya itu.


Dan sesampainya di gedung pencakar langit, perusahaan Abraham. Arumi mulai memasuki ruang kerjanya yang terdapat di satu ruangan dengan Kenan, yang mau tak mau harus bertemu dengan laki-laki itu.


Dan benar saja, terdapat Kenan yang sudah duduk dibangku besarnya menatap ke arahnya yang baru saja datang dengan tatapan tajam, namun Arumi tidak menghiraukan sama sekali laki-laki itu, bahkan Arumi dengan sangat santai sekali duduk dikursi kerjanya mengecek beberapa file yang masuk untuk dikerjakannya.


Kenan yang dicuekin dengan Arumipun hanya bisa menghelakan nafasnya, karena perempuan itu sama sekali tidak memberinya kabar bahkan lebih menghiraukan panggilannya. Sebenarnya Kenan sangat khawatir kemarin dengan kondisi wanitanya, namun saat sekarang dirinya melihat Arumi datang bekerja dalam keadaan baik-baik saja cukup membuat hatinya lega.


"Arumi"panggil Kenan melalui telfon kantornya yang membuat wanita itu mendatanginya.

__ADS_1


"Ini beberapa file yang sudah aku kerjakan"ucap Arumi sambil memberikan dokumen-dokumen perusahaan ditangannya yang diterima baik oleh Kenan.


"Ambilkan aku makanan, aku lapar belum sarapan"ucap Kenan yang membuat Arumi menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar ruangan untuk menyiapkan makanan untuk Kenan.


Arumi paham jika Kenan tidak akan pernah memakan apapun yang disiapkan OB kantor untuknya, kecuali Arumi yang memaksa laki-laki itu dengan sekuat tenaga, sudah dipastikan Kenan tidak akan menolak. Karena selama Arumi menjadi sekretaris Kenan, dialah yang juga ikut repot menyiapkan dan menyuruh Kenan untuk makan, belum lagi jika sikap manja Kenan kambuh pada Arumi.


Setelah 15 menit meyiapkan makanan didapur kantor untuk Kenan, akhirnya Arumi kembali dengan makanan yang sudah ada ditangannya serta air minum untuk Kenan.


"Ini makanlah"ucap Arumi yang meletakkan nampan yang berisi makanan dan minuman itu di atas meja kerja Kenan.


Bukannya menjawab, justru Kenan menepuk-nepuk kursi yang tepat ada disebelah kursi besar milik Kenan untuk bekerja. Laki-laki itu memberikan kode agar Arumi duduk disebelahnya, akhirnya Arumipun menuruti keinginan bos sekaligus bayi besarnya yang mulai bertingkah manja jika berdua dengannya.


"Aku sudah duduk, makanlah"pinta Arumi dengan wajah datar.


"Aku akan makan kalau kamu tersenyum untukku"ucap Kenan yang membuat Arumi memaksakan senyum diwajahnya.


"Tidak ikhlas senyumnya, membuat nafsu makanku hilang saja"oceh Kenan yang membuat Arumi akhirnya tersenyum kembali.


"Puas?! Aku udah senyum! Sekarang makanlah"kesal Arumi yang tertahan.


"Kamu sedang tidak sakit Kenan dan tanganmu sedang baik-baik saja"ucap Arumi yang kesal dengan kemauan laki-laki itu yang semakin menjadi-jadi.


"Tapi tanganku sedang sibuk mengetik laporan"ucap Kenan yang akhirnya membuat Arumi mengangkat sendok untuk menyuapi bos manja sekaligus kekasihnya itu.


"Buka mulutmu"pinta Arumi yang membuat Kenan akhirnya patuh, dan memakan suapan demi suapan dari tangan Arumi.


"Arumi, pelan-pelan dan cobalah tiup lebih dulu, panas tau"komplen Kenan sambil mengunyah makanan yang berada dimulutnya.


"Iyaa"ucap Arumi dengan malas.


"Suapin aku lagi"pinta Kenan yang membuat Arumi menyuapkan makanan itu kemulut Kenan.


"Dasar bayi besar"ucap Arumi yang tersenyum melihat Kenan yang konyol ketika manja pada dirinya.

__ADS_1


Arumi terfokus melihat Kenan yang sedang duduk sambil menatap layar laptopnya dengan wajah yang sangat serius, bahkan mungkin saat ini Arumi sedang fokus menatap makhluk ciptaan yang sangat indah dipandang karena Kenan benar-benar sangat tampan dengan mata yang tajam, hidung yang mancung, bibir yang sexy, rahang yang tegas, bahu yang lebar. Terkadang Arumi sendiri masih tidak habis fikir dengan laki-laki seperti Kenan yang jatuh cinta dengan dirinya yang hanya wanita biasa, karena biasanya laki-laki setampan dan sekaya Kenan akan lebih memilih dengan deretan top model atau artis papan atas yang mengantri padanya.


"Ken, kenapa kamu jatuh cinta padaku?"gumam Arumi yang dapat didengar oleh pendengaran laki-laki itu, Kenanpun menghentikan ketikan pada laptopnya hanya untuk menatap wanita yang sangat dicintainya.


"Aku tidak tau Arumi, yang aku pastikan saat aku berada didekatmu jantungku terus berdetak lebih cepat dari biasanya dan saat melihatmu aku bahagia"ungkap Kenan menatap mata Arumi yang seolah-olah menguncinya dengan mata yang teduh itu.


"Apa kamu pernah ada keinginan untuk mencari wanita lain?"tanya Arumi yang penasaran dengan kepergian dirinya saat melanjutkan kuliah diluar negeri tanpa sepengetahuan Kenan.


"Tidak ada, karena selama ini aku hanya fokus mencari keberadaanmu. Arumi janjilah kepadaku jangan mencari pria lain dan teruslah berada disisiku?"pinta Kenan yang terlihat takut kehilangan Arumi dari sorot mata wanita itu.


"Hanya aku saja yang janji? kamu?"tanya Aruni.


"Aku memintamu berjanji karena aku ga mau kamu pergi lagi. Selama ini aku selalu janji kok dengan diriku sendiri untuk mencintaimu dan selalu ingin kamu satu-satunya wanita yang berada disampingku"ungkap Kenan dengan tulus membuat Arumi tersenyum bahagia mendengar kalimat manis dari calon suaminya.


"Aku janji Kenan!"ucap Arumi


"Janji apa?"


"Janji tidak akan meninggalkanmu, tidak akan mencari laki-laki lain, selalu berada disisimu dan kamu satu-satunya yang menjadi bayi besarku yang menyebalkan!"ucap Arumi dengan tawanya.


Kenan yang tadinya mencoba menjadi laki-laki romantis, seketika raut wajahnya berubah menjadi muram mendengar sebutan Arumi untuk dirinya yaitu Bayi Besar.


'Gagal romantis!'batin Kenan sebal, Kenan memilih kembali fokus ke layar laptopnya.


*****


Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!

__ADS_1


TERIMA KASIH! 🤗


__ADS_2