Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Gelisah


__ADS_3

Setelah mengetahui bahwa Arumi sedang mengandung, Anita mengusulkan untuk calon adik iparnya itu pulang dan Rendy setuju akan keputusan yang dibuat oleh dokter sekaligus sahabatnya juga.


Bahkan Arumi menelfon kedua orangtuanya untuk datang ke kediaman rumah keluarga Abraham untuk memberitahukan kabar yang sangat menakjubkan dan membuat semua orang bahagia mendengar kabar ini. Anitapun ikut mengantar Arumi ke rumah keluarga Abraham, tanpa Rendy yang harus kembali ke perusahaan hari ini seorang diri.


Bahkan Anita yang melihat Arumi yang lemas dengan wajah tersenyumpun terukir diwajah cantiknya, membuat Anita ikut bahagia tiada tara mendengar Arumi hamil.


Sesampainya dikediaman rumah keluarga Abraham, ternyata semuanya sudah berkumpul diruang keluarga termasuk kedua orangtua Arumi dan kedua orangtua angkat Arumi, serta Angga yang meminta izin dari kantor milik Kenan.


"Ada apa sayang kamu tersenyum sejak datang saat pulang?"tanya Hilya yang melihat kedatangan putrinya yang langsung duduk dan memeluknya dengan sangat manja.


"Apakah wajahku keliatan sekali yaa kalo aku bahagia?"tanya Arumi.


"Tentu sayang, ada apa mengumpulkan kita?"tanya Nita, ibu angkat Arumi.


"Kasiiiiiihhhhh tau ga yaaaaa???"ledek Arumi dengan wajah yang tersenyum melihat para orangtua yang mulai penasaran.


"Arumi, jangan buat kita penasaran dong, Mama penasaran nih!"ucap Tiara yang sangat penasaran.


"Baiklah, aku akan memberitahu kalian bahwa saat ini aku sedang mengandung"ucap Arumi membuat seluruh keluarga bahagia tiada tara.


"Alhamdulillah Nak, jaga calon anakmu ya"ucap Nita, yang menangis dengan haru.


"Pasti bu"ucap Arumi.


"Yeeeeyyyy!!! Hanan punya adik!"ucap Hanan yang lari memeluk tubuh Arumi.


"Memangnya Hanan ingin memiliki adik laki-laki atau perempuan?"tanya Arumi dengan lembut.


"Laki-laki, aku tidak mau perempuan nanti seperti mama cerewet"ucap Hanan dengan polos.


"Hanan!"ketus Kiara yang kesal mendengar penuturan dari putranya yang membuat seluruh keluarga tertawa mendengar itu.


Sedangkan Anita tertunduk diam, karena dia cukup bahagia apabila dia juga bisa mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya mendengar penuturan dirinya hamil, tapi dia berbeda dengan Arumi. Arumi hamil adalah hal yang wajar karena dia memiliki suami yang begitu mencintainya, sedangkan Anita malu untuk memberitahukan kedua orangtuanya bahwa dirinya hamil diluar nikah.

__ADS_1


...✴️...


Setelah memberitahukan berita bahagia kehamilan, Arumi juga sudah sepakat untuk tidak memberitahu Kenan dan abangnya sampai 2 laki-laki itu kembali ke rumah, bahkan Rendypun juga ikut setuju untuk tidak memberitahu sahabatnya.


Dan kini Arumi kembali kerumah kediaman Gerald karena dia merasa bahwa Anita akan merasa kesepian, dan orangtua Kenan yang sebenarnya sedikit keberatanpun akhirnya mengikuti keinginannya.


Bahkan sudah jam 10 malam, Arumi merasa tidak bisa tidur dan duduk diruang televisi ditemani Anita yang juga gelisah, dengan cemilan yang berada ditangani mereka. Saat tangan Arumi memencet tombol siaran televisi luar negeri, dia melihat pebisnis hebat datang ke sebuah acara amal yang bergengsi dan itu dimana tempat abangnya datang, saat dia mengecek jadwal abangnya dengan Rendy.


"Kak kita nonton ini aja"ucap Arumi yang sangat ingin menonton pebisnis siapa saja yang akan turut hadir diacara amal yang diadakan.


"Baiklah, aku ikut aja"ucap Anita yang sangat mager sekali, tapi mata tidak mau merem.


"Apa?! Kenan ingin mati ya dia!"kesal Arumi saat melihat Kenan datang dengan wanita yang sangat dikenal dengannya, yaitu Rania mantan kekasih Kenan.


"Arumi kamu jangan salah paham sama Kenan, mungkin saja wanita itu teman bisnis yang ditemui diacara itu"ucap Anita menenangkan hati Arumi yang sangat kesal bahkan Arumi menangis melihat Kenan yang tangannya digelayuti oleh wanita lain.


"Dia itu mantan kekasih Kenan, Kak! Hiks!"ucap Arumi yang tak berhenti menangis.


"Kaivan"gumam Anita yang melihat Kaivan yang turun dari mobil dengan selebriti papan atas, namun didengar oleh Arumi yang terkejut melihat abangnya juga sama seperti suaminya.


"Aku mau tidur duluan ya Arumi"ucap Anita yang beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamarnya yang diikuti oleh Arumi yang mau tidur bersama Anita.


...✴️...


Seharian penuh Arumi mengalihkan perhatiannya dengan bekerja, begitu pula dengan Anita yang mengambil operasi menggantikan dokter lainnya yang ada urusan mendadak, mereka berdua sama-sama mengalihkan pikiran dan hati mereka dengan pekerjaan.


Bahkan Arumi dan Anita pulang jam 9 malam dan bertemu didepan rumah bersama dengan wajah suntuk karena kesal dengan laki-laki mereka masing-masing.


"Assalamualaikum"ucap Arumi dan Anita masuk ke kediaman rumah keluarga Gerald.


"Wa'alaikumsalam"ucap kedua orangtua Arumi yang langsung dicium tangannya oleh Arumi dan Anita.


"Kalian masuklah"ucap Hilya dengan senyum hangat.

__ADS_1


"Sayang!" panggil Kenan yang mau memeluk tubuh Arumi namun menghindar.


"Kak, lebih baik kita masuk ke kamar duluan banyak nyamuk!"ketus Arumi yang menarik Anita berjalan kearah kamarnya dan langsung dikunci, membuat Kenan dan Kaivan bingung dengan kedua perempuan itu.


Kenan sangat bingung dengan Arumi yang ketus dan menghindar dari pelukannya, serta Kaivan bingung dengan Anita yang selalu menghindar dari kontak matanya bahkan saat melihat kedatangannya, Anita sama sekali tidak tersenyum.


...✴️...


Mataharipun segera terbit, Anita dan Arumi sudah bersiap untuk sarapan. Saat sampai dimeja makanpun Anita dan Arumi duduk bersebelahan, tidak bersuara sama sekali membuat ruang makan sangat sunyi.


"Aku sudah selesai, aku kerja dulu ya om tante"ucap Anita yang langsung beranjak dari duduknya dan mencium tangan kedua orangtua Kaivan.


Saat Anita keluar dari rumahnya, Kaivan segera keluar mengejar wanita itu dengan langkah besar untuk meminta sesuatu penjelasan atas sikapnya yang sangat dingin.


"Anita"ucap Kaivan yang menarik pengekangan tangan Anita, yang membuat wanita itu menghadapinya.


"Apaan sih?! Lepasin!"ketus Anita.


"Lebih baik hari ini tidak usah kerja"ucap Kaivan datar.


"Kamu tidak biasanya peduli aku bekerja atau tidak!"ketus Anita yang kesal.


"Karena kamu sedang mengandung anakku! Lebih baik menurut padaku apa susah?!"ketus Kaivan dengan dingin.


"Anakmu?! Entahlah sudah berapa banyak wanita yang sudah kamu tiduri atau mengandung anakmu!"bentak Anita untuk pertama kalinya pada Kaivan. "Jangan temui aku sementara waktu"ucapnya pelan.


"Aku tidak akan melepaskanmu"ucap Kaivan yang masih menahan tangan Anita.


"Abang lepaskan Kak Anita!"teriak Arumi yang langsung berjalan ke arah Anita yang membuat Kaivan melepaskan tangan wanita itu dari cengkramannya.


"Arumi, lebih baik kamu tidak ikut campur dalam masalah abangmu"ucap Kenan yang tidak mengerti Arumi yang sangat diluar kendali.


"Aku harus ikut campur, karena kalian berdua yang harusnya merenungkan kesalahan kalian. sebagai calon ayah tapi masih bisa-bisanya menempel dengan wanita lain diluar negeri!"bentak Arumi tak tertahankan.

__ADS_1


"Ayo Kak, kita pergi tinggalkan 2 laki-laki egois ini, aku carikan kakak calon suami yang baik dari abangku dan juga aku juga ingin mencari suami baru!"ketus Arumi yang menarik Anita masuk ke dalam mobil milik Anita dan pergi.


__ADS_2