Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Kenyataan


__ADS_3

Seharian ini banyak sekali menghadiri rapat diluar kantor dengan beberapa pengusaha penting lainnya menemani bos sekaligus kekasihnya yaitu Kenan Abraham, dan mungkin itu adalah sesuatu hal yang menyenangkan menurut Arumi, karena dia bisa melihat wajah Kenan sekaligus suaranya yang sedang berhadapan dengan para pengusaha-pengusaha dengan serius.


"Apa kamu sedang sakit?"tanya Kenan yang sedang mengemudikan mobilnya dengan Arumi yang duduk disebelahnya.


"Nggak, memang kenapa?"tanya Arumi bingung.


"Sejak tadi aku melihatmu tersenyum ga jelas"ungkap Kenan dengan santainya, karena laki-laki itu ga tau bahwa Arumi memandang wajah serius Kenan yang mendominasi dan memimpin pertemuan dengan para kolega membuat hatinya berdetak lebih cepat atau mungkin Arumi sedang jatuh cinta berkali-kali lipat.


"Mau ku kasih tau kenapa?"bisik Arumi yang membuat wajah Kenan menoleh kearahnya sekilas dan kembali menatap jalan.


"Ada apa?"ucap Kenan.


"Ga jadi hehe"ucap Arumi dengan tawanya melihat ke arah Kenan yang sedang mengendarai mobil.


Tidak butuh waktu lama, Kenan telah memarkirkan mobilnya tepat di gang arah rumah Arumi karena tepat saatnya jam pulang kerja juga.


"Sudah sampai"ucap Kenan.


"Kenapa cepat sekali sampai ke rumah sih, padahal aku masih mau berlama-lamaan denganmu"manja Arumi yang akhirnya terpaksa turun dari mobil Kenan. "Hati-hati dijalan ya, nanti sampai rumah kabarin aku. Assalamualaikum"lanjutnya yang langsung menutup pintu mobil Kenan dan berjalan ke arah rumahnya.


"Dor!"ucap laki-laki dengan berpakaian putih abu-abu, yaitu Angga.


"Apaan sih ngga, kakak lagi bete nih!"ketus Arumi dengan suara tidak bersemangat.


"Kakak kenapa sih hari ini? Bukannya tadi diantar sama Bang Kenan ya?"tanya Angga sambil menggarukkan belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


"Gatau kenapa, kakak merasa Kenan seperti menjaga jarak diantara kami atau ada sesuatu yang sedang dia tutupin yaa"ucap Arumi.


"Itu mungkin hanya pikiran kakak aja kali, yaudah yuk kita masuk ke rumah"ucap Angga yang mulai menarik tangan Arumi memasuki rumah mereka yang terbilang kecil.


"Assalamualaikum"ucap Angga dan Arumi bersamaan saat memasuki rumah mereka.


"Wa'alaikumsalam"balas kedua orangtua Angga dan Arumi, membuat mereka mencium kedua tangan orangtuanya secara begrgantian.


Mata Arumi menangkap sosok pria tampan yang sangat dikenalinya sedang duduk dirumahnya yang terbilang kecil, apalagi dia adalah sosok laki-laki berpengaruh karena kedudukan perusahaannya serta kecerdasannya.


"Pak Kaivan ada perlu apa kesini?"tanya Arumi yang duduk disanping kedua orangtuanya yang terlihat murung.


"Ini bacalah"ucap Kaivan yang memberikan selembar kertas pada Arumi yang diterima wanita itu.

__ADS_1


"Ini apa?"tanya Arumi.


"Baca saja nanti kamu akan tau jawabannya"ucap Kaivan dengan senyum diwajahnya.


Arumi membaca selembar kertas yang sama sekali dia tidak mengerti apa maksud dari huruf atau angka itu, namun saat membaca mata wanita itu terbelalak sambil melihat wajah kedua orangtuanya dengan tidak percaya.


"Ayah, Ibu. Coba kalian jelasin ke Arumi apa maksud ini semua? Ini bercandakan yah, bu. Jawab Arumi?"tanya Arumi yang bersujud dikaki kedua orangtuanya, namun kedua orangtuanya justru hanya menundukkan wajahnya bahkan sang Ibu hanya bisa menitikkan air matanya.


Angga yang tidak mengerti dengan keadaan kakak serta kedua orangtuanyapun mengambil selembar kertas dari tangan kakaknya dan dia baca satu persatu kalimat yabg sangat tidak bisa dipercayanya.


"Ibu, Ayah tolong bilang ke Angga bahwa kak Arumi itu kakak aku! Ayah, Ibu tolongin Angga, Angga sayang banget sama kak Arumi!"ucap Angga yang berlutut dihadapan kedua orangtuanya, menggoyang-goyangkan lutut kedua orangtuanya untuk berbicara.


"Arumi, sudahlah jangan menangis. Sebaiknya kamu pulang kerumah kita yang sesungguhnya dan ini bukanlah rumah kamu"bujuk Kaivan yang memegang lengan tangan Arumi secara lembut, tapi di tepis oleh Arumi.


"Aku gamau, ini rumahku dan inilah keluargaku!"ucap Arumi dengan airmata yang terus membasahi pipinya.


"Dia kakakku! Selamanya kakakku! Jangan rebut dia dariku!"ucap Angga yang menggenggam kedua tangan Arumi dengan erat agar Kaivan tidak mengajak kakaknya keluar dari rumahnya.


"Tapi dia adalah adikku! Keluargaku! Dan ini memanglah bukan rumahnya!"ketus Kaivan yang sangat tidak suka dihalangi oleh oranglain untuk membawa adiknya pulang.


"Cukup! Saya minta lebih baik anda keluar dari rumah saya!"teriak Arumi dengan airmata yang terus menerus turun begitu deras membasahi pipinya mengetahui keadaan ini.


"Pergi! Saya mohon, saya butuh waktu!"ucap Arumi yang beranjak dari lantai dan pergi masuk ke kamarnya untuk menenangkan dirinya.


Arumi membenci keadaan ini, di usia ke 23 tahunnya selama dia hidup harus mengetahui bahwa keluarga yang selama ini membesarkannya bukanlah keluarga kandungnya, bahkan Arumi sudah mengenalkan Kenan pada kedua orangtuanya yang ternyata mereka bukanlah kedua orangtua Arumi yang sesungguhnya.


Arumi hanya bisa merebahkan tubuhnya berbaring dikasur dengan airmata yang masih terus turun dari kedua matanya, sangat pahit mengingat semua suka dan duka yang sudah dilaluinya ini bersama keluarga yang tulus menyanyanginya adalah bukan dari keluarga kandungnya.


Angga sudah beberapa kali mengetuk pintu kamar kakaknya, namun Arumi sama sekali tidak menghiraukannya karena dia benar-benar butuh waktu seorang diri untuk menerima kenyataan tentang dirinya.


Sudah terhitung beberapa hari, Kenan selalu melihat wajah Arumi yang sedang bekerja terlihat murung dan sedih, bahkan wanita itu juga sudah beberapa kali mengabaikan Kaivan yang berusaha menemuinya untuk menjalin kedekatan layaknya kakak dan adik, tapi tidak untuk Arumi yang masih butuh waktu untuk sendiri.


Akhirnya Arumi memutuskan untuk menginap di apartemen Aurel, karena mungkin dengan cerita segala keluh kesahnya bisa mendapatkan solusi dari masalahnya atau bisa sedikit menenangkan dirinya.


"Arumi, tumben kemari kalo gue ga minta"sindir Aurel pada sahabatnya yang baru saja datang.


"Gue ambilkan minum dulu, lu duduk sini aja dulu"ucap Aurel yang pergi ke ruang dapur untuk membuat jus untuk sahabatnya itu yang terlihat sedang banyak sekali masalah.


Tidak butuh waktu lama, Aurel membawa 2 jus jeruk dan ditaruhnya diatas meja yang dekat dengannya dan Arumi duduk.

__ADS_1


"Ada apa mi?"tanya Aurel.


"Gue bukan anak kandung keluarga gue Aurel"ucap Arumi sambil meminum jus yang dibuat Aurel untuknya.


"Apa?! Lu ga boongkan? Jangan ngeprank gue deh!"ucap Aurel yang kaget mendengar itu.


"Iya, gue bahkan tau sendiri dari seseorang yang ternyata dia adalah abang kandung gue"ucap Arumi.


"Abang kandung lu? Gimana coba maksudnya kok dia bisa nemuin lu?"tanya Aurel yang kaget mendengar masalah Arumi yang rumit.


"Ceritanya panjang namun pertemuan kita itu singkat, gue ketemu dia di kantor"ucap Arumi.


"Abang lu pegawai kantor? atau siapa? terus dia masih ada usaha mau nemuin lu terus ga?"tanya Aurel.


"Bukan, abang gue itu Kaivan Alvaro Gerald"


"APA?! DEMI APA LU?!" kaget Aurel yang mendengar nama laki-laki tampan dan sukses itu keluar dari mulut seorang Arumi. "Gila bangga gue punya sahabat kaya lo! Gue sahabat dari adik Kaivan Alvaro Gerald yaitu Arumi Elena Gerald"ucapnya dengan nada sombong.


"Apaan sih lu!"ucap Arumi yang mencubit pipi Aurel dengan keras.


"Aw! Sakit!"ringis Aurel kesakitan, yang akhirnya dilepaskan dengan Arumi.


"Bisa serius sedikit ga sih lu?"ketus Arumi.


"Bisa, bisa, sorry!"ucap Aurel dengan senyumnya yang manis.


"Jadi pak Kaivan selalu ngehubungin gue, nungguin gue setelah selesai kerja, pokonya ganggu banget deh!"ketus Arumi.


"Itu baguslah Arumi, dia mau menjalin hubungan kakak beradik sama lu yang selama ini dia ga bisa lakuin sama lu, dia selama ini mencari lu dengan sekuat tenaganya pas malah ketemu masa lu kaya gini sih? Arumi yang gue kenal bukan wanita yang jahat"ucap Aurel yang membuat Arumi segera keluar dari apartemen Aurel.


*****


Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!

__ADS_1


TERIMA KASIH! 🤗


__ADS_2