Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Kantor Polisi


__ADS_3

Setelah makan siang selesai, dering telfon di handphone milik Arumi berbunyi dengan sangat keras, segeranya diangkat dan ternyata itu adalah dari pihak berwajib yang mengatakan bahwa Rania telah tertangkap dari tempat persembunyiannya.


Cukup senyum Arumi yang mewakilkan bagaimana perasaan wanita yang sedang hamil itu mendengar kabar bahwa perempuan yang telah mencelakai kedua orangtua angkatnya hingga menewaskan kedua orang paruh baya yang sangat disayanginya.


Entahlah mungkin perasaan kasihan itu telah sirnah dari relung hati milik Arumi karena Rania juga tidak memiliki hati nurani hingga membuat kedua orangtua yang telah membesarkan meninggal dalam keadaan yang sangat tragis, bahkan jeruji besipun sebenarnya tidak cukup untuk menghukum wanita jahat seperti Rania.


Dengan segera Arumi mematikan ponselnya dan mengambil tas selempangnya yang bermerk ternama dari meja.


"Mau kemana Rum?"tanya Sila yang melihat Arumi yang beranjak dari duduknya.


"Kantor polisi"ungkap Arumi dengan santainya membuat Sila, Kazi dan Kenan terkejut mendengar hal itu.


"Ada apa?"tanya Sila lagi memastikan bahwa Arumi tidak terdapat masalah hukum.


"Ikut saja, ada hal menarik pokoknya!"ucap Arumi dengan senyumnya yang diikuti Sila, Kazi dan Kenan yang segera keluar dari kafe itu.


Sila yang harusnya melanjutkan pekerjaannya namun Kenan memberi keringanan untuk teman baik istrinya itu, untuk pulang lebih cepat agar bisa menemani Arumi yang saat ini emosinya tidak terkontrol sama sekali.


...*...


Sesampainya dikantor polisi, Arumi segera melesatkan kakinya masuk ke dalam tempat itu dengan Kenan disampingnya dan Sila yang berada didekat Kazi.


"Ibu Arumi Eliana Gerald?"tanya seorang polisi yang sedang duduk diruangannya.


"Iya, bisa saya melihat pelakunya pak?"tanya Arumi.


"Bisa bu, tapi waktu terbatas ya"ucap polisi itu yang membuat Arumi mengangguk cepat, dan benar saja, polisi itu langsung mengantarkan Arumi dan yang lainnya ke tempat jeruji besi yang dingin.


"NGAPAIN KAMU DISINI?!"teriak perempuan itu dari dalam jeruji besi dengan air mata yang terus mengalir dari matanya.

__ADS_1


Kenan yang melihat mantan kekasihnya masuk ke dalam jeruji besi yang dingin akibat kelakuannya yang jahat pada keluarga istrinyapun juga tidak bisa mentoleransi lagi kesalahan wanita itu.


"Rania! Aku cuma mau bilang inilah tempat yang paling cocok untuk kamu tinggali selama ini, terlalu bagus jika kamu tinggal dirumah keluarga Abraham"jelas Arumi dengan senyum yang mengejek perempuan itu.


"Kenan, tolong aku! Aku ga bersalah Ken! Aku melakukan itu karena aku cinta sama kamu Ken!"ucap Rania tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Muak sudah itu yang dirasakan Arumi, perempuan yang sedang hamil itupun langsung memeluk tubuh Kenan dengan mesra dan menutup kedua telinga suaminya untuk tidak mendengar suara dari Rania yang sedang meracau tidak jelas didalam jeruji besi.


"Kenapa menutup telingaku?"tanya Kenan pelan yang hanya dapat didengar Arumi.


Arumi tersenyum lembut pada Kenan dan mendekatkan wajahnya ke telinga sang suami.


"Karena aku cuma mau kamu mendengar suara aku aja untuk saat ini, boleh?"bisik Arumi kemudian menutup telinga Kenan kembali.


Siapapun yang melihat Kenan dan Arumi pasti sangat iri, jeruji besi tempat yang sangat dingin bahkan sangat seram bisa-bisanya menjadi hangat hanya karena 2 insan yang saling mencintai dan berpandang-pandangan dengan manis.


"Sekarang lihat, akulah pemenangnya hati Kenan untuk selamanya!"ujar Arumi memutarkan kepalanya mengarah Rania dan menjulurkan lidahnya untuk meledek wanita itu.


Cup.


Tiba dibibir tebal milik Kenan yang membuat Arumi lupa diri bahwa dirinya ada dikantor polisi, membuat keduanya terbuai suasana menikmati setiap decapan yang keluar dari mulut mereka.


Sedangkan Sila yang melihat aksi Arumi itu segera memalingkan wajahnya karena malu dan syok karena melihat secara langsung hubungan suami istri bosnya itu. Dan untuk Kazi, laki-laki itu memilih untuk melihat kelakuan Sila yang salting karena menyaksikan hal itu secara langsung.


"Arumi sialan!"teriak Rania yang tidak menyukai pemandangan itu, membuat Arumi tersadar dari buaian itu dan melepaskan pangutan itu segera.


"Aku bisa ngerasain dong semua yang ada didiri Kenan, semua tubuh dan hati Kenan hanya milikku"ucap Arumi dengan senyumnya yang manis, yang mengartikan bahwa Kenan tidak pernah bisa menjadi milik Rania.


"Permisi, Pak, bu waktu sudah habis. Silahkan berkunjung dilain waktu"ucap polisi yang baru saja datang keruangan temu itu.

__ADS_1


"Baik pak, saya juga ga tahan disini. Kalo bisa hukum wanita ini seumur hidupnya"ucap Arumi yang segera keluar dari kantor polisi.


Sepanjang perjalanan keluar dari kantor polisi Arumi terus tersenyum karena Rania mendapatkan hukuman yang setimpal dan semoga aja tidak akan lolos dari jeratan hukuman yang berat akibat pembunuhan secara terencana.


"Aku suka deh kamu tersenyum seperti ini"ucap Kenan yang sedang menyetir sambil melirik-lirik istrinya yang duduk dengan santai disebelahnya.


"Jadi sukanya kalau aku senyum doang nih?"ketus Arumi menatap Kenan yang sedang menyetir.


"B-bukan gitu maksud aku sayang, aku suka kamu tersenyum, karena kalau kamu tersenyum sayang, kecantikan bidadari disurga juga lewat dari Arumi Eliana Gerald"ungkap Kenan yang tidak mau membuat keributan disaat kondisi hati istrinya sedang sensitif sejak hamil.


"Aduh! Makin cinta deh aku sama kamu"ucap Arumi langsung bersandar dibahu besar milik Kenan.


"Aku juga makin-makin sayang dan cinta sama kamu setiap hari, bahkan setiap detik"ucap Kenan.


...*...


Sedangkan dimobil yang satunya lagi terdapat Kazi dan Sila yang saling diam satu sama lain. Sila yang masih sebal dengan sikap Arumi yang tidak mengerti kondisi jomblonya yang saat ini dan malah membuatnya menyaksikan keromatisan dan keuwuan antara suami istri itu dihadapannya.


"Pak, apa Arumi dan Pak Kenan selalu begitu?"tanya Sila.


"Selalu begitu gimana?"pancing Kazi yang ingin tau pemikiran perempuan yang duduk disebelahnya saat ini.


"Iya, tidak tau malu. Bermesraan dihadapan jomblo seperti aku, udah gitu gatau tempat, udah gitu malah lama banget nyosornya"dumel Sila yang mengeluarkan unek-uneknya disebalah Kazi.


Sedangkan Kazi yang mendengar celotehan yang keluar dari mulut wanita berambut pendek itu, hanya tersenyum tipis.


"Kalau saya udah lama di Eropa, jadi hal seperti itu udah biasa dilihat. Kalau kamu memangnya belum pernah melakukan itu saat pacaran?"tanya Kazi dengan santai.


"Ga pernah, karena saya mau nikah dulu pak, halal dulu gitu pak. jangankan seperti itu, semuanya juga saya kasih. Tapi saya masih kesal dengan Arumi"ucap Sila yang mampu membuat Kazi tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


*TOLONG HARGAI AKU YA READERS! 🙏 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN UNTUK NOVEL AKU INI* 😊


__ADS_2